Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Nadia kini berada di dalam sebuah mall,tengah berdiri didepan toko obat yang lumayan cukup jauh dari rumahnya.
Ia memandang nama toko tersebut untuk beberapa saat sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam apotik.
"Aku sangat takut tuhan.."
"Pliss jangan sampai ini terjadi.." ucap nadia ketika berada di toilet umum.
Dengan rasa ketakutan ia mencoba mengecek apa yang dia takutkan beneran terjadi atau hanya ketakutan semata wayang.
"Hahh..untung garisnya cuma satu.." bathin nadia begitu melihat hasil yang keluar dari tespek yang ia beli tadi.
"Lagian mana mungkin bisa hamil kalau baru 3x melakukannya"
"Ah astaga,kenapa harus aku hitung.." ucapnya pelan sambil menepuk-nepuk mulutnya sendiri.
"Tapi itu bisa kemungkinan terjadi jika aku sedang di siklus masa subur.."
"Apa aku harus mengkonsumsi pencegah kehamilan?"
"Atau meminta saga untuk mengeluarkannya di luar! Tapi bagaimana caraku minta,itu akan sangat memalukan.."
Nadia pun kini clingak clinguk kembali lagi ke dalam apotik,
Ia berniat ingin mencari obat pencegah kehamilan.
Namun ketika ia hendak bertanya kepada petugas yang berjaga,seseorang tiba-tiba datang untuk mencegah nadia.
"Jangan lakukan itu?" Ucap saga,yang entah darimana dia tiba-tiba hadir disitu.
"Ada yang bisa saya bantu kak?" Tanya sang apoteker yang berbeda dengan orang yang melayaninya ketika membeli alat tespek.
"Oh saya.."
"Dia perlu vitamin c yang bagus,akhir-akhir ini dia sering kelelahan.." ucap saga.
Nadia melirik kearah saga yang tetap fokus kedepan.
"Kelelehan! Itu gara-gara kamu.." bathin nadia dengan sangat gemaasss.
Setelah mengecek mana yang lebih bagus dan cocok untuk nadia,
Saga pun membayarnya dan menuntun nadia keluar dari apotik itu.
"Pak!"
"Aduuh..jangan panggil begitu dong nad.." kini saga menghentikan langkahnya.
"Ya terus aku harus manggil apa?"
"Om? Aku ga suka itu"
"Mas? Iii kamu terlalu dingin untuk di panggil mas,mas itu identik orangnya lembut.."
"Penampilanku yang sangat kelihatan muda ini belum layak dipanggil pak atau om.."
"Dan ga suka panggilan mas.."
"Panggil sayang.."
"Idiihh sayang..siapa kamu?"
"Pacar aja bukan..!" Nadia pun meninggalkan saga begitu saja.
"Bukan pacar tapi bisa dapat semuanya.." ucap saga begitu dirinya berhasil mengejar langkah nadia.
Kedua pipi nadia sontak memerah,ia sedikit malu dengan ucapan saga tapi tidak menyangka bahwa kata-kata itu yang keluar dari mulutnya.
"Aku jalan sendiri.." ucap nadia kesal.
"Diumurku yang sekarang ini,status sangat tidak perlu,tapi bagimu mungkin perlu.."
"Yang harus kamu ingat adalah,aku akan selalu bersamamu,dan kamu akan selalu menjadi milikku.." Saga pun merangkul pinggang nadia.
"Bukankah kamu sudah bisa membuat ktp?" Tanya saga begitu keduanya berada di dalam mobil.
"Hmm harusnya sudah.."
"Buat apa?"
"Bukankah akan sangat repot ketika aku harus memberimu uang tapi berbentuk cash?"
Saga pun menyerahkan satu lagi kartu miliknya.
"Ini sudah lama ga aku pakai,kamu bisa gunakan ini.."
"Aku akan memberimu uang setiap bulannya.."
"Begitu ktp sudah jadi segera buka rekening sendiri dan kamu bisa memindahkan itu ke rekeningmu sendiri.."
"Apa ini sudah ada isinya?"
"Belum lah..kalau mau ada isinya kamu harus bekerja dulu denganku.."
"Jangan aku terus yang bekerja.."
"Sesekali kamu yang harus memulainya.."
Nadia mencoba menghentikan ucapan saga yang membuatnya tertantang tapi juga merasa takut.
Ia mengingat kembali bagaimana dirinya kesusahan untuk berjalan normal begitu selesai bermain dengan saga.
"Kita pindah mall..banyak keperluan yang harus dibeli untuk di apartemen.." ucap saga lalu memutar laju mobilnya kearah mall yang menurutnya lebih besar.
"Apa kita juga harus membeli peralatan masak?"
"Kita ga bisa menyatukan masakan kuah dan tumis dengan teflon yang sama.."
"Ambil setau kamu..itu urusan perempuan.."
Saga hanya bagian mendorong troli mengikuti langkah nadia yang mengelilingi toko swalayan ini.
Saking banyaknya yang dibeli saga pun sampai rela mengambil troli lagi untuk diisi dengan produk makanan mulai dari beras,gula,daging,susu,sampai buah-buahan.
"Apa tidak apa-apa pembelanjaan dengan jumlah pembayaran sampai segitu?" Bisik nadia begitu melihat monitor yang menunjukkan total pembelanjaan sampa 16juta dan itu pun masih berjalan.
Saga hanya menganggukkan kepala dan mengambil kartu dari dompetnya untuk diserahkan kepada kasir.
"Baru kali ini aku belanja seperti itu.."
"Biasanya mama dan papa.."
Saga melirik mendengar ucapan nadia.
"Kalau begitu mulai sekarang itu akan menjadi kegiatan rutinmu setiap bulannya.."
"Dan sepertinya ini juga akan menjadi awal bagimu.." ucap saga misterius.
Nadia berjalan dengan sedikit berlari kecil mengikuti langkah panjang kaki saga.
"Mau kemana?"
"Hahhh..kesini?" Ucap nadia begitu mereka berada tepay di depan sebuah store yang menjual pakaian khusus wanita.
"Engga-engga..aku malu"
"Ini nantinya juga akan menjadi kebiasaanmu..pilihlah yang menurutmu bisa membuatku tergoda.." ucap saga sembari menepuk punggung nadia.
"Aku akan kembali setelah menaruh belanjaan ini kedalam mobil.."
Dengan ragu-ragu nadia pun kini masuk kedalam store tersebut dan terpaksa memilih beberapa setelan pakaian dalam.
"Sepertinya ukurannya bertambah.." gumamnya begitu ia melewati sebuah cermin panjang.
"Hallo kak..sedang cari yang model seperti apa?"
"Model?"
"Ah engga,yang biasa aja.."
"Kalau kakanya minat..ini ada setelan,ada piyama,ada lingerie juga.." ucap seorang penjaga toko yang menyodorkan beberapa contoh baju yang di sebutkannya.
"saya hanya mencari pakaian dalam.."
"Pakaian dalam juga kita banyak jenisnya..ada yang berenda,ada yang berbahan satin,katun.."
"Saya lihat-lihat dulu aja ya.." ucap nadia langsung menghindari penjaga tersebut.
Setelah cukup lama memilih,nadia pun belum juga menemukan yang sesuai dengan dirinya,
Ia tidak ingin terlihat mencolok,juga maunya yang sederhana saja.
"Kenapa lama banget sayang?" Tanya saga yang kini berada di sebelahnya.
"Kamu ngapain kesini?sana keluar!"
"Aku akan bantu memilihkan untukmu.."
"Ini bagus..iyaa kan mba!" Ucap saga sembari mengangkat baju tidur sexy lalu sedikit berteriak bertanya kepada penjaga toko yang sebelumnya sudah menawarkan barang itu kepada nadia.