Bagaimana jika Cinta pertama yang kamu pendam selama ini, Tiba-tiba menjadi saudara tirimu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25.
Karena hari ini hari minggu Senja bangun agak siangan sedikit, dia membuka matanya dan teringat sama ciuman panas mereka, sore kemarin.
“Duh, gimana yaa nanti kalau ketemu Kak Biru,” gumamnya sambil memukuli kepalanya. “Kenapa gue liar banget sih,” ucapnya malu melihat dirinya sendiri. Dia kembali menutupi wajahnya dengan selimut dan bersembunyi di balik selimut. Sambil memikirkan ide agar terlihat biasa saja di hadapan Biru.
Hingga beberapa saat kemudian terdengar suara ketokan pintu kamarnya. “Non, di tunggu di meja makan untuk sarapan,” ucap Asih.
“Ya bik, bentar,” teriak Senja kelabakan.
“Duh bagaimana ini?” Tanyanya pada diri sendiri.
Senja buru-buru masuk kamar mandi dengan niatan mau cuci muka saja, tetapi siapa sangka udah ada Biru yang sedang gosok gigi di depan wastafel.
“Kak Biru, maaf,” ucap Senja canggung, dengan cepat dia kembali keluar.
Begitu juga dengan Biru yang terlihat bingung dengan tingkah Senja saat ini. Biru menghela nafasnya dan melanjutkan aktivitasnya. Sambil berfikir jika sore kemarin Senja memang nggak sadar melakukannya.
Hingga beberapa saat kemudian mereka sama-sama bertemu di meja makan dan saling diam, Senja yang masih terlihat canggung dan Biru tetap pada mode tenang dan dinginnya. Bahkan dia sama sekali tidak keluarkan sepatah katapun.
Hingga Biru menghentikan makannya saat melihat kunci mobilnya di berikan oleh bik Asih, “makasih Bik,” ucapnya lalu mengambil kunci tersebut.
“Makasih sama adikmu, dia yang memohon kepada papa,” jelas Arga dengan tenang.
Mata Senja terbelalak saat namanya di sebut, padahal dia sama sekali tidak melakukan hal tersebut.
“Thanks,” ucap Biru kepada Senja dengan singkat, lalu kembali menghabiskan makanannya.
Arga langsung mengode ke arah Senja agar mengiyakan nya. “Sama-sama kak,” jawab Senja dengan berat.
Setelah makan Biru langsung menghampiri mobilnya untuk melepas rindunya selama ini.
“Biru antar Senja ke rumah lamanya, Ada barang yang harus di ambil,” perintah Arga yang Biru yakini nggak bisa di protes. “ Pak Agus mau antar Asih, belanja bulanan,” imbuhnya lagi saat tau reaksi Biru.
“Aku bisa naik taxy kok pa,” tolak Senja dengan halus.
“Nggak, Papa mau Biru jagain kamu selama di sana,” ucap Arga yang membuat Senja pasrah.
Begitu juga dengan Biru yang saat ini nurut saja, dan mengantarkan Senja ke rumah lamanya. Mereka saling diam tanpa ada pembicaraan satu katapun, mereka sibuk dengan pemikiran nya masing-masing hingga sampai di rumah lama Senja.
Rumah minimalis tetapi terlihat sangat rapi dan masih sangat bersih karena seminggu sekali masih di bersihkan oleh mantan asisten Papanya, rumah yang nyaman untuk Senja, penuh kehangatan dan kenangan bersama Almarhum papanya.
“Kak Biru duduk aja dulu,”perintah Senja yang sibuk membuka kunci kamarnya. “Kak Biru mau istirahat di kamar?” Tanyanya dengan ragu. “Biar aku ganti seprai nya dulu,” ucap Senja.
“Bukannya kita hanya sebentar?” Tanya Biru penasaran.
“Sebenarnya aku mau di sini seharian, dan mau ke makam Papa,” jelas Senja pelan.
“Oh,” jawab Biru singkat.
“Gapapa?” Tanya Senja.
“Gapapa, gue males di rumah,” ucap Biru jujur.
“Makasih kak,” ucap Senja semringah.
“Hemb,” jawab Biru. “Angap aja balas budi gue, karena Lu balikin mobil gue,” ucap Biru dengan santai.
Senja bingung mau jawab apa dan dia hanya tersenyum lalu masuk ke kamarnya untuk menganti seprai kasurnya.
...----------------...
..."Semoga Suka Ya☺"...
semangat 🙏😍