NovelToon NovelToon
Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Rela menunggu kepulangan seorang lelaki selama 5 tahun. Alisa harus dihadapkan dengan kenyataan pahit bahwa gadis yang akan Gus Hafidz nikahi, bukanlah dirinya.

Sebagai salam perpisahan terakhir, Alisa rela menjadi bridesmaid pengantin wanita sebelum ia memilih untuk pergi dari pesantren.

Namun ternyata, kakaknya, Zefano. Pria yang baru pulang dari luar negeri itu jatuh cinta pada Alisa pada pandangan pertama. Dan berusaha menjerat Alisa agar menjadi miliknya. Hingga melakukan hal diluar nalar demi menjadikan Alisa istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alisa sakit hati

Alisa membuka pintu ruangan suaminya perlahan. Saat ia melihat ke arah brangkar. Tubuhnya langsung membeku, plastik berisi makanan di tangannya jatuh, mengejutkan Zefano dan Lora yang sedang berpelukan. Melotot syok.

Lora sontak tergagap, segera melepaskan pelukan mereka. Menatap syok ke arah Alisa, seperti kucing tertangkap basah.

Alisa berjalan lemah mendekati brangkar, matanya tak pernah lepas dari Lora dan juga Zefano. Ia tatap suaminya yang sama sekali tak bereaksi, apalagi merasa bersalah atas tindakannya.

"Apa yang kalian lakukan?!!" Teriak Alisa dengan bibir gemetar, mengepalkan kedua tangannya kuat, jantungnya nyaris ingin lepas dari tempatnya.

"Ak-aku—" Lora tergagap, ia tidak tahu harus bersikap seperti apa di depan Alisa.

"Kamu siapa?"

Pertanyaan yang terlontar di bibir Zefano bak hantaman telak di dada Alisa. Ia tatap Zefano syok, lekas mendekat.

"Aku istrimu mas!" pekik Alisa, menatap tajam suaminya, "Bagaimana bisa kamu memeluk wanita lain di depanku?! Apa kamu gila?!"

Kening Zefano mengerut, lekas menoleh ke arah Lora yang membeku di sampingnya. Meraih tangan Lora hingga membuat kedua wanita itu terkejut.

"Dia istriku, kau siapa sampai mengaku istriku?"

Tubuh Alisa langsung ambruk ke lantai, menatap kosong ke depan tanpa sanggup mengeluarkan kata-kata. Ia benar-benar tak mengerti, suaminya tiba-tiba tidak mengenalinya, namun mengakui wanita lain sebagai istrinya.

Alisa lekas bangkit, berjalan cepat memutari brangkar, menghadap ke arah Lora.

"Ini pasti gara-gara kamu kan?! Apa yang kamu lakukan pada suamiku?! Kenapa suamiku justru mengakuimu sebagai istri?!" pekik Alisa, menatap tajam Lora yang mati kutu di depannya.

Zefano yang melihat Lora di tarik-tarik lengannya oleh Alisa lekas menepis tangan Alisa itu dari Lora.

"Apa yang kamu lakukan pada Lora?! Aku tidak kenal siapa kamu!" pekik Zefano, menggetarkan seluruh tubuh Alisa.

Lora sendiri tak mampu berkata-kata, ia sendiri tidak tau kenapa Zefano justru hanya mengingatnya, namun melupakan Alisa yang kemarin di bela sampai segitunya oleh mantan pacarnya itu.

"Mass!! Aku Alisa! Aku istrimu! Bagaimana bisa kamu melupakanku?! Setelah apa yang kamu perlakukan padaku, setelah apa yang kita lalui bersama, sekarang kamu mencampakanku begitu saja?!" pekik Alisa tak sanggup menahan isakannya, menangis kejang.

Dokter yang mendengar kegaduhan lekas masuk ke dalam. Segera mengecek kondisi Zefano, sementara Alisa masih bersimpuh lemah di lantai, terisak hebat.

Sang dokter lekas melepas stetoskop dari telinganya, menghela nafas panjang, "Mba Alisa." panggilnya.

Alisa lekas bangkit, menghampiri sang dokter, "Suami saya kenapa dok?! Kenapa dia melupakan saya?! Tapi malah mengingat wanita ini?!" tanya Alisa menunjuk Lora histeris.

Sang dokter menghela nafas lagi, wajahnya tampak pucat, menatap Alisa intens.

"Suami anda, mendapatkan cedera otak yang melumpuhkan ingatannya. Sebagian ingatan yang masih baru hilang, sehingga, suami anda hanya mengingat kenangan dari yang lalu-lalu." jelas sang dokter.

Tubuh Alisa kembali lemas, syok di tempat. Ia tatap Zefano yang menatap tajam ke arahnya. Menutup mulutnya syok, menggeleng lemah.

Alisa lekas menghampiri Zefano, meraih kerah baju suaminya itu kuat.

"Apa ini mas?! Kenapa kamu jadi seperti ini?! Aku istrimu, mas! Aku istrimu!!" teriak Alisa histeris, mencoba menyadarkan Zefano yang menatapnya kosong.

"Lihat wajah ini, mas! Bukankah wajah ini yang membuat hatimu ingin memilikiku?! Dimana kelembutanmu kemarin, mas?!"

"Kamu melupakanku begitu saja, sementara aku mengingat dengan jelas kenangan kita. Ini sakit mas! SAKITTT!!!! Kenapa kamu jadi seperti ini mas, kenapa?!" teriak Alisa menjatuhkan wajahnya di dada Zefano, terisak hebat.

Zefano yang menganggap Alisa wanita asing lekas mendorong tubuh Alisa dari dirinya, menatap Alisa dengan tatapan yang jelas tidak suka.

"Wanita yang saya kenal hanya Lora, kamu—saya tidak kenal siapa kamu. Silahkan pergi dari ruangan saya sebelum saya menyuruh satpam untuk mengusirmu!" tegas Zefano, semakin membuat hati Alisa ngilu.

Alisa lekas menghampiri Lora, menarik kembali tangan wanita itu, "Mba tau kan yang sebenarnya?! Jelaskan, Mba! Jelaskan yang sebenarnya! Bukankah kita sama-sama wanita?! Tolong jelaskan pada suamiku, Mba!" seru Alisa memaksa, memohon agar Lora membuka mulutnya demi dirinya.

Kening Lora mengerut bingung, melirik Zefano dan Alisa beberapa kali, menggigit bibir bawahnya gusar.

"Ak-aku...." ia remat ujung dresnya kuat.

Dalam hati, ia senang Zefano kembali bersikap lembut padanya. Soal Alisa, ia sendiri tak begitu merasa harus mengesampingkan perasaannya dari wanita itu.

Namun entah mengapa, hatinya serasa berat, ia—tidak tega. Tapi kesempatan langka seperti ini tentu membuatnya lebih tak bisa melepaskan mantan pacarnya.

"Ak-aku...."

"Ayo ngomong mba! Jelaskan pada Mas Zefano bahwa anda bukanlah istrinya! Mba! Kita sama-sama wanita, tidak seharusnya anda menghancurkan hati seorang wanita lain demi keuntungan mba!"

Lora semakin meremat dress miliknya gusar, ia begitu berat mengucapkan kalimat itu. Apalagi saat bagaimana Zefano memperlakukannya dengan lembut tadi.

Ini adalah pertama kali dalam sejarah Zefano begitu perhatian padanya, lembut dan menyayanginya dengan tulus. Padahal dulu saat masih pacaran saja, jangankan menyayanginya, memeluknya saja setahun bisa dihitung dengan jari.

Alisa semakin menangis histeris, meratapi hidupnya yang hancur dalam sekejap. Ia menatap Zefano saja rasanya asing sekali, saking tajamnya tatapan pria itu padanya. Seolah mereka tidak pernah sedekat itu.

"Ma-maaf, Mba. Saya istrinya."

DEG!

Dada Alisa bak dihantam ribuan palu beton yang mengoyak hatinya sedemikian rupa. Tangan yang semula gencar menarik tangan Lora, kini melemah, luruh tanpa sisa tenaga yang ada.

Alisa tatap kosong dua manusia di depannya seperti tak ada gairah hidup, terduduk lemas di kursi kecil samping brangkar Zefano.

"Kamu bohong." Alisa menggeleng lemah, ia tatap nanar Zefano yang enggan menatapnya, malah justru meraih tangan Lora dan mengelusnya seperti permata.

Alisa yang sudah tak tahan lagi lekas memukul Lora dengan tangannya, "Dasar pembohong! Kamu memanfaatkan hilang ingatan suamiku demi keuntunganmu! Dasar wanita jahat!"

Zefano yang tidak terima Lora diperlakukan kasar sontak bangkit dengan lemah, mencoba untuk duduk, menepis kasar tangan Alisa dari Lora.

"Pergi kamu! Jangan pernah nampakkan wajahmu lagi di depanku! Sedari tadi aku sabar tapi sekarang kamu sudah kelewatan! Saya tidak mengenalimu karena yang saya kenali cuma Lora!"

Lagi, tubuh Alisa terpaku, air matanya luruh kuat. Ia tak membayangkan suaminya yang baru kemarin bersikap lembut dan sangat perhatian padanya, justru melupakannya dan mengusirnya tanpa mau mendengarkan penjelasannya.

Namun Alisa tak ingin menyerah, ia lekas bangkit, menarik tangan suaminya yang memegang lengan Lora itu cepat.

"Maksud kamu apa mas?! Lalu buat apa kamu menikahi ku?! Buat apa kamu bersikap lembut dan meluluhkan hatiku?! Disaat aku sudah cinta saja kamu baru mencampakanku!? Jahat kamu mas, jahat!! Semua sikap lembut dan penyayangmu kemarin gaada gunanya! Aku benci sama kamu!"

Alisa lekas berbalik, mengambil tas ransel miliknya di sofa, lalu keluar dari kamar Zefano dengan membanting pintu. Mengejutkan mereka berdua.

Entah mengapa, dada Zefano tiba-tiba sakit, ngilu sekali. Ia tekan dadanya yang ngilu hebat itu kuat, "Kenapa, hatiku sesakit ini?"

1
falea sezi
pergi sejauhnya biar suami. goblok mu klo uda inget pasti kelabakan🤣 sebel liat laki oon gini pengen tak timpuk🤭 lanjut banyak thor q ksih hadiah deh
falea sezi
pergi aja Alisa biar klo dia inget mampus uda telat🤣 laki. goblok gini males bgt bkin Alisa pergi thor biar gk kayak ikan terbang
Dynhz: hhhi siap, aku juga klo jadi Alisa pergi sih😭
total 1 replies
Winny
👍
AsLan 🦁
diawal-awal udah bagus makin kesini makin pret kaya sinetron ikan terbang, basiiii
Dynhz: maaf yah kalo cerita saya kaya ikan terbang😁🙏🏻makasih sudah mampir😁🙏🏻
total 1 replies
AsLan 🦁
preeeetttlaaaghh
falea sezi
yaa kemana si zafano😕 msak hanyut nanti amnesia lagi😕
falea sezi
lanjut donk
Dynhz: uwokeee😍👍
total 1 replies
falea sezi
jahat bgt si hafiz makan aja itu ning nong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!