NovelToon NovelToon
AKHIR DARI PENYESALAN

AKHIR DARI PENYESALAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Rumah Tangga / Selingkuh
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

"Tega kamu, Mas." Kanaya menatap suaminya dengan sorot mata yang tenang namun penuh luka. Kecewa luar biasa wanita itu rasakan setelah tau kalau suaminya ternyata sudah menikah dan memiliki istri lain tanpa sepengetahuannya.

"Aku minta maaf, aku tau kamu kecewa. Tapi ini semua udah terlanjur terjadi, aku harap kamu bisa berlapang dada menerima istri baruku." Jawab Andra dengan nada bersalah.

Tapi Kanaya tau, suaminya itu tidak benar-benar menyesal. Sedikit pun.

Siang dan malam ia berdo'a kepada Tuhan, meminta kelimpahan dan kelancaran untuk bisnis juga rezeki suaminya.

Tapi ketika pria itu benar-benar diberi kekayaan, ia malah menduakannya diam-diam.

Kanaya tidak akan diam aja, ia akan membalasnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA PULUH TIGA

Andra akhirnya berterus terang tentang keinginan juga kegelisahannya akhir-akhir ini. Kedua mata pria itu menatap lekat sisi wajah Kanaya, berharap juga menunggu wanita itu akan berbalik dan balas menatap matanya.

"Hmm,..." Kanaya hanya bergumam pelan tanpa menatapnya, membuat Andra bingung dan semakin gelisah.

Ia tak puas hati dengan jawaban tidak pasti yang diberikan sang istri.

"Gimana, Sayang? Kamu mau? Udah lama banget lho sejak terakhir kita liburan berdua,..."

Ulang Andra berharap hal tersebut akan membuat

istrinya menyetujui tawaran untuk berlibur bersama, hanya mereka berdua.

"Aku nggak tau,. Jawab Kanaya masih dengan suara yang tenang.

Wanita itu tentu ingat kapan terakhir kalinya mereka berduaan, yaitu saat sebelum ia tau Andra mengkhianati cinta dan pernikahan mereka.

Itu juga adalah kali terakhir mereka tidur satu kamar bersama karena setelah itu Kanaya selalu memastikan Andra tidur bersama Nisrin dan dirinya hanya tidur sendiri.

"Kita liat nanti aja,..." Sambung Kanaya.

Tanpa bisa menahan diri Andra mendesah kecewa sambil memejamkan mata, ia sadar bahwa itu adalah penolakan halus dari Kanaya.

Secara tidak langsung wanita itu mengatakan bahwa dia tidak ingin pergi hanya berduaan dengan dirinya.

Harapan yang wanita itu berikan di minggu depan pastinya akan berujung dengan kata 'tidak bisa'.

Andra tak sempat membujuknya kembali karena makanan mereka sudah tiba.

Dalam keheningan dua orang tersebut makan, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring.

"Aku udah selesai,..." Ujar Kanaya sambil mengusap lembut sisi-sisi bibir penuhnya menggunakan tissue.

Wanita itu mengecek waktu lewat jam mahal di pergelangan tangannya, tersenyum tipis saat menyadari bahwa Esmeralda kini mungkin sedang berada dalam perjalanan menuju ke rumah mereka.

"Hmm, aku juga udah selesai." Timpal Andra.

"Ya udah, kita pulang sekarang." Mengambil tas mahalnya, Kanaya kembali pergi berlalu begitu saja meski Andra masih belum selesai membayar makan siang mereka.

Ia menunggu sang suami di dalam mobil sambil mengecek pesan masuk dari Esmeralda beberapa menit lalu.

Kanaya menutup layar ponselnya menggunakan telapak tangan seolah takut akan ada orang yang melihat isi pesan tersebut, ia menatap ke luar dan memastikan suaminya belum kembali ke dalam mobil.

Esmeralda:

"Lapor, Miss. Tadi sempet dibawa pulang ke rumah dia, tapi nggak ada siapa-siapa di sana. Terus sekarang katanya lagi mau ke rumah menantunya karena pasti lagi pada di sana, fix rumah yang dimaksud ini rumah Miss kan ya?"

Pesan tersebut dikirim dengan satu lampiran foto.

Foto di mana Esmeralda tengah duduk di dalam mobil

Daris dengan dada besarnya yang membusung ke depan.

Dress ketat wanita itu juga semakin menunjukan

lekuk tubuh seksinya yang padat menggoda.

"Iya, itu rumahku. Aku juga lagi perjalanan pulang ke rumah. Inget, jangan sampe mereka curiga apalagi sadar kalau kita saling kenal."

Balas Kanaya, ia dengan cepat menekan tombol kirim saat melihat Andra yang baru saja keluar dari restaurant dan berjalan ke arah mobil.

"Aman, Miss. See you di sana ya. Siap-siap nonton drama kolosal."

Kanaya memasukkan ponselnya ke dalam tas dengan terburu-buru tepat saat Andra masuk ke dalam mobil.

"Kamu nggak apa-apa, Sayang? Wajah kamu keliatan makin merah, leher juga."

Andra yang melihat istrinya tampak memerah padam tentu merasa khawatir, apalagi Kanaya juga terlihat mengipasi wajahnya seolah begitu gerah.

Pria itu tidak sadar bahwa sang istri memerah karena berusaha menahan tawa dan adrenaline yang tiba-tiba merasuki setiap tetes darahnya.

Kanaya begitu bersemangat sampai rasanya ia ingin berteriak sekencang mungkin dan dadanya seperti akan meledak.

"Nggak, kok. Aku nggak apa-apa. Ini pasti cuma gara-gara habis treatment tadi. Sekarang ayo pulang, aku udah pengen cepet-cepet sampe ke rumah. Mau istirahat."

"Oh, oke. Kamu yakin nggak perlu balik lagi ke klinik? Itu beneran nggak apa-apa? Gimana kalo ternyata treatment di klinik tadi memang salah dan muka kamu kenapa-kenapa? Nggak mau diperiksa dulu buat memastikan?"

Andra menarik dagu Kanaya dan memaksa wanita itu untuk melihat wajahnya, menatap setiap jengkal kulit wajah Kanaya dengan khawatir.

"Nggak, aku nggak apa-apa. Ini bukan pertama kalinya aku treatment di klinik, emang kaya begini biasanya juga. Udah ah, ayo cepet pulang aku mau rebahan."

Jawab Kanaya sambil menepis halus tangan Andra dari dagunya dan menjauhkan diri sebisa mungkin dari pria itu, meski ruang geraknya untuk menghindar sangat terbatas di dalam mobil.

"Hmm,... Ya udah kalo gitu kita pulang sekarang. Kalau kamu ngerasa ada yang nggak beres, bilang. Kita ke klinik lagi,..." Ucap Andra yang tidak direspon apapun oleh Kanaya.

Pria itu melajukan kembali mobilnya menuju kediaman mereka, pandangannya fokus lurus ke depan.

Tanpa Andra sadari, sejak tadi kedua tangan Kanaya tampak mengepal erat-erat.

Wanita itu sedang mati-matian menahan diri agar tak berteriak antusias dalam kebahagiaan, ia sudah sangat tidak sabar untuk sampai ke rumah.

"Lho, ini mobil Ayah. Tumben udah pulang dari kantor jam segini, apa dia cuma mampir makan siang?"

Andra bergumam penuh tanya saat melihat mobil sang ayah terparkir tepat di halaman rumahnya.

Sementara Kanaya, wanita itu tampak mengulum senyum sambil berusaha mengendalikan raut wajahnya.

"Hmm, iya mungkin."

"Apa maksud kamu?! Kamu nggak waras?!"

Suara teriakan Samira yang menggelegar terdengar begitu keras hingga ke halaman rumah.

Kanaya hampir benar-benar gagal menahan tawa bahagianya karena ia sudah bisa menebak apa yang terjadi di dalam.

"Ibu? Kenapa Ibu teriak-teriak? Nggak mungkin dia teriakin Nisrin."

Andra berucap penuh tanya sambil menatapnya seolah Kanaya akan peduli.

Wanita itu hanya manjawab dengan mengangkat kedua bahunya acuh tak acuh, berpura-pura tak tau.

"Ayo masuk,...."

Andra berjalan cepat masuk ke dalam rumah sementara Kanaya mengikutinya dengan langkah yang amat santai.

Di dalam rumah, suara teriakan dan ribut-ribut histeris terdengar semakin jelas.

"Ibu? Kenapa, Bu? Ada apa ini ribut-ribut?"

1
Nuna_Pena
😁😁
Anonim
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!