NovelToon NovelToon
Wanita Miskin Pengganti Nyonya Mahesa

Wanita Miskin Pengganti Nyonya Mahesa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Duda
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Nadira, gadis miskin dari desa, datang ke kota demi biaya pengobatan ibunya. Hidupnya berubah ketika ia menemukan seorang wanita tewas di pinggir jalan dan tanpa sengaja menjadi tersangka pembunuhan karena DNA-nya ditemukan di tubuh korban.

Korban itu adalah Nayla Adiprana, istri Mahesa Adiprana, pengusaha kaya yang dipenuhi duka dan amarah. Sebagai hukuman, Mahesa memaksa Nadira menikah dengannya dan hidup menderita di rumahnya.

Namun seiring waktu, Mahesa mulai melihat ketulusan Nadira yang merawat putranya dengan penuh kasih. Saat benih cinta tumbuh, kebenaran mengejutkan terungkap.

Akankah Nadira memaafkannya atau justru Nadira akan menjauh darinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23

Nadira menyisipkan surat kecil sebelum ia pergi untuk bi Siti di dalam kamarnya. Wanita paruh baya itu sudah Nadira anggap seperti ibunya sendiri, jadi Nadira amat sangat merasa bersalah jika tidak memberitahu kepergiannya walaupun itu hanya sekedar lewat surat.

Nadira perlahan berjalan di ruang tamu yang dingin dan sunyi di rumah mewah keluarga Adiprana itu. Setiap sudut rumah itu membuatnya was was. Ia takut ada orang yang akan melihatnya keluar diam diam.

Dengan kantong kresek berwarna hitam yang ia peluk, Nadira mulai menggenggam gagang pintu utama yang sangat besar dan tinggi di hadapannya. Untung saja pemilik rumah menggantungkan kunci pintu itu di sana jadi Nadira bisa dengan mudah keluar.

Dengan penuh kehati-hatian, Nadira memutar kunci pintu itu perlahan karena tak ingin membuat suara sekecil apapun. Hingga akhirnya ia berhasil membuka kunci, tangannya menarik pintu besar itu dengan hati hati. Keringat berembun di pelipisnya, walaupun ruangan itu terasa dingin tapi Nadira merasakan ketegangan dan ketakutan yang luar biasa.

Tak butuh waktu lama akhirnya Nadira berhasil keluar. Udara yang tadinya terasa dingin kini berubah menjadi udara dingin yang berkali kali lipat.

Nadira bingung antara bahagia atau takut saat mulai melangkah keluar dari pintu utama rumah mewah yang sudah mengurungnya itu. Tapi Nadira memantapkan tekatnya untuk pergi, apalagi kata kata Mahesa yang akan membunuhnya masih terngiang jelas dalam pikirannya.

Waktu sudah menunjukkan pukul tiga dini hari, dimana semua orang sudah tertidur dengan pulas. Tapi Nadira berbeda, Nadira melangkah cepat keluar dari kediaman Adiprana dengan perasaan berkecamuk. Udara dingin malam itu tak menghentikan langkahnya untuk pergi, sesekali ia melirik ke belakang dan setiap tidak melihat siapapun ia merasa lega.

Halaman rumah mewah itu sangatlah luas, Nadira sampai kewalahan mencapai pagar.

Hingga akhirnya Nadira dapat melihat dengan jelas ukiran pagar yang menjulang tinggi di hadapannya. Di luar sangat gelap, tapi Nadira tak punya ketakutan lain sekarang selain Mahesa.

Nadira yang awalnya sangat takut kegelapan dan hantu, kini memaksanya untuk berani dan menghadapi dengan kuat.

Nadira mengendap endap saat melewati pos security yang ada di dekat pagar, untung saja security yang berjaga tidak ada di sana.

Nadira menyentuh pagar besar dan tinggi di hadapannya dengan tangan polosnya, pagar itu sangat dingin. Netranya menelisik semua sisi pagar, tentu saja pagar itu tergembok dengan gembok yang begitu besar. Tapi Nadira tak menyerah, dengan ukiran pagar yang besar dan berjarak itu ia yakin ia bisa memanjatnya.

Nadira yang sudah terbiasa memanjat pohon jambu dan mangga saat di kampung merasa tidak khawatir. Nadira mengikat kresek hitamnya pada lengannya kemudian mulai menaiki pagar itu selangkah demi selangkah. Nadira cukup telaten, hingga akhirnya ia sampai di ujung pagar.

Seketika senyuman Nadira terukir jelas, ia bisa melihat kebebasan dari atas pagar itu.

" Akhirnya..." gumamnya.

Nadira memilih untuk lebih cekatan, saat ini ia sedang berusaha untuk melewati ujung pagar dan berpindah ke sisi luar. Saat sudah mencapai tujuannya, Nadira malah mematung di tempatnya saat melihat sosok yang sedang melipat kedua tangannya di dada dengan tatapan tajam ke arah nya.

" Turun!."

Mahesa sudah berada di depan pos security sambil melipat tangan di dada. Tatapannya sangat tajam hingga bisa menusuk ke dalam jantung Nadira yang saat ini sedang terkejut dan takut.

Nadira tak bergeming, ia sudah di ujung tidak mungkin ia kembali apalagi saat ia ketahuan seperti ini pasti Mahesa akan sangat marah padanya dan bisa saja pria itu akan membunuhnya.

Nadira tak punya pilihan, ia memilih melompat ke luar pagar tanpa memikirkan rasa sakit yang akan ia terima. Nadira lebih memilih sakit saat melompat keluar dari cengkraman Mahesa daripada harus terbunuh di tangan pria itu.

Mahesa membulatkan matanya saat melihat Nadira melompat keluar pagar padahal pagar itu sangat tinggi.

"Wanita itu sudah gila!." gumam Mahesa. Ia kemudian masuk ke dalam pos security dan mengambil kunci pagar. Dengan langkah cepat ia membuka gembok pagar.

Sementara itu Nadira sudah berlari setelah sempat meringis saat terjatuh tadi. Lutut dan sikunya berdarah tapi rasa sakit itu tidak menghentikan pelariannya.

Nadira berlari cukup kencang walaupun saat ini ia sudah ngos ngosan parah.

Keadaan yang gelap membuat Nadira seketika pusing, tapi ia memantapkan langkahnya dan mencoba kembali berlari sekencang mungkin.

Di sisi lain, Mahesa telah berhasil membuka pintu pagar, ia bisa melihat Nadira yang sudah menjauh. Mahesa yang sebelumnya berlari dari pintu utama ke gerbang masih merasakan lelah, tapi demi mengejar Nadira ia kembali berlari kencang.

Mahesa dapat melihat warna baju Nadira yang mencolok di balik kegelapan. Mahesa menyeringai saat ia menyadari jika Nadira berlari dengan lambat.

Sementara itu Nadira mulai merasakan pusing dan lelah, hingga kantong kreseknya jatuh dari tangannya membuatnya berhenti sejenak, tapi saat melihat Mahesa sudah mulai dekat, Nadira memilih untuk meninggalkan baju bajunya.

Nadira kembali berlari sekuat tenaga, untung saja di depan sana ada lampu jalan yang berjejer dengan cahaya remang remang. Nadira mulai merasa lega karena bisa melihat cahaya.

Mahesa yang merasa Nadira semakin kencang berlari memutuskan untuk semakin mempercepat langkah larian nya.

Nadira bisa melihat sebuah pos yang berisi beberapa pria di dalam sana yang sedang berjaga, Nadira memutuskan untuk meminta bantuan pada para pria itu karena Mahesa semakin dekat.

Para pria yang sedang menjaga pos itu seketika menghentikan aktifitas mereka saat melihat kedatangan Nadira. Wanita itu tampak pucat dan ngos ngosan.

"Apa yang terjadi neng?." tanya salah seorang pria yang terlihat lebih tua diantara para pria itu.

Nadira membungkuk sambil memegang lututnya, nafasnya tidak teratur bersamaan dengan suaranya yang tak bisa keluar.

Salah seorang diantara mereka mempersilahkan Nadira duduk dan menarik nafas dengan tenang, hingga akhirnya Nadira bisa buka suara setelah duduk dan minum.

" Ada seseorang yang mengejar ku, laki laki itu mau membunuhku. Pak tolong aku!." ucap Nadira sambil menangis.

Para pria di dalam pos itu langsung sigap mengeluarkan tongkat yang tersembunyi di dalam pos. Mereka menghadang di jalan untuk melihat siapa laki laki brengs*k yang mau membunuh seorang wanita itu.

" Tenang saja neng, kamu aman sekarang." ucap salah seorang pria yang ada di sana.

Di lain sisi, Mahesa kini tiba di hadapan beberapa pria yang sedang menghadangnya. Dengan nafas tersengal Mahesa menatap Nadira yang duduk ketakutan di dalam pos sambil menangis.

" Hei bro! Apa yang telah kamu lakukan pada wanita ini? Sebaiknya pergi dan jangan ganggu dia sebelum kamu menyesal!." salah seorang pria itu memperingati Mahesa.

Mahesa menarik nafas panjang, ia memejamkan mata setelah melirik ke arah Nadira yang sedang menangis.

" Wanita itu adalah istriku yang kabur dari rumah!. Aku ingin membawanya kembali!."

1
NN
lanjut
Quin: okeyy best👍😍
total 1 replies
Ma Em
Semoga kebenarannya segera terungkap agar Nadira bisa cepat bebas dari siksaan Mahesa , dan bisa pulang kerumah ibunya .
Quin: terimakasih 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!