NovelToon NovelToon
Dua Wajah Cinta

Dua Wajah Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Poligami / Pelakor
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Lima tahun menikah, Stella merasa hidupnya sempurna bersama Abbas, suami yang penyayang. Kehadiran Annisa—yang diperkenalkan Abbas sebagai adik sepupu yatim piatu—bahkan disambut Stella dengan tangan terbuka layaknya adik kandung sendiri.
​Namun, fatamorgana itu hancur saat Stella menemukan slip reservasi hotel di saku jas Abbas. Bukan sekadar perjalanan bisnis, slip itu mencantumkan paket Honeymoon Suite untuk Mr. Abbas & Mrs. Annisa.
​Kebenaran pahit terungkap: adik sepupu yang datang ternyata adalah istri siri suaminya selama setahun terakhir. Terjebak dalam pengkhianatan di bawah atap yang sama, Stella harus memilih: bertahan demi janji suci yang telah ternoda, atau pergi demi harga diri saat Annisa mulai menuntut pengakuan sah sebagai istri kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

...Matahari sore menyelinap masuk melalui celah gorden, memberikan semburat warna oranye yang hangat di dalam kamar. ...

...Suasana begitu tenang, hanya terdengar suara napas yang teratur di dalam ruangan itu....

...Stella membuka matanya dan melihat Khan yang ketiduran di sampingnya....

...Khan tampak begitu lelah; kepalanya bersandar pada tumpukan bantal dengan posisi yang sebenarnya terlihat kurang nyaman, namun ia tetap menggenggam erat jemari Stella....

...Stella tersenyum tipis melihat wajah damai pria itu. ...

...Ia menggerakkan tangannya sedikit, membuat Khan perlahan terjaga dari tidur singkatnya....

..."Pak dokter nggak ada jadwal operasi?" tanya Stella lembut, suaranya sudah jauh lebih segar dibandingkan tadi subuh....

...Khan menggelengkan kepalanya pelan sambil mengucek matanya sebentar. ...

...Ia segera memperbaiki posisinya agar bisa menatap Stella lebih jelas....

..."Aku sudah ijin untuk merawat kamu, sayang," jawab Khan dengan suara bariton yang serak khas orang bangun tidur....

...Stella menghela napas, merasa sedikit tidak enak hati. ...

..."Khan, aku sudah tidak apa-apa. Meskipun rumah sakit itu milikmu, kamu harusnya..."...

...Belum sempat Stella menyelesaikan kalimatnya tentang tanggung jawab pekerjaan, Khan menutup mulut Stella dengan bibirnya. ...

...Ciuman itu datang tiba-tiba, lembut namun penuh dengan perasaan protektif dan kerinduan yang mendalam setelah ketakutan hebat yang mereka lalui semalam....

...Stella membelalakkan matanya saat Khan menciumnya. ...

...Jantungnya berdegup kencang, memberikan sensasi hangat yang menjalar ke seluruh tubuhnya. ...

...Rasa trauma dan ketakutan akibat perbuatan Abbas seolah menguap begitu saja, digantikan oleh rasa aman yang hanya bisa diberikan oleh Askhan....

...Khan melepaskan pagutan bibirnya perlahan, lalu menempelkan keningnya ke kening Stella. ...

..."Hari ini, pasien prioritasku cuma satu," bisik Khan tepat di depan wajah Stella. ...

..."Dan pasien itu adalah calon istriku. Jadi, jangan protes lagi, ya?"...

...Stella tersenyum tipis dan kembali memeluk tubuh calon suaminya, menenggelamkan wajahnya di dada Khan yang terasa kokoh dan hangat. ...

...Pelukan itu bukan lagi sekadar mencari perlindungan, melainkan ungkapan rasa syukur karena ia telah kembali ke pelukan yang tepat....

...Namun, di balik rasa aman itu, masih ada secercah kecemasan yang membayangi pikirannya. ...

...Ia perlu tahu apakah ancaman itu benar-benar sudah berakhir....

..."Apa sudah ada kabar tentang lelaki itu?" tanya Stella pelan, suaranya sedikit tertahan di balik kaus yang dikenakan Khan. ...

...Ia sengaja tidak menyebut nama Abbas, karena menyebutnya saja sudah terasa seperti racun di lidahnya....

...Khan menghela napas panjang, tangannya mengusap punggung Stella dengan gerakan menenangkan. ...

...Tatapannya sedikit mengeras saat mengingat pria yang hampir merenggut kebahagiaan mereka itu....

..."Polisi masih mencari keberadaannya dan kemungkinan ia ada di kampung Annisa," jawab Khan jujur. ...

..."Beberapa saksi melihat mobilnya melaju ke arah sana pagi tadi. Papa sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat agar memperketat penjagaan di perbatasan desa."...

...Khan mengeratkan pelukannya, seolah tidak membiarkan celah sedikit pun bagi bahaya untuk masuk. ...

..."Jangan pikirkan dia lagi, ya? Fokus saja pada pemulihanmu. Aku sudah berjanji, kali ini dia tidak akan punya kesempatan untuk melarikan diri lagi. Hukum akan menyeretnya, Stella."...

...Stella mengangguk dalam diam. Meskipun hatinya masih sedikit was-was, ia memilih untuk percaya pada Khan. ...

...Di ruangan yang mulai remang oleh cahaya senja itu, Stella mencoba membuang jauh bayangan gelap Abbas dan menggantinya dengan masa depan yang sedang ia bangun bersama pria di hadapannya ini....

... Sementara itu, di tempat lain Abbas duduk sambil melamun di kursi kayu ruang tamu yang reyot. ...

...Tatapannya kosong mengarah ke lantai, sementara otaknya masih memutar ulang kegagalannya membawa Stella pergi. ...

...Ia merasa dunia seolah sedang menjepitnya dari segala arah....

...Keheningan itu pecah seketika oleh suara langkah sepatu bot yang berat dan deru mobil yang berhenti mendadak di halaman depan. ...

...Belum sempat Abbas berdiri untuk melarikan diri, pintu depan didobrak dengan keras....

...Abbas dikejutkan dengan kedatangan polisi yang langsung menodongkan senjata dan mengepung seluruh akses keluar....

..."Jangan bergerak! Angkat tangan!" teriak salah seorang petugas dengan tegas....

...Annisa terkejut ketika melihat beberapa polisi menangkap Abbas dengan kasar. ...

...Ia yang baru saja keluar dari dapur dengan tangan masih basah hanya bisa terpaku di tempat, melihat suaminya ditekan ke lantai dan tangannya diborgol di belakang punggung....

..."Mas, apa yang kamu lakukan? Ada apa ini, Pak? Kenapa suami saya ditangkap?" tanya Annisa dengan suara bergetar hebat, air mata mulai menggenang di kelopak matanya....

...Salah satu petugas berdiri tegak menghadap Annisa sambil menunjukkan surat perintah penangkapan. ...

..."Kami dari kepolisian. Pelaku melakukan penculikan terhadap Nyonya Stella semalam. Kami memiliki bukti kuat dan saksi mata yang melihat kendaraan pelaku di lokasi kejadian."...

...Mendengar penjelasan itu, dunia Annisa seolah runtuh. ...

...Ia menatap Abbas dengan pandangan tidak percaya sekaligus kecewa yang mendalam. ...

...Ternyata, kepergian Abbas kemarin bukan untuk urusan pekerjaan, melainkan untuk mengejar masa lalunya dengan cara yang kriminal....

...Abbas hanya bisa tertunduk diam, tidak berani menatap mata istrinya saat polisi menyeretnya keluar menuju mobil patroli. ...

...Di bawah tatapan sinis warga sekitar yang mulai berkumpul, Abbas sadar bahwa pelariannya benar-benar telah berakhir di tempat yang paling tidak ia inginkan....

...Kabar penangkapan Abbas menyebar secepat api yang tertiup angin di pemukiman padat itu. ...

...Suasana yang tadinya tegang karena kedatangan polisi, kini berubah menjadi penuh desas-desus yang menyakitkan....

...Para tetangga berbisik-bisik ke arah Annisa yang masih berdiri mematung di ambang pintu dengan wajah pucat pasi. ...

...Mereka yang biasanya menyapa ramah saat berpapasan di tukang sayur, kini menatapnya dengan pandangan menghina dan penuh selidik....

..."Kasihan sekali, tapi dengar-dengar dia itu bukan istri sah yang pertama," bisik seorang ibu paruh baya sambil menutupi mulutnya dengan daster....

..."Ternyata dia istri kedua," sahut yang lain dengan nada sinis yang cukup keras hingga terdengar ke telinga Annisa. ...

..."Pantas saja suaminya sampai nekat menculik mantan istrinya, mungkin dia merasa tidak puas."...

...Cemoohan itu semakin menjadi-jadi ketika salah satu warga yang sering bermain media sosial mulai menghubungkan kejadian ini dengan berita yang sempat viral sebelumnya....

..."Ternyata pelakor," timpal warga lainnya dengan tatapan merendahkan. ...

..."Kelihatannya saja alim dan pendiam, tapi ternyata hasil merebut milik orang lain. Sekarang rasakan sendiri akibatnya, suaminya masuk penjara karena tidak bisa melupakan istri pertamanya."...

...Setiap kata yang terlontar dari mulut para tetangga terasa seperti sembilu yang menyayat hati Annisa. ...

...Ia merasa seluruh harga dirinya runtuh seketika. Di depan matanya, Abbas dibawa pergi dengan mobil polisi, sementara di belakang punggungnya, label "pelakor" dan "istri kedua" kini melekat erat sebagai stigma yang tidak akan pernah hilang....

...Annisa menutup pintu rumahnya dengan tangan gemetar, lalu luruh ke lantai sambil terisak. ...

...Ia tidak pernah menyangka bahwa pilihannya untuk bersama Abbas akan membawanya ke titik serendah ini—ditinggalkan oleh pria yang ia cintai dan dikucilkan oleh lingkungan yang ia anggap sebagai tempat perlindungan....

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir kak👋
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
cinta semu
beruntung Stella punya teman yg cerdas ...😎
cinta semu
smg aja Stella instingnya tajam ...
tiara
wah wah ternyata sudah setahun toh mereka menikah siri,tunggu saja kalau stella tau rasain kalian
tiara
wah ga beres Si Abbas nih, sepertinya, ga tau diri tuh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!