NovelToon NovelToon
Satu Jiwa Dua Raga

Satu Jiwa Dua Raga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Keluarga & Kasih Sayang / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:545
Nilai: 5
Nama Author:

Rivera Briar Edwina seorang siswa yang mengalami kecelakaan akibat tertabrak mobil dan jiwanya berpindah ke tubuh Aluna Effie Alfred seorang istri yang sangat dibenci oleh suaminya aiden Cristian edgar karena adiknya kecelakaan akibat tertabrak oleh mobil yang ditumpangi aluna. Tidak hanya itu aluna bahkan anak yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari keluarga kandungnya dan menyalahkan aluna yang menyebabkan kecelakaan dan meninggal ibu aluna semenjak ayahnya menikah lagi dan membawa anak tirinya hubungannya dengan keluarga tidak pernah baik. Akankah vera yang menjadi aluna bisa melewatinya, atau memilih untuk menyerah atau akankah aluna akan mencari kasus kecelakaannya?

episode 27

Masih dimension milik aiden kini waktu menunjukkan pukul 08: 00 sudah waktunya menunjukkan sarapan untuk tuan dan nyonya mereka, tapi sampai jam 09:30 tuan dan nyonya mereka belum ada yang turun hal itu membuat para pelayan yang ada dirumah penasaran apa yang terjadi dengan tuan dan nyonya mereka.

Siti pun yang biasanya melihat aluna turun tepat waktu pun kini masih menunggu aluna, hingga ada pelayan lain mendatangi siti.

"Bu, coba lihat dikamar nyonya takutnya nyonya belum bangun nanti dimarahin tuan lagi" seru pelayan tersebut bernama tian mendengar itu siti pun mengangguk. karena mereka takut aluna dimarahin lagi karena telat bangun

Siti berjalan menaiki anak tangga satu-persatu sesampainya didepan kamar aluna siti pun mulai mengetuk pintu kamar aluna.

Tok.. Tok.. Tok..

Beberapa detik siti menunggu tapi tidak ada jawabannya hingga siti mulai mengetuk pintu kamar aluna kembali.

Tok.. Tok.. Tok..

"Hem.. " aluna hanya menggeliatkan badannya.

Tok.. Tok.. Tok...

"Hust.. Diem, masih pagi juga" ngigau aluna menunjuk menunjuk entah kearah mana.

Tok.. Tok.. Tok..

Aluna menggeliat memeluk aiden dan menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya.

Tok.. Tok..

Kini aiden yang bangun aiden mendudukkan dirinya dengan mata yang masih terpejam lalu dia bangkit.

Ckelek..

Aiden membuka pintu kamar aluna. Hal itu membuat siti terkejut ternyata disini ada tuannya. Aiden berdiri di ambang pintu.

"Maaf tuan apa nyonya sudah bangun ini sudah waktunya sarapan" ucap siti

"Belum, biar saja nanti kami turun" ucapan aiden membuat siti terkejut dengan kata kami apakah ada perubahan dalam hubungan tuan dan nyonya ini?, siti masih menerka nerka.

"Kenapa? " tanya aiden membuat siti tersadar.

"Ah tidak tuan, kalau begitu saya pamit kebawah dulu" pamit siti kepada aiden dan aiden mengangguk.

Setelah kepergian siti aiden kembali masuk kedalam kamar dia melihat aluna yang masih tertidur dengan menyelimuti seluruh tubuhnya. Hal itu membuat aiden terkekeh karena aluna saat ini seperti ulat di dalam kepongpong.

Aiden mendekat kearah aluna dia manarik selimut yang menutupi wajahnya, lama aiden memandangi aluna, aluna tidur dengan damai sekali baru kali ini aiden melihat wajah damai aluna, hingga tanpa sadar membuat aiden tersenyum.

Pukul sudah menunjukkan hampir pukul setengah sebelas tapi aluna belum juga bangun dia masih terlelap dalam tidurnya aiden yang baru saja selesai mandi mendekat kearah kasur aluna.

"Lun! Bangun" seru aiden

"Hem, bentar" jawab aluna masih dengan mata terpejam.

Entah berapa kali aluna bilang bentar sejak aiden membangunkan dari jam setengah sepuluh tadi, karena aluna di bangunin juga masih dengan jawaban bentar aiden mencelupkan tangannya kedalam air dan menyipratkan ke muka aluna, yang membuat aluna terganggu.

Dia meraba raba muka yang basah, bukannya bangun tapi malah tidur lagi, marasa usahanya sia sia aiden menyipratkan air lagi ke muka aluna yang membuat aluna terbangun.

"Hujan" teriak aluna. Langsung bangkit dari tidurnya dan ingin berlari langsung di tangkap oleh aiden.

"Den" terkejut aluna.

"Mau kemana? " tanya aiden. Aluna pun mengendarai sekitar ternyata dirinya berada dikamarnya sendiri.

Huft..

Aluna bernapas lega.

"Gue kira beneran hujan , ternyata mimpi" gumam aluna. Setelah itu tiba tiba aluna melotot dia melihat duduk tepat dipangkuan aiden. Dengan terburu buru aluna langsung bangkit dari duduk. Tanpa persiapan aluna langsung jatuh.

brukk...

"Lo tidak apa apa? " tanya aiden. yang tidak sempat menangkap aluna karena aluna turun secara tiba-tiba

"Ah, tidak, g-gue tidak apa apa" seru aluna langsung bangkit.

"Jam berapa ini? " tanya aluna mengalihkan topik.

"Sudah jam setengah sebelas" jawab enteng aiden sontak membuat aluna melihat kearah jam dinding dan benar saja memang jam 10:30

"Mampus terlambat gue" seru aluna langsung ngacir lari ke kamar mandi. Hal itu membuat aiden melongo.

Sekitar setengah jam aluna bersiap siap dan setengah jam juga aiden menahan sesuatu di dalam dirinya jujur saja satu kamar dengan aluna membuat aiden harus tahan iman karena godaan dari aluna, padahal aluna tidak melakukan apapun dirinya hanya mengenakan pakaian seperti biasanya.

Mengenakan pakaian tanpa dikamar mandi dan mengenakan pakaian tepat dihadapan aiden hal itu membuat aiden harus menahan hasrat, bisa bisa aluna memakai baju dengan santai didepan aiden tanpa ada rasa malu. sebelumnya aluna yang malu malu tapi kini jadi dirinya berasa aiden dilempar bom mendadak. Entah sengaja atau tidak sengaja entah aiden benar benar tidak tahu. Entahlah saat ini pikiran aiden benar-benar kacau membuat dirinya berpikiran yang tidak tidak.

"Den? " panggil aluna menyenggol lengan aiden.

"Apa? "

"Kenapa? Tuh muka merah banget kaya tomat" seru aluna

"Panas" jawab aiden yang membuat aluna mengerutkan keningnya.

"Tidak kok" seru aluna, aluna pun memegangi keningnya aiden. Hal itu membuat aiden salah tingkah.

"Oh ternyata lo yang panas sini" aluna menarik aiden untuk duduk di meja makan. Setelah mendudukan aiden aluna berjalan ke dapur, lama aluna didapur hingga beberapa menit aluna datang dengan membawa semangkuk bubur dan meletakkannya didepan aiden.

"Nih, makan" seru aluna memberikan sendok kepada aiden.

"Ini lo yang masak? " tanya aiden dan aluna mengangguk. Aiden mulai mencicipi bubur buatan aluna yang bisa dibilang cukup enak. Hingga aiden menyuap beberapa sendok kedalam mulutnya.

"Gimana enak tidak?" tanya aluna penasaran.

"Lumayan enak " manggut manggut aiden yang membuat aluna senang.

"Benarkah, wah ternyata lo hebat aluna baru pertama coba langsung enak" senang aluna aiden yang mendengar itu hanya geleng geleng kepala. Dia pun lanjut makan kembali.

Saat aluna ingin makan siti menghampiri aluna,

"Nyonya ini ada telpon dari tuan lucas" ucap siti. hal itu di dengar juga oleh aiden kerena mereka duduk bersebelahan. Aluna pun mengangkat ponselnya dan di loudspeaker

"Lun, lo dimana! Ko tidak ada dikantor cepat jangan lama lama jika gorila tahu lo tidak ada di kantor mungkin... " belum siapa lucas berbicara ponselnya langsung dimatikan oleh aluna.

"Bawa pergi ponselnya" seru aluna.

Aluna melihat kearah aiden yang menyantapnya dengan tajam. Aluna pun cengir.

"Sangat perhatian sekali yang teman lo itu sampai menghawatirkan lo segitunya" kesal aiden.

"Hais... Teman lo juga" seru aluna, dan mengambil lauk kedalam piringnya.

"Tuan, apa saya perlu siapkan makan untuk tuan" seru siti

"Tidak perlu saya makan yang ini saja" ucap aiden menunjukkan mangkuk yang ditangannya. Siti pun mengangguk.

"Sudahlah jangan ngambek dulu tidak baik didepan makanan ngambek nanti jadi hambar" seru aluna mulai me nyendokkan makanan kedalam mulutnya. Dan benar saja apa yang dikatakan aluna aiden merasa makanan terasa hambar karena moodnya hancur. Aiden pun meletakkannya hal itu membuat aluna menghentikan aktivitasnya lalu bertanya

"Kenapa? "

"Gue sudah kenyang"

"Eh, mana kenyang cuman makan segitu sini" tanpa izin dari aiden aluna merebut mangkuk aiden.

"Nih makan " aluna menyodorkan buburnya tapi aiden tetap diam.

"Makan dulu ih, lo itu lagi sakit jadi hari makan banyak" bujuk aluna.

"Ayolah makan ya please.. " mohon aluna mau tidak mau aiden pun membuka mulutnya makan buburnya dengan aluna yang menyuapinya, melihat hal itu aluna senang. Aluna pun mulai menyuapi aiden kembali. Jujur saja aiden juga senang karena melihat perhatian dari aluna, dia merasa sangat nyaman dengan aluna jika tahu rasanya seperti ini kenapa dari dulu dirinya tidak minta dengan aluna, aiden pun meruntuki dirinya dengan sebutan bodoh.

Hal itu juga dilihat oleh para pelayan disana termaksud siti mereka senang ada perubahan terhadap keduanya mereka tidak perlu lagi khawatir akan nyonya baru, kalau saja ini sudah ada perubahan besar kemungkinan mereka pasti bisa membangun hubungan lebih dari ini. Apalagi mereka bisa melihat senyum tulus dari tuannya itu saat mendapat perhatian kecil dari istrinya.

1
falea sezi
lanjut q ksih hadiah bkin Aiden bucin thor
falea sezi
thor Aiden ma jalannya uda pernah tidur bareng belom🤭 klo uda bikin cerai ya kali dpet bekas Aluna perawan. loh dpet perjaka bekas kayak Aiden g rela q. tuh🤣
falea sezi
Aluna lemah g jijik apa dia bekas lula😒
falea sezi
insomnia g bs tidur bukan ngajak orang tidur bareng bego
falea sezi
oon MC nya tlfon tiago minta dia urus cerai oon😒
falea sezi
moga cerai ya kali dpet suami bekas jalang🤣🤣 menjijikan sekali😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!