NovelToon NovelToon
Setelah Diceraikan Aku Menemukan Rumahku

Setelah Diceraikan Aku Menemukan Rumahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Pengkhianatan
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dhatu Lukita

Enam tahun menunggu suami pulang dari Korea, Nandin percaya semua pengorbanannya akan terbayar. Ia membesarkan dua anak kembar seorang diri, bekerja siang malam demi menyambung hidup, sementara suaminya tak pernah mengirim nafkah sedikit pun.
Namun kepulangan suaminya justru membawa surat perceraian.
Pengkhianatan itu menghancurkan hidup Nandin hingga ia kehilangan kewarasannya dan harus menjalani rehabilitasi di sebuah pondok di Jawa Timur. Terpisah dari kedua putri yang sangat dicintainya, Nandin berjuang bangkit dari luka yang nyaris merenggut hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhatu Lukita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perempuan yang Kehilangan Akal

Ada luka yang bisa disembuhkan dengan waktu.

Ada luka yang bisa sembuh dengan maaf.

Namun ada juga luka yang datang bertumpuk-tumpuk hingga menghancurkan sesuatu yang paling rapuh dalam diri manusia.

Pikirannya.

Dan ketika pikiran seseorang mulai hancur, dunia tidak lagi terlihat sama.

Suara tangisan Shella dan Sherly masih menggema ketika tubuh Nandin diangkat ke ambulans.

"Mama!"

“Mama banun.”

(Mama bangun!)

“Mama janan tidul.”

(Mama jangan tidur!)

Tangisan kedua anak itu membuat beberapa ibu ikut menangis.

Karena tidak ada yang lebih menyedihkan daripada melihat anak kecil memanggil ibunya yang tak sadarkan diri.

Wisnu berdiri membeku.

Tangannya dingin.

Wajahnya pucat.

Namun untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun, tidak ada yang peduli dengan perasaannya.

Semua perhatian tertuju pada Nandin.

Perempuan yang baru saja pingsan di depan pelaminan suaminya sendiri.

Di belakang kerumunan, bisik-bisik mulai terdengar.

"Astagfirullah."

"Ternyata benar istrinya."

"Dua anak itu anaknya Wisnu."

"Kasihan banget."

"Ya Allah."

Bisikan itu semakin lama semakin banyak.

Dan semakin sulit dibendung.

Sementara itu di dalam rumah.

Keluarga Seline mulai panik.

"Apa maksudnya tadi?"

tanya ayah Seline dengan suara bergetar.

Semua orang diam.

Tidak ada yang berani menjawab.

"Jawab!"

bentaknya lagi.

"Itu siapa?"

Seline menunduk.

Wajahnya pucat.

Namun bukan karena terkejut.

Karena sebenarnya jauh di dalam hatinya...

Ia sudah tahu.

"Pak..."

kata Wisnu pelan.

"Kamu sudah menikah?"

Hening.

Semua orang menunggu.

Dan ketika Wisnu tidak langsung menjawab...

Jawaban itu sebenarnya sudah terlihat.

Ayah Seline memukul meja.

Brak!

"Kamu bohong sama keluarga kami?"

Seline akhirnya menangis.

"Iya Pak..."

Semua kepala langsung menoleh.

"Kamu tahu?"

teriak ibunya.

Seline menutup wajahnya.

Tangisnya pecah.

"Iya."

Ruangan langsung gaduh.

"Kamu tahu dia punya istri?"

"Iya."

"Kamu tahu dia punya anak?"

Tangis Seline semakin keras.

"Iya..."

Dan kalimat itu seperti bom yang meledak.

Ibunya hampir jatuh pingsan.

Saudaranya menangis.

Para kerabat saling berteriak.

Karena selama ini mereka mengira anak mereka hanya menjadi korban kebohongan.

Namun ternyata...

Seline tahu.

Seline tahu semuanya.

Berita itu menyebar lebih cepat daripada api.

Dalam hitungan jam.

Satu desa sudah tahu.

Bahwa calon pengantin laki-laki masih memiliki istri.

Dan calon pengantin perempuan mengetahui semuanya.

Di luar rumah.

Warga mulai berkumpul.

Dan untuk pertama kalinya.

Komentar tidak hanya diarahkan kepada Wisnu.

Tapi juga kepada keluarga Seline.

"Kalau anak saya begitu sudah saya usir."

"Kasihan istri sahnya."

"Hamil ditinggal."

"Anaknya dua lagi."

"Bisa-bisanya masih mau nikah."

"Memang nggak punya hati."

Bisikan itu terdengar jelas.

Sangat jelas.

Dan semakin lama semakin tajam.

Sementara itu.

Di rumah sakit.

Nandin belum sadar.

Shella dan Sherly tertidur di ruang tunggu setelah menangis berjam-jam.

Mereka kelelahan.

Sangat kelelahan.

Tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

Yang mereka tahu hanya satu.

Mama mereka sakit.

Dokter keluar sekitar pukul delapan malam.

Wajahnya serius.

"Keluarganya siapa?"

Wisnu langsung berdiri.

"Saya."

Dokter menatapnya cukup lama.

Lalu berkata pelan.

"Pasien mengalami gangguan psikis berat."

Deg.

"Apa maksudnya?"

"Tekanan mental yang sangat berat."

"Kami menemukan gejala gangguan mental akut."

Wajah Wisnu langsung berubah.

"Bahaya?"

Dokter menghela napas.

"Kalau tidak ditangani dengan baik, bisa menjadi lebih parah."

Kalimat itu masih terdengar sederhana.

Namun tidak ada satu orang pun yang tahu.

Bahwa itu hanyalah awal.

Dua hari kemudian.

Nandin diperbolehkan pulang.

Secara fisik dia sehat.

Namun secara mental...

Tidak.

Tidak sama lagi.

Awalnya semua terlihat baik-baik saja.l

Nandin masih mengenali orang.

Masih bisa bicara.

Masih bisa makan.

Namun perlahan...

Hal-hal aneh mulai muncul.

Malam pertama.

Sekitar pukul dua dini hari.

Wisnu yang kebetulan masih berada di rumah kontrakannya yang dulu terbangun.

Karena mendengar suara tertawa.

Pelan.

Lalu semakin keras.

Dia keluar kamar.

Dan membeku.

Nandin duduk sendirian di teras.

Tertawa.

Padahal tidak ada siapa-siapa.

Tidak ada televisi.

Tidak ada orang.

Hanya dirinya sendiri.

"Din?"

Nandin tidak menjawab.

Dia terus tertawa.

Lalu tiba-tiba menangis.

Sangat keras.

Sampai tubuhnya gemetar.

"Ayah..."

"Ibu..."

Tangis itu membuat bulu kuduk merinding.

Karena terdengar begitu putus asa.

Begitu kehilangan.

Hari berikutnya lebih buruk.

Pagi hari.

Nandin tiba-tiba berjalan keluar rumah.

Tanpa alas kaki.

Tanpa mengatakan apa pun.

Shella dan Sherly mengejarnya.

"Mama!"

“Mama te mana.?”

(Mama mau ke mana?)

Namun Nandin terus berjalan.

Sampai akhirnya ditemukan warga hampir satu kilometer dari rumah.

Sedang berdiri di pinggir sawah.

Menatap kosong ke kejauhan.

"Nandin!"

teriak Bu Rini yang kebetulan sedang berkunjung.

Nandin menoleh.

Lalu tersenyum.

Seolah tidak terjadi apa-apa.

Hari ketiga.

Dia menghilang lagi.

Kali ini ditemukan di pemakaman umum,.

Duduk sendirian, diatas pusara orang lain.

Memegang batu nisan.

Sambil berbicara sendiri.

Seolah kedua orang tuanya masih hidup.

Dan dari situlah.

Orang-orang mulai sadar.

Bahwa Nandin benar-benar sakit.

Bukan pura-pura.

Bukan drama.

Bukan mencari perhatian.

Melainkan sakit yang nyata.

Sakit yang tidak terlihat.

Namun menghancurkan.

Warga mulai membicarakannya.

Bukan untuk mengolok.

Tapi untuk menyalahkan.

Dan sasaran kemarahan mereka jelas.

Wisnu.

Dan Bu Sri.

"Kalau nggak ditelantarkan mungkin nggak begini."

"Kasihan."

"Dari hamil ditinggal."

"Melahirkan sendiri."

"Orang tuanya meninggal."

"Lalu lihat suaminya mau nikah lagi."

"Siapa yang nggak hancur?"

Komentar-komentar itu menyebar.

Semakin luas.

Semakin keras.

Bahkan sampai ke telinga Bu Sri.

Dan untuk pertama kalinya.

Wanita itu tidak bisa membela diri.

Karena fakta terlalu jelas.

Terlalu nyata.

Yang paling menyakitkan justru datang dari Shella dan Sherly.

Suatu sore.

Saat Nandin duduk diam memandangi langit.

Sherly bertanya polos.

“Nene.”

(Nenek.)

Bu Sri menoleh.

"Iya sayang?"

“Mama tenapa?”

(Mama kenapa?)

Pertanyaan itu membuat semua orang terdiam.

Karena tidak ada yang tahu cara menjelaskan kepada anak kecil bahwa ibunya kehilangan kewarasan.

Di tempat lain.

Seline juga tidak baik-baik saja.

Pernikahan dibatalkan sementara.

Rumahnya menjadi bahan pembicaraan satu kampung.

Dan untuk pertama kalinya.

Dia melihat langsung dampak dari keputusannya.

Bukan hanya kepada dirinya.

Tapi kepada perempuan lain.

Perempuan bernama Nandin.

Perempuan yang tadi pingsan di depan matanya.

Perempuan yang ternyata memang istri sah Wisnu.

Namun anehnya...

Meski semua orang menentangnya.

Meski keluarganya menangis.

Meski kampung mencemooh.

Seline tetap bertahan.

"Aku tetap mau sama Mas Wisnu."

Kalimat itu membuat ayahnya hampir tidak percaya.

"Kamu sudah gila?"

"Aku cinta dia."

"Dia punya istri!"

"Dia bilang mau cerai."

Tamparan keras mendarat di pipinya.

Plak!

Namun bahkan itu tidak mengubah pikirannya.

Karena saat seseorang terlalu dalam tenggelam dalam obsesinya...

Kadang dia berhenti membedakan benar dan salah.

Dan tanpa disadari siapa pun.

Di saat Nandin kehilangan kewarasannya sedikit demi sedikit...

Orang-orang yang menyebabkan semua itu justru sedang berjalan menuju kehancuran mereka sendiri.

Karena kebohongan bisa bertahan bertahun-tahun.

Tapi tidak selamanya.

Dan saat kebohongan itu mulai runtuh...

Biasanya dia akan menghancurkan semua orang yang berdiri di atasnya.

1
Penulis🇰🇷🇲🇨Chani
Aku mampir utk baca kak 😊 sekarang sdh baca episode pertama. Semangat kak♡
Penulis🇰🇷🇲🇨Chani
Wah nyebelin banget ya ibu mertuanya
Dhatu Lukita
semangat buat akuu😂
Penulis🇰🇷🇲🇨Chani: Semangat, fighting💪
total 1 replies
falea sezi
males MC di buat oon gini thor🤣 buat dia kuat gk menye bales dendam bego😒
Dhatu Lukita: hehehhe ya maap🙏
total 1 replies
falea sezi
😒 jalang.. emank pelakor nih buat nadin waras dan minta cerai dr laki kardus lah
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
tazayaa
bagus kak, mampir dikarya ku juga😍
tazayaa
halo kak, mampir di cerita ku yuu😍
Dhatu Lukita: haloo,,
oke baik. mari kita berkawan💗
total 1 replies
falea sezi
laki kardus g tau diri
Dhatu Lukita
pantengin terus ya kak 🤭💗
anakmafia
up tiap hari 10 episod bisa gasih thor hehehe
waya520
halooo aku mampir nih 🤭
Dhatu Lukita: haloo kaka🤭😍
total 1 replies
Arwondo Arni
cerai aja lebih bahagia semoga ketemu pria yg lbh segalanya dari bpknya si kembar yg berengsek.
Dhatu Lukita: heheheh pantengin terus ya kak🤭😍
total 1 replies
Wawan
Mawar dan iklan buat si kembar... ✍️💪
Dhatu Lukita: ahhh terimakasih banyak 🤭😍
total 1 replies
Lintang_Tara✨
saling dukung ygy❤️
Musea
udah mampir nih, semangat terus ya dari sesama authorr
Dhatu Lukita: siaaapppp💪💪💪
total 1 replies
anakmafia
nih ku kasih dukungan biar semangat wkwkwk.
Dhatu Lukita: ho.ohh tengkyu kak😍🥰🥰
total 1 replies
anakmafia
nih ku kasih dukungan biar semangat wkwkwk.
D. Nightshade
semangat terus thor,💗
Wawan
Salam kenal buat Nandin ✍️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!