Demi melunasi hutang keluarga, Amara (19) nekat merantau ke Jakarta dengan rahasia tubuh yang tak lazim: ia mampu menghasilkan ASI meski masih perawan. Keajaiban itu membawanya menjadi pengasuh bayi milik Arlan, pengusaha dingin yang dikhianati istrinya.
Saat bayi Arlan menolak segala jenis susu formula, hanya "anugerah" dari tubuh Amara yang mampu menenangkannya. Namun, rahasia itu terbongkar. Bukannya marah, Arlan justru terobsesi. Di balik pintu kamar yang tertutup, Arlan menyadari bahwa bukan hanya putranya yang haus akan kehangatan Amara—ia pun menginginkan "jatah" yang sama.
Antara pengabdian dan gairah terlarang, Amara terjebak dalam jerat cinta sang tuan yang posesif. Apakah ini jalan keluar bagi kemiskinannya, atau justru awal dari perbudakan nafsu yang manis?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audio MangaToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 39 Death Forest
5 orang pemain sedang melakukan perburuan di Death forest. Mereka terus menyerang musuh setiap kali mendapatinya dengan brutal. kelompok ini dipimpin oleh Lyon yang baru terbentuk beberapa hari sebelumnya.
**
Sebelumnya.
Akhirnya dia sudah berada dilevel 70. Jadi Lyon memutuskan untuk kembali setelah merasa cukup dengan level yang dia dapatkan pada hari ini. "Sepertinya besok aku bisa berburu lagi di Death Forest," gumamnya sambil berjalan kembali ke Reihant.
Beberapa menit berlalu, Lyon pun tiba di markas Guild-nya lalu masuk kedalam. Namun, ketika dia masuk, Sinon sudah mendatanginya dengan langkah yang sangat cepat. Lyon yang melihat itu sedikit heran. Kenapa dengan dia??
"Lyon!!"
Wajahnya terlihat sangat serius ketika mendatangi Lyon. Lyon langsung berpikir. Apakah aku membuat kesalahan?? Lyon mencoba mencari kesalahannya yang membuat Sinon begitu. "Anda dari mana saja Pemimpin, dari tadi saya sudah mencari cari anda."
"Yah seperti biasa, saya sedang sibuk menaikkan level, jadi saya jarang berada di sini," kata Lyon menjawab pertanyaan Sinon.
"Apakah anda bisa jelaskan bagaimana anda mendapatkan semua barang barang yang anda berikan kemarin." Sejak beberapa hari yang lalu, setelah bertemu dengan Hector, Sinon menjadi sangat penasaran kepada Lyon dari mana dia mendapatkan barang-barang seperti itu. Jadi dia memutuskan untuk mencarinya dan bertanya.
"Yah, itu semua karena saya beruntung... Itu saja." Lyon menjawabnya dengan singkat.
Namun sebuah ketidakpuasan terpancar dari wajah Sinon. Lyon yang melihatnya, berusaha untuk mencoba mengalihkan pertanyaannya, "Nah Sinon, apakah kamu mau menemani saya pergi ke Death forest besok? Saya akan melakukan perburuan di sana."
Raut wajah Sinon berubah, dia mulai memikirkan apa yang di katakan Lyon. Kalau aku bisa ikut dengannya pasti aku akan tahu beberapa hal yang dia sembunyikan. Senyum terbentuk dari wajahnya.
"Hmmm, baiklah saya setuju. Besok kita akan berkumpul di alun alun kota."
"Berarti kamu setuju. Kita akan pergi besok."
Lyon akhirnya merasa lega karena berhasil mengalihkan perhatiannya. Suara langkah kaki terdengar. Seseorang dengan membawa tameng yang besar mendekati mereka. "Hai Lyon, Sinon, apa yang kalian bicarakan...??" Itu adalah DeathNight.
"Yah, kami sedang membicarakan tentang perburuan yang akan kami lakukan besok," jawab Lyon.
"Ohh, apakah saya boleh bergabung dengan anda." DeathNight ingin bergabung dengan party Lyon. Dia sudah lama tidak melihat Lyon karena kesibukannya menjadi ketua guild, Jadi dia memutuskan mencoba bergabung untuk melihat perkembangan Lyon.
"Baiklah kamu juga bisa ikut." Balas Lyon dengan ringan. Dia berpikir Dengan adanya seorang tanker yang berada di party-nya kemungkinan beban Lyon dapat sedikit berkurang.
**
Keesokan harinya
Mereka bertiga berkumpul di alun alun dan membentuk party. Baiklah kalau semuanya sudah berkumpul mari kita pergi. Ucap Lyon yang memimpin party. Mereka berjalan menuju gerbang dan pergi ke Death Forest. Ketika mereka berjalan. Lyon berpapasan dengan Snowly dan Ruby.
"Ruby, Snowly!!"
"Ahh kakak rupanya..." ucap Ruby. Sementara itu, Snowly yang ada disampingnya hanya diam mengangguk kepalanya kepada Lyon. Ruby memandangi mereka bertiga bertanya. "Kakak mau kemana??"
"Ohhh, kami ingin pergi berburu. Apakah kalian juga ingin ikut??" Lyon mencoba mengajak mereka berdua.
Ruby dan Snowly kemudian saling berbisik, "Ruby, bagaimana ini... apakah kita akan ikut??"
"Hmmm, sepertinya kita ikut saja, kita juga memiliki tambahan anggota, jadi mungkin pekerjaan kita akan berkurang," usul Ruby.
Mereka akhirnya setuju dan memandangi kembali Lyon. Baiklah kita akan ikut. Jawab Ruby. Kemudian mereka menerima pesan undangan dari Lyon.
Beberapa menit berlalu, Lyon dan yang lainnya tiba di Death Forest. Lyon menjadi sedikit bernostalgia ketika melihat hutan itu. Dia mengingat kekalahannya pada waktu itu. "Baiklah kalian para serigala, tunggu saja aku!"
Mereka berlima memasuki hutan itu. Ruby sedikit ketakutan melihat hutan itu. "Kak, apakah kita akan baik baik saja." Di antara mereka belum ada yang mencapai level 80. yang paling mendekati hanyalah DeathNight yang mempunyai level 78.
"Sudah, tidak usah khawatir. Kita akan baik-baik saja," jawab Lyon dengan tersenyum lembut. Namun yang di pandangan Ruby, Lyon menunjukkan sebuah senyum yang jahat. Tiba-tiba, semak-semak yang ada di sekitar mereka bergerak gerak. Lyon dan lainnya menjadi waspada dan menghentikan langkahnya. Tidak berapa lama, beberapa serigala keluar dari balik semak semak itu.
-Dark Wolf
Peringkat : Normal
Level : 80
Kesehatan : [ 75.000 / 75.000 ]
-Dark Wolf
Peringkat : Elite
Level : 90
Kesehatan : [ 130.000 / 130.000 ]
Total ada 3 serigala yang menghadang mereka. Lyon dan lainnya mulai membentuk formasi untuk menyerang. "Semuanya! Waktunya kita berkerja."
Lyon mengaktifkan keterampilannya dan melesat dengan cepat menuju Dark Wolf elit. Dengan mengingat kekalahannya yang diakibatkan olehnya, Lyon menyerangnya dengan penuh amarah. "Baiklah sekarang aku akan membalaskan dendamku."
Dengan cepat Lyon memberikan kerusakan kepada Dark wolf itu.
-9.382
-9.382
-9.373
-11.072 kritis!!
..................
Kerusakan hebat muncul di kepala Dark Wolf itu. Mereka yang melihat itu tidak dapat menahan keterkejutannya. Bahkan Sinon menjadi sangat terkejut melihat kerusakan itu. Dia baru pertama kali masuk ke party yang sama dengan Lyon, jadi wajar kalau dia kaget.
Sementara itu DeathNight agak terkejut melihat perkembangan Lyon yang sangat cepat itu. "Hahahaaha! Sekarang anda semakin kuat yah."
Ruby dan Snowly yang melihat itu hanya terkejut sebentar. Mereka sudah tahu kalau kerusakan Lyon tidak masuk akal. "Ruby lihatlah, kakakmu sekarang semakin tidak masuk akal saja..."
"Yah saya sudah tahu."
"Woiii kalian! Cepat bantu aku," teriak Lyon sambil menghadapi ketiga serigala itu.
"Ohhh yah baiklah." Mereka tersadar dari pembicaraan mereka berdua dan membantu Lyon. Mereka mengalihkan perhatian Dark wolf yang lainnya, sementara Lyon mengurusi Dark Wolf yang berperingkat elit itu.
"Sekarang ini adalah urusan kita berdua," kata Lyon dengan dingin. Dengan cepat Lyon kembali bergerak dan memberikan kerusakan.
-9.381
-9.472
-9.283
.............
Kerusakan terus diberikan oleh Lyon. Bar kesehatan Dark Wolf itu berkurang dan terus berkurang. Hal itu membuat dia marah dan membalas serangannya. Namun Kesehatan Lyon belum berkurang sedikitpun. Dia menghindari setiap serangan itu dengan mudahnya.
Beberapa detik kemudian Dark Wolf itu akhirnya mati. Sementara itu, kesehatan Lyon masih belum berkurang sedikitpun. Dia akhirnya puas membalaskan dendamnya. Efek dari batu yang dia gunakan sebelumnya sangat besar. Dia tidak menyesal menggunakan batu-batu itu.
Di sisi lain DeathNight dan yang lainnya juga sudah membereskan sisa sisa dari serigala itu. "Yah akhirnya selesai juga..." ucap DeathNight. Namun dia seketika tersadar dengan Lyon. Dengan cepat dia melihat bagaimana keadaannya Lyon. Saat dia berusaha mencarinya, Lyon sudah berada di dekat mereka.
"Ohhh, lumayan juga kalian dapat mengalahkan mereka," ucap Lyon memberikan komentar. Mereka yang lain langsung melihat ke arah Lyon. "Lyon apakah kamu mengalahkannya...??"
"Yah, dia sangat mudah untuk di lawan. Lebih baik kita masuk lebih dalam, di sini tidak ada tantangan." balasnya dengan nada ringan.
Wajah mereka menjadi datar mendengar ucapan dari Lyon. Namun berbeda dengan Sinon, dia sebelumnya melihat pertarungan Lyon merasa takjub. Dari kerusakan dan gaya bertarungnya membuat dia terkagum kagum.
Setelah mengambil barang barang yang dijatuhkan para serigala itu, mereka memutuskan memasuki hutan lagi. Beberapa menit mereka berjalan. Lyon dan yang lainnya menemukan serigala lainnya.
Sekitar 15 Dark Wolf menghadang mereka dengan 3 diantaranya berperingkat elit. Mereka langsung merasa depresi melihat kawanan serigala yang sedang mendekat itu.
Sementara itu Lyon menjadi bersemangat melihat kawanan serigala itu.
"Baiklah, saatnya untuk mencobanya..." Senyum jahat terpancar dari wajah Lyon.
gimana caranya ya biar bisa nonton