NovelToon NovelToon
Menghancurkan Suami Benalu Dan Adik Tiriku

Menghancurkan Suami Benalu Dan Adik Tiriku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nila KingShop Wati

HANCURLAH BERSAMA "SUAMI PARASIT DAN ADIK BENALU"
Selama dua tahun pernikahan, Violet hidup sebagai istri yang selalu mengalah. Ia tidak pernah menyangka suami yang dicintainya ternyata diam-diam berselingkuh dengan Eliana, adik tirinya sendiri.
Lebih kejam lagi, mereka hanya memanfaatkannya demi merebut perusahaan keluarga yang menjadi haknya. Saat kebenaran terungkap, Violet kehilangan segalanya—ayahnya koma karena sebuah kecelakaan yang ternyata direncanakan, hartanya dirampas, dan nyawanya dihabisi oleh orang-orang yang paling dipercayainya.
Dalam detik terakhir sebelum kematian, Violet mengutuk mereka dan memohon kesempatan untuk mengulang hidupnya.
Ketika membuka mata, ia kembali ke dua tahun lalu.
Ke hari saat Arga datang melamar.
Kali ini Violet tidak akan memilih pria yang menghancurkan hidupnya.
Sebagai gantinya, ia memilih Sherkan—paman Arga yang terkenal dingin, kejam, dan menjadi penguasa dunia bisnis.
Keputusan itu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nila KingShop Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Dua tahun.

Selama dua tahun pernikahanku dengan Arga, hidupku tidak pernah benar-benar berjalan baik-baik saja. Tekanan demi tekanan datang silih berganti tanpa pernah berhenti memberi jeda. Mulai dari urusan perusahaan yang nyaris ambruk, urusan keluarga yang penuh intrik, kondisi Papa yang terbaring lemah dalam keadaan koma, hingga hubungan pernikahan yang jauh dari kata harmonis.

Arga—pria yang selama ini dipandang banyak orang sebagai sosok yang hebat, cakap, dan pantas dijadikan teladan. Padahal di balik semua pujian dan kesuksesan yang ia sandang, sebagian besar keberhasilan itu lahir dari keringat dan kerja kerasku sendiri. Akulah yang menyusun strategi pemulihan perusahaan, akulah yang menyelesaikan masalah demi masalah yang rumit, akulah yang bekerja lembur hingga larut malam demi memastikan semuanya berjalan lancar. Namun ketika hasilnya terlihat, ketika perusahaan kembali bangkit dan berkembang, justru Arga yang menerima segala pujian. Dialah yang dielu-elukan, dialah yang dianggap penyelamat, sedangkan aku hanya menjadi bayangan yang berdiri diam di belakangnya. Keberadaanku nyaris tidak pernah dihargai, seolah aku hanyalah alat yang bisa dipakai dan ditinggalkan sesuka hati.

Aku terus bertahan, menelan semua rasa kecewa dan lelah itu sendirian. Sampai akhirnya, di saat yang paling menyakitkan, aku kehilangan segalanya—bahkan nyawaku sendiri. Mungkin karena itulah, malam ini terasa begitu berbeda. Sangat berbeda.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku benar-benar bisa tidur nyenyak. Tidak ada mimpi buruk yang menghantui, tidak ada rasa cemas yang menggelayuti pikiran, tidak ada rasa takut yang mencengkeram dadaku. Aku bisa bernapas lega, bisa melupakan sejenak semua luka dan beban yang pernah menindihku selama bertahun-tahun.

Anehnya, meskipun Sherkan tidur berbaring di sampingku malam itu, aku sama sekali tidak merasa terancam atau gelisah. Ia bukan Arga. Ia bukan pria yang diam-diam merencanakan kehancuranku, bukan orang yang menyembunyikan niat buruk di balik senyum manisnya. Setidaknya itulah yang terus kuyakinkan pada diriku sendiri. Tentu saja aku belum sepenuhnya mempercayainya—kepercayaan adalah sesuatu yang terlalu mahal untuk diberikan dengan mudah setelah semua pengkhianatan yang pernah kualami. Namun satu hal yang pasti: aku tidak merasa takut berada di dekatnya. Dan itu saja sudah lebih dari cukup untuk membuatku merasa aman malam itu.

Pagi hari datang tanpa kusadari. Sinar matahari pagi mulai menyelinap masuk melalui celah tirai jendela, menyebarkan kehangatan lembut yang terasa menyentuh kulit. Suasana di dalam kamar masih terasa tenang dan nyaman. Aku menggeliat pelan, masih terlelap dalam rasa kantuk yang terasa berat dan nikmat. Mimpiku semalam terasa begitu indah dan damai, sampai-sampai aku tidak ingin membuka mata dan kembali menghadapi kenyataan.

Secara refleks, tanganku bergerak mencari sesuatu untuk kupeluk. Sejak dulu, setiap kali tidur sendirian, aku selalu memeluk guling agar merasa lebih tenang dan nyaman. Tanganku meraba-raba di samping tubuhku, lalu menemukan benda yang terasa pas dan lebar. Tanpa berpikir panjang, aku langsung memeluknya erat-erat, menariknya mendekat ke arah dadaku.

Rasanya nyaman. Hangat.

Namun… tunggu sebentar.

Aku mengernyitkan dahi dalam keadaan setengah sadar. Kenapa rasanya terasa berbeda dari biasanya? Bukan hanya hangat, tapi terasa terlalu hangat, bahkan terasa menyebar ke seluruh telapak tanganku. Dan teksturnya pun tidak sama—bukan seperti isian guling yang empuk dan lembut, melainkan terasa kenyal dan padat, persis seperti… kulit manusia.

“Kau sudah bangun?”

Sebuah suara rendah dan berat terdengar samar di dekat telingaku, membuatku perlahan mulai sadar sepenuhnya.

Aku hanya mendengus pelan, “Ngg…”

Alih-alih melepaskannya, aku malah memeluk benda itu semakin erat, merasa terlalu nyaman dan tenang untuk mengubah posisi.

Lalu suara itu terdengar lagi, kali ini lebih jelas dan terdengar sedikit geli namun tetap datar.

“Kau membuatku sedikit sulit bernapas, Violet.”

Deg!

Aku langsung membeku seketika. Beberapa detik terasa berjalan sangat lambat, seolah waktu berhenti sejenak. Otakku yang masih setengah mengantuk mulai bekerja, menyusun satu per satu kalimat yang baru saja kudengar. Dan ketika kesadaranku kembali sepenuhnya, mataku langsung terbuka lebar dengan pandangan yang terkejut.

Hah?!

Aku menatap tepat ke depan, dan tepat di hadapanku terlihat sepasang mata berwarna gelap sedang menatapku dengan tatapan yang tenang dan datar—tatapan yang sudah sangat kukenal. Itu Sherkan.

Aku baru sadar bahwa yang kupeluk erat-erat sejak tadi bukanlah guling, bukan bantal, dan bukan pula selimut. Itu adalah tubuhnya.

Wajahku seketika terasa panas membara, seolah terbakar oleh rasa malu yang meluap. Jantungku berdebar kencang, hampir terasa ingin melompat keluar dari rongga dada. Otakku terasa kosong seketika, tidak tahu harus berbuat apa atau berkata apa.

Dengan gerakan yang tergesa-gesa dan kaku, aku langsung melepaskan pelukanku secepat mungkin. Sherkan masih berbaring diam di tempatnya, seolah tidak terjadi apa-apa, seolah kejadian tadi hanyalah hal biasa yang tidak perlu dipermasalahkan. Sedangkan aku sudah merasa panik setengah mati, wajah memerah padam dan napas terasa terengah-engah.

“Kau… kau…” suaraku tercekat, jari telunjukku menunjuk ke arahnya lalu beralih menunjuk diriku sendiri, kata-kata yang ingin kuucapkan terasa berantakan dan tidak bisa tersusun menjadi kalimat yang jelas. Rasa malu itu seolah menghancurkan seluruh kemampuan berpikir dan bicaraku.

Secara refleks, aku berusaha mundur menjauh darinya dengan satu gerakan cepat. Namun gerakanku terlalu terburu-buru.

“Violet!”

Suara Sherkan terdengar sedikit lebih tegas dan serius, namun sudah terlambat. Tubuhku kehilangan keseimbangan, dan karena posisiku sudah terlalu dekat dengan tepi kasur, aku nyaris terjatuh ke lantai yang keras.

Namun dalam sepersekian detik, sebuah tangan yang kuat dan mantap segera meraih pinggangku. Gerakannya sangat cepat dan tepat, menarik tubuhku kembali ke atas kasur sebelum sempat membentur lantai. Aku bahkan tidak sempat bereaksi atau memejamkan mata, dan ketika aku sadar kembali, tubuhku sudah berada dalam pelukan erat Sherkan.

Jantungku kembali berdetak sangat kencang, begitu kencang sampai aku yakin ia pasti bisa mendengarnya dengan jelas. Aku membeku sepenuhnya, tidak berani menggerakkan satu inci pun tubuhku. Satu tangannya masih melingkar di punggungku, menahan tubuhku agar tetap stabil dan tidak tergelincir lagi.

“Kau hampir saja melukai dirimu sendiri, Violet,” ucapnya dengan suara rendah, tenang, dan tetap terasa datar, namun kali ini terdengar lebih dekat, tepat di samping telingaku.

Napasnya terasa hangat menyentuh kulit leherku, membuat jantungku semakin berdetak tidak beraturan dan rasa panas di wajahku semakin menjalar hingga ke telinga. Aku menahan napas selama beberapa detik, tidak berani bergerak sedikit pun, dan juga tidak berani menatap matanya secara langsung.

Untuk pertama kalinya sejak aku kembali ke masa lalu dan mendapatkan kesempatan kedua ini, aku benar-benar berharap lantai di bawahku bisa terbuka begitu saja dan menelanku masuk ke dalamnya. Rasa malu yang kurasakan saat itu terasa lebih menyiksa daripada apa pun yang pernah kualami sebelumnya.

1
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kan kan kan kena jawaban sendiri
vj'z tri
kedekatan iniiiiii janganlah cepat berlalu uuu ...kedekatannn iniii ingin ku kenang selaluuuu ,hati ku damai jiwa ku tenang di samping muuuu ahayyyyy aselole🤭🤭🤭
vj'z tri
wes langsung termo jari ku 🤣🤣🤣🤣🤣
Amidah Anhar
maaak bab selanjutnya pengumuman Meraka udah jadi sepasang suami istri iya..
pengen tahu reaksi mereka 🤣🤣🤣🤣
Miss Typo
aku suka aku suka
aku padamu Sherkan ♥️🫰

apa Sherkan juga mengulang waktu mengulang masa lalu, jadi dia tau semuanya yg disembunyikan Violet? 🤔
Maria Kibtiyah
kayakmya sherkan tau apa yg di alamin violet di masa lalu
Miss Typo
ku pikir Sherkan mau duduk di meja rias trs menarik pinggang Violet untuk memakaikan dasinya itu 🤣
ternyata aku salah dgn pikirin ku sendiri 😁
Ayudya
sherkan suami yg terbalk
Ayudya
lanjut kak
Amidah Anhar
Maaak aku belum move-on dengan nama sherkan nya Elf 🤭🤭🤭🤭
Evve Miss Plot twist: yang ini bakal bikin jauh lebih ga bisa bikin move on makkk😍🤭
total 1 replies
Maria Kibtiyah
sherkan gak ketebak kira2 apa rencana dia
Maria Kibtiyah
semangat mak semakin menarik😍
Maria Kibtiyah: 😍😍😍😍😍
total 2 replies
Silvia
lagi Thor semangat💪💪
Evve Miss Plot twist: ok mak😍
total 1 replies
Nana Colen
semangat thooooor.... lanjut up lagi dan kalau bisa tolong dong lanjutin cerita nya dalam cengkraman badai
Evve Miss Plot twist: siap makkk sudah update lagi 1 bab, tunggu review yah
total 2 replies
Nana Colen
aaah orang kaya mah pasti udah diselidiki duluan ath neng violet... dari makanan favorit hobinya apa dan sebagainya 😁😁😁😁
Nana Colen
thor aku mau tanya... apakah ayahnya violet saat ini sudah berada drumah sakit atau gimana aku kurang nggeuh
Nana Colen
aku ucapkan Terima kasih thor mau berkarya lagi di NT.... aku kangen banget dengan cara dan gaya mu dalam membuat novel selalu banyak kejutan dan takateki 😍😍😍😍😍
Miss Typo
kalian berdua ngegemesin deh 😍

semangat Mak Eva 💪🥰
wiliss
alhamdulilllah saahh? saaahhhhh🥰🙏
Nana Colen
balaslah dengan elegan violet... kamu bukan cewek lemah dan bodoh 💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!