NovelToon NovelToon
Rahasia Dibalik Nafas Terakhir Isvara

Rahasia Dibalik Nafas Terakhir Isvara

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Percintaan Konglomerat / Romansa
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Di mata dunia, aku adalah Nyonya Kalandra yang terhormat. Di mata suamiku, aku hanyalah penipu yang menjijikkan."

​Dua tahun Isvara bertahan dalam pernikahan dingin karena sebuah Perjanjian Pra-Nikah yang membelenggunya. Andra, suaminya yang dulu memujanya, kini hanya menyisakan kebencian sedalam samudra setelah rahasia identitas Isvara terbongkar.

​Andra tidak tahu, di balik aura tegas Isvara yang disegani banyak orang, jantung wanita itu sedang menghitung mundur sisa detaknya. Isvara tidak butuh dimaafkan, dia hanya ingin bertahan sampai napas terakhirnya habis tanpa ada yang perlu merasa kehilangan.

​Saat Isvara akhirnya menyerah dan berhenti membujuk, mampukah Andra tetap membencinya ketika menyadari bahwa "penipuan" terakhir Isvara adalah menyembunyikan kematiannya sendiri?

​"Kebencianmu adalah alasan jantungku masih berdetak, Andra. Tapi sekarang, aku sudah lelah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Dibalik Nafas Terakhir Isvara

​Bunyi detak jantung yang monoton dan ritmis dari monitor EKG menjadi satu-satunya melodi di dalam ruangan VVIP itu. Ruangan tersebut tidak terlihat seperti kamar rumah sakit pada umumnya; dindingnya dilapisi peredam suara, pencahayaannya temaram, dan privasinya dijaga seketat pangkalan militer. Tidak ada nama "Isvara Kalandra" di papan informasi pasien depan. Di sini, ia hanya angka, sebuah rahasia yang dijaga dengan nyawa.

​Dokter Liana bergerak dengan cekatan, namun wajahnya yang biasanya tenang kini menyiratkan ketegangan yang hebat. Ia memasangkan masker oksigen ke wajah Isvara yang nyaris tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Jemarinya yang terampil menusukkan jarum infus tambahan, menyuntikkan obat penguat jantung yang dosisnya sudah berada di batas maksimal.

​"Pasang monitor hemodinamik sekarang. Aku perlu memantau tekanan arteri pulmonalisnya setiap detik," perintah Liana kepada dua perawat senior yang sudah disumpah untuk menjaga kerahasiaan tempat ini.

​Sinta dan Rima berdiri di sudut ruangan, mematung. Rima menutup mulutnya dengan tangan, matanya berkaca-kaca melihat tubuh bosnya yang biasanya tegak dan angkuh, kini tampak begitu kecil di bawah tumpukan kabel dan selang. Kabel-kabel elektroda menempel di dada Isvara, sementara selang oksigen mendesis pelan, mencoba menyuplai kehidupan ke paru-paru yang mulai menyerah.

​"Dokter... apakah kali ini lebih parah?" bisik Rima, suaranya gemetar.

​Liana tidak langsung menjawab. Ia menatap layar monitor yang menampilkan grafik naik-turun yang tidak beraturan. "Dia memaksakan dirinya melampaui batas manusiawi, Rima. Dosis ganda yang dia minum tadi pagi hanya menipu otaknya, tapi tidak jantungnya. Jantungnya 'meledak' karena stres di ruang rapat itu. Sekarang, kita hanya bisa berharap otot jantungnya merespons terapi kejut ini."

​Sinta mengepalkan tangannya kuat-kuat. "Ini salah keluarga itu. Mereka menyerangnya tepat di titik terlemahnya."

​"Hanya kalian yang tahu dia di sini," tegas Liana, menatap Sinta tajam. "Jangan biarkan satu pun anggota keluarga Prayudha, termasuk suaminya, menginjakkan kaki di lantai ini. Jika mereka tahu kondisi asli Isvara, mereka akan menghancurkannya sebelum dia sempat bangun."

​Sementara itu, di lantai teratas gedung pusat Prayudha Group, suasana tidak kalah mencekam, namun dalam jenis kedinginan yang berbeda. Andra duduk di kursi kebesarannya, namun meja mahoni yang biasanya terlihat rapi kini berantakan dengan dokumen yang tidak tersentuh.

​Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupnya sebagai CEO yang perfeksionis, Andra tidak bisa membaca satu baris laporan pun. Bayangan wajah Isvara yang membiru dan dingin terus menempel di kornea matanya. Setiap kali ia memejamkan mata, ia merasakan sensasi ringan tubuh Isvara di pelukannya sensasi yang mengingatkannya betapa rapuhnya wanita yang selama ini ia anggap sebagai saingan terberatnya.

​“Jaga kelas kita...”

​Kalimat itu terngiang seperti kutukan. Andra memijat pangkal hidungnya yang berdenyut. Kenapa Isvara begitu terobsesi dengan "kelas" bahkan saat dia hampir mati? Dan kenapa Sinta begitu berani mengatakan bahwa Andra bukan siapa-siapa?

​Rasa penasaran yang bercampur dengan rasa bersalah yang tidak ia akui akhirnya menang atas egonya. Andra menekan tombol interkom dengan kasar.

​"Doni, masuk ke ruangan saya!"

​Beberapa detik kemudian, asisten pribadi Andra masuk dengan wajah waspada.

"Iya, Tuan? Ada laporan yang perlu saya ambil?"

​"Lupakan laporan itu," potong Andra cepat. Suaranya rendah namun penuh penekanan. "Cari tahu di mana Isvara sekarang. Cek semua rumah sakit ternama di Jakarta, mulai dari Medistra, RSPAD, hingga klinik-klinik privat di daerah Jakarta Selatan. Saya mau tahu kondisinya sekarang juga."

​Doni sempat tertegun. "Tapi Tuan, tadi Nona Arini bilang Nona Isvara hanya butuh istirahat di rumah..."

​"Saya tidak tanya apa yang dikatakan Arini!" bentak Andra, membuat Doni sedikit melompat. "Cari dia! Gunakan semua koneksi kita di kepolisian untuk melacak pelat nomor SUV hitam milik Sinta kalau perlu. Saya beri waktu satu jam.

​Doni segera keluar dengan terburu-buru. Satu jam berlalu seperti setahun bagi Andra. Ia berdiri di depan jendela kaca besar, menatap kemacetan Jakarta di bawah sana, merasa sangat tidak berdaya. Ia merasa seperti seorang raja yang kehilangan mahkotanya, atau lebih tepatnya, seorang pemain catur yang baru menyadari bahwa ratunya telah diambil dari papan permainan tanpa ia sadari.

​Ponsel di mejanya bergetar. Doni menelpon.

​"Bagaimana?" tanya Andra tanpa basa-basi.

​"Maaf, Tuan..." Suara Doni di seberang sana terdengar ragu. "Saya sudah memeriksa database pasien di seluruh rumah sakit premium di Jakarta, bahkan sampai ke RS rujukan jantung di luar kota. Tidak ada nama Isvara Kalandra, atau Isvara Prayudha. Saya juga mengecek riwayat pendaftaran asuransi perusahaan, nihil. Nama beliau tidak terdeteksi di mana pun."

​Andra mengerutkan kening. "Mustahil! Periksa nama samaran. Dia pasti menggunakan protokol privasi."

​"Sudah, Tuan. Saya bahkan melacak pelat nomor mobil Sinta melalui CCTV kota. Mobil itu terakhir terlihat masuk ke area perumahan elite di Menteng, tapi setelah itu mereka menghilang ke dalam kompleks pribadi yang tidak terjangkau kamera publik. Sinta dan Rima seolah-olah menghapus jejak Nona Isvara dari sistem."

​Andra membanting ponselnya ke atas meja. Amarahnya memuncak. "Sial!"

​Bagaimana bisa seorang asisten memiliki kekuatan untuk menyembunyikan seorang istri dari suaminya sendiri? Bagaimana bisa Isvara menciptakan sistem pelindung yang begitu rapat sehingga keluarga Prayudha tidak bisa menembusnya?."

​Andra menyadari sesuatu yang mengerikan. Selama ini, ia pikir dialah yang mengendalikan Isvara melalui kontrak pernikahan itu. Ia pikir dia memegang rantai yang mengikat Isvara. Namun kenyataannya, Isvara-lah yang memegang kendali atas informasinya sendiri. Wanita itu telah membangun benteng di dalam benteng, dan Andra hanyalah tamu yang bahkan tidak diberi kunci pintu masuk.

​Tiba-tiba, pintu ruang kerjanya terbuka tanpa diketuk. Mama Wina masuk dengan wajah masam, diikuti Arini yang sibuk dengan tas barunya.

​"Andra, kenapa kamu belum bergabung di ruang makan? Papa sudah menunggu untuk membahas kelanjutan proyek Bali. Kita harus segera mencari arsitek pengganti sementara Isvara 'beristirahat'," ujar Mama Wina dengan nada yang sangat santai, seolah Isvara hanya sedang pergi berlibur.

​Andra menoleh, menatap ibu dan adiknya dengan tatapan yang membuat mereka terdiam. "Mencari pengganti? Isvara baru saja kolaps satu jam yang lalu, dan kalian sudah bicara soal pengganti?"

​"Lho, bisnis tidak bisa menunggu drama, Kak," sahut Arini enteng. "Lagi pula, paling dia sekarang sedang di spa atau di rumah pribadinya, tertawa karena berhasil membodohi kita semua dengan pingsannya itu."

​"Cukup, Arini!" suara Andra meninggi, bergema di ruang kerja yang luas itu.

"Kalian tidak tahu apa-apa. Isvara tidak ada di mana pun. Dia menghilang. Dan kalau sampai terjadi sesuatu pada proyek Bali karena ketidakhadirannya, itu karena kalian terus menekannya di saat dia tidak sehat!"

​Mama Wina terperangah. "Andra! Kamu membela wanita itu di depan Mamamu sendiri? Ingat siapa dia, Andra! Dia hanya alat!"

​"Alat yang sekarang tidak bisa saya temukan," desis Andra. Ia mengambil kunci mobilnya dan jasnya yang tersampir di kursi. "Jangan cari saya malam ini. Saya akan mencari tahu di mana istri saya berada."

​Andra melangkah pergi, mengabaikan teriakan ibunya yang memanggil namanya. Di dalam lift, ia terus mencoba menghubungi nomor Isvara, Sinta, bahkan Rima, namun semuanya berada di luar jangkauan.

​Gengsi Andra yang setinggi langit memang masih ada, namun untuk pertama kalinya, rasa hampa di dadanya jauh lebih besar daripada gengsi itu. Ia merasa seperti sedang mengejar bayangan yang sengaja menghilang ke dalam kegelapan. Dan untuk pertama kalinya, Andra Kalandra Prayudha merasa takut bahwa "Jaga kelas kita" benar-benar berarti dia harus menjaga nama baik itu sendirian, karena Isvara mungkin tidak akan pernah kembali untuk membantunya lagi.

1
lin sya
sbnrnya jodohnya isvara siapa thor, gk dewa gk andra , sama2 nykitin, lbih baik isvara fokus sm kesehatannya, sayangi diri sndiri pnting💪
Riza Afrianti
kapan si Andra kena karma nya yaa
Wayan Sucani
Apa hanya saya saja yg menangis..menjadi Isvara sangat menyakitkan...
blcak areng: ya ampun kak, peluk"🫂🫂🫂🫂
total 1 replies
Wayan Sucani
Sungguh sakit jd dirimu Isvara...
Wayan Sucani
Apa yg terjadi dimasa lalu Isvara???. rasanya sesak jd dirimu... tanpa cinta... berusaha kuat... dan baik2 saja...
Aku sesak Isvara...
lin sya
gk tau apa yg ada diotak isvara trllu memaksakan tubuhnya pdhl udh mau tumbang, apa krn judulnya rahasia dibalik nafas terakhir isvara makanya isvara kuat diluar tp rapuh didlm, kacian thor isvara kejayaannya ada ditangan suami angkuhnya bkn ditangan dia sndiri /Whimper/
lin sya
klo isvara bneran dibuat mati oleh tekanan ego andra buat dia bertransmigrasi ke tubuh pemeran lain thor, yg lbih kaya trus byk yg sayang, klo boleh saran ya thor, kacian isvara dibalik sikap dinginnya krn gak mau diksihani atau tdk mau trlihat lemah dia tiap hri hrs sllu kuat, gak suami, gak mertua, gk kluarga kndung gk ada yg beres, klo ditubuh baru kan bsa bls dendam dan bikin andra menyesal atas kematiannya💪/Sob/
blcak areng: Terima kasih ya Kak atas masukannya... nanti bisa jadi bahan pertimbangan 😍
total 1 replies
lin sya
gw bknnya bnci dgn karakter isvara justru kacian dan terkesan krn hebat bertahan dri tekanan org2 toxic disekitarnya, mmpu bertahan dgn pnykit jg bsa pnya karier yg bagus, smga klo lepas dri kluarga suami minimal pnya relasi atau org yg bsa jd pelindung agar ttp smgt hdup/Smile/
lin sya
smgt isvara mental mu kuat sekali plus bsa cerdik mnutupi pnyakit , musuhmu bkn hnya kk dan ibu mu tp kluarga suami mu, kira2 isvara bsa dpt donor jantung gak thor plus bsa kluar dri rmh tangga toxic dan dpt jodoh yg lbih baik bahkan isvara keren menutupi kelemahannya dgn skp dingin dan biar lah dianggap buruk pdhl ia pnya sisi rapuh😍
lin sya: ok kk author💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!