NovelToon NovelToon
Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:339
Nilai: 5
Nama Author: Ummi Adzkia

yaseer, seorang anak yang hidup di negara konflik. keluarga petani zaitun, namun dia bermimpi untuk mengembangkan usaha orangtuanya dewasa kelak. Namun, karena konflik semakin parah, semua usahanya perlahan runtuh. hingga ketika konflik berhenti, yaseer berusaha sekuat tenaga nya beserta keluarga nya untuk membangun kembali. tapi tiba-tiba hantaman rudal dari penjajah meluluh lantakkan bahan utama usahanya. hingga akhirnya menghancurkan usahanya tak bersisa. akan kah yaseer bangkit kembali atau tamat dengan keadaan fustasi berat? yuk kita simak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummi Adzkia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 26. Aksi nyata

Matahari terbit dan terbenam sudah di lalui selama berbulan-bulan, bulan purnama sudah beberapa kali terjadi. Tapi nasib para pengungsi yang tak jelas akan seperti apa dan sampai kapan mereka akan terus berada di tenda pengungsian.

Apakah harus menjadi warga asli yang terlahir disana. Membangun koloni, mendirikan rumah dan menjadikan sebuah kampung?

Ya kalau di izinkan. Tidur dengan nyaman saja itu seperti sebuah impian besar. Bagaimana tidak, tidur dalam keadaan lapar, atau suara gaduh dari letupan bom dan rudal, atau suara tangisan anak-anak yang meminta makan, seolah semua adalah backsound harian kehidupan mereka.

" Ummi.... Kapan kita pulang...?" Rengek Abia suatu malam karena terlalu ngeri untuk mendengar letupan bom yang tiada kenal waktu.

" Kita harus banyak berdoa ya nak, mungkin saat ini tempat ini terbaik untuk kita.." Ucap ummi berusaha menenangkan putri bungsunya.

Bukan sekali dua kali mereka protes ingin kembali. Mungkin sudah ratusan kali mereka menginginkan kembali.

Rumah, kebun, atau toko yang mereka tinggalkan hanya karena arahan tak jelas. Jika bukan karena todongan senjata atau ancaman nyawa, mungkin mereka tak akan pergi dari rumah mereka.

" Kebun kita ada yang mengurus engga ya mi?" Tanya Yaseer beberapa waktu lalu.

Ya kebun zaitun yang sebenarnya menjadi salah satu sumber penghasilan mereka, sudah hampir setahun mereka tinggalkan. Dan kini seharusnya sudah memasuki masa panen.

" Ummi sudah menitipkan pada Umma Husni, semoga beliau bisa membantu merawatnya ya.." jawab Laila kala itu.

" Umma Husni kenapa tidak ikut kita ummi,?" Tanya Hania yang heran, ternyata tak semua warga kampung nya ikut mengungsi ke selatan seperti keluarga nya.

" Keluarga Umma Husni dan beberapa warga lainnya ternyata di ungsikan ke Balata, dan itu lebih dekat ke kampung kita." Terang Laila.

" Kok ummi tau?" Tanya Hania lagi.

" Ummi pernah menanyakan keberadaan Umma Husni setelah beberapa hari kita di sini." Jawab Laila menghela nafas.

" Ummi, apa yang terjadi kalo zaitun kita semua di rusak oleh penjajah itu?" Tanya Yaseer dengan wajah serius.

" Allah akan mengganti dengan yang lebih baik. Berhusnudzonlah...!"

*****

" Kami ingin kejelasan....!!!" Seru para demonstran di depan basecamp militer zion*s.

" Gagalkan perjanjian..!!!! Pulangkan kami...!!"

Seruan-seruan para pendemo terus bersahutan menuntut hak mereka.

" Kami akan terus melawan!!!"

" Usir penjajah pergi...!! Ini negri kami..!!!"

Entah sudah yang ke berapa kali mereka melakukan aksi seperti ini. Namun belum juga ada kesepakatan antar dua belah pihak. Bahkan sudah terdengar oleh beberapa negara yang mendukung, namun masih juga belum tercapai kata sepakat. hingga di buatlah perjanjian di negeri Mamarika.

Hasilnya, Perjanjian hanya menciptakan dialog awal dan harapan kemerdekaan, namun gagal mencapai perdamaian permanen, justru memperluas permukiman penjajah, memecah belah Palestina, dan memperkuat pendudukan militer penjajah.

Rumah-rumah warga di hancurkan dan di klaim sebagai tanah mereka, miris bukan? Siapa melawan, nyawa taruhannya.

Semakin banyak warga di ungsikan hingga menyebar di berbagai titik di tepi barat hingga selatan Gaza.

Para pengungsi lama akhirnya membangun rumah-rumah mereka sendiri di tanah pengungsian di tambah pengungsi baru usiran dari wilayah yang pendudukan klaim hingga lahan pengungsi an penuh sesak.

" Tuan, kita tidak bisa tinggal diam. Ini sudah sangat mengecewakan rakyat negara kita..." Interupsi Hamid kepada ketua nya, Tuan Ahmad.

" Ya, tanpa kita perintah pun, warga pasti akan turun melawan—

Dan pastinya akan semakin banyak kericuhan dan jatuh korban."

" Sebenarnya, Tingkah para penjajah itu hanya akan memantik kemarahan umat Islam dunia." Lanjutnya.

Hamid dan kelompoknya mengangguk setuju atas pemikiran ketua nya.

" Dan kita akan lihat, sejauh mana negara lain akan merespon dari perjanjian itu..." Tuan Ahmad menatap kosong berita di layar televisi di hadapannya.

Berita yang di tayangkan meliput aksi demostran yang merasa kecewa akan perjanjian yang semakin mencekik mereka.

Belum usai efek perang, kini datang lagi perjanjian kosong belaka. Harapan kemerdekaan serasa semakin jauh.

****

" Tuan.... !" Seru Yaseer begitu melihat guru berlatihnya berjalan ke arah tenda.

" Ya ... ?" Jawab Tuan Ahmad menoleh kearah suara.

Yaseer segera menghampiri guru nya berlari kecil. " Tuan apakah tuan akan bertindak seperti yang terjadi di berita-berita?"

" Maksudnya?" Tanya tuan Ahmad memastikan.

" Eee ... Kita tidak ikut demo juga..?" Tanya nya hati-hati.

" Untuk saat ini belum— kita harus memikirkan cara yang lebih mengena agar tujuan kita tercapai." Jawab nya penuh pertimbangan.

" Contohnya....?" Tanya Yaseer penasaran.

" Sedang kami rancang, ini urusan orang dewasa nak, kau rajin berlatih dan menghafal saja. Hem..." Bujuk tuan Ahmad menepuk kepala Yaseer tersenyum.

" Kau sudah berwudlu? Sebentar lagi adzan Maghrib."

" Belum, baru saja saya mau berwudlu saat melihat tuan.." Jawab Yaseer sedikit canggung.

" Pergilah .. Kita sholat berjamaah " Titah nya pada Yaseer.

Yaseer mengangguk dan berbalik badan menuju tempat air berada. Dalam hatinya, jika ada aksi demo, ia ingin sekali ikut serta. Walaupun umminya mungkin masih melarang nya.

****

Laila dan dua putrinya baru saja selesai sholat Maghrib berjamaah di dalam tenda.

" Ummi.. Aku udah ga betah banget.... Kapan kita pulang....." lagi-lagi terdengar rengekan Abia.

Gadi kecil itu merajuk sambil memeluk umminya dari samping lalu menaruh kepalanya di pangkuan umminya.

" Kalau kita pulang memang rumah kita masih ada?" Tanya Hania pada adiknya itu.

" Ya ada lah... Rumah kita ga akan lari.." cebik Abia kesal.

" Ya memang ga akan lari... Tapi ganti penghuni... " Prasangka Hania seperti orang-orang Palestina lainnya.

" Ya kita usir lagi lah... " keukeuh Abia.

" Ya kalo mereka mau pergi, kalo mereka nyuguhin moncong senapan? Kita rela?"

" Mati iya, rumah tetap aja mereka yg nempatin.." lanjutnya pelan merasa sedih.

Banyak kenangan di rumah itu. dari ia kecil sampai kemarin. Karena sekarang ia di pengungsian.

" Kalo menurut aku sih....." Abia berfikir keras terlihat dari kerutan di kening nya.

" Nanti kita bakal pulang dengan membawa anggota baru... " Cetusnya serius.

" Maksud kamu?" Hania dan umminya bingung.

" Baba baru....." ujarnya sambil melirik umminya dan menaik turunkan alis menggoda.

" Kalo ngimpi itu tidur dulu...!" Seru Hania gemas. Lagi-lagi itu yang di bahas.

" Abia jangan ngawur ah... Takut ada salah paham.." Kilah umminya tak paham cara berfikir putri bungsunya itu.

" Kita lihat saja nanti..." harap nya sangat besar.

" Ngayal awas jatoh, nanti nangis....!"

****

Sedangkan di dalam tenda setelah sholat Maghrib berjamaah, tuan Ahmad mendapat panggilan darurat dari anggotanya di pengungsian lain.

(Tuan, anggota kami sudah siap berjihad..!)

" Berapa orang yang siap lahir batin?"

( Ada lebih dari sepuluh pejuang)

" Kapan mereka bisa beraksi?"

( Malam ini pun bisa tuan)

" Jangan sekaligus.. !"

" Ingat kita hanya menggertak, hindari anak-anak dan wanita!"

(laksanakan!! Allahu Akbar!!!)

" Allahu Akbar.!!!"

Tut.

Panggilan terputus.

Pejuang jihad yang siap lahir batin demi membela tanah air. Pejuang jihad yang rela mati demi tegaknya negara Palestina. Ahmad menamakan mereka "Pejuang HaMIs ( Harapan masyarakat Islam)"

Karena simbol Islam telah mereka rusak dan dinodai yaitu Masjidil aqsho, Negara Palestina yang mayoritas muslim harus hancur perlahan berganti menjadi pemukiman Yah*di.

Berbagai aksi protes dari warga hanya berakhir sia-sia. Kini pejuang nya mengusung jihad totalitas demi membela agama Allah.

" Baiklah.. Kita tunggu. Apa yang akan kalian lakukan setelah pejuang kami mengacau pemerintahan kalian.." Rahang mengeras tuan Ahmad mencerminkan gejolak amarah atas perlakuan penjajah di negara nya.

*****

" Breaking News.. Telah terjadi serangan bom bunuh diri yang di lakukan oleh orang tak di kenal. Sasaran nya adalah para tentara militan Yah*di. Lima orang tewas dan sepuluh lainya luka-luka. Bom bunuh diri ini dilakukan di depan markas militer yah*di. Belum di ketahui siapa pelakunya namun di curigai jika ini adalah serangan dari kelompok perlawanan....—

" Lihat... Anggota kita sudah bergerak. Semoga Allah menerima nya di sisi Nya." Doa tuan Ahmad atas gugurnya satu anggota nya atas aksi semalam.

Ya, bom bunuh diri. Ini adalah salah satu bentuk perlawanan dari warga Palestina. Sasaran nya adalah para tentara penjajah. Dan ini berpengaruh pada sistem milter mereka.

" Selanjutnya, apa kita akan bergerak cepat ?" Tanya anggota nya yang lain.

" Kita tunggu reaksi mereka dulu..." Jawab tuan Ahmad tenang menatap layar hitam televisi di depannya.

1
Ummi Adzkia
aku jadi ikutan nyesek... semangat ya Yaseer ...
Ummi Adzkia
tadinya mau bikin konflik berdarah. tapi ga tega hati ini.. hiks...
Ummi Adzkia
selalu begitu ya. bikin kesepakatan tapi di langgar sendiri.. dari dulu begitu sama kayak bestie nya. mau heran tp udah ada di Al-Qur'an.
Ummi Adzkia
gimana tuh? Abia perutnya nangis, Yaseer rock n roll, Hania keroncongan apa dangdutan....?
Ummi Adzkia
siap 💪💪Allahu Akbar !!!!
Ummi Adzkia
Yaseer ini pemerhati juga. semoga ilmu nya bisa kepake buat masyarakat 👍
Ummi Adzkia
apaan coba. gaje banget lho si zion inih.. /Slight/
Ummi Adzkia
innalillahi... semoga Abia dan Haniya baik-baik saja ya. aamiin.
Ummi Adzkia
mereka hanya di suruh ngungsi ya. bukan suruh pindah. berarti hanya sementara. tapi ga tau juga nnti nya. 🙏
happy reading 💪
Ummi Adzkia
coba ada yang bisa bayangin situasi nya kek gimana? komen yah🙏😄
Ummi Adzkia
nah loh apaan tuh??
Ummi Adzkia
di saya mah hari Jumat. kami mulainya hari Rabu 18 feb.
happy Ied Mubarak
Protocetus
lebaran nanti hari sabtu
Protocetus
salken 💪
Ummi Adzkia: happy reading. semoga suka ya
total 1 replies
Ummi Adzkia
Alhamdulillah. terkadang kepasrahan kita pada Allah bisa mendatangkan. rezeki. happy reading di karya ku ya.

komen baik nya ditunggu ya.
Ummi Adzkia
ketemu malaikat mau apa heh?.. mau minta THR apa mau ketemu baba? Abia ngeri juga minta nya.😄
Ummi Adzkia
itu Haniya iseng juga ya. pasti panik juga itu ummi ...
Ummi Adzkia
kira-kira Abang gimana nasib nya ya?. komen yuk
Ummi Adzkia
beli kurmanya cod ya Abia. ada2 aja ni si Abia.
Ummi Adzkia
gini nih yang bikin makin panik. lagi makan tiba2 dum.. rudal meluncur bebas ke atas rumah2 dan gedung2 tinggi. ga kebayang yg tinggal di sana kek gmn. .. /Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!