hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.
yuk mulai baca biar gak penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. ayam bertelur
Delisa melempar tasnya keatas sofa dan duduk dengan wajah yang kusut seperti baju yang belum di setrika, mama Rania dan Bayu hanya saling pandang berbicara lewat mata,
" ada apa sayang pulang sekolah kok asem gitu wajahnya " ucap mama Rania halus
" mah papa dulu pernah Bunya mantan gebetan ga " ucap delisa menanyakan hal konyol menurut Bayu,
" hm kayaknya enggak,tapi kalau yang suka papa kamu banyak,emang kenapa nak kamu nanya gitu " ucap mama Rania penasaran
" tuh kan papa aja gak ke gatelan " ucap delisa manyun
" siapa yang ke gatelan del " ucap Bayu tambah bingung
" tau ah aku lagi gak mood " ucap delisa merebahkan diri di atas sofa dan menutup mata nya
" adek kamu kenapa bay kok aneh gitu " ucap Mama Rania berbisik bertanya pada Bayu
" enggak tau mah " ucap Bayu berbisik
" Del kamu belum makan ayo makan dulu" ucap bunga yang ternyata ikut kerumah sakit tadi dia izin beli makanan diluar menggunakan mobil delisa dan membeli beberapa buah untuk Bayu
" by kamu tau dia kenapa " ucap Bayu pada bunga
" enggak tau kak sejak masuk sekolah sampai pulang delisa kayak uring uringan " ucap bunga menaruh keranjang buah di meja
" bunga gue laper " ucap delisa bangun dari baringan nya
" iya " ucap bunga dengan telaten menyiapkan makan delisa
" maaf ya nak bunga ngerepotin kamu" ucap mama Rania
" gpp Tante,aku udah anggap delisa sodara " ucap bunga setelah menyiapkan makan delisa ia duduk di kursi sebelah Bayu mengupas buah jeruk dan menyuapi Bayu
" manja Lo " ucap delisa pada Bayu dan segera mengambil nasi chiken katsu miliknya
" sirik bilang bos " ucap Bayu setengah mengejek
Ting ( notifikasi ponsel delisa) ( husband 🥶🤍🤑)
Sayang
cinta
kekasih ku
milikku
pujaan hatiku
jangan diami suamimu ini sayang 🥹( husband 🥶 🤍 🤑).
Delisa tidak mempedulikan pesan dari Alvaro dia hanya melihat sekilas lalu melanjutkan makannya
Dan tidak lama ponsel Bayu bunyi, Bayu melihat nama yang tertera ternyata Alvaro Bayu mengangkat panggilan telepon dan mengaktifkan sepiker hpnya
* hallo bang *
* delisa ada sama kamu bay * ucap Alvaro
* iya dia lagi makan tuh *
* hmm tolong suruh balas pesan saya * ucap Alvaro
* Del * ucap Bayu menatap delisa yang masih fokus dengan makanan nya
" bilang dia gue sibuk " ucap delisa masa bodo
* sayang jangan diamkan mas,ini buat mas tersiksa * ucap Alvaro yang ternyata mendengar kalimat delisa
" yaudah sana sama Clarissa aja biar enggak menderita " ucap delisa menyudahi acara makanan nya
* mas maunya kamu bukan dia * ucap Alvaro
* Al aku merindukan mu * ucap seorang wanita diseberang sana
* shit, keluar Clarissa* ucap Alvaro dengan nada teriakan,delisa dengan api cemburu segera melangkah ke arah Bayu mematikan panggilan telepon itu, setelah itu menyambar jaketnya dan kunci mobil entah mau pergi kemana
" Del,delisa " teriak Bayu
" delisa " mama Rania juga ikut memanggil nama delisa
" aku aja yang kejar Tante " ucap bunga mengejar delisa keluar ruangan perawatan Bayu
Bunga menarik pergelangan tangan delisa membawanya ke lift menekan tombol paling atas atap rumah sakit,setelah mereka sampai delisa segera melangkah ke sisi tembok yang tinggi menghadap langit yang cerah.
" Lo kenapa Del " ucap bunga mengikuti jejak delisa tapi dia bersandar menghadap kedepan kepala menoleh kearah delisa
" gue sendiri juga enggak tau,kenapa gue bisa semarah ini, dulu kalau sama kak Arsya enggak gini " ucap delisa bingung dengan perasaan nya
" Lo cemburu atau ngerasa takut kalau misalnya kak Alvaro beralih hati " ucap bunga
" mungkin bisa dua-duanya atau gue pernah kehilangan makanya rasanya beda " ucap delisa
" Del Lo tau hubungan yang sehat itu komunikasi apalagi Lo udah nikah harusnya bisa menyikapi dengan cara dewasa " ucap bunga
Delisa terdiam benar kata bunga enggak seharusnya dia tidak bersikap kekanak-kanakan bukan kah dia juga punya masalalu,tapi entah kenapa perasaan delisa gelisah takut marah, tanpa sadar bunga udah pergi dan digantikan Alvaro yang sudah acak-acakan wajah kusut.
" gue kekanak-kanakan ya " ucap delisa
" enggak itu wajar sayang " ucap Alvaro memeluk tubuh delisa dari belakang dagunya turun kearah pundak delisa
" loh kapan mas sampai sini " ucap delisa heran juga dia cepat sekali Alvaro datang ke rumah sakit
" barusan,mas enggak mau buat kamu overthinking " ucap Alvaro
delisa hanya diam masih dengan Alvaro memeluknya dari belakang, delisa melepaskan pelukan Alvaro, ia melangkah pergi Alvaro mengikuti nya dari belakang Masuk lift bersama tanpa ucapan apapun.
Ting ( notifikasi Black drak 💀☠️ )
Info ayam bertelur dong ( Aldi )
Buat apa Lo ayam bertelur ( Anya )
kakak ipar gue ngidam suruh cari ayam bertelur ( Aldi )
pak satpam sekolah kayaknya punya deh ( you )
Info rumah nya ( Aldi )
belakang sekolah dekat kebun ( pak Roy)
Reel itu pak ( Aldi )
Iya ( pak Roy)
delisa tiba-tiba punya ide untuk menjahili Alvaro, mereka berdua masuk kedalam ruang perawatan Bayu,bunga sudah duduk anteng dengan Bayu yang tertidur sehabis minum obat.
" mas mau aku maaf kan "ucap delisa
" hmm " guman Alvaro mengangguk mengiyakan
" cariin aku ayam bertelur" ucap delisa bunga yang mendengar hanya menahan tawanya melihat reaksi wajah Alvaro yang syok
" eh gimana sayang " ucap Alvaro tiba-tiba tuli
" aku ingin ayam bertelur terus telurnya di cat warna warni " ucap delisa tersenyum membayangkan telur warna warni
" kamu kayak orang ngidam delisa " ucap mama Rania menggeleng tidak habis fikir dengan isi otak delisa yang banyak akal,
" ya emang harus ngidam dulu baru minta " ucap delisa menatap mamanya
" mau kan mas mencarinya 🥺 " ucap delisa dengan tatapan memelas
" mas harus cari kemana " ucap Alvaro lemas sendiri mendengar permintaan konyol delisa
" yaudah kalau enggak mau,aku cari sendiri " ucap delisa ingin beranjak pergi
" ehh iya mas cari sekarang jangan kemana-mana,oke " ucap Alvaro menahan pundak istrinya
" baiklah semangat ya " ucap delisa tersenyum senang
Alvaro segera pergi mencari apa yang delisa mau, dia menghubungi Roy dan Afnan untuk membantu mencari ayam bertelur,