"Katanya, sebelum semua ilmu nya lepas.. nenek nggak akan bisa mati."
"Jadi sekarang nenek dimana?"
"Nenekmu sedang menjalani semua hukuman sebelum akhir nya dia mati. Selama 40 hari, dia akan dalam pengaruh Iblis."
"Tapi kan nenek udah meninggal!?"
Sebuah ilmu tua membuat seorang nenek mengalami hal di luar nalar ketika akan mendapatkan ajalnya.
Elma, gadis biasa yang baru saja datang dari Jakarta itu harus menelan bulat - bulat atas semua rentetan kejadian tak masuk akal yang dia alami selama mencari jasad nenek nya, dalam waktu 40 hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.28. Rencana bawa Salsa pergi.
Tian keluar, di luar rumah sudah ada beberapa orang yang sudah berkumpul. Mereka sudah membentuk kelompok menjadi beberapa kelompok, dan mereka sudah mulai berpencar untuk memulai pencarian.
"Pak Ustad, boleh bicara sebentar?" Panggil Tian, pak Ustad terlihat mengangguk.
"Kenapa, mas?" Tanya pak Ustad, Tian pun mengutarakan apa yang Elma katakan padanya.
Sementara itu di sisi Elma..
Elma kini duduk bersama ibunya di kamar, Elma memberi tahu ibunya tentang rencana nya agar ibu dan adiknya itu pulang lebih dulu ke Jakarta. Tapi ibunya yang mendengar itu langsung terkejut dan spontan menolak permintaan Elma.
Kok jadi mama yang kamu suruh pulang, kan mama yang justru mau kamu sama adikmu pulang, kak!" Ucap ibunya Elma.
Elma memejamkan matanya, dia dan ibunya adalah definisi batu ketemu batu, sama - sama keras kepala.
"Ma, masa depan adek masih panjang banget ma! Aku nggak mau adek jadi inang setan yang ada sama nenek. Sebisa mungkin aku akan patahin itu, aku nggak tau gimana caranya tapi aku yakin pasti ada jalan nya." Ucap Elma, ibunya kini yang berdecak sambil memejamkan mata.
"Enggak, kak! Mama nggak mau." Ucap ibunya.
"Maaa! Adek masih butuh mama, kalo semisal kejadian yang nggak enggak, kan ada mama." Ucap Elma.
"Kak!"
"Ma! Please!" Ucap Elma memohon, Elma bahkan sampai merosot turun dan bersimpuh di hadapan ibunya.
"Kamu nggak ngerti apapun, Elma! Sejak kapan kamu jadi yang lebih ngatur - ngatur semua ini!?" Ucap Ibunya, Elma lalu merebahkan tubuh nya di pangkuan ibunya.
"Mama, please. Aku sayang kalian, aku sayang mama, sayang adek, aku udah kehilangan papa.. Aku nggak mau kehilangan kalian juga." Ucap Elma, air matanya meleleh.
"Please, pulang ya ma.. bawa adek pulang ke Jakarta." Ucap Elma terus memohon.
Ibunya Elma tentu saja jadi bimbang, niat awal nya dia yang ingin menyuruh Elma dan Salsa pulang ke Jakarta, sekarang malah Elma yang mendorong nya pergi.
"Kamu pikir mama nggak sayang kamu, kak? Mama minta kamu sama adek pulang karena nggak mau terjadi apapun sama kalian." Ucap ibunya, Ibunya Elma tampak menghapus air matanya dengan singkat.
"Tapi adek lebih butuh mama, please.. Mama pulang sama adek, aku udah bilang bang Tian sama pak Ustad, mereka akan anter mama sama adek ke Jakarta." Ucap Elma.
"Kak.." Ibunya sedih.
"Please ma, kali ini aku beneran minta sama mama. Selama ini aku nggak pernah minta apapun kan sama mama, sekarang aku minta sama mama.. Pulang bawa adek ke Jakarta." Ucap Elma lagi.
Ibunya sempat terisak pelan, Elma juga menatap ibunya yang saat itu terlihat seperti begitu berat untuk mengambil keputusan. Tapi.. Setelah beberapa saat mereka sempat saling diam karena ibunya Elma yang tampak berat.. Akhirnya..
"Oke.. Mama akan pulang sama adek." Ucap ibunya akhir nya, Elma yang mendengar itu langsung tersenyum.
"Alhamdulillah, makasih ma." Ucap Elma, setidak nya dia tenang karena kedua orang yang paling di sayanginya akhir nya bisa dia amankan.
"Mama jalan sekarang, aku udah bilang bang Tian. Aku sama abah Surip bakal cari nenek." Ucap Elma, ibunya sontak terkejut.
"Kamu mau turun tangan langsung, kak?!" Tanya ibunya, Elma pun mengangguk.
"Iya, pokoknya apapun yang terjadi.. Doain aku di sini bisa segera ketemu sama nenek." Ucap Elma, ibunya tampak khawatir.
"Jangan khawatir, ma.. Katanya hidup itu takdir, ini juga takdir, jadi ini mungkin takdir aku. Mama sama adek, pokoknya harus selalu sama tante Ros, tante Ros lebih paham tentang hal ghoib." Ucap Elma, ibunya hanya diam..
"Ayo, gak usah ngepak barang.. Bawa seperlunya aja." Ucap Elma, dia bangun dari duduk nya dan kemudian mulai mencari tas ibunya.
"Aku cari adek dulu." Ucap Elma, sambil meletakan tas ibunya di sebelah ibunya.
Elma keluar dari kamar nya dan kemudian mencari keberadaan adiknya, Adiknya tampak sedang bermain di halaman belakang sendirian. Saat Elma hendak memanggil, dia tak sengaja melihat adiknya bicara sendiri. Melihat itu, Elma pun langsung berlari menghampiri adiknya.
"Dek." Panggil nya, dan langsung berdiri di depan Salsa.
Sepersekian detik, Elma melihat mata adiknya itu hitam total. Tapi saat Elma berdiri di depan nya, mata adiknya itu kembali normal dan tersenyum polos.
'Apa - apaan, masa adek gue udah di rasukin.' Batin Elma, dia yakin dengan apa yang dia lihat.
"Dek, ngapain?" Tanya Elma, adiknya tersenyum polos.
"Main kak, kakak kenapa?" Tanya Salsa, Elma akhir nya hanya menggeleng.
"Enggak, yuk masuk rumah. Mama mau ajak kamu jalan - jalan." Ucap Elma pada adiknya, dia tidak mengatakan tujuan sebenar nya.
"Kemana, kak?" Tanya Salsa.
"Dih, kamu banyak nanya. Ntar juga kamu tau, yok ganti baju dulu " Ucap Elma, lalu menggandeng adiknya itu masuk kedalam rumah.
Salsa tidak melawan sedikitpun, dia ikut ke dalam dengan patuh. Dan saat itu di ruang tengah ibunya sudah siap juga, ada juga Tian dan pak Ustad di sana yang juga sudah siap mengantar ibunya Elma dan Salsa pulang.
"Ati - ati di jalan ya, ma." Ucap Elma, dia lalu memeluk ibunya.
"Kamu hati - hati di sini juga, kak." Ucap ibunya.
Setelah saling berpelukan, akhir nya mereka pun masuk kedalam mobil. Elma bercakap dengan pak Ustad melaporkan apa yang sempat dia lihat tadi dari tatapan adiknya.
"Iya nduk?" Tanya pak Ustad.
"Iya pak, matanya hitam. Aku yakin aku nggak salah lihat." Ucap Elma, pak Ustad tampak manggut - manggut.
"Ya sudah, saya akan antarkan ibu dan adikmu pulang." Ucap pak Ustad, Elma mengangguk - angguk penuh terimakasih.
Terimakasih banyak pk Ustad, titip ibu dan adik saya ya pak." Ucap Elma, pak Ustad mengangguk.
Dan akhirnya.. Mobil pun pergi dari sana, Tian yang menyetir mobil itu, pak Ustad di sebelah Tian dan Elma bersama Salsa di belakang.
Dalam posisi itu, Salsa terlihat tenang seperti biasanya sambil memeluk boneka teddy kesayangan nya. Umur nya 10 tahun tapi dia masih seperti anak kecil yang manja.
Kembali ke sisi Elma, dia kini sendirian di rumah itu. Bukan benar - benar sendirian tapi setidak nya dia sudah merasa lega karena adiknya dan ibunya sudah pergi dari sana, selagi adik dan ibunya aman.. Elma akan tenang.
Elma lalu ikut pergi bersama abah Surip, mereka akan menyusuri kebun teh dekat - dekat sana untuk mencari keberadaan nenek Tri, melacak dari titik terakhir. Gerimis kembali datang kabut juga sudah mulai mengaburkan pandangan kala itu, Elma memakai jas hujan warna kuning dan ikut menerabas untuk mencari nenek nya.
"Bismillah, nenek.. Nenek nggak mau pulang, biar Elma yang cari nenek." Gumam Elma.
BERSAMBUNG!
kira² siapa yang coba membangkitkan iblis ini yaa, yang pasti orang terdekat mereka 🙏.
karena kedua jiwa itu tertahan di kerajaan setan'