NovelToon NovelToon
High School Love On

High School Love On

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Romansa Fantasi
Popularitas:803
Nilai: 5
Nama Author: Rustina Mulyawati

Masa-masa sekolah memang paling indah dan mendebarkan. Banyak drama dan kisah cinta yang begitu manis. Ini hanya kisah tentang anak-anak remaja yang duduk di SMA. Tentang, persahabatan, cinta, pendidikan, dan keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rustina Mulyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26 Memeluk Rasa Sakit Seorang Diri

Jam istirahat tiba dengan sangat cepat. Untuk pertama kalinya Devina merasa asik saat belajar. Bukan karena mata pelajarannya, tapi memang karena ia sedang berbunga-bunga. Ketika bel istirahat berbunyi dengan keras Devina tanpa ragu bergegas menghampiri Aksa di bangkunya yang kini masih sibuk membenahi meja belajarnya sebelum keluar kelas.

Menyadari Devina yang sudah berdiri tegak di sampingnya Aksa mendongak untuk melihat wajah manisnya itu yang ternyata senyuman lebar sudah terpampang indah diwajahnya. Aksa ikut tersenyum ketika mendapati tatapan Devina yang berbinar-binar dan bercahaya. Ia tidak menyapa atau bicara dan hanya terdiam menatapnya penuh cinta.

"Kenapa? " tanya Aksa kemudian.

"Tidak papah. Hanya saja... ingin menatap loh lebih lama saja, " balas Devina dengan gugup dan malu.

Melihat sikap keduanya, teman-teman yang lain menatap heran mereka. Sungguh diluar dugaan melihat mereka bisa semanis itu. Terlebih lagi tanpa harus diceritakan pun, seperti nya yang lain sudah tahu kalau mereka sekarang pacaran.

"Apa-apaan ini? Ada yang aneh, " celetuk Samsul menatap curiga kepada mereka saat ini sambil mencoba menebak apa yang terjadi.

Aksa menoleh dengan tawa kecil yang keluar dari mulutnya. "Apanya yang aneh?" sahut Aksa berdalih dan beranjak bangun dari duduknya.

Namun yang tidak terduga adalah, Aksa sama sekali tidak canggung atau merasa ragu saat ia tiba-tiba saja menggenggam tangan Devina di hadapan semua orang. Tindakan kecilnya itu membuat satu kelas melongo sampai ternganga karena tidak percaya. Jangankan mereka Devina sendiri sampai dibuat melotot tak percaya kalau Aksa akan seromantis ini. Padahal ia kira Aksa akan membuatnya untuk berhati-hati di hadapan semua orang. Tapi ternyata tebakannya itu salah total. Hal itu membuat Devina merasa sangat berharga dan dihargai. Ia sampai terharu karenanya.

"Mulai hari, gue dan Devina pacaran! " ujar Aksa dengan lantang ia mengumumkan hubungannya dengan Devina begitu tegas dan romantis.

"Gila! Sungguh? Wahhh.... Sungguh kalian sekarang pacaran?" Leni terkejut bukan main sampai tidak bisa berhenti ternganga saking kagetnya. Karena yang ia anggap mustahil terjadi begitu jelas di depan matanya.

"Kenapa? Loh gak percaya? Lihat! Gue sudah bilang, Aksa juga suka sama gue kan? " balas Devina dengan penuh percaya diri menggenggam erat tangan Aksa.

"Curang sekali. Hei? Gue bahkan belum mulai, kalian sudah menyerang gue dengan skakmat? " sahut Aditya merasa sangat kecewa dan patah hati karena ia bakan belum maju satu langkah pun untuk mendekati Devina.

"Maksud loh apa? Jangan coba-coba godain gue! Atau loh akan berhadapan langsung sama cowok gue! Awas saja!" sergah Devina memperingatinya sambil mengeluarkan kepalan tangannya kepada Aditya.

"Bagus sekali. Ayo, kita ke kantin bersama. " Aksa mengusap kepala Devina dengan bangga lalu melengos pergi menarik Devina keluar dari kelas menuju kantin. Dengan senang hati Devina mengikuti langkah Aksa dan tidak melepaskan genggaman tangannya.

Feri dan yang lainnya hanya bisa tertegun tidak percaya kepada sahabatnya itu yang benar-benar membuat kejutan untuk semua orang.

"Gue rasa dia tidak butuh kita lagi, " ujar Rifal sedikit kecewa sedikit namun ia tetap senang karena akhirnya mereka jadian setelah saling memendam perasaan selama dua tahun lebih lamanya.

"Sudahlah. Ayo kita juga ke kantin. Laper gue lihat orang yang lagi kasmaran, " balas Feri sambil merangkul kedua temannya itu pergi.

Disisi lain Aditya berdiri di samping Leni sambil menyilangkan tangan di depan dadanya. "Mengecewakan sekali. Lagi-lagi gue gue tertinggal dan ditinggalkan, " ngocehnya.

Leni meliriknya sejenak dengan tatapan malas. "Menyerah saja, Devina tidak akan bisa loh rebut hatinya sampai kapanpun, " balas Leni sambil melengos pergi meninggalkannya sendiri.

Ada sepasang mata yang tidak mereka sadari terlihat sangat kesal dan juga marah dengan hubungan Aksa dan Devina. Dia mungkin tidak menunjukkannya di depan semua orang, tapi hatinya benar-benar terbakar oleh rasa cemburu kepada Devina. Karena ia juga sangat menyukai Aksa sudah sangat lama.

Lantas, Aditya hanya bisa pergi sendirian namun bukan ke kantin. Tapi ia pergi menuju ruang Direktur. Sudah lama ia tidak bertemu atau menyapa ayahnya. Sejak kembali dari luar negeri ia hanya bertemu dua kali. Tentu saja, hati kecilnya tidak bisa ia bohongi kalau Aditya juga merindukan sosok ayahnya.

Setelah tiba di depan pintu ruang Direktur. Aditya sedikit merasa ragu untuk masuk ke dalam. Terlebih ia tidak tahu apakah ayahnya ada di dalam atau tidak. Namun, ia mengumpulkan banyak keberanian dan membuka pintu tersebut tanpa mengetuknya lebih dahulu.

Dan saat itulah, Aditya baru tahu kalau Ayahnya ternyata sudah punya wanita lain disisinya. Atau mungkin memang itulah hobinya. Pikir Adit. Pemandangan yang tidak sengaja tertangkap oleh kedua matanya itu membuat hati Adit terasa sangat sakit. Ayahnya ternyata sedang bermesraan dengan seorang wanita cantik juga seksi di ruangannya.

Tentu saja kedatangan Aditya yang tiba-tiba itu membuat Ayahnya dan wanita tersebut kaget dan segera berhenti lalu saling menjaga jarak. Seperti maling yang tertangkap basah mereka terlihat sangat gugup dan cemas.

"Apa yang kamu lakukan disini? Kenapa kamu masuk tanpa mengetuk pintu? Dimana sopan santun mu? " tegur Ayahnya dengan nada yang marah.

Aditya tertawa tidak percaya mendengar itu darinya. "Lucu sekali. Inikah yang selalu Ayah lakukan disekolah? Bercumbu dengan seorang wanita? Wah, tidak bisa dipercaya. Sekarang aku mengerti kenapa Ayah ingin aku tinggal sendiri di rumah lama. Karena Ayah tidak ingin aku menganggu Ayah bermain-main dengan seorang wanita yang tidak jelas asal usulnya. Ayah benar-benar memalukan. Andai saja waktu dilahirkan aku bisa memilih, aku tidak ingin menjadi anakmu, " ungkap Adit dengan mata yang berkaca-kaca.

"Dasar anak brengsek, beraninya kamu bicara seperti itu kepada Ayah.. "

"Lupakan saja. Silahkan saja, lakukan apapun yang Ayah mau. Aku tidak akan melarang atau menegur Ayah. Hanya saja, jangan lupa bahwa aku adalah anakmu. Aku punya Ayah, tapi aku seperti anak yatim piatu yang terlantar tanpa orang tua. Setidaknya, adakah sedikit rasa cinta dihati Ayah untukku? Sedikit saja. Jika ada, bisakah Ayah sedikit saja memperhatikan aku sebagai anakmu. Aku... sangat kesepian. Aku ingin bertemu dan bermain dengan Ayah. Aku sering menunggu dan berharap Ayah memiliki waktu luang walau hanya lima menit untuk sekedar makan bersamaku. Tapi, ternyata waktu luang itu dibandingkan untukku Ayah lebih memilih untuk wanita lain. Apa aku benar-benar tidak berarti apa-apa untuk Ayah?"

Air mata Adit keluar begitu saja tidak terasa. Dadanya terasa sangat sesak. Hatinya sungguh hancur. Emosinya meluap begitu saja. Padahal ia tidak meminta yang diluar kendali Ayahnya. Ia hanya ingin diperhatikan dan waktu luang Ayahnya.

"Jika kamu tidak suka, kenapa tidak tinggal saja dengan Ibumu? Ayah tidak pernah melarang kamu untuk pergi bersama Ibumu. Kamu juga tahu, dia meninggalkanmu juga Ayah. Bukan salah Ayah kamu ditinggalkan. Bukan salah Ayah juga kamu merasa seperti itu. Semuanya salah Ibumu. Jangan melampiaskannya kepada Ayah, " balas Ayahnya terdengar begitu ringan ia ucapkan.

Seketika hati Adit terasa disayat oleh pisau yang sangat tajam. Ia meremas dadanya kirinya dengan sangat kuat. Nafasnya terasa semakin sesak dan sakit. Tidak pernah sebelum nya ia merasakan dadanya sesakit ini. Tanpa mengatakan apapun, Aditya berjalan dengan lunglai meninggalkan tempat itu dengan langkah terhuyung-huyung. Setelah cukup jauh dan mendapatkan tempat yang sangat sepi, ia terduduk di lantai, sambil mencoba untuk mengatur nafasnya yang terasa berat. Aditya menangis terisak disana. Tanpa pelukan yang hangat ia memeluk rasa sakit dihatinya sendirian. Orang yanga selalu terlihat tegar dan selalu tersenyum itu, kini menangis tersedu-sedu tanpa orang lain tahu. Harapan kecil yang selama ini membuat ia tetap bertahan selama bertahun-tahun, kini hancur berkeping-keping dalam hitungan detik.

1
SANG
Semangat terus pantang mundur👍💪👍💪
SANG
Like iklan plus komen👍💪👍💪👍💪
Rustina Mulyawati: Terima kasih Kakak..
total 1 replies
SANG
Aku kasih suka ya👍💪
SANG
Keren banget💪👍💪
SANG
Ceritanya seru
T28J
lanjutkan kak 👍
T28J
anjay nganter doang 3 juta 🤣👍
T28J
hadiir kakak 🙏
Rustina Mulyawati: Terima kasih udah mampir👍 Moga suka sama jalan ceritanya. ☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!