Berlatar di Seoul, Seo Yerin adalah wanita karier sempurna yang hidupnya hancur setelah diracuni oleh suaminya sendiri dan dikhianati sahabat dekatnya. Namun setelah kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu tepat di hari saat dirinya dilamar.
Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Pertama, dia menghajar orang yang melamarnya tepat di hadapan semua orang dan merencanakan balas dendam kepada sahabat dan semua orang yang membuatnya menderita.
Namun di tengah usahanya mengubah takdir, ia tanpa sadar terlibat dengan seorang pria berbahaya dari dunia bawah tanah—seorang mafia dingin yang juga sedang menyiapkan balas dendamnya sendiri.
Apakah pembalasan dendamnya dapat membawanya menuju kebahagiaan? Atau malah membuatnya semakin terseret ke dalam jurang neraka? Saksikan perjalanan Yerin hanya di novel ini ☺️☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuciptaYasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25 Pilihan terakhir Nara
Nara hampir kehabisan kata-kata setelah mendengar keseluruhan cerita masa lalu Yo-han.
Kini ia paham dari mana asal kekosongan di sepasang mata pria itu. Yo-han bukan lagi manusia yang berjalan dengan hati nurani; dia adalah produk dari dendam kesumat yang diciptakan oleh darah keluarganya sendiri.
Meski rasa bersalah atas kekejaman ayah dan kakeknya, Nara menolak untuk tumbang. Ia mencengkeram tepi meja rapat, mengais sisa-sisa harga diri yang nyaris habis.
Ia menatap Yo-han dengan tatapan yang menolak menolak tunduk.
"Aku tidak akan membela mereka," suara Nara bergetar namun berusaha tegas. "Keluarga Geumryeon bersalah padamu. Ayah, kakek... apa yang mereka lakukan padamu adalah dosa mereka dan aku tidak punya hak untuk memintamu memaafkan mereka. Tapi..."
Nara melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka. "Kenapa Seo Yerin? Kenapa harus dia yang kau seret ke dalam lingkaran setan ini? Dia tidak tahu apa-apa! Dia tidak punya utang darah dengan keluarga Geumryeon!"
Yo-han tidak langsung merespons pertanyaan itu. Rahangnya mengeras samar.
"Aku tidak pernah berniat menyeretnya ke dalam masalahku," sahut Yo-han. Suaranya datar. "Kau yang membuatku terpaksa melakukannya, Nona Nara."
Kilat dingin melintas di mata Yo-han. Ia tahu persis seberapa besar Nara menghormati Seo Yerin. Nara adalah tipe yang akan melompat ke dalam api demi melindungi sahabatnya—dan bagi orang seperti Yo-han, loyalitas buta seperti itu adalah kelemahan yang terlalu mewah untuk diabaikan.
Menjadikan Yerin sebagai sandera emosional adalah satu-satunya cara mutlak untuk menundukkan cucu Yeon Janghwa.
Nara tertawa hambar. Setitik air mata frustrasi lolos ke pipinya yang pucat. Tumbuh di antara para pendosa di lingkungan Geumryeon membuatnya tidak bisa dibodohi.
Ia langsung paham isi kepala pria di depannya.
"Kau... kau ingin memanfaatkannya untuk mengendalikanku, bukan?" bisik Nara, suaranya penuh kepedihan. "Kau sengaja mendekatinya agar aku berlutut di bawah kakimu!"
"Itu benar," balas Yo-han tanpa kedipan, mengakui taktik kotornya. "Kau mungkin sudah membuang nama Yeon dan sudah lama meninggalkan urusan keluarga untuk hidup sebagai orang biasa. Tapi kau masih memiliki cukup banyak kekuasaan disana. Pengaruhmu jauh lebih kuat dari Yeon Minji yang sedang di penjara sementara posisimu hampir setara dengan Yeon Minjoon."
Yo-han menunduk sedikit, mengunci tatapan Nara pada jarak yang mengintimidasi. "Untuk menumbangkan Geumryeon sampai ke akar-akarnya, aku butuh kau berpihak padaku. Dan Seo Yerin adalah kunci yang aku perlukan."
Nara mengepalkan tinjunya begitu erat hingga kuku-kukunya memutih. Penyesalan terlambat datang menghantamnya. Keputusannya menyembunyikan identitas dan menjadi asisten Yerin demi mencari ketenangan, justru menjadi bumerang yang mengarahkan moncong senjata tepat ke dada sahabatnya.
Keheningan kembali menguasai ruangan, menyisakan deru napas Nara yang memburu di paruh keputusasaan.
Ia memejamkan mata sejenak. Di balik kelopak matanya yang tertutup, ia melepaskan ego, ketakutan, dan sisa harga dirinya yang telah hancur.
Saat matanya kembali terbuka, riak air mata itu sudah menguap. Yang tersisa hanyalah binar dingin yang nekat, berbaur dengan kebencian murni yang diarahkan tepat pada pria di depannya.
Ia melangkah maju, mengabaikan getar di tubuhnya.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Nara. Suaranya mendadak stabil, dingin, memotong semua basa-basi politis. "Katakan padaku, Eksekutif Kang. Apa yang harus kulakukan agar kau menarik tangan kotormu dari kehidupan Yerin?"
....
Hari-hari berikutnya berlalu seperti aliran air yang tenang namun menyimpan arus kuat di bawah permukaannya.
Seo Yerin tidak lagi membuang waktu untuk meratapi masa lalunya yang kelam. Di sela-sela kesibukannya bekerja di Seorin Fashion, jarinya mulai menulis di atas kertas, mencoret lembar demi lembar cetak biru untuk masa depannya.
Ia sama sekali tidak berniat untuk mengabdi selamanya di perusahaan mode milik ayahnya. Yerin ingin mendirikan kerajaannya sendiri—sebuah brand kosmetik yang sangat ia rindukan dari kehidupan sebelumnya: Queen Beauty.
Siang itu, cahaya matahari menembus kaca besar ruang kerja Yerin, menyiram meja marmer tempatnya menyebarkan beberapa draf proposal.
Yerin mendongak, menatap Nara yang baru saja meletakkan secangkir teh hangat.
"Nara, aku sudah memutuskan," ucap Yerin, matanya berbinar penuh tekad. "Aku akan membangun perusahaanku sendiri dari nol. Aku akan mendaftarkannya atas namaku sendiri, bagaimana menurutmu?"
Nara yang mendengar itu tersenyum lembut, matanya menyiratkan kebanggaan yang tulus. "Itu rencana yang sangat luar biasa, Nona. Anda memiliki bakat dan visi yang lebih dari cukup untuk mewujudkannya."
Mendapat dukungan itu, Yerin langsung bangkit dari kursinya dengan antusias. Ia menggenggam kedua tangan Nara erat-erat.
"Karena itu, aku ingin kau menjadi orang pertama yang berdiri di sampingku. Ikutlah bersamaku, Nara! Jadilah karyawan pertama Queen Beauty. Kita akan menaklukkan dunia bersama-sama!"
Nara sempat tertawa geli melihat binar kekanak-kanakan di wajah bosnya itu. Namun, tawa itu tidak bertahan lama. Detik berikutnya, senyum di bibir Nara perlahan memudar, digantikan oleh kesedihan yang mendalam di matanya.
Ia perlahan menarik tangannya dari genggaman Yerin. "Maafkan saya, Nona Seo..." ucap Nara lirih.
"Sepertinya... saya tidak bisa bergabung dengan Anda."
Alis Yerin bertaut. "Kenapa? Apa kau khawatir perusahaan baru yang kubangun ini akan langsung bangkrut di tahun pertama? Kalau itu alasanmu, tenang saja! Aku bisa menjamin dengan seluruh hidupku kalau Queen Beauty akan menjadi brand terbesar di Asia, bahkan dunia!"
Nara meremas jemarinya sendiri di balik saku roknya, menahan gejolak emosi yang mendesak dadanya. "Bukan begitu... Saya tahu Anda pasti bisa mewujudkannya. Karena Anda adalah orang yang sangat hebat..."
Yerin terdiam, menatap lekat-lekat wajah asistennya. Di dalam hatinya yang terdalam, ia tahu ada sesuatu yang tidak beres.
Beberapa hari terakhir ini, sikap Nara berubah drastis. Wanita itu menjadi sangat overprotektif, selalu memastikan keamanannya secara berlebihan, dan matanya sering kali menyiratkan rahasia besar yang sengaja disembunyikan.
Namun, Yerin memilih untuk menghormati privasinya; ia tidak akan memaksa Nara bicara jika saatnya belum tepat.
biasa'a akan mengulangkan kejadian" sblm'a
keren crita'a
bagus alur'a... jgn smp gk lanjut ya thor
oowh... ternyata anak pungut yg menguasai dunia bawah calon'a yerin, gpp yg penting kuat smua
😂🤭
betul g yaa🤔
lanjuuut thor💪
aah inilah org yg akan menolong yerin, seorang dr dunia bawah