NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.
Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.
Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??
Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KETIKA HATI SUDAH MEMILIH
Queen terdiam, tetapan nya yang lurus ke arah deburan ombak terlihat sendu. pikiran nya kacau, tidak tau jalan mana yang harus dia ambil. Langkah apa yang harus di lakukan. Dia terdiam dengan berbagai rasa dan asa dalam diri nya.
" kamu masih ingin melajang?? Baiklah aku turuti dan aku temani. Bulan depan kita periksa bersama-sama, kamu boleh bebas kemanapun kamu mau tetapi harus dengan ku, tetapi... Jika kamu di nyatakan hamil, maka siap atau tidak, mau atau tidak, kita tetap harus menikah, tidak boleh egois, anak membutuhkan orang tua yang lengkap " erfan berkata sambil menggenggam jemari queen penuh cinta dan ketulusan.
" mulai sekarang, kamu tidak boleh menemui abdi apapun alasan nya. jika ada urusan di antara kalian yang belum selesai, selesaikan! Tetapi harus dengan ku, aku harus mendampingi mu. Aku tidak meminta mu untuk melupakan nya dek, karena itu tidak mungkin, tetapi aku meminta mu untuk percaya pada ku, setia pada ku, dan... Aku meminta mu untuk tetap bertahan bersama ku. Aku mencintai mu sayang.... Aku sangat mencintai mu... Aku tidak peduli apapun dan bagaimana pun keadaan mu, tetapi aku ingin selalu ada di samping mu " erfan melanjutkan ucapan nya.
Queen masih terdiam, jari-jari tangan nya masih terasa hangat karena genggaman erfan. Air mata masih mengalir dari ujung mata nya, erfan membawa queen ke dalam pelukan nya, pelukan hangat seorang pria yang begitu mencintai nya.
Perlahan-lahan erfan menghapus air mata queen, quen menunduk saat mata erfan menatap dalam mata nya. " apa kamu tidak merasa sakit hati mas?, kamu tidak jijik pada diri ku??" tanya queen.
" heeemhufffg" erfan menarik nafas dalam.
" aku kecewa, aku marah, aku sakit. Sangat sakit! Tetapi sakit ku marah ku dan kecewa ku akan hilang seiring dengan berjalan nya waktu. Kecewa, marah dan sakit ku tidak lebih besar dari rasa cinta ku ini. Jijik??? Aku bukan manusia suci yang tidak memiliki celah dek, aku pun manusia kotor penuh dosa" tidak ada keraguan, tidak ada keangkuhan, erfan berkata penuh dengan ketulusan rasa cinta.
Queen tertunduk dan kembali menangis, erfan membawa queen dalam pelukan nya, lalu berkata
" aku bilang menangislah, tetapi kamu harus berjanji setelah ini hanya ada senyum bahagia, kita mulai dari awal, kita rajut kebahagiaan, hingga akhir nya kita siap menikah" erfan menangkup wajah queen yang basah dengan air mata, dia menghapus air mata itu, lalu mengecup kening queen dan kembali membawa queen dalam pelukan nya.
" sudah ya... Jangan menangis lagi, setelah ini kamu harus selalu jujur, jangan tiba-tiba diam dan pergi, mas hampir gila mencari mu. kalau mau kemana-mana, bilang sama mas nanti mas antar"
Queen tidak menjawab, hanya menganggukkan kepala, erfan kembali menghapus air mata queen yang masih saja mengalir. Lalu erfan kembali mengecup kening nya, lalu turun mengecup bibir queen. Semakin lama kecupan itu semakin dalam dan menjadi lumatan, erfan mendominasi mencium queen dan bermain-main dengan lidah nya, erfan berharap cumbuan itu mengurangi sesak di dada queen, sebab erfan tau queen masih rapuh.
" sudah sayang... Mas gak kuat. Bisa-bisa kamu mas terkam di sini" kata erfan setelah melepas kan bibir queen.
" ayo di minum, habis itu kita kembali ke rumah mba tiyas , hari sudah menjelang siang"
Queen tidak menjawab, dia hanya menganggukkan kepala dan meminum wedang jahe. Hati nya lega setelah mengatakan semua pada erfan, dia juga tidak menyangka reaksi erfan akan selegowo itu, erfan.... Sungguh pria sejati, hati nya tetap memilih untuk bertahan bahkan setelah semua kesakitan yang dia berikan.
"terimakasih mas... Terimakasih sudah menerima ku, terima kasih sudah menjadikan ku bagian dari hidup mu, maaf kan semua kesalahan ku" kata queen dengan menunduk.
" aku memaafkan mu sayang, aku sudah memilih mu dan aku tidak akan melepas mu" jawab erfan dan kembali memeluk queen.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...