NovelToon NovelToon
Princess Anna

Princess Anna

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Anak Yatim Piatu / Spiritual / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:372
Nilai: 5
Nama Author: Diyah_ell

Namanya Anna.. Dia anak yang polos namun tangguh, berjiwa bebas dan baik hati.. ia terlahir di sebuah gubuk sederhana di dalam hutan yang jauh dari pemukiman warga, meski hidup sederhana, ia merasa hari harinya selalu dipenuhi kebahagiaan.
Hingga sampai suatu waktu, tragedi menimpa keluarga kecilnya dengan tragis.. Ternyata ayahnya adalah seorang putra mahkota, dan Anna pun tiba tiba menjadi seorang Putri.
bisakah Anna beradaptasi di kehidupan barunya??
Lika liku percintaannya dimulai..inilah kisah Princess Anna..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rapat Bangsawan

"Baginda Kaisar memasuki ruangan" ucap penjaga pintu di depan ruang rapat.

Kaisar masuk bersama Deryl Yang mengikuti dari belakang, semua bangsawan telah berkumpul disana, berdiri menyambut kedatangan Kaisar.

"Duduklah.." ucap Kaisar, mereka semua kembali ke tempat duduk masing-masing.

Rapat dimulai dari laporan setiap wilayah, permasalah permasalahan yang dihadapi setiap kepala wilayahnya masing-masing dibahas di tempat itu dan dicari solusinya bersama, meski tetap berunding tetapi Kaisar adalah pembuat keputusan yang absolut.

"Ijinkan saya bicara Yang Mulia.." ucap Count Angelos. Seketika semua orang terdiam.

"Katakan!" jawab Kaisar. Firasat Kaisar tak bagus begitu orang tua itu mulai membuka mulutnya.

"Posisi Ratu menjadi kosong sepeninggalnya putri saya.. Saya akan mengajukan keponakan saya untuk mengisi posisi itu, dia adalah Lady Tifanie Doukas putri bungsu Marquess Doukas" ucapnya lantang.

Kaisar mengernyitkan dahinya, menatap tajam Count Angelos yang tersenyum menyeringai.. Bahkan setelah putrinya meninggal Count masih tetap ingin menjadikan orangnya sebagai senjata.

"Oh..jadi kau bahkan sudah selesai berduka ya Count" ucap Kaisar menyindir.

Count tertegun "Perasaan saya tidak penting jika dibandingkan dengan keberlangsungan kekaisaran Yang Mulia.." jawabnya lihai.

"Itu benar Yang Mulia.. Putri saya juga berhati baik, tulus dan penyayang, dia akan memperlakukan Putri Sylvanna seperti putrinya sendiri" ucap Marquess Doukas.

"Bagaimana mungkin Baginda Kaisar menikahi lady dengan usia yang sama dengan Putri Sylvanna? Apa anda berdua sudah gila?" ucap Duke stephanos.

"Anda adalah pihak yang Netral, tetapi sekarang sepertinya anda akan berubah haluan ya Duke? Ku dengar Putra sulungmu juga menjalin hubungan dengan Tuan putri Sylvanna meski dia sudah memiliki calon tunangan" ucap Count Angelos dengan tersenyum menyeringai melihat raut wajah Duke yang kebingungan. ruang rapat menjadi ribut..

BRAKKK!!! Kaisar menggebrak mejanya.

"Apa kau sedang menghina putriku?" ucap Kaisar yang sedang geram.

"Tentu tidak.. Bagaimana saya berani, saya hanya membahas sedikit tentang putra Duke stephanos, tolong maafkan ketidak hati hatian orang tua ini Baginda.." jawab Count.

"Jangan bicarakan hal hal yang tak ada hubungannya di tempat ini!!"

"Baik Baginda.."

Seseorang kembali mengajukan pertanyaan, "Baginda, anda sudah naik takhta selama kurang dari 6 tahun tapi sampai sekarang anda belum menunjuk Putri Sylvanna yang adalah putri anda satu satunya untuk mengemban tugas sebagai seorang penerus takhta"

"Benar Baginda.. Apakah dimasa mendatang kita akan dipimpin oleh seorang Ratu?" ucap seseorang lagi.

"Benar.. kurang bijak jika seorang wanita memimpin suatu kekaisaran yang besar ini, tapi tidak ada kandidat lain.." gumam seseorang.

"Itulah sebabnya saya menyarankan Baginda menikahi Lady Tifanie Doukas! untuk melahirkan seorang putra mahkota" ucap lantang Count Angelos.

"Anda benar count.. Semuanya menjadi masuk akal.." jawab orang orang yang berada di pihak Count.

"Aku akan memutuskan itu setelah aku berdiskusi dengan Putriku.. Memangnya kenapa jika kekaisaran dipimpin oleh Ratu? Jika ada yang merasa keberatan Putri Sylvanna naik ke posisi putri mahkota silahkan angkat tangan kalian, aku akan membereskan orang itu sekarang juga.." ucap Kaisar dengan lantang. Deryl sudah mulai mengeluarkan pedangnya.

Tentu saja tidak ada yang berani mengangkat tangannya di saat-saat krusial seperti sekarang ini.. Itu membuat Kaisar tersenyum puas.

"Bagus.. Para bawahaanku memang harus tahu diri!" ucap Kaisar.

Rapat berakhir dengan ketidakpuasan bagi para faksi Bangsawan yang diketuai oleh count Darkan Angelos. Count dan pengikutnya pergi dengan raut wajah bersungut sungut.

Semuanya sudah pergi namun Duke Stephanos masih duduk diam disana.

"Kenapa anda tidak pergi Duke?" ucap Kaisar.

"Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda Baginda, saya minta waktu anda sebentar"

"Baiklah.. Apa ini tentang perkataan Count Angelos tentang putramu tadi?"

"Benar Yang Mulia..Saya merasa tidak enak tetapi Saya juga bingung bagaimana ada rumor seperti itu sampai ke telinga Count, tolong maafkan putra saya"

"Karena Count memiliki mata di setiap sudut istana.. Dan Putramu memang mendekati putriku dengan sangat aktif, apa anda tidak tahu itu?"

"Saya tidak tahu Baginda, saya kira Putraku hanya tertarik kepada Putri tanpa tahu bagaimana hubungan mereka sekarang dan apa saja yang sudah dilakukannya"

"Jauhkanlah putramu dari Putriku karena aku juga tidak menyukai hubungan mereka.. Yah.. Pada dasarnya aku memang tidak menyukai semua pria di dekat putriku, jadi kau jangan tersinggung Duke, putriku masih terlalu muda, lalu jika putramu dekat dengan Putriku itu berarti dia siap terluka karena sampai sekarang segala ancaman masih terus tertuju pada kami, dan itu akan berlangsung selamanya.. Alasan itu juga sangat cukup bagimu untuk menghentikan Putramu"

"Baik Baginda.. Saya akan bicarakan dengan Leonard.."

"Aku lebih suka alasan yang terakhir dibanding kau tidak setuju dengan hubungan mereka karena kau merasa putriku tidak cukup pantas untuk bersanding dengan Duke muda Stephanos yang kaya raya!"

"Saya tidak mungkin merasa tidak puas dengan Yang Mulia Putri Baginda"

"Bagus.."

.

Begitu sampai dirumahnya Duke segera memanggil Leonard.

"Apa saja yang sudah kau lakukan? Mengapa aku mendengar rumor tentangmu menjalin hubungan dengan Tuan Putri di rapat bangsawan?" ucap Duke kepada Leonard yang berdiri di depan meja kerjanya.

"Apa Ibu belum bicara dengan Ayah? Saya kan sudah mengatakan kepada Ibu.." jawabnya tenang.

"Ibumu mengatakannya saat aku sedang fokus pada pekerjaanku.."

"Jadi ayah bahkan tidak mendengarkan Ibu? Kenapa sekarang ayah penasaran dan bertanya padaku? Apa yang ingin anda dengar? Apakah tentang hubunganku dengan Putri? Baiklah.. saya hanya akan mengatakannya sekali dan saya tak ada niatan untuk berubah pikiran dengan apapun pendapat ayah! Saya akan terus mengejar Putri karena hanya dia satu satunya wanita yang ingin saya nikahi!" tegasnya.

"Dengan kau bersikeras tanpa memperdulikan keluarga begini kau kira Kaisar akan menerimamu?"

"Yang saya pikirkan hanya Putri, Kaisar akan bertindak sesuai keinginan Putri!"

Duke terdiam.. Ternyata putranya sudah mengetahui dengan jelas tentang situasinya sendiri, Duke cukup tercengang karena putranya yang biasanya selalu hangat dan tenang kini begitu menginginkan sesuatu sampai bersikap sangat keras kepala.

"Hahhh!! Bagaimana pendapat Putri?" tanya Duke lagi.

"Putri tidak menjawab pernyataan ku, tetapi bersikap baik kepadaku"

"Hahhhh.. itu masih belum cukup Leonard.."

"Saya akan berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan hati Putri!" kekehnya.

"Sudahlah.. Aku akan membicarakan tentang perjanjian pertunanganmu dengan Tuan Baron Kenneth terlebih dahulu" Duke akhirnya menyerah meski ia masih kebingungan menghadapi situasi itu.

"Jika ayah bisa mendukung, saya akan sangat berterima kasih dan keamanan keluarga Duke akan menjadi salah satu prioritas saya"

Leonard keluar ruangan dengan bibir tersenyum. Perasaannya lega karena sepertinya mau tidak mau Duke hanya bisa mendukung pilihannya.

"Anna.. Aku telah berjalan satu langkah lagi ke arahmu...tolongg sambutlaah aku.." gumamnya sambil tersenyum.

.

Sejak kedatangannya di istana Putri, Kaisar terus memperhatikan raut wajah Putrinya yang segar dan berseri meski baru sembuh dari sakit nya.

"Minum saja teh Ayah.. Kenapa malah menatapku seperti itu?" ucap Anna.

"Kau baru sembuh tapi kelihatan sangat segar, jadi ayah merasa ada sesuatu?"

"Apa maksudnya ayah?"

"Wajahmu sangat mirip dengan Helena saat Ayah berkata ingin menikahinya.. Benar.. Kau persis sepertinya saat itu..apa jangan-jangan.."

Seketika wajah Anna memerah.. Ia berusaha mengalihkan ucapan "Duh.. Hari ini panas sekali ya Ayah.." ucapnya sembari mengipas ngipaskan tangannya ke wajah.

"Diluar sedang turun salju Putriku.." jawab Kaisar yang semakin curiga..

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!