mantan tim keamanan negara yang bernama Darren mengundurkan diri tinggal ditengah hutan, dirinya dikabarkan oleh sahabatnya bahwa presiden hilang. akhirnya Darren dan tim khusus dibawah naungan Samuel menyusun rencana untuk membebaskan presiden Roland dari jeratan musuh. masalah cinta, konspirasi, serta manipulasi diungkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
the return of Mr Darren
...Anak buah Darren tewas di tempat sedangkan Antony terlempar ke jurang yang dibawahnya ada sungai yang mengalir deras....
...Samuel keluar mobil berlari menolong anak buahnya, “dia tewas” ucap nya memberitahu timnya yang lain....
...“Lalu pria itu?”....
...Samuel menggelengkan kepala pelan dengan wajah sedih....
...Keesokan harinya Antony sudah terbaring di kamar rumah sakit ditemani Alexo yang duduk santai di sofa samping bed Antony, “kalau tidak ada perubahan suntik mati saja” ucapnya kepada dokter yang memeriksa Antony....
...“Tunggu beberapa hari lagi nanti juga akan sadar”....
...“Saya gak suka menunggu, masih banyak hal yang harus dia lakukan untuk saya”....
...Dokter keluar dengan suster....
...“Bos, ada telpon” ucap asisten Alexo yang memberikan ponselnya karena ada telfon masuk....
...“Patrick” gumamnya melihat layar ponsel yang menelepon nya adalah Patrick, orang yang akan dijadikannya pion....
...“Siapa anda mencari saya?” Tanya Patrick dengan nada sombong....
...“Saya Alexo, kalau ada waktu aku ingin berbincang denganmu”....
...“Saya gak ada waktu untuk mengobrol, saya gak kenal dengan anda jadi saya gak tertarik”....
...“Keangkuhan dan kesombongan mu tak akan membuatmu bisa membalaskan dendam mu kepada orang yang sudah membunuh adikmu”....
...“Maksudmu apa?”....
...“Aku akan bantu kamu membalaskan dendammu kepadanya sehingga tak ada lagi orang orang yang berada disisinya bahkan orang lain pun tak mau berdekatan dengannya”....
...“Oke aku setuju”....
...“Besok kita ketemu di klub Bohari jam delapan malam”....
...“Oke”....
...Tak lama Alexo mematikan telponnya Anthony pun akhirnya sadar, “bos” ucap Antony merasakan nyeri di sekujur badannya....
...“Jangan banyak gerak”....
...“Maaf bos misi kita gagal”....
...“Simpan maafmu karena aku gak butuh, pulihkan badanmu agar kamu bisa segera melakukan hal yang kita rencanakan sebelumnya” ucap Alexo berdiri....
...“Bos…”....
...“Saya ada perlu, dokter dan suster akan menjagamu 24 jam disini” ucap Alexo merapikan jasnya....
...Kembali ke masa sekarang, Patrick yang ditolong oleh anak buahnya langsung membawanya pergi dari gedung. Baku tembak pun tak terelakkan, anak buah Patrick menembaki kearah sean sedangkan Sean menembaki kearah anak buah Patrick. Darren yang pingsan dipapah oleh Mega dan Clara, sedangkan Sean menembaki kearah anak buah Patrick agar mereka tidak mengejar mereka....
...“Kita mundur saja dia sudah tumbang, dia bukan lagi ancaman” ucap Patrick kepada anak buahnya pergi....
...Darren dibawa keluar gedung melalui pintu belakang yang disana sudah ada Hans yang siap menyetir mobil, dengan cepat Hans memutar mobilnya....
...“Mobilnya kenapa?” Tanya sean panik....
...“Anak buah Patrick yang merusak mobil kita sampai kaca dan bemper nya penyok” ucap Hans....
...“Jack tertembak?” Tanya Mega khawatir saat melihat Jack terbujur lemas di dalam mobil bagian belakang yang dipangku Sandy....
...“Ayo masuk” ajak Hans untuk masuk mobil....
...“Pelan pelan Darren” ucap Clara sesenggukan....
...“Tahan pak, saya akan bawa anda ke rumah sakit segera” ucap Hans yang ...
...Langsung ngegas mobilnya....
...“Ke Rumah sakit tempat saya kerja saja” usul Clara....
...“Baik” ucap Hans sambil melirik ke belakang dengan melihat kaca spion dalam mobil....
...“Patrick gimana ga?” Tanya Sandy kepada Mega....
...“Patrick terluka karena tembakan Sean namun Patrick juga berhasil menembak pak darren, kita saling melindungi makanya kita tadi baku hantam dengan anak buahnya” jawab Mega....
...“Aku tahu tadi aku dengar” ucap Sandy....
...“Jack gimana?” Tanya Mega balik....
...“Gak apa apa hanya luka kecil” jawab Jack tertatih menahan rasa sakit....
...“Luka kecil apanya. Darahmu tuh keluar banyak sampai bajuku saja aku lepas untuk menahan darahmu” ucap Sandy sedikit kesal dengan Jack....
...“Jangan kesal gitu” ucap Jack tersenyum sambil memandangi Sandy....
...“Pak bisa tahan sampai rumah sakit?” Tanya Sean cemas....
...“Hans bisa lebih kencang sedikit kasihan luka Jack pasti parah” jawab Darren....
...“Kamu juga terluka Darren” sahut Clara sambil merangkul Darren....
...Darren menegakkan badannya melepas pelukan Clara, “aku gak apa apa hanya sedikit terkejut saja karena tembakan Patrick tadi” ucap Darren sambil membuka jaketnya dan mengambil arloji dari dalam saku bajunya....
...“Arloji ini…”....
...“Iya milik ayah” ucap Darren tersenyum....
...“Ayah masih melindungiku” sahut nya lagi sambil memandangi wajah Clara....
...Clara dengan sikap spontan memeluk Darren, “aku khawatir sama kamu”....