NovelToon NovelToon
Cinta Kalah Oleh Dendam

Cinta Kalah Oleh Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Romansa
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Untuk visualnya, silahkan kunjungi Instagram noer_azzura16

Kakak Bella ditemukan dalam keadaan mabukk dan menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa Lusi, adik Leo. Membuat ibu dan ayah Leo terpukul hebat.

Sementara Bella dan Leo baru saja kembali dari bulan madu. Kebahagiaan itu hancur seketika, melihat keluarga yang akhirnya menatap Bella sebagai seorang adik dari pembunuhh orang yang mereka cintai.

Setelahnya Bella bahkan tidak bisa menatap cinta itu lagi di mata suaminya. Meski kakaknya bahkan di penjara. Dia masih harus menanggung akibat dari apa yang dilakukan kakaknya itu.

Dua orang yang tadinya saling mencintai, dendam telah mengalahkan cinta mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26- CKOD 26

Setelah melihat Leo pergi meninggalkan pekarangan rumah, di kediaman Alexander itu. Vivian tampak menghampiri suaminya yang akan berangkat kerja juga.

"Ayah akan pergi ke rumah sakit?" tanya Vivian pada Bima.

"Tentu saja, siapa yang tahu kalau si pembunuhh itu merencanakan sesuatu yang licik. Bisa saja dia berpura-pura koma!"

"Tapi perkataan Leo tadi..."

"Oscar tidak disana selama 24 jam. Siapa yang tahu kalau si pembunuhh itu membayar orang untuk membantunya bersandiwara. Berpura-pura koma"

Vivian mengangguk setuju. Tapi, seingatnya Bagas sudah tidak punya apapun lagi.

"Bukankah dia sudah tidak punya uang lagi? semuanya sudah di ambil pamannya itu kan?"

"Aku akan tetap ke rumah sakit. Aku tidak akan biarkan dia enak-enakan tidur di ranjang rumah sakit. Kalau memang perlu, aku akan lakukan apapun, supaya meskipun si pembunuhh itu koma. Dia bahkan tetap harus tidur di penjara!"

Vivian kembali mengangguk setuju. Dia merasa suaminya benar. Si pembunuhh itu memang harus mendapatkan semua itu. Anaknya sudah mati, dia tidak bisa membiarkan si pembunuhh anaknya itu hidup dengan lebih baik. Padahal dia tidak tahu, siapa yang sebenarnya membuat Bagas mendapatkan julukan seperti itu oleh keluarga mereka. Saat Vivian tahu, entah bagaimana malunya dia. Atau mungkin juga tidak akan merasa malu, untuk menutupi rasa bersalahnya, dan justru terus menyalahkan orang lain.

Begitu Bima sampai di rumah sakit. Dia melihat Oscar ada di depan bangsal bersama dengan beberapa orang petugas. Sudah cukup lama Bagas berada di rumah sakit. Para petinggi penjara juga sudah mulai datang satu persatu memastikan kalau Bagas memang koma.

"Selamat pagi tuan!" sapa Oscar yang melihat kedatangan Bima.

Bima hanya berdehem.

"Bagaimana kondisinya? kenapa sudah berhari-hari masih juga koma? sebenarnya apa yang dilakukan rumah sakit?" tanya Bima.

Pertanyaan yang sebenarnya membuat dokter dan perawat yang ada di depan ruangan itu sedikit tersinggung. Mereka tentu saja sudah melakukan sesuai dengan prosedur. Prosedur dengan sedikit sabotase dari Aditya.

"Maaf tuan, tapi pasien memang..."

"Aku mau dengar langsung dari dokter!" kata Bima menyela perawat Mega yang ingin menjelaskan kondisi Bagas.

Perawat Mega langsung diam.

"Tapi perawat ini yang sejak awal menangani pasien. Dokter Lutfi masih ada kunjungan pasien!" kata dokter lain yang kebetulan berada disana untuk bicara dengan petugas.

"Kalau begitu panggil dia!" perintah Bima.

Bima bahkan bicara seolah rumah sakit itu adalah miliknya.

Oscar yang memang tidak ingin ayah dari bosnya itu marah. Minta pada perawat Mega untuk memanggil Dokter Lutfi. Dokter yang menangani Bagas sekarang.

Dokter yang kebetulan lewat itu hanya bisa menghela nafas panjang. Dia tadinya sangat penasaran, bagaimana bisa seorang narapidana di penjara bisa terluka separah itu. Kalau di lihat cari sosok Bima yang arogan dan sombong seperti itu. Sepertinya dokter itu tahu, apa sebabnya.

"Baiklah, pak petugas. Aku permisi!" kata dokter itu pergi.

Bima langsung menoleh ke arah Oscar.

"Siapa dokter itu?" tanya Bima tidak senang.

"Dokter jaga, tuan!"

Bima mendengus kesal. Rupanya hanya dokter jaga yang sok ingin tahu urusan orang lain.

Di tempatnya berada, dokter Lutfi yang sedang melakukan kunjungan pasien, menoleh ke arah perawat Mega yang datang tergesa-gesa.

"Dokter, seseorang bernama Bima Alexander. Ingin dokter bertemu dengannya secepatnya! bagaimana?" tanya perawat Mega.

Dokter Lutfi yang sudah tentu tahu siapa orang itu. Segera menganggukkan kepalanya.

"Ambil laporan medis tuan Bagas di ruangan ku!" kata dokter Lutfi.

Layaknya seorang dokter yang baik, dia bahkan berpamitan terlebih dulu kepada pasien di ruangan itu sebelum pergi.

Perawat Mega juga segera pergi ke ruangan dokter Lutfi untuk mengambil laporan medis Bagas.

Dengan langkah mantap, dokter Lutfi menghampiri kerumunan orang yang ada di depan bangsal 298 itu.

"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" sapa dokter Lutfi dengan begitu ramah.

"Jadi kamu yang menangani pembunuhh itu?" Bima bicara dengan sangat acuh, cenderung angkuh.

"Maaf tuan, kami menyebut tuan Bagas sebagai pasien di tempat ini. Dan benar, saya yang menangani pasien tersebut..."

"Lalu apa saja kerjamu!" sela Bima dengan suara yang begitu meninggi.

Dokter Lutfi diam untuk sementara. Dia menoleh ke beberapa petugas yang juga ada disana. Dan mereka hanya diam. Lalu Oscar yang biasanya sangat tegas juga hanya diam.

Dokter Lutfi belum menjawab. Dia harus bicara berdasarkan laporan medis yang sudah dia persiapkan.

"Dokter, ini laporan medis pasien Bagas" kata perawat Mega yang terburu-buru memberikan dokumen laporan medis Bagas pada dokter Lutfi.

"Kalian sangat lambat, dia itu narapidana!" ujar Bima yang seperti sangat meremehkan kinerja rumah sakit.

"Tuan Bima Alexander, saya mengerti kekhawatiran Anda, terutama karena status Bagas sebagai narapidana. Tapi izinkan saya menjelaskan bagaimana kami bekerja sebagai tenaga medis."

Dokter Lutfi menarik napas sejenak, suaranya tetap tenang namun tegas.

"Pasien Bagas datang dengan cedera kepala berat akibat benturan keras. Dalam dunia medis, kondisi seperti ini bisa mengarah pada gegar otak hingga kemungkinan cedera otak yang lebih serius. Pada fase awal, kami tidak melihat status hukum pasien, yang kami lihat adalah kondisi nyawanya."

Bima Alexander masih mendengus kesal.

Dokter Lutfi menatap Bima Alexander dengan sorot mata tegas, namun tetap terkendali.

"Tuan Bima, saya perlu Anda memahami ini dengan sangat jelas, kondisi Bagas saat ini bukan sekadar pingsan biasa. Ia berada dalam keadaan koma, yang berarti terjadi gangguan serius pada fungsi otaknya."

Dokter Lutfi mendekat sedikit untuk memperlihatkan laporan medis yang dia buat, nada bicaranya lebih rendah, tapi penuh penekanan.

"Cedera yang dialami Bagas mengarah pada traumatic brain injury. Dalam kondisi seperti ini, otak bisa mengalami pembengkakan, perdarahan, atau tekanan yang meningkat di dalam tengkorak. Itulah yang menyebabkan dia tidak sadar."

Dokter lalu menunjuk ke arah ruang perawatan.

"Pasien koma seperti Bagas tidak bisa bernapas, makan, atau melindungi dirinya sendiri secara normal. Kami harus memasang alat bantu napas, memberikan cairan dan nutrisi melalui infus, serta memantau tekanan otak dan tanda-tanda vitalnya setiap saat."

"Omong kosong!" sanggah Bima, "dia itu narapidana, kalau terus di ruang sakit, enak sekali dia!" kesal Bima.

Dokter Lutfi menghela nafas panjang. Sulit sekali menjelaskan pada orang yang memang tidak mau mendengarkan.

"Kalau Anda memaksa Bagas dipindahkan atau dipulangkan dalam kondisi seperti ini, risikonya sangat besar adalah kematian di tempat, kerusakan otak permanen, atau gagal napas. Dan itu bukan hanya membahayakan pasien Bagas, tapi juga akan menjadi tanggung jawab hukum bagi semua pihak yang terlibat. Sekali lagi saya tekankan, semua orang yang terlihat, para petugas, termasuk kami para dokter, dan orang yang ingin pasien Bagas di pindahkan dari rumah sakit dalam keadaan koma!" tegasnya.

Bima Alexander mendengus kesal, kenapa dia merasa dokter di depannya itu mengancamnya.

***

Bersambung...

1
Rommy Prakarsa
bagus banget cerita nya
Noer: terima kasih
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Alhamdulillah akhirnya Bella terbebas dari istana neraka 🤭
Noer: iye juga lagi
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
matilah keu dengan penyesalanmu Leo 🤣🤣🤣
Noer: males banget ngurusnya ya kan, beban 🤧
total 5 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
selamat datang di fakta sebenarnya Leo 🤣
Noer: terkejot kejot gak tuh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Leo mulai panik bingung menyesal 🤭
Noer: kak

typo ya ampun, chat doang padahal
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kapokmu kapan Leo 🎶🎶🎶
Noer: hoaaa hoeeee
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
yang sudah merekayasa kan kamu Bima, itu kan yang asli 🤭
Noer: iya bener, rampok teriak maling ini namanya
total 1 replies
Anggye syahab
yeyyy akhir pekan yg menyenangkan..makasih updatenya..gak jadi marah"aku nya🤣🤣🤭
Noer: kembali kasih, wkwk 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
mampusss kamu 🤣
Noer: mamam tuh ya kan
total 1 replies
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
ya ampun akhirnya ya Bell 🤧
Noer: plong ye kan
total 1 replies
Yanti Gunawan
mampoooosssssss tgl menunggu kehancuran selanjutnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Noer: cekidot kalian ya keluarga Alexander ha ha ha ha uhukk
total 1 replies
Masha 235
Bella!....prrreeeettt!......
Noer: wkwk 🤣🤣😭😭😭😭
total 1 replies
Yanti Gunawan
wooooow gak sabaaaarrrrrrr nungguuuuu besooook oy 😫😭💖
Noer: jeng jeng jeng
total 1 replies
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
plis lah kk lanjut🤧🤧🤧
Noer: yuk lanjut yok besok yuk
total 1 replies
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
akhirnya keluar jgaa🤧
Noer: setelah sekian purnama kan ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
awal kehancuran Alexander ini mah 🤣🤣
Noer: betul sekali
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
lanjut Thor
Noer: wkwk 🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
buat apa noleh² Bella, biar Leo mati dalam penyesalan nanti 🤭
Noer: kan bau ya
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kok gak dari tadi sih Rara 🤭 kesenangan Dini punya tontonan🙈
Noer: ho'oh
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
bentar lagi juga bangkrut 🤭
Noer: ho'oh
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!