Ayahnya 'Raja Neraka', putranya sangat pemaaf. Tapi semua orang lebih takut pada si pemaaf, padahal energi internalnya lemah.
Kekuatan tidak dikenal!
Latar belakang tak diketahui!
Sebenarnya rahasia apa yang dimiliki Long Jue?
Kenapa semua orang takut padanya?
Penasaran?
Ikuti kisahnya hanya di: NovelToon/MangaToon!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jibril Ibrahim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Wang Baizuchen adalah Penasihat Militer Kekaisaran sekaligus Wakil Ketua Basis Tentara Langit, orang kedua yang paling dihormati di Basis Tentara Langit setelah Long Ziling, satu-satunya orang yang dapat berbicara terang-terangan kepada Long Ziling—bisa dikatakan, guru sejatinya dalam militer.
Sementara Long Ziling mengumpulkan orang-orang melalui kekuatan bela diri, Wang Baizuchen-lah yang meletakkan fondasi dan menyempurnakan Basis Tentara Langit sehingga menjadi organisasi kuat seperti sekarang ini.
Long Jue mengetahuinya.
Dia pernah mendengar Ling Xiao menceritakannya.
Tapi bahkan setelah mendengar nama Wang Baizuchen, Long Jue tidak menunjukkan reaksi apa pun.
Ekspresi lelaki tua itu berubah muram karena kurangnya rasa hormat.
Dia memutuskan bahwa dia perlu membuat anak ini mengerti kehebatannya.
“Hey, Nak! Kau dengar tidak? Kubilang, aku Wakil Ketua!”
“Ya. Saya mendengarnya. Anda baru saja mengatakannya.”
“Kau tahu siapa aku?”
“Ya, tentu. Anda adalah Penasihat Militer Kekaisaran dan juga Wakil Ketua Basis Tentara Langit, Wang Baizuchen.”
“Lalu kenapa kau tidak terkejut?”
“Haruskah…?”
“Kau—”
Wang Baizuchen spontan merongos, memotong cepat-cepat perkataan Long Jue.
“Hmph! Apa kau tahu nama kehormatanku? Jenderal Surgawi!”
Lumayan arogan!
Long Jue menanggapi dalam hatinya.
“Tidak pernah dengar,” katanya pada Wang Baizuchen.
Tidak pernah dengar?
Ini pertama kalinya ada seseorang mengatakan tidak pernah mendengar gelar besarnya.
Di Basis Tentara Langit, ia dikenal sebagai orang kedua setelah Long Ziling.
Tidak seorang pun di Basis Tentara Langit yang tidak mengenalinya—hingga hari ini.
Situasi tak terduga ini menyalakan api persaingan dalam dirinya. Ia bertekad untuk mendapatkan rasa hormat yang ia yakini pantas ia dapatkan.
“Siapa namamu?”
“Long Jue.”
“Oh? Jadi kau kerabat kekaisaran?”
Pantas saja dia begitu sombong, pikir Wang Baizuchen. Darah bangsawan memang selalu seperti itu.
Kerabat kekaisaran?
Long Jue tertegun.
“Apakah si Marga Long itu yang membawamu ke sini?”
Yang dimaksud Wang Baizuchen adalah Long Qingqiu, kakak sepupu Long Ziling yang menjadi salah satu pemimpin pasukan Tentara Langit.
Orang dengan marga Long, terutama dari kerabat kekaisaran, selain Long Ziling, hanya Long Qingqiu satu-satunya yang ada di Basis Tentara Langit.
“Jangan panggil ayah saya seperti itu,” protes Long Jue, tidak mengerti situasinya.
“Oh? Kau sangat mencintai ayahmu, ya?”
“Tentu saja! Dia adalah orang yang paling saya cintai di dunia ini.”
Sampai sejauh ini, Wang Baizuchen masih mengira Long Jue adalah keponakan Long Ziling.
Tapi bukan itu yang membuatnya tak ingin ambil pusing masalah ini, lebih karena terkesan melihat betapa berbaktinya Jue pada ayahnya.
“Baiklah, baiklah. Aku tidak akan memanggilnya begitu lagi.”
“Terima kasih.”
Ajaibnya, meskipun baru pertama kalinya dia bertemu dengan anak laki-laki itu, Wang Baizuchen tidak dapat menahan rasa tertariknya.
“Sudah berapa lama kau di sini?”
“Dua bulan.”
Long Jue refleks berbohong.
“Dua bulan, ya? Jadi kau masih baru. Baiklah, kau lanjutkan saja pekerjaanmu.”
“Ya!”
Long Jue kembali ke rak dan melanjutkan pekerjaannya membersihkan debu.
Wang Baizuchen memperhatikannya sejenak sebelum kembali melanjutkan pencariannya.
“Nah, di mana buku itu? Di sini? Atau mungkin di sana?”
Tampaknya dia sedang mencari buku tertentu.
Menyadari hal ini, Long Jue melangkah mendekat dengan ragu-ragu.
“Apakah Anda sedang mencari buku?”
“Kenapa? Kau ingin mencarikannya untukku?”
“Ya.”
“Lupakan saja. Kau baru dua bulan di sini. Mana mungkin kau bisa menemukannya.”
“Coba saja.”
“Oh?!”
Haruskah aku menggodanya sedikit?
Memutuskan untuk menguji Long Jue, Wang Baizuchen sengaja menyebutkan sebuah buku yang tidak dikenal.
“Baiklah. Kalau begitu, carikan Jian Jin Yang.”
“Oh! Jian Jin Yang ada di rak ketujuh belas, baris ketiga puluh, slot keempat.”
“…Apa?”
Long Jue menunjuk langsung ke lokasi buku tersebut—sebuah teks yang bahkan pustakawan berpengalaman pun kesulitan menemukannya.
Wang Baizuchen memeriksa, dan ternyata benar, buku itu memang di sana.
“Hah…”
Itu pasti suatu kebetulan.
“Baiklah, bisakah kau mencarikan buku lain untukku?”
“Ya.”
“Puisi Tang 300.”
“Rak ketiga belas, baris ketiga, slot kelima.”
Wang Baizuchen memeriksanya lagi, dan terbukti yang ini juga benar.
“Sastra Gelap Bai Jue?”
“Rak keenam, baris ketiga, slot keenam.”
“Sejarah 600 Tahun Wujia?”
“Rak kesepuluh, baris keempat belas, slot pertama.”
Wang Baizuchen tercengang.
Segala sesuatu yang dimintanya berada persis di tempat yang dikatakan anak laki-laki itu.
Ini adalah Aula Kedua.
Mungkinkah dia juga mengetahui lokasi di Aula Ketiga?
Tampaknya mungkin.
Coba saja!
Setelah menguji lebih lanjut, Wang Baizuchen menyebutkan buku-buku dari Aula Ketiga.
“Carikan juga Legenda Han Utara.”
“Oh, itu tidak ada di sini. Itu ada di Aula Ketiga.”
Gila!
Dia bahkan tahu lokasi buku-buku dari Aula Ketiga.
“Bagaimana dengan Riwayat Kaisar Api?”
“Itu juga di Aula Ketiga.”
“Alkimia Seribu Tahun?”
“Ya. Itu juga.”
Setiap buku yang ditanyakannya, Jue mengidentifikasinya dengan benar.
Tidak mungkin dia bisa mengetahui isi semua buku ini, kan?
Tidak! Dia tidak bisa.
Namun firasat buruk mengatakan hal sebaliknya pada Wang Baizuchen.
Tidak mungkin!
Membaca begitu banyak buku tidak akan menyisakan waktu untuk menata rak.
Dan jika dia mengabaikan tugasnya, pustakawan lain pasti akan melaporkannya.
Wang Baizuchen datang untuk memverifikasi salinan versi Jian Jin Yang setelah menemukan ketidaksesuaian dalam transkripsinya.
Namun sekarang dia terpaku pada Long Jue.
Dia menghafal semua judul buku dan lokasi ini?
Jenius! Ingatannya bahkan mungkin melampaui ingatanku di masa keemasanku!
Ini adalah takdir.
Bertemu dengan seorang jenius di tempat Jian Jin Yang berada, dia merasa seolah-olah surga telah mengiriminya anak laki-laki ini.
Meski begitu, dia tidak ingin bertindak terburu-buru.
Dia memutuskan untuk terus menguji anak itu.
“Apa yang kau lakukan sebelum datang ke sini?”
“Saya tinggal di pegunungan.”
“Oh? Apa kau menghabiskan waktu dengan anak-anak seusiamu?”
“Tidak.”
“Jadi kau tinggal di pegunungan bersama ayahmu sepanjang hidupmu?”
“Ya.”
“Hmph.”
Dia tidak pernah berinteraksi dengan anak seusianya?
Keterampilan sosialnya pasti sangat minim.
Dan sekarang, dia ada di perpustakaan, dikelilingi buku-buku dan hampir tidak ada orang.
Wang Baizuchen mulai mengerti mengapa anak laki-laki ini dibawa ke sini.
Dengan ingatan seperti itu, dia sangat cocok untuk perpustakaan.
Tetapi menyimpan harta karun seperti ini terkunci dalam perpustakaan yang berdebu terasa sia-sia.
Dia perlu melindungi anak laki-laki ini dan memanfaatkannya dengan baik.
Satu-satunya masalah adalah kurangnya keterampilan sosial.
“Untuk bekerja di Biro Penasihat Militer, keterampilan sosial sangat penting…”
Dalam pikirannya, Jue sudah bekerja di sana.
“Hmm. Aku harus melatihnya dulu. Dari mana aku harus memulai?”
Wang Baizuchen mengamati Jue sekali lagi.
Matanya yang tajam dan tingkah lakunya yang cerdas semakin mengesankan semakin lama dia mengamatinya.
Dia tak bisa begitu saja mengirimnya ke suatu tempat.
Kurasa aku harus mengunjungi akademi terlebih dahulu.
Dia memutuskan untuk menilai akademi-akademi untuk menemukan yang paling cocok.
Kekuatan Jue adalah kecerdasannya.
Dia harus menghindari akademi yang penuh dengan petarung tak berotak.
Dia tidak akan membiarkan harta ini dirusak oleh orang bodoh.
Masih ada banyak waktu.
Dengan waktu lima bulan hingga semester berikutnya, ia dapat mempersiapkan Jue dengan baik.
“Apakah kau tertarik untuk masuk ke Akademi?”
“Akademi apa?”
“Ini adalah tempat di mana kau bisa bertemu anak-anak seusiamu dan berteman.”
“Tidak—bukan itu maksudku.”
Sebagai generasi wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun di kehidupan sebelumnya, Long Jue tahu persis apa artinya akademi—jenjang pendidikan yang berfokus pada satu cabang ilmu tertentu.
Yang ingin ditanyakannya adalah cabang ilmu apa yang menjadi fokus pendidikan di akademi ini.
Tapi tampaknya Wang Baizuchen salah mengira Long Jue tidak mengerti istilah akademi.
“Jadi, apa maksudmu?”
“Maksudku akademi ini berfokus pada cabang ilmu apa?”
Wang Baizuchen spontan tergagap kehilangan kata-katanya.
Dia juga mengerti ini?