NovelToon NovelToon
Immortal Legacy

Immortal Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di Era Keruntuhan Surga, langit terbelah dan hujan darah mengubah dunia fana menjadi neraka. Para dewa telah kehilangan keseimbangan, melepaskan Bencana yang meruntuhkan sekte-sekte agung dan melahirkan Yao Aberasi pembawa maut.

Zeng Niu adalah seorang bocah desa dengan akar spiritual sampah. Ia tidak memiliki guru yang bijaksana, tidak ada klan besar yang melindunginya, dan takdir tidak memberinya keajaiban. Ketika hujan darah membasahi desanya dan mengubah segalanya menjadi monster buas, Zeng Niu harus menyaksikan seluruh penduduk desa, termasuk orang tuanya, dikoyak hingga tak bersisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Penghuni Lautan Kesadaran

Hujan gerimis Hutan Pinus terasa sedingin jarum es yang menusuk pori-pori. Zeng Niu melangkah keluar dari balik tirai air terjun, memikul buntalan kain berisi Pedang Penghakiman yang beratnya mencapai lima ratus kati. Setiap langkahnya meninggalkan jejak kaki yang amblas ke dalam lumpur.

Bao Tuo dan Lin Xiaoyu mengekor di belakangnya dengan formasi penyembunyi aura yang dipertahankan mati-matian oleh sang gadis ilusi.

Belum genap sepuluh tombak mereka berjalan, gagang pedang di punggung Zeng Niu tiba-tiba bergetar hebat. Sebuah sengatan listrik ungu merambat menembus kain pembungkus, menyengat punggung Zeng Niu hingga memicu bau daging hangus.

Zeng Niu menghentikan langkahnya, menahan rasa sakit dengan gigi terkatup rapat.

“Turunkan aku, Semut Kotor!” Suara angkuh dan melengking itu kembali meledak di dalam benak Zeng Niu. Namun kali ini, itu bukan sekadar transmisi suara.

Buntalan kain di punggung Zeng Niu tiba-tiba hancur menjadi abu. Pedang hitam keunguan itu melayang di udara selama sepersekian detik, lalu berubah menjadi seberkas kilatan petir murni yang melesat lurus menembus titik di antara kedua alis Zeng Niu!

"Saudara Niu!" jerit Bao Tuo tertahan, melihat pedang raksasa itu menghilang ke dalam dahi rekannya.

Kesadaran Zeng Niu seketika tersedot ke dalam ruang hampa di dalam dirinya: Lautan Kesadaran (Sea of Consciousness).

Bagi manusia fana atau kultivator tingkat rendah, Lautan Kesadaran biasanya hanyalah ruang sempit berkabut abu-abu. Namun milik Zeng Niu telah terdistorsi oleh energi Teratai Jantung Darah dan trauma masa lalunya. Lautan kesadarannya dipenuhi oleh kabut merah kehitaman yang berbau anyir, dengan lautan darah yang bergejolak di bawahnya.

Di tengah lautan darah mental itulah, cahaya ungu meledak.

Petir-petir itu menyatu, tidak lagi membentuk sebilah pedang, melainkan mewujudkan sesosok figur manusia.

Seorang wanita muncul dari dalam pusaran guntur. Kecantikannya tidak bisa diukur dengan standar dunia fana; ia anggun, mematikan, dan menakjubkan layaknya dewi kahyangan. Rambutnya panjang menjuntai berwarna ungu bercahaya, melayang tanpa henti seperti aliran listrik. Ia mengenakan gaun sutra hitam bermotif awan petir, memamerkan kulit seputih pualam yang bersinar.

Namun, kecantikan itu dirusak oleh sepasang matanya yang memancarkan arogansi dan rasa jijik yang tak tertutupi. Ia menatap ruang mental Zeng Niu dengan hidung berkerut.

“Tempat macam apa ini? Berbau anyir, penuh kekacauan, dan lebih menjijikkan dari selokan neraka!” cibir wanita itu, melayang beberapa inci di atas lautan darah kesadaran Zeng Niu. Ia menatap figur mental Zeng Niu yang terbentuk dari kabut merah di hadapannya.

"Jika kau tidak suka, kau bisa keluar dan membiarkan Tetua Jian Kuang memungutmu," balas Zeng Niu datar. Di lautan kesadarannya, ia adalah tuan rumah, meski kekuatannya jauh di bawah entitas ini. "Siapa kau?"

Wanita itu mengangkat dagunya, memancarkan tekanan spiritual yang membuat lautan darah Zeng Niu bergelombang. “Namaku Lei Ling. Aku adalah roh dari Pedang Petir Penghakiman. Dan camkan ini, Bocah Fana... aku menolak dibawa di atas punggungmu yang berkeringat dan kotor layaknya kapak penebang kayu! Tubuh asliku akan bersemayam di Lautan Kesadaranmu.”

Lei Ling melipat tangannya di dada. “Jangan berpikir karena aku bersembunyi di sini, kau adalah tuanku. Kau hanyalah sarung pedang bernyawa bagiku! Sarung pedang yang sangat bau, cacat, dan lemah! Jika bukan karena aura Bencana di Dantianmu yang bisa menutupi jejakku dari mata Anjing-anjing Langit dan Asura Zhao Xuan, aku sudah membelahmu menjadi dua.”

Zeng Niu menatap dewi petir yang angkuh itu tanpa ekspresi. Bagi pemuda yang telah kehilangan segalanya, arogansi dewa tidak lebih dari gonggongan anjing liar.

"Tinggallah sesukamu," ucap Zeng Niu memotong omelan Lei Ling. "Asal kau tidak mengacaukan aliran Qi-ku atau mencoba mengambil alih tubuhku. Aku punya misi untuk bertahan hidup. Jika kau diam, rahasiakan keberadaanmu. Jika aku mati, kau akan jatuh ke tangan mereka yang kau sebut 'anjing'."

Mata ungu Lei Ling menyipit marah karena diinterupsi oleh 'semut', tapi ia mendengus kasar, menyadari kebenaran ucapan Zeng Niu.

“Fokus saja menjaga nyawa murahanmu itu! Jika rohku merasa terganggu, aku akan memanggang otakmu dari dalam!” ancam Lei Ling, sebelum akhirnya tubuhnya memudar menjadi pusaran petir ungu yang mengambang statis di langit-langit kesadaran Zeng Niu.

Zeng Niu membuka matanya di dunia nyata.

Hujan gerimis masih turun. Bao Tuo dan Xiaoyu sedang menatapnya dengan raut wajah horor, mengira otak Zeng Niu baru saja digoreng oleh senjata dewa.

"K-kemana perginya benda itu?" bisik Xiaoyu, melirik ke sekeliling dengan waspada.

"Dia menyembunyikan dirinya sendiri di dalam kesadaranku," jawab Zeng Niu sambil meraba keningnya. Hilangnya beban lima ratus kati dari punggungnya membuat tubuh Penempatan Tubuh miliknya terasa seringan bulu. Energi Qi merah kehitaman di Dantiannya mengalir lebih lancar dari sebelumnya.

"Kita tidak punya waktu untuk kaget. Ayo bergerak ke pinggiran utara Ngarai Guntur," perintah Zeng Niu, langsung melesat menembus pepohonan.

Tiga jam kemudian.

Pinggiran utara Ngarai Guntur sedikit lebih tenang dari pusat kawah yang masih menjadi medan perang para dewa, namun sisa-sisa medan magnet yang kacau masih membuat udara di sini berderak dengan listrik statis.

Di depan mereka, terdapat sebuah rawa berbatu yang dikelilingi tebing rendah. Di tengah rawa tersebut, mekar sekumpulan bunga teratai berwarna perak yang memancarkan percikan listrik kecil. Itulah Teratai Guntur, target misi mereka.

Namun, menjaga ladang teratai itu adalah makhluk yang membuat misi ini digolongkan ke dalam Tingkat Sulit.

Seekor Kera Lengan Besi bermutasi sedang duduk mengunyah mayat kultivator liar yang sial. Tinggi kera itu mencapai dua tombak. Bulunya setajam jarum kawat, dan kedua lengannya dari siku hingga kepalan tangan tertutup lapisan tulang yang telah bermutasi menjadi logam hitam yang kerasnya melebihi baja murni. Ini adalah Yao Aberasi yang kekuatan fisiknya setara dengan puncak Pengumpulan Qi Tahap 7!

Bao Tuo menelan ludah, bersembunyi di balik semak-semak. "S-Saudara Niu, makhluk itu membunuh Murid Dalam kemarin! Lengan besinya bisa menghancurkan batu karang raksasa menjadi debu dengan satu pukulan!"

Zeng Niu mengeluarkan belatinya. Belati berburu ayahnya telah banyak membantunya, tetapi ujungnya sudah tumpul dan bilahnya mulai retak akibat pertarungan.

"Bao Tuo, gunakan jimat elemen tanah untuk membuat getaran di sisi timur rawa. Alihkan perhatiannya," perintah Zeng Niu datar. "Xiaoyu, siapkan ilusi cermin di sekelilingku saat aku masuk. Tutupi wujudku selama tiga detik pertama."

"Kau mau melawan Kera Lengan Besi sendirian dari jarak dekat?!" bisik Xiaoyu ngeri. "Ini bukan bandit jalanan, Tuan Pembunuh! Ototnya kebal terhadap belati fana!"

"Lakukan saja," desis Zeng Niu.

Matanya memancarkan niat membunuh yang pekat. Ini adalah saat yang tepat untuk menguji kekuatan barunya. Dengan perpaduan Penempatan Tubuh dan Pengumpulan Qi Tahap 1 yang mengalirkan Qi Bencana, ia tidak lagi sekadar menusuk dari bayangan. Ia telah berevolusi menjadi predator yang bisa bertarung secara lansung.

Bao Tuo dengan enggan mengaktifkan jimat tanah dan melemparkannya ke sisi timur.

BLAAAR!

Tanah di sisi timur rawa meledak. Kera Lengan Besi itu meraung marah, menoleh, dan memukulkan lengan besinya ke tanah sebagai ancaman.

Dalam sekejap mata, Xiaoyu merapalkan segel air. Kabut tebal turun, menciptakan pantulan cermin ilusi yang membingungkan pandangan sang Kera.

Zeng Niu melesat maju. Kecepatannya jauh melampaui batas manusia, kakinya bahkan nyaris tidak menyentuh lumpur rawa. Saat Kera itu menyadari tipuan ilusi Xiaoyu, Zeng Niu sudah berada tepat di bawah bayang-bayang raksasa makhluk itu.

Kera Lengan Besi meraung, mengangkat lengan kanannya yang seberat puluhan ton, dan menghantamkannya ke bawah, berniat meremukkan Zeng Niu menjadi daging giling.

Zeng Niu tidak menghindar.

Di dalam lautan kesadarannya, Lei Ling yang sedang bersantai di atas tahta petir mendengus meremehkan. “Bodoh. Mencoba menahan pukulan binatang buas dengan tubuh fana.”

Namun, apa yang terjadi selanjutnya membungkam sang dewi petir.

Zeng Niu menyilangkan tangan kirinya ke atas untuk menangkis pukulan raksasa itu. Pada saat yang sama, Qi merah kehitaman meledak dari Dantiannya, menyelimuti lengan kirinya seperti zirah darah yang pekat.

BUMMM!

Benturan antara lengan besi sang kera dan lengan fana Zeng Niu menciptakan gelombang kejut yang menerbangkan lumpur rawa. Kaki Zeng Niu amblas hingga ke lutut, namun lengannya tidak patah. Tulang yang telah dipadatkan oleh sumsum berdarah menahan kekuatan binatang itu dengan sempurna!

Mata sang kera membelalak kebingungan. Bagaimana makhluk kecil ini bisa menahan lengannya?!

Zeng Niu tidak membuang momentum. Memanfaatkan tangan kanannya yang masih bebas, ia memfokuskan seluruh Qi Bencananya ke belati di tangannya. Bilah kusam itu seketika diselimuti aura mematikan yang hitam pekat.

Dengan gerakan kilat, Zeng Niu menusukkan belatinya bukan ke tubuh sang kera, melainkan ke arah sendi ketiaknya satu-satunya titik di lengan raksasa itu yang tidak ditutupi mutasi besi!

CRAAASH!

Belati itu menembus sendi sang kera hingga ke pangkalnya. Makhluk raksasa itu melolong kesakitan yang memekakkan telinga. Lengan besinya seketika lumpuh.

"Mati," desis Zeng Niu. Ia memutar belatinya dengan kejam, merobek urat nadi utama, lalu menggunakan tolakan kakinya dari dalam lumpur untuk melompat ke udara, lututnya menghantam rahang sang kera dengan brutal.

Kera raksasa itu terpelanting ke belakang dan jatuh berdebum, lehernya patah akibat hantaman lutut seorang pemuda fana.

Dari balik semak-semak, Bao Tuo dan Xiaoyu tak bisa menutup mulut mereka yang terbuka lebar. Mengalahkan Kera Lengan Besi dalam konfrontasi langsung dengan satu pukulan fatal?!

Di dalam Lautan Kesadaran, mata ungu Lei Ling sedikit melebar. Ia menatap figur Zeng Niu dari dalam ruang mental. Arogansinya memang masih ada, tapi ia tidak bisa memungkiri apa yang baru saja dilihatnya.

“Daging fana yang menembus batas, dikombinasikan dengan energi Ketiadaan yang kotor,” batin Lei Ling, senyum sinis namun penuh ketertarikan terukir di wajah cantiknya. “Mungkin... sarung pedangku ini sedikit lebih tajam dari kelihatannya.”

1
.
absen Thor
Sang_Imajinasi: siap lanjutkan
total 1 replies
eka suci
si gendut SDN gadis ilusi di ajak ngga🤔
eka suci
paling brutal woy🤭
Xiao Bar
lnjut
Xiao Bar
ada kaitan nya kah ini? pedang Zhao xuan
Xiao Bar
ngeri 💪
eka suci
ini perpaduan Shen yu yg merangkak dari nol juga Zhao xuan yg di yg di hinggapi jiwa licik dan arogan 👍
eka suci
Lei Ling kau itu nasibnya ngga lebih baik dari kakek gu yg dulu bersemayam di Zhao xuan😄
saniscara patriawuha.
lanjutttt keunnnnn....
i
jangan kendor
i
gas niu
k
gasss
k
lanjut thor😍
p
lanjut thor👍
1
lanjut kan thor👍
eka suci
MC mu semuanya di luar nurul😄 lanjutkan 💪
p: kwkwk
total 1 replies
eka suci
pedang nya masuk cincin kah🤔
saniscara patriawuha.
gasssds keunnnnn...
eka suci
pedang yg angkuh 😄 takut Zhao xuan tapi nyari pewaris 😥
saniscara patriawuha.
gasssdddd polllll
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!