Jangan lupa follow Ig noer_azzura16 for visualnya ya.
Diandra menjadi sugar baby seorang pria dingin selama tiga tahun lebih ketika dia berada di luar negeri. Selain nama dan nomor ponselnya, Diandra sama sekali tidak tahu apapun tentang pria itu.
Namun, tiba-tiba ayahnya menyuruhnya kembali, setelah mengasingkannya selama 7 tahun, ketika adik tirinya akan bertunangan.
Diandra yang memang punya dendam pada ayahnya dan keluarga baru ayahnya itu. Memutuskan kembali, ada dendam yang harus dia tuntaskan.
Namun, siapa sangka. Jika tunangan sang adik tiri, ternyata adalah seseorang yang mengenal Diandra luar dan dalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27- MCI 27
"Ponselku, hapus semua data di dalamnya. Aku mau pindahkan akun itu ke ponsel yang baru!" kata Diandra yang sudah berada di rumah Dominic.
Dia memang tidak pulang, dia yakin setelah Raez tahu Diandra kabur. Tempat yang pertama dicari oleh Raez adalah rumahnya dan rumah Celine.
"Diandra, ini surat kehamilan palsunya. Diandra, mungkin malam ini akan berbahaya. Ini, jepit rambut dari Dominic, saat kamu terancam, tekan ujung merah itu. Itu akan memberikan sinyal pada Dominic dan Haikal!"
Diandra memeluk Celine. Entah bagaimana dia kalau tidak ada Celine.
"Kalau kamu pria, aku sudah pasti akan menikahi mu!" kata Diandra mencium pipi Celine.
Tapi Haikal langsung menarik tangan Celine.
"Nona Diandra, jangan katakan itu! susah payah aku membuat Celine menerimaku!" keluh Haikal.
"Oke baiklah baiklah!" kata Diandra terkekeh.
Diandra melihat bagaimana Celine tampak harmonis dengan Haikal. Diandra terkadang merasa, kalau dia dan Raez saat di Madrid juga seperti itu. Meski hubungan mereka sebatas sugar baby dan sugar Daddy nya. Tapi mereka benar-benar selalu bersama, setiap kali Diandra butuh Raez, pria itu juga selalu datang. Entah kenapa, malah jadi sepatu ini! sepertinya keduanya hanya saling menyakiti demi ambisi masing-masing. Raez dengan keinginannya menjadi pewaris Mahendra grup. Dan Diandra dengan ambisinya balas dendam pada Genelia dan Kamila, juga ayahnya yang selalu bias itu.
"Kamu bagaimana? sudah dapat wanita yang mencuri hatimu?" tanya Diandra pada Dominic.
Pria berkacamata di depan Diandra itu tampak canggung. Sesekali dia membenarkan kacamatanya sambil mengerjakan perintah Diandra tadi.
"Aku masih 25, aku tidak memikirkan itu...!"
"Benar sekali!" sela Diandra membuat Dominic terkejut, "memang harusnya begitu! masih muda, kumpulkan banyak pengalaman, kumpulkan banyak uang, baru nanti akan banyak wanita yang dengan sendirinya datang padamu!"
Celine menoleh ke arah Diandra. Bicaranya seperti sangat kuat dan tegar. Padahal, Celine lah yang paling tahu, kalau Diandra sangat rapuh.
Sementara itu, begitu tahu Diandra kabur. Benar saja, Raez mencari wanita itu di rumahnya. Namun di rumahnya, Diandra tidak ada. Di rumah Celine juga tidak ada, di restoran dan toko kosmetik, keduanya tutup.
Tangan Raez terkepal.
"Diandra! apalagi yang ingin kamu lakukan?" pekiknya.
"Tuan, rekaman kamera pengawas di jalan ini sudah di hapus!"
Raez mendesah kasar.
"Cari terus, jaga juga hotel tempat pertunangan malam ini. Jangan biarkan Diandra masuk ke sana!"
"Baik tuan!"
**
Malam harinya, mobil keluarga Kusuma sudah berada di depan hotel.
Romi tampak tidak senang. Dia sudah menghubungi Diandra berkali-kali, tapi nomornya tidak aktif.
"Mas, sudahlah. Lagipula nyonya Siska juga sudah tahu kelakuan Diandra. Dia juga tidak akan menanyakan Diandra lagi..."
"Nyonya Siska mungkin tidak akan bertanya. Tapi bagaimana dengan kolega yang lain. Tetap saja nyonya Amalia dan tuan Pram akan bertanya. Bagaimana aku menjawab mereka!"
"Ayah kenapa pusing? katakan saja kakak kembali ke luar negeri. Dia tidak tahan dengan kehidupan di kota ini yang banyak aturan. Dia suka hidup bebas, jadi dia kembali ke Madrid. Begitu saja!" kata Genelia memberi saran.
"Iya mas, lagi-lagi masa depan Genelia sudah jelas. Dia akan bertunangan dengan Raezwell Dave Mahendra. Dia akan jadi nyonya pewaris keluarga Mahendra. Kita tidak usah pusingkan lagi anak yang tidak bisa diatur seperti Diandra! sudahlah mas, sudah hampir waktunya, ayo masuk saja!"
Romi mengangguk setuju. Dia memang orang yang hanya memikirkan keuntungan. Mendengar keuntungan mengurus Genelia lebih baik daripada Diandra. Tentu dia tidak akan berpikir dua kali untuk mengabaikan Diandra.
Dari kejauhan, Diandra yang ada di dalam mobil bersama dengan Haikal, Dominic dan Celine tampak terkekeh getir.
"Tuan Romi Kusuma! anda benar-benar ayah yang sangat baik!"
Celine menepuk bahu Diandra.
"Jangan di pikirkan! ayo kita mulai masuk lewat pintu samping. Kita akan menyamar menjadi tukang catering!"
Diandra menganggukkan kepalanya. Diandra dan Celine menyamar menjadi pelayan catering. Membawa makanan melalui pintu samping hotel itu. Begitu sampai di dapur, keduanya menyelinap keluar. Menuju kamar yang sebelumnya memang sudah mereka sewa dengan nama palsu.
Sementara Bram, terus mengawasi semua pintu masuk bagian depan. Sesekali dia juga ke pintu samping. Tapi Diandra dan Celine sudah masuk.
Di ballroom, dimana acara pertunangan akan diselenggarakan. Kedua keluarga sudah masuk ke dalamnya.
Wajah Genelia sejak tadi seperti lampu tembak, terang sekali, karena pantulan dari perhiasan mewah dengan ukuran besar yang dia kenakan sebagai anting dan kalung. Senyumnya sejak tadi juga begitu lebar. Mimpinya memang menikah dengan Raezwell Dave Mahendra, dan itu akan menjadi kenyataan sebentar lagi, tentu saja dia senang bukan kepalang.
"Lihat itu, pasangan yang serasi ya. Masih muda tapi memang dia wanita yang paling anggun dan baik di kota ini!"
"Iya lihat itu, cara dia berjalan saja sangat anggun!"
"Kabarnya dia sekolah di sekolah kepribadian paling baik di kota ini!"
Kamila yang mendengar anaknya dipuji seperti itu merasa begitu senang. Dia merasa sangat puas dengan usahanya selama ini membangun image baik dan sempurna bagi Genelia.
Nyonya Siska juga sangat puas dengan calon menantunya. Tidak ada sama sekali yang mencela calon istri Raez itu. Dia sungguh merasa memilih keluarga yang sangat tepat untuk penerus keluarga Mahendra nantinya.
"Mulai saja!" kata nyonya Siska.
Amalia juga berdiri di belakang Raez. Dia juga ikut senang untuk pertunangan adiknya ini. Meski suami dan anaknya tidak bisa hadir. Tapi mereka akan kembali satu bulan lagi, saat pernikahan Raez.
"Selamat malam para hadirin, malam ini adalah malam yang sangat berbahagia untuk dua keluarga besar Mahendra dan keluarga Kusuma. Malam ini, pewaris keluarga Mahendra yaitu tuan Raezwell Dave Mahendra akan bertunangan dengan putri bungsu keluarga Kusuma, nona Genelia Kusuma. Beri tepuk tangan yang meriah para hadirin!"
Prokk prokk prokk
"Untuk acara utama malam ini, kita akan mulai saja. Silahkan tuan Raezwell Dave Mahendra dan nona Genelia Kusuma!"
Pembawa acara itu memanggil keduanya untuk berada di tengah, karena pembawa cincin pertunangan mereka sudah datang membawa nampan kecil yang dihias sedemikian rupa. Di atasnya ada kotak perhiasan yang sangat mewah terbuka. Menunjukkan sepasang cincin yang akan saling mereka sematkan.
"Silahkan tuan Raezwell Dave Mahendra, sematkan cincin itu pada jari manis nona Genelia Kusuma!"
Raez mengangkat tangannya tanpa ragu. Sebenarnya Genelia juga sudah tidak sabar mengangkat tangannya. Tapi sebelum Raez meminta, tentu saja Genelia tidak boleh melakukan itu. Itu tidak sesuai dengan image dirinya yang sangat lembut dan bijaksana.
Tangan Raez sudah mengambil cincin, satu lagi, sudah terulur ke arah Genelia. Genelia tersenyum begitu bahagia.
'Akhirnya, aku akan jadi calon nyonya...'
Prokk Prokk prokk
Suara tepuk tangan membuat semua orang menoleh.
"Tega sekali kalian, tidak mengundangku!"
"Diandra, apa yang kamu lakukan?" geram Romi.
Raez juga mendesah kasar.
'Dimana Bram? kenapa dia bisa masuk?' batin Raez.
Diandra mendekati Raez.
"Kamu sangat kejam tuan Raez! kamu menghamili aku, tapi malah bertunangan dengan adikku!"
"Apa!"
"Apa?"
***
Bersambung...
Tak ada kah yg mendengar kata² Kamila itu..? 🤔
Ternyata Raez sudah tau jika Diandra berbohong soal hamil palsu.. 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ucapan Diandra bikin ngakak.. Raez lagi esmosi, bisa² nya di ngelece..🤣🤣🤣🤣🤣
Takdir mereka di tangan author, aku mah pasrah aja bacanya 🤣