NovelToon NovelToon
Asmaraloka

Asmaraloka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Action
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sukapena

"Suuut" lelaki itu membekap Garima dengan telapak tangan besarnya, mereka saat ini tengah berada gang kecil penuh dengan kupu - kupu malam yang dengan gamblang menjajahkan tubuhnya.

Tubuh Garima bergetar karena ketakutan, matanya menatap lelaki misterius didepannya itu dengan melotot "siapa dia ?, apa dia seorang penjahat ?" gumam Garima dalam hati.

"Tuhan tolong aku" jerit batin Garima kembali, tidak berapa lama terdengar suara langkah kaki yang banyak membuat seluruh gang sempit dan kumuh itu menjadi ramai.

Para wanita yang sedang menjalankan pekerjaannya lari terbirit - birit karena kehadiran beberapa orang yang sedang mencari seseorang.

Lelaki itu mendorong tubuh Garima membuat rumah kecil milik Garima terbuka dan dia dengan sengaja mencium bibir Garima saat salah satu lelaki berambut gondrong memperhatikan mereka.

Garima terkejut dengan aksi lelaki didepanya itu hingga dia tidak bisa berkata apa - apa dan bingung akan melakukan apa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukapena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkejut bukan main

Rima melihat ponselnya berkali - kali selama beberapa hari ini karena dia tidak mendapat pesan dari Loka "kemana dia ?" gumam Rima dengan lirih kemudian menghela nafas putus asa.

"Kenapa tidak menghubungiku sama sekali" gumam Rima sekali lagi, Rima bangkit dari duduknya untuk menuju dapur apartement, kemudian Rima membuka lemari es yang sudah penuh dengan bahan makanan.

Rima sudah mengisi bahan makanan untuk dirinya dan juga Loka namun selama seminggu ini Loka tidak pulang dan lebih parah lagi tidak memberitahu Rima dimana dia berada.

Bahkan Loka tidak mengiriminya pesan singkat, Rima terlalu gengsi jika harus dirinya terlebih dahulu yang mengirimi pesan singkat dan menanyakan keberadaan Loka.

"Aku sangat bosan huuft" Rima berkata dengan putus asa, jujur saja selama seminggu ini dia menghabiskan uang Loka dengan berbelanja segala macam kebutuhan dirinya dan apartement.

Namun semua itu tetap saja masih membuat Rima bosan, sepertinya kehadiran Loka yang dia inginkan saat ini atau mungkin ini semua karena efek dari anak yang ada dalam kandungannya.

"Dimana ayahmu ?, dia sangat menyebalkan tidak menanyakan kabar kita sama sekali" Rima bergumam seraya mengelus pelan perutnya yang sudah terlihat membuncit karena badan Rima tergolong kecil dan kurus.

Rima memutuskan keluar dari apartement ingin mencari udara segar agar tidak bosan, terdengar suara pesan masuk dari ponsel miliknya yang dibelikan Loka.

Rima dengan cepat melihat namun dia lagi - lagi kecewa karena suara pesan itu bukan Loka melainkan semua promosi dari alah satu aplikasi market place.

Rima berjalan keluar dari kotak besi itu kemudian berjalan keluar dari lobby, mata Rima tidak sengaja melihat punggung seorang laki - laki yang dia kenal tengah berjalan melewati dirinya begitu saja.

"Bukankah itu" ucapannya tergantung kemudian Rima mengendikkan bahu masa bodoh, sementara Loka saat ini tengah berada disalah satu persembunyian para bandit yang bekerja sama dengan Bella untuk menculik para anak kecil.

"Hey kau, ambilkan tuan Sarkam sebotol minuman" Loka melihat kearah anak buah Sarkam kemudian mengangguk "SIALAN BERANI SEKALI MEREKA" Loka mengetuk pintu ruangan itu kemudian berjalan sambil membawa dua gelas kaca dan sebotol minuman alkohol.

"Tenang bos, kami akan menghancurkan para anjing pemerintah itu" ucap Loka sembari menuangkan minuman beralkohol pada kedua gelas yang ada diatas meja.

Loka menyodorkan satu gelas penuh minuman dihadapan Sarkam dengan cepat lelaki botak berbadan besar dan memiliki tato hampir diseluruh dadanya itu menerima dengan kasar kemudian meneguknya hingga tandas.

"Aku yang akan memata matai pergerakan mereka agar kita tidak terhendus kembali" Sarkam menatap Loka dengan memicingkan mata kemudian mengangguk setuju.

"Baik, ku serahkan semuanya padamu" Loka tersenyum dan mengangkat gelasnya setelah itu Loka meneguk alkohol yang berada digelasnya.

Loka menuliskan sebuah pesan singkat pada Bima kemudian lanjut berjalan sembari memperbaiki posisi topi yang sedang dia kenakan, Loka melihat sekeliling yang sepertinya sudah aman untuk dia berganti masuk kedalam mobil miliknya.

Loka masuk kedalam mobil setelah itu melepas topi dan juga mengganti kaos yang dia pakai, Loka mengambil ponsel miliknya yang dia sembunyikan di dasboard mobil.

Menatap layar ponsel itu dengan mengeryitkan dahi, karena tidak ada pesan masuk dari Rima sama sekali tetapi ada banyak pesan dari bank penerbit kartu kredit bahwa kartunya berkali - kali dibelanjakan.

Loka tersenyum mengejek dan menggelengkan kepala "dasar wanita, munafik sekali" Loka mengemudikan mobilnya itu menuju apartement miliknya yang saat ini tengah Rima tempati.

Rima yang sedang berjalan - jalan ditaman dekat apartement tersenyum melihat anak - anak berlarian sambil tertawa, mobil Loka sudah terparkir dan saat ini Loka berjalan menuju lift untuk pergi ke unit apartemennya.

Kotak besi itu sudah sampai dilantai yang Loka tuju, Loka berjalan menuju pintu depan unit apartement miliknya kemudia menekan password pada pintu dan saat pintu sudah terbuka hanya ada kekosongan dan sunyi.

Loka mengerutkan dahi seraya bertanya dengan didi sendiri "kemana dia ?, kenapa sangat sepi ?" lirihnya sambil mengganti sepatu yang dia pakai dengan sendal rumahan miliknya.

Loka mengendikkan bahu tidak perduli dimana Rima berada kemudian dia memasuki kamar miliknya ingin membersihkan diri, Rima memasuki apartement dengan menghela nafasnya.

Saat Rima berdiri didekat pintu kamarnya terlihat pintu kamar Loka terbuka sedikit mebuat Rima menjadi was - was, pasalnya saat dia meninggalkan apartement pintu kamar Loka masih tertutup dengan rapat.

"Siapa yang datang ?, apa ada orang ? Atau ada penjahat ?" Rima bertanya - tanya didalam hati dengan takut, Rima membuka kamar itu dengan pelan dan pemandangan pertama kali yang Rima lihat membuat Rima melototkan kedua bola matanya hingga ponsel yang dia genggam jatuh begitu saja diatas lantai.

1
Julfa
lha weee gak sadar udah habis aja dah
Ayesha Almira
ceritanya bagus...seru menarik
Sukapena / Imajinas: terima kasih untuk suportnya kak 🥰
total 1 replies
Ayesha Almira
loka g cerita smuanya ma bima...mknya bima ngeledek trs
Sukapena / Imajinas: Belum saatnya kak 🤭, nantikan update terus cerita asmraloka ya kak dan jangan lupa like,koment dan follow akunku terima kasih banyak 🥰
total 1 replies
Ayesha Almira
siap2 loka puyeng ma tingkah bumil
Ayesha Almira
klo harus d hina trs mening jalanin khamilan sndri wlu susah..
Ayesha Almira
smga loka tdk memandang rima jelek lagi..
Sukapena / Imajinas: halo kak terima kasih sudah like dan koment ceritaku 😍.
nantikan terus kelanjutan cerita Loka dan Rima 🥰
total 1 replies
Amiera Syaqilla
hi author👋🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!