NovelToon NovelToon
Hilang Ingatan, Aku Ganti Calon Suami

Hilang Ingatan, Aku Ganti Calon Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Viola Denada Danuarta, itulah namanya, seorang gadis berparas cantik memiliki darah keturunan Belanda. Ia adalah anak kedua dari keluarga Danuarta yang cukup berpengaruh.

Namun, memiliki ekonomi yang serba berkecukupan tak bisa membuat seorang Viola bahagia. Karena ujian nya ada di kisah asmara nya.

Di kali kelima dia menunggu sang kekasih, tepatnya didepan kantor catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan, dia kembali di bohongi dan di hianati oleh sang tuanangngan.

Setelah dia memutuskan untuk melupakan segalanya tentang laki-laki itu dia malah mengalami kecelakaan hebat, pada akhirnya kecelakaan tersebut merenggut ingatan Viola selama tiga tahun terakhir, tak hanya itu dia juga di nyatakan lumpuh sementara.

****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab #26

"ini, " ucap Zehan sambil menyuguhkan sebuah toples kecil bening yang isinya adalah permen susu.

"Tidak mau, aku tidak suka permen susu," ucap Viola menolak nya.

"Lalu kau lebih suka permen kapas yang terbuat dari seratus persen gula? Kau pikir itu sehat untuk mu?" ucap Zehan meletakkan toples permen susu tersebut di pangkuan Viola.

"Tapi kak Zehan tidak seharusnya menghabiskan semua permen kapas miliku," jawab Viola dengan tatapan kesal.

"Baru kali ini ya, seseorang menatap ku dengan tatapan kesal seperti ini, sebelumnya tidak ada yang berani," ungkap Zehan yang kemudian duduk di samping Viola.

"Terserah padamu, aku akan mengadukan hal ini kepada kak Pandu, kau menindas ku, kau tidak mengijinkan ku makan makanan yang aku inginkan," omel Viola yang saat ini sudah tidak terlalu takut dengan Zehan lagi.

"Coba saja, kau pikir Pandu akan membela mu karena permen itu? Dia seharusnya juga berada di pihak ku," kata Zehan dengan penuh percaya diri.

Viola yang mendengar itu seketika terdiam, dia tau kalau apa yang di ucapkan Zehan barusan adalah kebenaran yang sesungguhnya.

"Masih saja tidak mau memakannya? Permen susu lebih enak dari permen gulali mu itu," lanjut Zehan.

Viola menatap setoples kecil permen susu yang ada di tangan nya saat ini, dia tidak terlalu suka, namun rasa penasaran membuat nya ingin mencoba.

"Buka," ucap nya kepada Zehan.

Zehan mengambil toples tersebut dan kemudian membuka nya, tak hanya itu, dia juga membuka bungkusan permen tersebut lalu menguapi nya ke mulut Viola.

"Bagaimana? Enak?" tanya nya kepada sang istri dengan penuh harapan.

"HM, tidak perlu terlalu dekat seperti itu, lumayan, sudahlah sebaiknya kak Zehan keluar saja, aku ingin istirahat," ucap Viola yang jantung nya sudah tak aman lagi saat ini.

"Baiklah kalau begitu, aku ada di ruang kerja, jika kau bosan silahkan datang kepada ku," ucap Zehan yang kemudian berlalu pergi dari kamar Viola.

Ya, di rumah itu Zehan mengkhususkan sebuah ruangan untuk ia bekerja, hal ini di atur oleh Erik karena Zehan tak ingin terlalu sering meninggalkan Viola.

" Astaga jantung, tolong tetap tenang lah, jangan kacau balau seperti ini, aku tidak bisa, huh menyebalkan," kata Viola sambil memegang erat permen yang di berikan Zehan.

Viola mulai teringat awal pertemuan nya dengan Zehan di clab setelah dia kecelakaan, setelah itu di rumah kaca tepat nya di mansion Danuarta, pertemuan yang singkat, namun pada akhirnya mereka saat ini tinggal di satu atap yang sama karena perjanjian pernikahan yang sudah di terapkan.

"Kenapa hidup ku seperti kisah-kisah drama cina? Tapi tidak terlalu menyenangkan jika diri sendiri yang langsung merasakan hal itu," gumam Viola.

Tampa dia sadari kedua pipi putih nya kini bersemu merah.

Sementara itu di sisi lain ...

"Tunggu Sekar," ucap Liam yang saat ini memegang kuat pergelangan tangan Sekar.

"Apa? Aku mau pulang, jam kerja ku sudah habis," ucap Sekar dengan jantung yang berdetak kencang.

Sekar selalu menghindar dari Liam setelah kejadian yang menimpa Viola, rasanya dia sangat takut kalau Liam berhadapan dengan dirinya dan menanyakan tentang Viola, jantung nya yang berdegup kencang adalah karena dia merasa takut dan ingin kabur Sekar juga dari hadapan Kakak sepupu nya itu.

"Cukup Sekar, sudah cukup kau menghindari ku selama beberapa minggu ini, aku tau kau pasti menyembunyikan sesuatu dari ku tentang Viola, sekarang jelaskan kepada ku sebenarnya apa yang terjadi? Dia kecelakaan kan? Di mana dia sekarang," ucap Liam tampa melepaskan tangan nya dari pergelangan tangan Sekar.

"Aku tidak tau apa-apa, aku juga tidak menghubungi Viola, apalagi bertemu dengan nya," jawab Sekar berusaha untuk pergi.

"Kau pikir aku bisa di tipu? Dia adalah sahabat baik mu, jika sesuatu terjadi padanya tidak mungkin kau tidak mengetahui nya, apalagi kau akhir-akhir ini terlihat sangat tenang, aku tidak percaya kalau kau tidak tau apa-apa tentang Viola," lanjut Liam.

"Itu bukan urusan mu, lagipula kau juga sibuk dengan wanita jalang itu, sekarang setelah Viola tidak ada, untuk apa kau datang kepada ku dan mencari tau tentang nya? Aku katakan kepada mu sekali lagi, itu semua sia-sia, kau sudah terlambat," ucap Sekar yang saat itu sudah kehabisan kesabaran.

"Baiklah, jika kau tetap tidak ingin mengatakan apapun padaku, mulai hari ini, kau ku pecat dan gaji mu tidak akan ku bayar sepeserpun, mulai besok jangan pernah menginjakkan kaki ke perusahaan ku lagi," ucap Liam berniat mengancam Sekar.

"Kak Liam, kau! Kau benar-benar tidak layak di sebut manusia! Kau sama sekali tidak layak menjadi saudara ku, bajingan!" ucap Sekar kecewa dengan ucapan Liam, namun mau bagaimana lagi, demi sahabat nya dia harus kehilangan pekerjaan.

"Kak Liam, ada apa ini? Sekar? Kenapa kalian bertengkar di kantor seperti ini? Apakah kalian tidak melihat begitu banyak orang yang memperhatikan kalian?" tanya Laura yang sebenarnya sudah sedari tadi memperhatikan Sekar dan Liam yang berdebat dan pada akhirnya datang menyela.

"Ini dia cahaya bulan putih mu itu, oke baiklah, jika kau sudah yakin untuk memecat ku, maka pecat saja aku, dan gantikan dengan wanita murahan ini, tapi ingat, kau tidak akan pernah bersama Viola lagi! Aku pergi!" ucap Sekar mengambil tas nya dan kemudian meninggalkan tempat tersebut.

"Sekar, untung saja kau sepupu nya kak Liam, jika tidak aku pasti sudah membalas cacian mu itu," batin Laura geram.

"Kau, kenapa kau datang ke sini?" ucap Liam sambil mengusap kasar wajah dengan satu tangan nya.

Dia tak habis pikir, Sekar yang notabene nya sangat membutuhkan pekerjaan tersebut untuk biaya pengobatan ibunya rela berhenti demi menjaga rahasia tentang Viola.

"Aku, aku hanya bosan di rumah, jadi aku datang ke sini untuk membawakan sarapan pagi, kak Liam, kau pasti belum makan kan?" ucap Laura penuh perhatian.

"Lihatlah, dia selalu seperti ini, dasar pelakor," bisik para karyawan lain yang sudah hafal dengan karakter Laura.

"Ayo ikut aku," ucap Liam yang kemudian menarik tangan Laura pergi dari sana dan masuk ke dalam ruang kerja nya.

"Kak Liam, aduh sakit, kau terlalu kasar memegang pergelangan tangan ku," ucap Laura yang kini tertarik Liam ke dalam ruangan kerja nya.

"Terima kasih untuk sarapan nya, sebaiknya lain kali kau tidak perlu datang ke kantor ku lagi, lihatlah bagaimana anak-anak di kantor menilai mu, aku hanya tidak ingin ucapan mereka menyakitimu," ucap Liam setelah menerima makanan dari Laura.

"Kak Liam tenang saja, aku tidak perduli sama sekali dengan ucapan mereka, cintaku padamu itu sangat tulus, aku lah yang cocok dengan mu, bukan Viola," ujar Laura mulai kembali menghasut.

"Laura maaf, aku selama ini hanya terlalu mempedulikan mu, tapi sepertinya hatiku hanya untuk Viola, aku perhatikan kepada mu karena kau sebatang kara dan sakit-sakitan, oh ya, aku masih banyak pekerjaan, silahkan kembali dulu," ujar Liam yang kemudian mengeluarkan Laura dari ruangan nya dan kemudian mengunci pintu ruangan tersebut.

"Tapi kak ..." Tak sempat mengatakan apapun, Laura kini sudah berada di luar ruangan.

Hatinya terasa sangat sakit, darah nya mendidih memikirkan ucapan Liam barusan, dia berjalan keluar dari perusahaan tersebut seperti kambing kebakaran jenggot.

Sementara itu di ruang kerja Liam,

"Makanan apa ini? Rasanya seperti makan sampah saja," ucap nya yang kemudian membuang makanan tersebut ke tong sampah.

Ia seketika teringat dengan masakan Viola, dulunya Viola selalu menyempatkan diri untuk mengantar sarapan ke ruangan Liam, sarapan yang dia buat dengan tangan nya sendiri agar Liam selalu makan makanan sehat dan terjaga.

"Viola, sudah begitu lama, aku merindukan rasa masakan mu," batin nya mengebu-gebu.

"Sekar, lihat saja, aku akan membuat mu datang kepada ku dan memohon, kau pasti tidak ingin ibumu yang sekarat itu kehilangan pengobatan nya di rumah sakit kan? Aku akan menunggu mu," batin Liam.

Sementara itu ...

"Ya tuhan, aku benar-benar kehilangan pekerjaan ku, bagaimana dengan nasip ibuku jika aku seperti ini? Aku harus mendapatkan pekerjaan baru," batin Sekar sambil berjalan gontai kembali ke kontrakan nya.

Ya, ibunya Sekar sudah tua, ayah nya sudah lama meninggal, pekerjaan Sekar semata-mata seluruh gajinya untuk biaya pengobatan sang ibu di rumah sakit, Sekar yang tidak ingin kehilangan ibunya melakukan apapun untuk pengobatan sang ibu.

Sementara itu, Pandu dan asisten nya Monica, baru saja keluar dari sebuah restoran karena ada makan siang bersama klien, tampa sengaja melihat Sekar yang ada di pinggir jalan dengan wajah kusut nya.

"Pak Pandu, kenapa tidak masuk ke mobil?" ucap Monica yang saat itu membuka pintu mobil untuk Pandu, awalnya mereka bersiap-siap untuk kembali ke perusahaan.

"Kau masuk saja dulu," ucap Pandu yang kemudian meninggalkan Monica dan menghampiri Sekar.

"Siapa wanita itu? Kenapa dia berhasil menarik perhatian pak Pandu?" ucap Monica dengan tatapan yang tak bisa di artikan.

Dia pun memutuskan untuk mengikuti Pandu dan mengabaikan perintah Pandu barusan.

Tiga menit kemudian ...

"Sekar," sapa Pandu.

"Tuan muda," ucap Sekar seketika memasang wajah ceria nya.

Inilah Sekar, dia tidak akan membiarkan orang luar tau kalau dia sedang tidak baik-baik saja.

"Ada apa dengan mu?" ucap Pandu penasaran.

"Tidak ada apa-apa, kenapa tuan muda ada di sini?" ucap Sekar kebingungan.

"Aku ada urusan, kau sendiri, kenapa terlihat sangat tidak senang?" ucap Pandu tak percaya kalau Sekar tidak apa-apa.

"Bagaimana ini ya? Apakah aku katakan saja yang sebenarnya kepada tuan muda Pandu tentang aku yang di pecat karena menyembunyikan rahasia Viola dari kak Liam? Ah tidak, tidak boleh, aku khawatir kalau Viola tau hal ini dan dia akan merasa bersalah," batin Sekar.

"Sekar, apa yang kau pikirkan? Aku bertanya kepada mu, kenapa kau malah melamun?" tanya Pandu lagi.

Namun, baru saja Sekar ingin angkat bicara, tiba-tiba Monica datang menghampiri mereka.

****

1
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kesian Zehan sih udah suami istri malah udah cinta tapi gak bisa nyentuh Viola...
Felycia R. Fernandez
good Hans👍👍👍
👑公爵夫人🪷: hihihihihi
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Disini Viola gak bisa jadi istri yang punya firasat ke suami.malah ngerti Hani.walaupun bisa dikatan hani udah lama kenal Zehan,tapi kan sebagai istri seharusnya lebih peka
👑公爵夫人🪷: betul banget 🤭🤭
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Sundel bolong 😠
Felycia R. Fernandez
ini ngapain lagi sekretaris ikut campur urusan boss nya
Felycia R. Fernandez: siiip kk Thor...
aku pembaca setia mu 😆😆😆
total 4 replies
Felycia R. Fernandez
jangan ragu,kamu bisa kerja di perusahaan Pandu
Felycia R. Fernandez
udah tau adik sepupu butuh biaya untuk Tante nya malah di pecat,gak profesional lho ...😠
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
duuuh nona muda,mulut nya lho
😆😆😆😆
Felycia R. Fernandez
Langsung terlacak ke Zehan ya,bukan ke Pandu lagi
Felycia R. Fernandez
Berarti disini Liam tidak tau ya kalau viola anak orang kaya???🤔
Felycia R. Fernandez
makanya gak usah sok nolak suami deh Vio, akhirnya kamu butuh Zehan juga kan 😆
Felycia R. Fernandez
Semoga infonya gak setengah setengah ya,biar Liam tau kalau Viola sudah kembali ke keluarga dan sudah menikah.bukan hanya kecelakaan dan lumpuh
Felycia R. Fernandez
ho'oh...
semua perhatian mu selalu di terima lain ma Viola...
Sabar ya Zehan...tunjukan terus niat tulus mu ma Viola,lama lama ntar vio luluh juga
Felycia R. Fernandez
naaah itu...
sama pikiran kita Zehan 😆😆😆
Felycia R. Fernandez
Zehan
Felycia R. Fernandez
Perasaan Viola nethink Mulu ke Zehan...😞
Dulu dengan Liam kok cupu bener sampai bolak balik di kibulin
Felycia R. Fernandez
Lah,kenapa pisah kamar Ze??? 🤔
Felycia R. Fernandez
wow 6 lantai ...
Felycia R. Fernandez
kamu nya aja yang cerewet 😅😅😅
Felycia R. Fernandez
Dulu juga kamu ninggalin papa dan kk mu demi pacar,sekarang ninggalin papa dan kk demi suami malah keberatan... jalani hidupmu sebagai istri Vio,tau diri.Zehan juga gak kejam kejam amat,mulut nya aja yang pedes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!