NovelToon NovelToon
Pasangan Misterius X & V

Pasangan Misterius X & V

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Transmigrasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: ShinZa_17

Di mata dunia, pernikahan hanyalah sebuah formalitas saja.
Hingga suatu hari, seorang pria misterius yang selalu mengenakan topeng - yang dikenal sebagai asisten biasa - menikahi seorang wanita yang dijadikan alat penebus hutang.
Mereka tidak ada yang mencurigai apapun... hingga segalanya perlahan mulai berubah.

Ketika sang kakak menghilang secara tiba-tiba, sang adik perempuan dipaksa menggantikan posisinya sebagai istri.

Keputusan itu disetujui tanpa ragu oleh keluarga demi menebus hutang mereka.

Tidak ada seorangpun yang peduli dengan perasaannya... atau bahkan menanyakan keadannya.

Namun, mereka tidak pernah menyadari satu hal penting - adik perempuan mereka sebenarnya telah mati sejak berada di dalam gudang yang pengap karena dianggap telah mencoreng nama keluarga.

Kini, di dalam tubuh yang lemah dan penuh luka, telah tergantikan oleh jiwa lain.

Jika penasaran, ayo ikuti kisah mereka hingga akhir.

Selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShinZa_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Sebuah mobil berwarna hitam pun masuk ke dalam kediaman. Seorang sopir, membukakan pintu belakang, dan terlihat Violet dan juga Xavier keluar dari dalam mobil itu.

Mereka pun masuk ke dalam mansion. Tak lupa, tangan kanan Xavier terlihat memegang sebuah tas.

Ketika sampai di ruang tamu, Violet memberhentikan langkahnya. “Tuan, bolehkah aku mengambil tas laptop itu? Aku ingin segera membersihkan diri.”

Xavier mengangkat alisnya, “Tuan?”

“Mulai hari ini, kamu jangan panggil saya dengan sebutan ‘Tuan’ lagi. Jika saya mendengarnya sekali lagi, maka saya akan memberikan kamu hukuman.”

“Lalu, aku harus panggil Tuan apa?”

“Kan, mulai panggil ‘Tuan’ lagi. Kamu bisa memanggil saya apapun, kecuali sebutan ‘Tuan’.”

Violet tampak berpikir dengan wajah lelahnya. “Eummm... kalau Xavier, bagaimana?”

“Tidak. Ganti yang lain,” pintanya.

“Lalu apa? Vier? Sayang atau My... Alpha?”

“Mulai sekarang panggil saya, ‘My Alpha’,” jawabnya.

“Eh...” Wajah Violet langsung memerah mendengar panggilan itu.

“Tapi...”

“Tidak ada tapi-tapian. Dan saya tidak menerima penolakan,” jawabnya mutlak.

Violet terus berkedip mendengar itu. Seolah ia baru menemukan sisi lain dari suaminya ini.

“Mana ponselmu?” tanya Xavier.

Bukannya menjawab, justru Violet malah balik bertanya. “Untuk apa?”

“Tidak mungkin sepasang suami istri tidak memiliki nomor pasangannya,” jawab Xavier datar.

Violet menunduk malu. Lalu mengeluarkan ponsel dari tasnya dan memberikannya pada Xavier.

Xavier pun mulai mengetikkan sebuah nomor, lalu terdengar bunyi –

Tring... tring... tring...

Xavier pun mematikan panggilan itu. Dalam ponsel Violet, nama kontak untuk nomornya diberi nama ‘My Alpha’. Sedangkan di ponsel Xavier, nomor kontak Violet diberi nama ‘My Luna’.

Setelah itu, Xavier pun mengembalikan ponsel itu pada Violet. “Istirahatlah,” ucapnya sambil menyerahkan tas laptop itu.

Violet pun langsung berbalik menuju kamarnya.

Di dalam kamar, Violet bukannya beristirahat, justru ia sedang memulai aksinya, yaitu mentransfer uang 15 miliar rupiah pada rekening pribadi Tuan Darius.

“Hari ini, aku akan membuat Keluarga Alexander berada di atas angin, dan besoknya, bersiap-siaplah dengan kejutan yang akan datang,” gumamnya dengan senyum tipisnya.

“Sekarang, lebih baik aku mandi dulu, setelah itu, aku akan menyiapkan makanan spesial untuk My Alpha,” ucapnya. Mengingat nama ‘My Alpha’, wajahnya langsung bersemu merah.

“Aishhh...” ucapnya langsung geleng-geleng kepala.

Violet pun masuk ke dalam kamar mandi.

...🩵🩵🩵...

Di sisi lain, awan jingga mulai menghiasi langit sore, sangat kontras dengan apa yang terjadi pada penthouse mewah di pusat kota.

Setelah membunuh Irene malam itu, Selena berdiri di depan jendela besar, di kamar yang menjadi kamarnya yang selama ini ia tinggali.

Di tangannya, ia memegang segelas wine berwarna merah. Namun sorot matanya terlihat memancarkan ambisi yang selama ini ia pendam.

“Akhirnya – semua sesuai rencana.”

“Aku tinggal mendekati Daddy Axel agar ia menjadikanku putri angkatnya menggantikan Irene,” ucapnya dengan penuh ambisi.

Selena pun berjalan ke arah tempat tidur, di atas nakas itu, terdapat sebuah foto yang dicetak. Ia mengambil bingkai foto itu.

Dalam foto itu, Irene tampak tersenyum dengan tulus sambil merangkul bahu Selena. Sedangkan Selena, ia tersenyum tipis seperti saat ini.

Namun, senyuman tipis itu berubah menjadi seringaian kecil.

“Irene, kau begitu naif sekali...”

Selena menggenggam bingkai itu dengan kuat hingga menimbulkan bunyi –

Krekkk.

Bingkai itu retak di tangannya.

“Kamu pikir, semua yang berada di sisimu itu tulus padamu?”

Selena langsung melemparkan bingkai itu ke lantai hingga kacanya pecah berserakan. Ia pun mengambil foto di antara pecahan kaca itu.

Ia meremas dengan erat hingga foto itu terlihat kusut.

“Aku sudah berada di sisimu sejak pertama kali kita bertemu. Aku melihat semuanya. Melihat bagaimana Daddy Axel tersenyum tulus padamu. Aku benci melihat itu, dan kini, orang yang ku suka pun menyukai dirimu. Kamu yang bukan siapa-siapa bisa mendapatkan semua itu. Sedangkan aku, aku yang sudah berusaha sekuat tenaga tidak pernah mendapatkan itu semua.”

Suaranya mulai bergetar, meluapkan semua emosi yang ia pendam selama ini.

“Ayah angkatku hanya melihatku ketika aku bisa menghasilkan uang. Sedangkan kamu, hanya duduk manis seperti itu, bisa mendapatkan segalanya.”

Selena pun merobek foto itu menjadi dua.

“Aku benci bagaimana semua orang melihatmu. Sedangkan semua itu seharusnya menjadi milikku, bukan menjadi milikmu Irene!” teriaknya.

“Aku sudah bersabar untuk menjadi bayang-bayangmu.”

Ia tersenyum lagi. Kali ini lebih dingin.

“Dan sekarang... semua itu akan menjadi milikku. Hahaha.”

...🩵🩵🩵🩵...

Malam pun tiba, Violet sudah berkutat dengan pisau dan wajan. Bahkan aroma mentega dan bawang mulai memenuhi dapur mansion yang luas itu.

violet berdiri di depan kompor sambil mengenakan celemek sederhana berwarna pink. Rambut panjangnya ia ikat asal hingga beberapa bagian rambut jatuh di area pipi.

Tangannya bergerak dengan cekatan membalik steak di atas wajan yang panas.

Srettt –

Suara daging yang bersentuhan dengan minyak panas membuat ia tersenyum puas.

“Syukurlah... beruntung aku masih mengingat cara masak steak,” gumamnya pelan.

Di dapur, para pelayan ikut membantu Violet untuk menyusun semua makanan yang telah jadi ke meja makan.

Dan terlihat di sana, sup krim hangat, salad buah dan pasta barbeque yang baru saja ia selesai plating.

Walau tubuhnya terasa lelah karena pulang dari mall tidak langsung beristirahat, tapi bagi dirinya, ia merasa senang melakukan hal ini.

Bahkan Xavier sudah terlihat di dekat sebuah tangga yang memperlihatkan ke arah dapur.

Ia melihat bagaimana Violet dengan cekatan memasak itu semua. Bibirnya terangkat dan hatinya menghangat karena kepedulian Violet pada dirinya.

Biasanya, ia hanya memakan masakan para koki saja. Tetapi kali ini, belum seminggu, tapi, Violet sudah mulai memecahkan hatinya yang beku.

Xavier pun melangkah mendekat, “Kenapa kamu yang masak? Ke mana para koki?”

“Itu, aku menyuruh mereka istirahat. Tidak apa-apa kan? Aku hanya ingin memasakkanmu sesuatu untuk makan malam,” jawab Violet tanpa mengalihkan pandangannya pada wajan.

Ketika sudah berada di hadapannya, tatapannya menyapu semua masakan yang sudah ada di atas meja.

“Kamu memasak ini semua sendirian?”

Violet mengangguk.

Lalu pandangan Xavier jatuh pada tangannya. Dan terlihat punggung tangannya yang memerah.

“Tanganmu kenapa?”

Violet langsung menyembunyikannya di balik punggungnya. “T-tidak... apa-apa.”

Xavier langsung menarik tangan Violet. “Kamu bilang, ini tidak apa-apa?”

“Itu hanya terkena minyak. Karena aku juga waktu di kediaman Alexander, sering memasak sendirian.”

Xavier segera memanggil pelayan, “Pelayan!”

“Iya tuan?”

“Ambil kotak P3K.”

“Baik, Tuan.”

Violet langsung menunduk malu.

Tangan kiri Xavier memegang pipi Violet.

“Mulai sekarang, jangan pernah masak sendirian. Ada koki yang sudah kusiapkan untuk memasak bagi kita. Saya tidak mau tangan kamu sampai memerah seperti ini karena minyak. Dan juga saya tidak ingin, kamu mengingat hal-hal yang tidak menyenangkan di kediaman Alexander di bawa ke sini. Paham?”

Violet mengangguk “Paham.”

Tak lama, kotak P3K pun datang.

Xavier segera membuka kotak P3k itu dan mencari salep untuk luka.

Setelah mendapatkannya, ia pun segera mengoleskannya pada punggung tangan Violet yang terluka. Gerakannya terlihat pelan. Bahkan sangat pelan yang seolah-olah takut menyakitinya.

Violet pun sampai tak berani untuk bergerak sedikit saja. Jantungnya berdetak tidak karuan.

“Mulai besok, biarkan para koki yang memasak,” ucap Xavier tanpa mengangkat kepalanya.

“Tapi... aku ingin memasak untuk My Alpha...”

Kalimat itu keluar begitu saja.

Dan sukses membuat suasana langsung hening.

Wajah Violet langsung memerah.

“M-maaf, aku... tidak sengaja.”

Xavier tersenyum kecil. Senyuman yang jarang diperlihatkan pada siapapun.

“Ulangi lagi.”

“Tidak mau!”

Xavier terkekeh pelan.

“Dagingnya sudah matang itu. Kau tidak inginkan dagingnya jadi tidak bisa di makan?” goda Xavier yang sudah berdiri tegak dan menutup kotak P3K itu.

Violet pun langsung buru-buru mematikan kompornya lalu memukul tangan Xavier.

“Kamu sih. Beruntung tidak gosong.” Violet langsung terdiam pada apa yang dilakukannya pada Xavier.

“M-maaf,” ucapnya sambil menundukkan wajahnya.

Xavier yang menyadari perubahan pada Violet, segera berbicara. “Tidak apa-apa. Maaf saya tadi menggoda kamu. Ayo kita makan sekarang, nanti keburu dingin masakanmu.”

Xavier pun langsung berjalan ke arah meja makan. Sedangkan Violet, ia langsung mengangkat wajahnya kembali yang terlihat wajahnya merah samar.

Tak mau membiarkan Xavier menunggu lama, ia pun segera memplating dagingnya pada piring yang sudah disediakan.

Makan malam pun, berlangsung dengan tenang. Dan hanya suara dentingan garpu dan pisau yang terdengar.

......To be Continued......

1
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
akang atuh harusnya🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
My Alpha My Luna 🤔 ganti nama pa begimane ini nda mudeng /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: 🫨 Ooohh
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Vier jangan buat aku iri dong/Scream/ aku malah pernah kesiram air mendidih sepanci, kamu gak khawatir sama aku gitu/Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: pasti kalau kaget teh...

disini juga ada yang kesiram air panas, tapi sampai melepuh, ngeri😬😬
total 11 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kenapa gak kamu panggil kakanda aja sih🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Betul betul betul🤣🤣🤣
total 6 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
uhukkkk my luna😱 Luna Maya kah?
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: bukan bukan/Scream/ Luna maya punya Maxime /Scream/
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
Ciaaaa My Alpha
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
nanti ada bagiannya🤭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
bestinya si Irene gimana? belum di basmi tuh cacar ular
Dewi Payang
Aman berarti🤭🤭🤭
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: selamat selamat🤭
total 1 replies
Dewi Payang
Wh, ada Supra X disini🤭 peace kak✌️
Dewi Payang: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
Dewi Payang
Sang gelang udah bertemu jodohnya😍
Dewi Payang
Kelakuan Aerin🙈🙈🙈🙈
Dewi Payang
Apa.dia Angkasa?
Dewi Payang: Weh mantap😁
total 2 replies
꧁𐌡𐌉𐌙𐌀𐌍𐌀♡♥︎࿐
karna gak penting katanya cuyy 😌
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰
Se-sayang itu Daddy nya/Proud/
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰: iya lgi😭
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
jadi siapa wanita itu?
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: yang jualan tahu bulat🏃🏃🏃
total 6 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo kembali fokus pada tujuanmu Vio, kasihan mereka jika terlalu lama menunggu hadiah darimu🙃
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Jadi di dalem tubuh Violet ada berapa jiwa 🤔 masih nda mudeng aku 🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: Emang ada berapa lagi yg belom keluar /Slight/
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Nama na sammaaa 🤣🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: wahhh, iya 🤭... aku baru ngeh loh teh🤭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Mak na saha tah 🤔
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: tempeh mahal, tahu aja teh 🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!