NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Hamil

Dibuang Saat Hamil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Single Mom
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Diana Veronika berniat memberi tahu kekasihnya tentang kehamilannya, berharap pria itu akan ikut bahagia.
Namun bukannya bertanggung jawab, Samuel justru meninggalkannya karena tak berani melawan orang tuanya dan memilih wanita dari perjodohan keluarga.
Hamil sendirian, Diana berusaha bangkit demi anaknya, hingga seorang CEO dingin perlahan hadir dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nanti Anda jatuh cinta

“Ciee...”

Diana kembali terkejut. Tadi Niel, sekarang rekan kerjanya.

“Kalian kenapa sih?” tanyanya bingung, menatap heran rekan kerjanya yang tersenyum menggoda.

Tiara mendekat. “Kamu dianterin siapa tuh?” tanyanya dengan nada menggoda.

“Niel,” jawab Diana.

“Bukannya dia bos yang kemarin memesan kue kita untuk di kantornya?” sahut Puspa.

Tiara mengangguk cepat. “Iya, Kak. Kak Puspa harus tahu, dari kemarin Tuan Niel terus lihat Diana nyusun kue loh sampai nggak berkedip.”

“Ra, apaan sih. Dia hanya memantau kita,” bantah Diana.

Puspa ikut menatap Diana dengan tatapan penuh selidik. “Memantau bagaimana? Dia sampai jemput kamu pagi-pagi begini.”

Diana menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Katanya tadi sekalian lewat daerah sini, Kak,” jelas Diana, berusaha terdengar santai.

Tiara langsung mencubit gemas lengan Diana. “Naif banget sih kamu, Na.”

“Ra…” Diana menatap Tiara tak berdaya.

Tiara justru semakin semangat. “Coba pikir deh, dia itu pemilik perusahaan besar. Kalau cuma sekalian lewat, ngapain sampai jemput sendiri? Kalian kan juga baru kenal.”

“Iya juga sih,” sahut salah satu pegawai lain sambil terkekeh.

Diana menghela napas panjang. “Kalian terlalu berlebihan. Aku hamil, punya masa lalu buruk, sementara dia pria sukses. Mana mungkin dia tertarik sama aku?”

Ucapan Diana membuat suasana mendadak sedikit hening.

Puspa mendekat lalu menepuk bahu Diana pelan. “Diana, jangan pernah rendahkan diri kamu sendiri hanya karena masa lalu. Kamu itu perempuan baik yang sedang berjuang untuk anakmu.”

Tiara mengangguk cepat. “Betul. Dan soal hamil? Kalau dia memang tulus, dia bakal menerima semuanya.”

Diana terdiam. Entah kenapa ucapan mereka membuat hatinya terasa hangat sekaligus bingung.

“Sudahlah, kalian bikin aku pusing pagi-pagi,” gerutu Diana sambil berjalan menuju dapur.

Tiara tertawa puas. “Kabur dia!”

Baru beberapa langkah Diana berjalan—

“Diana.”

Semua menoleh bersamaan saat Rosa baru saja datang.

“Iya, Bu?” jawab Diana sopan.

Rosa tersenyum tipis. “Hari ini kamu ikut saya meeting dengan klien penting.”

Diana mengerutkan kening bingung. “Saya, Bu?”

“Iya.” Rosa mengangguk. “Klien itu secara khusus meminta kamu yang datang.”

Deg.

Entah kenapa, wajah datar Niel langsung terlintas di kepala Diana.

——

Dugaan Diana ternyata benar, kliennya adalah Niel.

Rosa mengajaknya meeting di salah satu restoran mewah bersama beberapa klien penting lainnya.

Begitu memasuki ruangan privat restoran itu, langkah Diana sedikit melambat. Beberapa pengusaha sudah duduk di sana dengan pakaian formal dan aura yang tidak main-main, membuat Diana terlihat gugup. Ini pertama kalinya Diana berada di lingkungan seperti ini.

“Tenang saja,” bisik Rosa pelan. “Kamu hanya perlu jadi diri sendiri.”

Diana mengangguk kecil, meski jantungnya masih berdetak cepat.

Tatapannya tanpa sengaja bertemu dengan Niel yang sudah duduk di salah satu kursi. Pria itu tetap memasang wajah datarnya seperti biasa, tetapi matanya jelas tertuju pada Diana beberapa detik lebih lama.

Diana buru-buru mengalihkan pandangannya dan duduk di samping Rosa.

Tak lama, rapat pun dimulai.

Rosa membuka pembicaraan lebih dulu. “Terima kasih karena sudah meluangkan waktu untuk bertemu dengan kami. Saya sangat menghargai ketertarikan kalian pada Castella Cake.”

Salah satu pengusaha tersenyum ramah. “Justru kami yang harus berterima kasih, Bu Rosa. Jujur saja, saya mengenal Castella Cake dari istri dan anak saya terlebih dahulu.”

Rosa tersenyum tipis. “Oh ya?”

Pria itu mengangguk sambil tertawa kecil. “Awalnya anak saya terus merengek minta dibelikan Pavlova dari Castella Cake. Hampir setiap minggu dia memaksa saya membelinya.”

Beberapa orang di meja ikut tertawa kecil.

“Lalu istri saya juga ikut menyukai kue-kue dari toko Anda, terutama Red Velvet dan Pavlova-nya. Katanya rasanya berbeda dari tempat lain,” lanjut pria itu.

Diana menunduk malu sekaligus terharu mendengarnya.

“Itulah alasan saya tertarik untuk bekerja sama. Saya ingin menghadirkan produk Castella Cake di beberapa hotel dan kafe milik saya.”

Deg.

Mata Rosa membulat bahagia.

“Benarkah?” tanyanya memastikan.

“Tentu.” Pria itu mengangguk mantap. “Dan saya rasa pengusaha lain di sini juga punya alasan yang hampir sama.”

Beberapa klien lain ikut mengangguk setuju.

“Kue kalian memiliki cita rasa yang berbeda,” ujar klien lainnya. “Terutama Pavlova itu. Jujur saja, saya bukan pencinta makanan manis, tapi kue itu membuat saya ketagihan.”

Rosa tampak sangat bahagia mendengar hal tersebut.

“Terima kasih atas kepercayaannya,” ucap Rosa tulus.

Sementara itu, Niel hanya diam sejak tadi. Ia membiarkan para pengusaha lain menyampaikan pendapat mereka lebih dulu.

Hingga salah satu klien menoleh ke arahnya.

“Tuan Niel sendiri bagaimana? Bukankah Anda yang merekomendasikan Castella Cake kepada kami?”

Semua mata langsung tertuju pada Niel.

Pria itu tetap tenang. “Awalnya saya hanya penasaran karena banyak karyawan saya menyukainya.”

“Dan sekarang?” tanya salah satu klien lain penasaran.

Niel menatap singkat ke arah Rosa. “Saya rasa keputusan saya tidak salah.”

Rosa tersenyum puas mendengarnya.

Salah satu pengusaha tertawa kecil. “Wah, rekomendasi dari Tuan Niel ternyata memang tidak pernah gagal.”

Ruangan dipenuhi tawa ringan.

Di tengah suasana itu, Diana tanpa sengaja mengangkat wajahnya dan mendapati Niel sedang menatap ke arahnya.

Bukannya mengalihkan pandangan, pria itu justru tetap menatapnya dengan tenang.

Deg.

Diana buru-buru meraih gelas di depannya dan meminum air, berusaha mengabaikan debaran aneh di dadanya.

Salah satu klien tiba-tiba menatap Rosa dengan penasaran.

“Ngomong-ngomong, saya sangat penasaran. Siapa sebenarnya yang membuat kue seenak ini?” tanyanya.

Rosa tersenyum, berniat menjawab.

Namun sebelum Rosa sempat membuka suara, Niel lebih dulu menyahut dengan wajah datarnya.

“Tidak perlu Anda tahu.”

Semua orang langsung menatap Niel dengan bingung, termasuk Rosa.

“Kenapa, Tuan Niel?” tanya salah satu klien sambil tertawa kecil.

Niel menjawab dengan tenang. “Nanti Anda jatuh cinta.”

Deg!

Diana yang sedang minum langsung tersedak.

“Uhuk! Uhuk!”

Niel dengan cepat mengambil tisu di dekatnya lalu memberikannya pada Diana.

“Hati-hati.”

Diana menerima tisu itu dengan wajah memerah karena malu. Ia hanya mengangguk pelan.

——

Huhh...

Diana mengembuskan napas lega. Meeting telah selesai, dan yang paling membuatnya ingin cepat mengakhirinya adalah Niel. Tatapan pria itu sejak tadi tertuju terus padanya.

“Diana, saya ke toilet dulu ya. Kamu tunggu di mobil,” ucap Rosa.

Diana mengangguk, lalu mulai melangkah menuju mobil milik Rosa.

Dari kejauhan, sebuah motor melaju kencang tanpa Diana sadari.

Niel yang baru keluar dari restoran langsung menghentikan langkahnya saat melihat motor melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Diana.

Mata Niel melebar.

“Diana!”

Diana yang mendengar teriakan itu menoleh bingung.

Deg!

Motor itu semakin dekat ke arahnya.

Tanpa berpikir panjang, Niel berlari secepat mungkin menghampiri Diana.

Bruk!

1
Prafti Handayani
Lanjut thor..Gass tross....
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
Thor di tunggu lanjutannya...
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
FIX istrimu Pelacur Samm...
Selamat menikmati kesengsaraanmu...
SELAMANYA!!!
Prafti Handayani
Calon suami dan Daddy buat Diana dan Debay.Mudah"an pria ini lebih berkuasa dri kel Samuel dan Citra.Biar Diana bs bls dendam.Dan calin Daddy bs melindungi Diana dan Debay slmnya.Niar debay nti gag bs diambil alih sm samuel dan keluarganya saat nti tau sam dan citra gag bs punya anak.
Mpusss...
Lia Rahmawati
katanya si Diana pergi jauh,tapi ko toko rotinya Deket sama toko rotinya yang punya si jahat?
Nona Jmn
Hai, kak. Akhirnya mampir di novel baruku😋😍
tia
jahat banget iren ,,makany toko u sepi
tia
semoga karma menghampir u Samuel sekuritas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!