Selina, seorang gadis muda yang baru saja lulus tiba-tiba bertransmigrasi ke dunia beastman ketika sedang tertidur. Hidup didunia asing yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup, Selina yang tak memiliki chat curang atau mengetahui jalan cerita takdirnya seperti yang selama ini dialami oleh para transmigator lainnya memilih untuk menggunakan ingatan dan kemampuannya di dunia modern demi bertahan hidup yang tanpa sadar upaya dan terobosan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan suku rubah dimana ia tinggal,membuat peradaban di suku rubah mengalami kemajuan dan seiring dengan perkembangan sukunya nama Selina pun semakin terkenal dan dianggap sebagai pelopor dan iapun yang semula hanyalah seorang betina lemah dan sakit-sakitan tanpa kemampuan berubah menjadi wanita kuat dan penuh inovasi yang membawa sukunya menjadi besar dan diperhitungkan di dunia Beastman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERLATIH
Keesokan paginya, sesuai dengan janji yang diucapkan, setelah memeriksa kondisi Selina, Arvello pun mulai melatih istrinya itu.
Karena belum memiliki dasar apapun maka Arvello mulai mengajari Selina untuk membentuk dasar kekuatan dalam tubuhnya.
Selina pun kembali beeditasi sambil kedua tangannya menggenggam batu roh berwarna unggu milik Arvello yang selama ini hanya disimpannya dan hanya dipergunakan ketika dalam kondisi tertentu yang cukup mendesak karena peningkatan kekuatan Arvello lebih banyak dilakukannya dengan cara bertarung dialma liat dengan hewan buas, sebuah hal yang tak mungkin ia ajarkan kepada Selina terutama karena kondisinya yang tengah mengandung seperti sekarang.
Duduk bersila diatas sarang jeraminya yang nyaman, Selina menutup kedua matanya dan fokus pada energi yang ada dalam batu roh yang ada dikedua tangannya agar bisa ia salurkan kedalam tubuhnya secara perlahan hingga berakhir di inti tubuhnya.
Dibawah alam sadarnya Selina bisa melihat ada biji di bagian inti tubuhnya yang tiba-tiba muncul. Begitu kekuatan dari batu roh yang berhasil diserapnya diarahkan kesekitar biji tersebut mulai retak dan muncul tunas berwarna keemasan.
Selina tahu, munculnya tunas menandakan jika kekuatan dalam inti tubuhnya sudah mulai tumbuh dan ia hanya perlu menyiraminya dengan energi dari batu roh agar kuat dan bisa tumbuh dengan baik.
Ketika Selina tengah fokus mengarahkan energi dari batu roh ditangannya, Arvello juga tak tinggal diam.
Sambil memasakkan makanan untuk istrinya, sesekali Arvello akan mengamati kondisi Selina dari dekat dan ketika ia menyadari jika anak-anak mm ya didalam perut Selina mulai lapar, ia akan langsung mengarahkan telapak tangannya kearah perut Selina dan menyalurkan energi kedalamnya sehingga anaknya bisa kembali tenang dan tak lagi menganggu konsentrasi Selina karena tahap awal pembentukan pondasi ini adalah waktu krusial.
Jika terganggu maka akibatnya akan sangat fatal sehingga Arvello sama sekali tak bisa meninggalkan Selina begitu saja dan berada di sisi Selina dan membantu menangani gangguan apa saja yang terjadi di luar yang berpotensi untuk menganggu pelatihannya.
Beberapa orang yang mencari Selina pun di cegat di depan pintu gua dan setelah mendengar jika Selina tengah beristirahat karena kandungannya sedikit lemah, semua orang pun tak banyak bertanya dan pergi setelah berpesan agar mengabari mereka jika Selina kondisinya sudah membaik.
Dengan tubuh kurus Selina, wajar bagi perempuan itu jika kelelahan setelah beberapa hari kemarin sempat sibuk membantu mengkoordinir masalah gua garam dan memberikan pengajaran kepada anggota suku rubah mengenai pembuatan alat masak dari batu serta mengolah hasil buruan agar bisa mendapatkan variasi masakan dan juga memberi mereka ilmu bagaimana cara mengawetkan makanan agar bisa tahan lebih lama dengan rasa enak.
Dengan adanya gua garam, Selina bukan hanya mengajarkan mereka mengawetkan daging dan membuat dendeng kering yang sangat enak tapi ia juga memberikan ilmu cara mengolah asinan sayur dan buah yang bisa disimpan lama dan memiliki rasa yang enak dan segar ketika dimakan.
Sangat cocok dibuat sebagai persediaan selama musim dingin dimana pada musim tersebut semua beastman tidak akan ada yang berburu di luar karena selain cuaca dingin yang ekstrim, beberapa hewan buas liar yang hanya keluar ketika musim dingin lebih berbahaya daripada hewan buas di musim yang lainnya.
Selain itu mereka juga harus waspada terhadap para orc liar yang biasanya merampok suku-suku kecil seperti suku rubah mereka. Datang untuk mencuri bahan makanan dan juga menculik para betina didalam suku untuk dikawini agar garis keturunan mereka tak sampai terputus.
Waktu berjalan dengan sangat cepat. Selina membuka mata ketika langit sudah gelap,membuatnya sedikit terkejut karena tak menyangka jika ia ternyata sudah seharian berlatih.
Arvello yang melihat Selina telah selesai berlatih dan tengah melamun datang menghampiri. "Apa kamu lapar?", tanyanya lembut.
Selina menoleh dan tiba-tiba perutnya berbunyi nyaring, membuat wajahnya bersih merah karena malu.
"Aku tak menyangka jika waktu berjalan sangat cepat padahal aku hanya merasa baru berlatih beberapa saat", jawab Selina pelan.
Melihat Selina menunduk dengan wajah Semerah tomat, Arvello pura-pura tak menyadari ekspresi tersebut dan segera mengeluarkan masakan yang telah disiapkannya untuk Selina dari ruang penyimpanan miliknya.
"Makanlah selagi hangat agar perutmu terasa nyaman", Arvello berkata sambil menyajikan makanan dihadapan Selina, membuatnya rasa malu dan rasa bersalah dalam hatinya semakin besar.
Sebagai wanita hamil ia tak seharusnya tenggelam pada latihan tanpa memikirkan nasib anak-anak dalam kandungannya yang mungkin kelaparan karena seharian belum makan.
Arvello yang melihat Selina makan sambil sesekali mengusap perutnya yang mulai sedikit membuncit dengan ekspresi penuh rasa bersalah, berusaha untuk menghiburnya."Kamu tak perlu khawatir. Anak-anak sudah aku transfer energiki sehingga mereka tak sampai kelaparan dan menganggu fokusmu".
Apa yang Arvello ucapkan membuat rasa bersalah Selina semakin besar. Ia sempat merasa jika selama ia bermeditasi, beberapa kali ia merasakan energi hangat diperutnya, tapi ia sama sekali tak menyangka jika itu adalah cara Arvello memberi anak-anak nya makan.
"Apakah kamu sering menyalurkan energimu kedalam perutku ketika aku tengah tertidur?", tanya Selina penuh selidik.
Arvello mengangguk, "Seperti yang tabib suku bilang, bayi ular King Verse membutuhkan energi besar untuk tumbuh. Aku tak ingin mereka menyusahkan dan menganggu waktu istirahat mu jadi ketika malam aku beberapa kali menyalurkan energimu kepada mereka agar mereka bisa tenang".
Ucapan Arvello membuat mata Selina menjadi pedih. Ia sama sekali tak menyangka jika pria yang terlihat sangat dingin ini ternyata begitu perhatian terhadapnya.
Melihat kedua mata Selina yang berkaca-kaca, Arvello sedikit panik sehingga iapun duduk mendekat dan menggenggam satu tangannya yang bebas. "Anak kita sangat baik dan mereka mengerti kesibukanmu jadi jangan merasa bersalah".
"Wuwuwwuuu...ya, mereka memang anak-anak yang baik", ucapnya sambil sesenggukan.
Arvello yang tak terlalu bisa bersikap bagaimana membujuk seorang perempuan hanya bisa menarik tubuh Selina kedalam dekapannya dan memeluknya dengan erat, sambil menepuk punggungnya dengan lembut, membiarkan istrinya itu meluapkan emosinya.
Ia tahu jika perempuan yang tengah hamil memiliki mood yang berubah-ubah. Meski susah melakukan antisipasi, tapi Arvello masih saja terkejut dan sedikit binggung harus menanganinya seperti apa karena ia tak bisa memberikan kata-kata manis untuk menghibur istri NU ya sehingga ia hanya bisa mendekapnya erat,memberikan perasaan nyaman agar Selina tak merasa sendiri menghadapi semuanya.
"Bagaimana latihanmu hari ini? Apa yang kamu rasakan sekarang?", tanya Arvello berusaha mengalihkan fokus Selina.
"Latihan pertamamu berjalan dengan baik. Tunas didalam dantianku sudah mulai tumbuh dan berkembang", jawab Selina antusias.
Melihat istrinya sudah kembali ceria dan bersemangat, Arvello merasa sangat lega dan ia dengan penuh kesabaran mendengarkan semua cerita Selina mengenai pengalaman pertamanya berlatih hari ini.
gak bertele tele
semangat y kk buat karya bgus bagus nya