NovelToon NovelToon
Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyelamat / Sistem
Popularitas:543
Nilai: 5
Nama Author: Ummi Adzkia

yaseer, seorang anak yang hidup di negara konflik. keluarga petani zaitun, namun dia bermimpi untuk mengembangkan usaha orangtuanya dewasa kelak. Di tengah konflik semakin parah, yaseer berusaha sekuat tenaga nya beserta keluarga nya untuk terus bertahan. Tapi tiba-tiba hantaman rudal dari penjajah meluluh lantakkan bahan utama usahanya. hingga akhirnya menghancurkan usahanya tak bersisa. akan kah yaseer bangkit kembali atau tamat dengan keadaan fustasi berat? yuk kita simak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummi Adzkia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Duar.... Duar...

Akh...akh....

Suara gaduh dan teriakan begitu mengganggu. Suara tubuh yang membentur badan truk dan dibalas teriakan ketakutan.

" Kak... Kak... Bangun...!" Seru Abia panik menggoyang-goyang badan Yasser.

Yaseer yang sedang terlelap seketika bangun. " Ada apa dek...!" Panik nya mengerjakan mata cepat.

" Kita dimana?" Bingung Yaseer melihat sekitar nya banyak orang yang terlihat tegang dan panik.

" Kakak, kita masih di truk. Kaka cepet bangun... Lihat itu sopir kita di pukulin...."

Hah...!!

' Bukannya kita udah sampe rumah, kok ini masih di truk?' pikir Yasser.

" Udah buruan bangun ih. Bantuin itu.. Kasian.." gemas Abia melihat kakaknya malah bengong sebangun tidur.

" eh.. Ya Allah...!!" segera beranjak dari tempat nya Yaseer melihat ke arah kegaduhan.

" Astaghfirullah berarti tadi itu mimpi, tapi kok nyata banget..." gumam Yaseer tak percaya.

" Ya Allah.. Bagaimana ini...?" panik penumpang lain.

" Ayo tunggu apa lagi, kita turun semua bantu mereka...!" Seru Yaseer.

" Tapi....—

" Ayo cepat tuan. Kita bantu mereka!" desak Yaseer menarik tangan orangtua sepuh di depannya.

" Semua nya ayo kita turun...!" desak Yaseer lagi. Ia yakin seperti dalam mimpi nya mereka bisa meringkus para penjaga itu.

Para penumpang truk terlihat ragu. Di bawah sana, tiga sopir truk dan pengawas mereka sedang bertarung melawan penjaga pos dengan jumlah sama.

" HENTIKAANN......!!!" Teriak Yaseer lantang dari atas truk mencoba menghentikan kegaduhan itu.

Mereka yang sedang baku hantam tersentak dan berhenti sejenak, dan kesempatan itu digunakan pengawas untuk merebut senjata salah satu nya dan menodong kannya ke kepala pemilik nya.

" Hentikan...! Atau dia mati...!" Seru pengawas di belakang penjaga pos yang di tawan nya.

Seketika perkelahian berhenti kembali, para penjaga pos sontak mengangkat tangan mereka, 'Si*lan, kenapa harus si bos yang di tawan' pikir salah satu penjaga itu.

Pengawas tak bodoh asal menawan. Ia tahu siapa pemimpin mereka, oleh karena nya selama bertarung, ia hanya melayani orang itu. Dan benar saja, satu di tawan dan semua bertekuk lutut.

" Serahkan senjata kalian! Letakkan di tanah!" Perintah pengawas pada para penjaga itu.

" Tiarap di hadapan bos kalian...!" Lanjut nya.

Para penjaga hanya menuruti saja. Hampir saja mereka terpojok, beruntung Yaseer berteriak mengalihkan perhatian mereka.

Yaseer yang masih terbengong dengan aksi di bawah nya, mulai tersadar. Aksi spontan nya cukup membantu. Ia tersenyum tipis, ' tindakanku ada guna nya ' pikir nya.

Mata pengawas yang tak sengaja melihat keberadaan Yaseer memanggilnya. " Hei...! Turunlah bantu kami...!" Perintah nya.

Yaseer yang merasa itu perintah guru nya juga, segera turun dengan semangat menghampiri nya. " Ya tuan..."

" Cari tali. Ikat mereka...!" Perintah nya lagi.

" Baik tuan...!" semangat nya.

Yaseer berlari ke arah truk nya dan meminta tali. Beruntung ada tali yang bisa di gunakan. " ini tuan..?"

Pengawas mengangguk dan menatap para sopir yang bersandar di badan truk. " Kalian bantu anak ini!"

Sopir dan Yaseer mengikat tangan dan kaki para penjaga itu di belakang tubuh mereka.

" Kau pun Tiarap..!' Perintah pengawas pada tawanan nya.

Akhirnya ke empat penjaga itu bertiarap dalam keadaan terikat tangan dan kaki nya. " Kayak kepiting..." Gumam Yaseer melihat orang di depan nya.

" Kami izin buka portal ya... Hehe.." Ledek pengawas pada para penjaga.

" Kalian lihat saja nanti balasan dari kami...!" Seru pemimpin penjaga tak terima di kalahkan.

" Kalian balas, kami balas lagi...!"

" Lagipula ini negara kami, kami punya kewajiban menghalau serangan kalian..." Cibir nya.

" Ayo semua...!" Perintah pengawas setelah membuka lebar portal.

Mereka menaiki truk kembali meneruskan perjalanan meninggalkan para penjaga yang terus mengumpat dan berusaha melepaskan diri.

" Haha.. Ikatan mereka enggak akan lepas dengan mudah. Untung aku pernah belajar mengikat keranjang buah dengan baik sewaktu bekerja di pasar." Ujar Yaseer ketika melihat upaya para penjaga itu.

" Kakak hebat ih .. " Seru Abia bangga.

" Hebat apa nya? Kan dia mah enggak ikut bertarung..." Ledek Hania.

" Yang hebat itu momen nya...." Kata Yaseer membela diri.

" maksudnya?" Tanya Hania.

" Ya... Allah gerakin aku buat teriak, trus Allah seketika hentikan pergerakan mereka, trus Allah juga gerakin pengawas kita untuk cepat melumpuhkan penjaga itu" Terang Yaseer.

" Nah bener tuh... Berarti momen yang Allah berikan itu yang tepat.." sahut orang di sebelah Yaseer.

" Semua atas kehendak Allah... Kita hanya mengambil kesempatan." Timpal Laila melengkapi.

Semua mengangguk setuju. Perjalanan masih beberapa menit lagi hingga sampai ke titik mereka berpisah.

' Ah ku kira aku terbangun di dalam kamar ummi, ternyata mimpi..' batin Yaseer merenungi mimpinya.

" Oh iya mi, tadi kenapa jadi berantem gitu?" Tanya Yaseer penasaran.

" Mereka meminta kita membayar uang jaminan. " Jawab ummi.

' kok sama seperti di mimpi ku?' pikir Yaseer.

" Pasti mereka minta jaminan besar ya mi, trus pengawas ga terima dan berantem gitu kan?" tebak nya.

" Kok kakak tahu? Tadikan tidur..." Tanya Abia heran.

" whhoo... Tau lah. Kakak dapet Ilham pas tidur tadi..." Bangga nya.

" Ilham ... Ilham... Segitu berisik nya aja kamu gak bangun- bangun..." cibir Hania.

" Kan itu lagi proses penerimaan Ilham kak... " cengir nya.

****

" Nanti pasti halaman kita kotor banget..." Tebak Yaseer.

" Ya iyalah udah setahun..." jawab Hania.

" Kok sepi ya kak...?" Tanya Abia pada Hania.

" Namanya malam ya sepi dek. Tapi di belakang kita ada beberapa orang tadi. Kemana ya?" Kata Hania menengok ke belakang nya kosong.

" Mungkin sudah berbelok ke gang rumah nya." sahut Laila.

" Semoga nanti rumah kita aman ya mi. Oya kita belum sholat, mampir masjid dulu ya mi." Ingat Yaseer seperti dalam mimpi nya.

Mereka pun melakukan hal persis seperti yang terjadi di mimpi Yaseer. Hanya saja, dalam rumah mereka masih tampak rapi, hanya debu saja dan udara pengap. Mereka membersihkan kamar masing-masing dan beristirahat.

****

Adzan shubuh berkumandang, Laila yang sudah bangun terlebih dahulu, sudah selesai memasak air untuk membuat minuman hangat.

Yaseer dan Hania bangun menyusul ke arah dapur untuk berwudlu. "ummi udah bangun?" Tanya Hania yang melihat ummi nya duduk di depan meja makan.

" Iya. Abia engga sekalian di bangunkan kak?" tanya ummi balik.

" Owh... Iya. nanti akak bangunkan setelah dari kamar mandi mi, udah ga tahan.." ringis Hania.

" cepetan sih dek..!" seru Hania di depan kamar mandi.

Klek'...

" iya sih kak, sabar ..." sahut Yaseer yang merasa terganggu.

" minggir ih...!" usir Hania sudah tak tahan.

Bruk...

" Pelan-pelan kak...!" seru Yaseer terkejut karena pintu tertutup keras.

" Maaf kelepasan..." balas Hania dari dalam kamar mandi.

" Kenapa sih.. ?" tanya ummi nya.

" Tau tuh akak. kebelet kali..." jawab Yaseer acuh.

" Sini minum dulu.." Ajak ummi nya.

Yaseer menghampiri Laila dan duduk di depannya untuk minum air hangat. " bismillah...." glek..glek... "Alhamdulillah..." sensasi hangat mengalir di tenggorokan nya. " aku ke masjid ya mi." pamit Yaseer lalu menyalami tangan ummi nya.

****

" BAHAYA.....BAHAYA ...!!!" Teriak salah satu jama'ah sholat.

Yaseer yang baru saja sampai ke pelataran masjid terkejut mendengar teriakan panik itu.

" Ada apa..!" Seru yang lain.

" Masjid —di tengah- kota di—serang...!" Jawab jamaah itu dengan nafas tersengal-sengal.

" Darimana kau tahu!" Shok jama'ah lainnya.

" Sebentar...hah... Hah..." jeda nya mengatur nafas.

" Teman ku yang berada di sana menelpon ku, kita agar waspada..!" Terang nya penuh kekhawatiran.

" Ya sudah, ayo segera kita laksanakan sholat dan memohon perlindungan pada Allah.!" Titah imam masjid.

" Iya. Ayo...!" setuju semuanya.

Mereka melaksanakan sholat berusaha untuk tenang dan khusyuk. Hingga akhir sholat baru mereka merasakan ketenangan dan kelegaan bersamaan.

" Ya Allah berilah kami ketenangan dalam sholat kami, lindungi kami dari hal buruk dan jadikan kami sebagai hamba Mu yang berserah diri.."

"aamiin..."

Dor....dor...dor...

"astaghfirullah...!"

" Allahu Akbar...!"

" BERLINDUNG.....!"

1
Ummi Adzkia
bom bunuh diri sebagai bentuk perlawanan ya, untuk meneror pemerintah penjajah. sasaran tentara lawan tentara.
Ummi Adzkia
eits .. diluar kendali guys. tangan author kepeleset di ending nya. 🙏😉
Ummi Adzkia
tuh kan... kayaknya ga mungkin kalo gak pake nafsu. emang bikin geregetan kan....
Ummi Adzkia
aku jadi ikutan nyesek... semangat ya Yaseer ...
Ummi Adzkia
tadinya mau bikin konflik berdarah. tapi ga tega hati ini.. hiks...
Ummi Adzkia
selalu begitu ya. bikin kesepakatan tapi di langgar sendiri.. dari dulu begitu sama kayak bestie nya. mau heran tp udah ada di Al-Qur'an.
Ummi Adzkia
gimana tuh? Abia perutnya nangis, Yaseer rock n roll, Hania keroncongan apa dangdutan....?
Ummi Adzkia
siap 💪💪Allahu Akbar !!!!
Ummi Adzkia
Yaseer ini pemerhati juga. semoga ilmu nya bisa kepake buat masyarakat 👍
Ummi Adzkia
apaan coba. gaje banget lho si zion inih.. /Slight/
Ummi Adzkia
innalillahi... semoga Abia dan Haniya baik-baik saja ya. aamiin.
Ummi Adzkia
mereka hanya di suruh ngungsi ya. bukan suruh pindah. berarti hanya sementara. tapi ga tau juga nnti nya. 🙏
happy reading 💪
Ummi Adzkia
coba ada yang bisa bayangin situasi nya kek gimana? komen yah🙏😄
Ummi Adzkia
nah loh apaan tuh??
Ummi Adzkia
di saya mah hari Jumat. kami mulainya hari Rabu 18 feb.
happy Ied Mubarak
Protocetus
lebaran nanti hari sabtu
Protocetus
salken 💪
Ummi Adzkia: happy reading. semoga suka ya
total 1 replies
Ummi Adzkia
Alhamdulillah. terkadang kepasrahan kita pada Allah bisa mendatangkan. rezeki. happy reading di karya ku ya.

komen baik nya ditunggu ya.
Ummi Adzkia
ketemu malaikat mau apa heh?.. mau minta THR apa mau ketemu baba? Abia ngeri juga minta nya.😄
Ummi Adzkia
itu Haniya iseng juga ya. pasti panik juga itu ummi ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!