NovelToon NovelToon
UNLOVED: Ariel & [Y/N]

UNLOVED: Ariel & [Y/N]

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:761
Nilai: 5
Nama Author: mondᓀ‸ᓂ

​[y/n] adalah seorang gadis yang hidup dalam topeng sempurna. Baginya, dunia adalah panggung sandiwara di mana senyumnya, ketenangannya, bahkan tatapan matanya hanyalah kepalsuan yang disusun rapi tanpa celah. Namun, benteng yang ia bangun bertahun-tahun mendadak retak saat ia menginjakkan kaki di sekolah barunya.

​Seorang pemuda bernama Ariel—si berandal jenius yang ugal-ugalan namun memiliki insting tajam—menjadi satu-satunya orang yang mampu melihat di balik topeng tersebut. Di saat semua orang tertipu oleh keramahan [y/n], Ariel justru menantangnya untuk jujur.

​Akankah hidup [y/n] berubah setelah rahasianya mulai terkelupas satu per satu? Mengapa ia begitu terobsesi dengan kepalsuan? Dan rahasia gelap apa yang sebenarnya ia sembunyikan di balik helai rambut birunya? Temukan jawabannya dalam perjalanan penuh rima, luka, dan perlindungan yang tak terduga...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mondᓀ‸ᓂ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

:**: kebenaran...?

Suasana kafe yang tadinya hangat karena candaan Ariel, mendadak berubah menjadi dingin dan mencekam bagi [y/n]. Kata-kata "Ayah" terasa seperti hantaman keras yang membuat telinganya berdenging.

​Om Indra, yang menyadari raut wajah [y/n] sudah sepucat kertas dan tangan Ariel yang sudah mengepal kuat di sisi meja, langsung mengambil inisiatif.

Ia tidak ingin rahasia pribadi pegawainya menjadi tontonan pelanggan yang sedang meminum kopi...

​"Ehh.... Kita bahas di belakang saja ya... Nggak enak sama pelanggan kafe..." ucap Om Indra sambil memberikan isyarat kepada [y/n] dan Ariel untuk mengikuti ke ruang kantor pribadinya di bagian belakang kafe.

​[y/n] melangkah dengan kaki yang terasa berat, seolah setiap langkahnya menyeret beban berton-ton.

Ariel berjalan tepat di belakangnya, memberikan perlindungan pasif, matanya tidak lepas menatap punggung Pak Yono dengan penuh kecurigaan.

​Begitu pintu ruang kantor tertutup rapat, suara bising mesin kopi dan obrolan pelanggan meredup.

​"Silakan duduk," ucap Om Indra formal.

​[y/n] duduk di kursi kayu, tangannya saling bertautan di atas pangkuan. Ariel tetap berdiri di samping kursi [y/n], tangannya bertumpu pada sandaran kursi gadis itu—pose yang sangat protektif.

​"Pak Yono," suara [y/n] keluar dengan parau, matanya menatap tajam pria itu. "Tolong jangan bercanda. Ibu saya... Ibu Lena... dia bilang ayah saya sudah meninggal dalam kecelakaan saat saya masih bayi.

Saya tumbuh besar dengan kenyataan itu. Kenapa sekarang Bapak tiba-tiba datang dan bilang dia masih hidup?"

​Pak Yono menghela napas panjang, ia membuka tas jinjingnya dan mengeluarkan sebuah map cokelat tua yang tampak mahal.

​"Nona [y/n], Ibu Lena mungkin membohongi nona bahwa ayah nona sudah mati. Tapi kenyataannya, Ayah Nona, Bapak Pratama, sedang mencari Nona selama bertahun-tahun ini. Ada masalah besar di masa lalu yang membuat bu lena mungkin merahasiakan ini dari nona," Pak Yono menjelaskan dengan nada tenang.

​"Lalu kenapa baru sekarang?" sahut Ariel dengan suara rendah yang penuh ancaman. "Ke mana aja dia pas [y/n] kesusahan? Pas rumah [y/n] digaris polisi? Pas dia harus kerja banting tulang di sini buat bertahan hidup? Kenapa baru muncul pas [y/n] udah hampir hancur?"

​Pak Yono menoleh ke arah Ariel, sedikit terkesan dengan keberanian cowok itu.

"Bapak Pratama sudah mencoba mencari nona tapi karena nona dan bu lena menghilang tanpa jejak jadi sangat sulit untuk menemukan nona, setelah mengurus bisnis di luar negeri pak pratama mendapatkan kabar dari kantor polisi dan baru berhasil melacak keberadaan nona melalui catatan kepolisian tempo hari. Itulah sebabnya saya diperintahkan untuk segera menjemput Nona [y/n]."

​[y/n] merasakan dunianya seolah terbalik. Orang yang selama ini dia doakan di pusara khayalan, ternyata masih bernapas.

​"Dia mau jemput gua?" tanya [y/n] lirih. "Buat apa? Gua bahkan nggak kenal mukanya kayak gimana."

​"Beliau ingin Nona tinggal bersamanya. Di lingkungan yang lebih... aman dan layak," Pak Yono melirik sekilas ke arah kafe, seolah mengisyaratkan bahwa kafe ini bukan tempat untuk putri seorang pengusaha besar.

​Ariel mencengkeram sandaran kursi [y/n] sampai buku-buku jarinya memutih. "Dia nggak akan ke mana-mana kalau dia nggak mau," desis Ariel.

​[y/n] mendongak, menatap Ariel, lalu menatap Pak Yono. "Gua... gua butuh waktu. Gua nggak bisa langsung percaya gitu aja."

1
MR Rizki
Lanjut tor 😆
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: 🍀🦈🦈🤭 makasih, iya nanti gw lanjut
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
SEMANGAAAAT ATHOOOR/Determined/
Manusia Ikan 🫪: 😹baguslah
total 4 replies
Caramel23
shuri like ini kan 😍😍
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: yoi 😂😂
total 3 replies
MR Rizki
lanjut tor, semangat 💪/Smile/
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: makasih 🤭😖
total 1 replies
kertaslusuh
Meski Ariel ketus, tpi benerr
kertaslusuh
kasian y/n, keknya generasi roti ya, thorr??
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: bayangin kalau lu y/n deh , nanti bakal... ekhem.. ekhem.. sama ariel🤭
total 3 replies
kertaslusuh
wkwkkw🤣
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎
wahahahahahah tidak ada larangan nge like karya buatan sendiri 🤭🙂
MR Rizki
Ditunggu kelanjutannya tor, semangat
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: thanks yank emuachhh 😘🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!