NovelToon NovelToon
Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Radia Adawiyah

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi adalah kisah Alya, seorang gadis yang lembut dan taat, yang harus menerima takdir dijodohkan dengan Zidan (seorang pemuda yang dikenal bebas dan jauh dari nilai-nilai agama). Tapi di tengah perbedaan itu, Alya berusaha menjalani semuanya dengan sabar dan tetap berpegang pada prinsipnya. Sementara itu, tanpa disadari, kehadiran Alya perlahan mengubah Zidan menjadi dekat dengan Agama.

Novel ini mengisahkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan, tetapi tentang proses saling memperbaiki, mendekat kepada Allah, dan menerima takdir dengan penuh keikhlasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radia Adawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Perlahan belajar percaya lagi

Malam harinya....

setelah percakapan singkat di ruang tengah, hati Alya terasa sedikit lebih tenang dari sebelumnya.

Bukan karena semua rasa sakitnya langsung hilang, dan bukan karena semuanya sudah kembali seperti semula. Namun karena untuk pertama kalinya…

ia melihat kesungguhan di mata Zidan.

Bukan sekadar ucapan.

Tapi usaha yang perlahan mulai nyata.

...****************...

Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa, lebih tenang. Rumah itu tidak lagi dipenuhi suasana canggung seperti sebelumnya.

Meski Alya masih menjaga jarak seperlunya, setidaknya sekarang ia sudah mulai berbicara kembali dengan Zidan.

Hal-hal sederhana.

Tentang makan.

Tentang rumah.

Tentang pesantren.

Dan anehnya…

hal kecil itu justru cukup membuat hati Zidan terasa jauh lebih lega.

...****************...

Pagi itu, Alya sedang menyiram tanaman di halaman depan rumah. Udara masih sejuk. Matahari belum terlalu tinggi.

Tak lama kemudian, suara motor terdengar memasuki halaman rumah.

Alya menoleh pelan.

Zidan baru pulang dari pasar bersama Abi.

Di tangan Zidan terlihat beberapa kantong belanja.

Begitu turun dari motor, Abi tersenyum kecil melihat Alya.

“ Alya, coba lihat. Zidan tadi bantu Abi belanja banyak. ”

Alya sedikit terkejut.

Karena biasanya…

ia sulit membayangkan Zidan mau ikut hal-hal seperti itu. Sedangkan Zidan hanya menggaruk tengkuknya pelan, terlihat sedikit malu.

“ Abi yang maksa, ya ! ” Ucap Abi.

Abi langsung tertawa kecil.

“ Padahal tadi semangat milih ikannya. ”

“ Bi… ”

Alya tanpa sadar tersenyum kecil melihat mereka.

Dan senyum kecil itu… tertangkap jelas oleh Zidan.

Untuk sesaat, dada Zidan terasa hangat.

Karena akhirnya…

ia bisa melihat Alya tersenyum lagi di depannya.

Siang harinya…..

Faris duduk santai di ruang tengah sambil memainkan ponselnya.

Namun matanya sesekali melirik ke arah dapur.

Di sana, Alya dan Zidan sedang membantu Umi menyiapkan makan siang. Dan pemandangan itu terasa cukup aneh bagi Faris, terutama ketika melihat Zidan yang sekarang malah sibuk membantu memotong sayur sambil dimarahi Umi karena potongannya terlalu besar.

“ Mas Zidan… itu motong wortel apa motong kayu ? ” Ucap Faris cengengesan.

Zidan langsung menghela napas panjang.

“ Umi, saya udah usaha… ”

Alya spontan tertawa kecil mendengarnya.

Dan seisi dapur langsung diam sesaat.

Karena itu pertama kalinya mereka mendengar Alya tertawa lagi setelah kejadian kemarin.

Zidan menoleh ke arah Alya cukup lama.

Sementara Alya yang sadar sedang diperhatikan langsung menunduk malu sambil kembali fokus pada masakannya. Namun sudut bibirnya masih menyisakan senyum kecil.

Faris memperhatikan semua itu diam-diam.

Lalu tanpa sadar…

ia ikut tersenyum tipis.

“ Mungkin… ” gumamnya pelan.

“ …Mas Zidan emang lagi serius berubah. ”

Malam harinya…

Setelah semua orang tidur, Alya duduk sendiri di dekat jendela kamarnya.

Angin malam masuk perlahan menerpa wajahnya. Pikirannya kembali mengingat banyak hal, tentang awal perjodohannya dengan Zidan, berlanjut ke pernikahan, kemudian muncul rasa kekecewaan yang berat akibat taruhan yang menghancurkan hatinya. Tapi di saat yang sama…

ia juga mengingat bagaimana Zidan sekarang.

Laki-laki itu sudah berusaha memperbaiki dirinya. Dia sudah tahu gimana cara meminta maaf tanpa memaksa dimaafkan. Dia sudah bisa bicara perlahan berubah dengan menggunakan bahasa yang lebih baik lagi.

Alya menghela napas pelan.

Lalu tanpa sadar…

ia tersenyum kecil sambil menatap langit malam.

Mungkin…

kepercayaan itu memang tidak bisa kembali dalam satu hari.

Namun sedikit demi sedikit…

hatinya mulai belajar percaya lagi.

Dan di sisi lain rumah itu…

Zidan yang belum tidur menatap langit-langit kamarnya sambil tersenyum tipis sendiri.

Karena hari ini…

untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Alya tersenyum lagi padanya.

1
Ate Ida Rustono
aalur ceritanya bagus
Radiatul Adawiyah: Terimakasih banyak atas komentar baiknya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!