NovelToon NovelToon
The Art Of Ruin - Rahim Yang Dirampas

The Art Of Ruin - Rahim Yang Dirampas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Perjodohan
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: 羽菜

Mikayla tidak hanya dikhianati.

Ia dihancurkan.

Dipaksa menikah menggantikan kakaknya, lalu dikhianati oleh suaminya sendiri bersama wanita yang seharusnya ia lindungi. Lebih kejam lagi, keluarganya sendiri merampas masa depannya membuatnya kehilangan satu hal yang paling berharga bagi seorang wanita.

Setiap hari diberi obat agar tidak bisa mengandung, Rahimnya dibuat tidak berfungsi, Namun mereka lupa satu hal, wanita yang mereka hancurkan tidak benar-benar mati.

Dua tahun kemudian, ia kembali dengan identitas baru sebagai Michelle Ad Lynne lebih cerdas, lebih dingin, dan jauh lebih berbahaya. Dengan kekuatan finansial triliunan dan kecerdasan yang terasah, ia tidak datang untuk meminta keadilan.

Ia datang untuk menghancurkan.

Sedikit demi sedikit, segala yang dia bangun mulai runtuh tanpa peringatan. Tanpa ampun, kenyataan itu menghantamnya keras seperti pisau yang terus-menerus menebas luka lama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 羽菜, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Mikayla memilih berdiri paling belakang, bersandar ringan pada dinding lift yang dingin. Wajahnya tampak tenang, seolah tak peduli pada apa pun. Namun jemarinya bergerak cepat membuka ponsel.

Layar itu menampilkan rentetan pesan dari grup keluarga.

Satu foto membuatnya berhenti. Naura tersenyum lebar, memamerkan tas baru yang jelas bukan barang murah. Caption-nya singkat, tapi cukup untuk menyulut sesuatu di dada Mikayla.

Dibelikan langsung oleh Elang rahangnya mengeras. “Rasanya pengin aku timpuk palanya pakai batu…” gumam Mikayla pelan, nyaris seperti bisikan angin.

Namun di dalam lift yang sunyi, suara sekecil itu tetap terdengar.

“Sabar, calon jendes,” sahut seseorang dengan nada santai dari samping. “Gue aja pengin gebukin laki lo si kang selengkoy. Hahaha… sumpah, gue puas banget kamu cerai dari dia. Habis ini kita cari sugar daddy.”

Mikayla menghela nafas panjang, sudut bibirnya sedikit terangkat. “Boleh juga tuh… asal jangan laki orang. Duda juga nggak masalah,” balasnya setengah bercanda. “Cari hot daddy nggak sih…”

“Duh, kebanyakan baca novel roman fantasi lo,” timpal yang lain, menahan tawa.

“Owhhh… ya jelas dong,” celetuk Helena tanpa filter, “hot daddy lebih tahan lama.”

Plak!

Suara itu memecah suasana, Mikayla refleks memukul lengan Helena, matanya melebar. “Astagaaa… Helena!” tegurnya, setengah malu, setengah panik.

Beberapa orang di dalam lift menahan tawa, sementara Helena hanya meringis sambil mengusap lengannya. Dan untuk sesaat di tengah kekacauan hatinya Mikayla benar-benar tertawa.

Lantai tujuan tercapai. Pria dingin itu melangkah keluar diikuti asistennya. Namun, sesaat sebelum pintu lift tertutup kembali, ia sempat melirik pantulan wajah Mikayla di dinding lift yang mengkilap seperti cermin.

Pria itu Ethan Aviel leon yang menyunggingkan senyum miring yang sangat tipis, nyaris tak terlihat.

Langkah kaki Ethan Aviel Leon bergema di lorong marmer gedung bank tersebut. Jas custom made yang ia kenakan tampak menyatu dengan auranya yang dominan dan berbahaya. Sebagai rival utama Elang Abimanyu, Ethan tidak pernah melakukan gerakan tanpa riset yang mendalam. Selama ini, ia memandang Elang sebagai lawan yang membosankan, seorang pria yang hanya besar karena nama keluarga, namun lemah dalam strategi.

Namun, pertemuan singkat di lift tadi mengubah perspektifnya. "Timpuk pakai batu katanya?" Ethan bergumam pelan, suaranya rendah dan serak, menyunggingkan senyum miring yang sangat tipis.

Asistennya, yang berjalan tepat di belakangnya, hanya bisa menunduk heran. Jarang sekali melihat seorang Ethan Aviel Leon pria yang dikenal sedingin es dan tak kenal ampun di meja perundingan tiba-tiba terkekeh kecil karena gumaman seorang wanita.

Ethan sudah lama mengamati gerak-gerik keluarga Abimanyu. Ia tahu tentang penggelapan dana 700 miliar itu sebelum Elang menyadarinya. Ia juga tahu tentang Naura. Namun, sosok Mikayla adalah variabel yang selama ini ia remehkan sebagai "istri pajangan" yang kaku.

Suara Hati Ethan "Jadi ini Mikayla? Elang benar-benar buta. Dia memiliki berlian yang tajam di rumahnya, tapi malah memilih kerikil jalanan yang hanya tahu cara bersolek. Aroma parfumnya... manis, tapi tatapan matanya menyimpan badai yang sanggup menenggelamkan sebuah kapal. Menarik. Sangat menarik.”

"Siapkan data yang ku minta tadi pagi," perintah Ethan kepada asistennya tanpa menoleh. "Dan tambahkan satu instruksi lagi, Cari tahu semua rekening pribadi Mikayla. Bukan untuk menyerangnya, tapi untuk memastikan tidak ada aliran dana dari Elang yang bisa menyeretnya ke penjara."

Ethan ingin Mikayla tetap bersih. Bukan karena ia kasihan, tapi karena ia melihat potensi senjata yang lebih mematikan.

"Aku akan membantumu menyiapkan batunya, Mikayla," bisiknya sebelum masuk ke ruang rapat. "Bukan batu biasa, tapi gunung yang akan meruntuhkan suamimu. Dan saat dia hancur berkeping-keping, aku ingin melihatmu berdiri di puncaknya.”

Di dalam ruangan Mikayla yang terusik, sementara itu, di mejanya, Mikayla merasa telinganya panas. Ia masih teringat tatapan pria di lift tadi, aura pria itu terlalu kuat, seolah bisa membaca seluruh rencana busuk yang ia simpan di balik senyum manisnya.

"Siapa pria tadi, Hel?" tanya Mikayla pada Helena yang masih sibuk merapikan berkas.

"Lo beneran nggak tahu? Itu Ethan Aviel Leon, Mik! CEO Leon Group. Rival abadi keluarga suami lo. Kabarnya, dia orang yang paling pengin lihat Elang sujud di kakinya," bisik Helena antusias.

Mikayla terdiam. Ethan Aviel Leon... Ia menyandarkan punggungnya ke kursi kerja. Jika Ethan adalah rival Elang, maka secara teknis mereka memiliki musuh yang sama, sebuah ide gila mulai melintas di benaknya, sebuah aliansi yang mungkin akan membuat kehancuran Elang menjadi tontonan paling megah di Jakarta tahun ini.

"Sepertinya batu yang aku siapkan akan jadi lebih besar dari dugaanku," gumam Mikayla sambil menatap layar komputernya yang menampilkan grafik saldo 2 triliun miliknya.

_____

Ethan Aviel Leon menyandarkan punggungnya di kursi kebesaran yang terbuat dari kulit berwarna hitam. Di ruangan kantornya yang kedap suara dan terletak di lantai teratas gedung pencakar langit itu, cahaya matahari sore menembus kaca film gelap, memberikan kesan dramatis pada wajahnya yang tajam.

Asisten pribadinya, yang juga merangkap sebagai penghubung Ethan dengan jaringan "dunia bawah", berdiri dengan sikap hormat di depan meja.

"Tuan, ada laporan transaksi mencurigakan yang masuk ke radar sistem pencucian uang kita. Ada penukaran valuta asing sebesar 1 juta dolar dan 7 kg emas batangan fisik yang baru saja dikonversi. Dana tersebut kemudian ditransfer ke rekening privat atas nama Nona Mikayla," lapor asisten itu dengan suara rendah. "Sumber dananya... secara informal di jaringan bawah dikatakan sebagai 'hasil merampok'."

Ethan terdiam sejenak. Jemarinya yang mengenakan cincin signet perak mengetuk-ngetuk sandaran kursi. Bukannya marah atau terkejut, sebuah tawa pelan yang terdengar berbahaya justru keluar dari bibirnya.

"Hasil merampok ya?" Ethan terkekeh, matanya berkilat penuh minat. "Istilah yang menarik untuk seorang istri yang mengambil haknya kembali.”

Sudut Pandang Ethan: Sang Penguasa Kegelapan

Ethan menarik selembar berkas yang berisi data aset Elang Abimanyu yang telah ia incar sejak lama. Ia tahu persis dari mana emas 7 kg dan jutaan dolar itu berasal—itu adalah dana taktis yang disembunyikan Elang dari audit keluarganya sendiri.

"Elang begitu loyal pada selingkuhannya sampai buta pada asetnya sendiri," gumam Ethan, senyum miringnya semakin dalam. "Wajar jika Mikayla 'merampok' sedikit hartanya sebelum kapal itu benar-benar tenggelam. Lagipula, uang itu akan lebih berguna di tangan wanita pintar seperti dia daripada habis untuk membiayai gaya hidup murahan Naura.”

Sebagai pemain di dunia bawah, Ethan tahu bahwa transaksi sebesar itu pasti akan memancing "hiu" lain jika tidak dibersihkan dengan rapi.

"Bersihkan jejak transaksi itu di sistem clearing bawah," perintah Ethan dingin. "Pastikan tidak ada intervensi dari pihak kepolisian atau orang-orang suruhan Elang yang mencoba melacak aliran emas itu. Katakan pada jaringan di pelabuhan dan bandara: akun Mikayla adalah zona terlarang. Siapa pun yang menyentuhnya, berurusan langsung denganku.”

"Baik, Tuan. Apakah Anda ingin saya menghubungi Nona Mikayla?" tanya sang asisten.

"Belum saatnya," Ethan berdiri, berjalan menuju jendela besar yang menampilkan siluet kota Jakarta. "Biarkan dia bermain sedikit lagi. Aku ingin melihat sejauh mana predator cantik ini bisa mencabik-cabik suaminya tanpa bantuan siapa pun.”

1
Nurhartiningsih
makin seru ih
Nurhartiningsih
wah jodoh yg sesungguhnya Dateng tuh mika
Nurhartiningsih
cerita yg sangat bagus..sayang terlalu bertele tele
Nurhartiningsih
lanjut...mkin bikin penasaran
Nurhartiningsih
lanjut..makin seru aja
Nurhartiningsih
mkin ngga sabar lihat kehancuran elang
Nurhartiningsih
lanjutkan
Nurhartiningsih
lanjut.. update nya jangan lama2
Nurhartiningsih
lanjut
Nurhartiningsih
lanjut yuk...semngt mik buat balas dendamnya
Nurhartiningsih
lanjuut
羽菜 Hana
siap kak, biasanya aku baca-baca di malam hari. 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!