NovelToon NovelToon
Transmigrasi Santriwati Jago Silat Dalam Obsesi Sang Pengusaha Dunia

Transmigrasi Santriwati Jago Silat Dalam Obsesi Sang Pengusaha Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: namice

“Benciku adalah candu, dan obsesinya adalah penjara paling mematikan.”

Ceisya, seorang santriwati tengil sekaligus hacker cerdas, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Ceisyra Valenor—tokoh antagonis yang seharusnya mati tragis.

Namun takdir berubah…
Kaelthas Virelion, penguasa dunia bawah yang dingin dan kejam, justru terobsesi padanya—bahkan menikahinya secara rahasia.

Di tengah fitnah licik sang adik, Clarisse, serta ancaman Axton—rival berbahaya yang mulai kehilangan kendali karena dirinya—Ceisya terjebak dalam permainan yang mematikan.

Haruskah ia melarikan diri dari sangkar emas itu…
atau bertahan dalam perlindungan berbahaya dari pria posesif yang siap menghancurkan dunia demi dirinya?

“Kamu adalah napasku, Ceisyra. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun merebutmu dariku.”

Takdir, obsesi, dan kekuasaan bertabrakan.

Mampukah Ceisya mengendalikan nasibnya sendiri… atau justru tenggelam dalam obsesi yang semakin dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benang Merah yang Berdarah

​Pukul 21:30 Malam – Kamar Utama Penthouse.

​Keheningan di kamar ini terasa mencekam setelah badai pertempuran di ruang tamu tadi. Cahaya lampu temaram memantulkan bayangan dua insan yang masih terbalut adrenalin dan aroma mesiu. Kaelthas tidak membiarkan Ceisya menapakkan kakinya di lantai sejak mereka meninggalkan ruang tamu; ia menggendong istrinya itu seolah Ceisya adalah porselen retak yang nyaris hancur.

​Kaelthas mendudukkan Ceisya di atas ranjang king size, namun ia tidak menjauh. Pria itu justru berlutut di antara kedua kaki Ceisya, tangannya yang besar dan bergetar karena emosi mencengkeram pinggang Ceisya, menariknya hingga tubuh mereka tidak menyisakan celah sedikit pun.

​"Jangan menatap foto itu lagi, Ceisyra," suara Kaelthas rendah, hampir seperti geraman pelan.

Matanya yang gelap menatap tajam ke arah foto usang yang masih digenggam erat oleh Ceisya.

​"Kael, lihat pria ini..." Ceisya mengabaikan perintah itu, jemarinya yang gemetar menunjuk sosok pria di samping Sebastian Valenor. "Wajahnya... dia mirip sekali denganmu, tapi matanya... matanya dingin seperti kematian. Dan lihat tato mawar hitam di pergelangan tangannya. Ini bukan sekadar organisasi tentara bayaran, Kael. Ini adalah warisan."

​Kaelthas menyambar foto itu dari tangan Ceisya dan melemparkannya ke sembarang arah. Ia tidak peduli pada masa lalu saat ini; yang ia pedulikan hanyalah wanita di depannya yang baru saja hampir direnggut darinya.

​"Aku tidak peduli pada warisan berdarah itu sekarang!" Kaelthas menangkup wajah Ceisya dengan kasar namun penuh pemujaan. Ia memaksanya untuk menatap langsung ke dalam manik matanya yang berkilat obsesif. "Satu-satunya hal yang nyata saat ini adalah kau ada di sini. Di bawah kekuasaanku. Milikku."

​Kaelthas langsung meraup bibir Ceisya dalam ciuman yang menghancurkan segalanya. Ini bukan sekadar ciuman; ini adalah klaim wilayah. Kaelthas menyesap bibir Ceisya dengan penuh rasa lapar, seolah-olah ia sedang mencoba meminum seluruh ketakutan Ceisya dan menggantinya dengan kehadirannya sendiri. Ceisya mengerang pelan, tangannya meremas bahu kokoh Kaelthas saat pria itu mulai menggigit kecil bibir bawahnya—sebuah kebiasaan Kaelthas yang selalu membuat Ceisya lemas tak berdaya.

​Ciuman itu turun ke rahang, lalu ke leher jenjang Ceisya yang kini dipenuhi tanda-tanda merah baru. Kaelthas seolah sedang menandai setiap inci kulit Ceisya dengan bibirnya, membuat Ceisya merasa terkurung dalam sangkar gairah yang menyesakkan namun candu.

​"Kau canduku, Ceisyra. Napasmu, detak jantungmu... semuanya harus berdetak hanya untukku," bisik Kaelthas parau, hembusan napas panasnya menggelitik kulit sensitif Ceisya.

Kaelthas membuka kancing bajunya satu persatu, membuat mata Ceisya terbelalak.

"Kaelthas, kamu mau apa?" Tanya Ceisya sebenarnya mengetahui suaminya sedang menginginkannya, terlihat mata Kaelthas penuh gairah.

Kamu tahu jawabannya, Sayang." bisik Kaelthas memojokkan Ceisya ke dinding.

Kaelthas melumat kembali bibir Ceisya, dia membuka ikat pinggangnya. Ceisya membalas ciuman Kaelthas. Disela-sela ciumannya Kaelthas membuka pakaian Ceisya.

Ceisya terengah-engah, Ketika Kaelthas melepaskan ciumannya, Kaelthas mencium leher jenjang Ceisya.

Jleb.. "Mmm." Kaelthas membungkam bibir Ceisya yang akan mengeluarkan desahannya di sela memasukan Kaelthas mininya.

​Pukul 23:00 Malam – Di Bawah Selimut Keamanan.

​Setelah gairah yang meluap itu sedikit mereda, Kaelthas tetap tidak melepaskan dekapannya. Mereka berbaring di atas tempat tidur dengan posisi Ceisya yang sepenuhnya tenggelam dalam pelukan Kaelthas. Tangan besar Kaelthas terus mengusap punggung Ceisya, seolah memastikan bahwa istrinya masih bernapas.

​"Kael," bisik Ceisya di tengah kegelapan, suaranya serak. "Pria di foto itu... dia adalah pamanmu, kan? Arkan Virelion. Pria yang dikabarkan tewas dalam kecelakaan pesawat dua puluh tahun lalu."

​Kaelthas menghentikan gerakan tangannya. Otot-otot tubuhnya menegang. "Dia tidak tewas, Ceisya. Dia dibuang. Ayahku membuangnya karena Arkan terlalu gila. Dia ingin mengubah kerajaan bisnis keluarga kita menjadi sindikat kriminal global. Dia terobsesi dengan simbol mawar hitam itu."

​Ceisya mendongak, menatap dagu tegas Kaelthas. "Dan sekarang dia kembali untuk mengambil apa yang dia rasa miliknya. Termasuk perusahaanmu... dan mungkin, aku?"

​Kaelthas menatap Ceisya dengan tatapan yang sangat gelap. Ia mengeratkan pelukannya hingga Ceisya merasa tulang-tulangnya nyaris remuk. "Dia bisa mencoba mengambil duniaku, tapi jika dia mencoba menyentuhmu... aku akan memastikan mawar hitamnya membusuk di neraka."

​Tiba-tiba, suara notifikasi khusus bergema dari tablet Ceisya yang tergeletak di nakas. Ceisya hendak meraihnya, namun Kaelthas menahannya.

​"Biarkan saja," geram Kaelthas.

​"Kael, ini sinyal emergency yang aku pasang di jaringan Guntur!" Ceisya meronta kecil, dan akhirnya Kaelthas mengizinkannya.

​Ceisya membuka tablet itu. Layarnya menampilkan peta radar Jakarta yang dipenuhi titik-titik merah yang bergerak menuju satu titik: Lapas Kelas I Jakarta, tempat Sebastian Valenor ditahan.

​"Kael! Mereka tidak menyerang kita lagi malam ini," suara Ceisya bergetar. "Mereka pergi menjemput ayahku. Mereka akan membebaskan Sebastian!"

​Pukul 00:30 Tengah Malam – Ruang Strategi.

​Kaelthas dan Ceisya, yang kini sudah berganti pakaian taktis serba hitam, berdiri di depan layar pemantau bersama Guntur yang tampak terluka di pelipisnya.

​"Tuan, serangan di penjara dimulai sepuluh menit lalu. Tim keamanan lapas kewalahan. Mereka menggunakan teknologi EMP untuk melumpuhkan seluruh kamera pengawas," lapor Guntur.

​Kaelthas mengepalkan tangannya. "Arkan ingin menyatukan kembali kekuatan lama. Jika Sebastian bebas, mereka akan memiliki akses ke kode brankas rahasia keluarga Valenor yang berisi data aset tersembunyi di seluruh Asia."

​Ceisya jemarinya menari di atas keyboard dengan kecepatan yang tidak masuk akal. "Aku masuk ke satelit cadangan penjara! Aku bisa melihat mereka! Kael... itu bukan cuma tentara bayaran. Lihat pria yang memimpin mereka."

​Di layar yang buram, terlihat seorang pria paruh baya dengan langkah tegap, mengenakan jas abu-abu mahal di tengah kekacauan penjara. Di sampingnya, Clarisse tampak berdiri dengan senyum kemenangan, memegang tangan ayahnya, Sebastian, yang baru saja keluar dari sel.

​"Clarisse... dia tidak dipenjara?" tanya Ceisya tak percaya.

​"Dia menggunakan koneksi Arkan untuk memalsukan surat pembebasan sore tadi," desis Kaelthas. "Bajingan itu benar-benar bermain rapi."

​Tiba-tiba, pria berjas abu-abu itu berhenti di depan kamera tersembunyi yang diretas Ceisya. Ia seolah tahu sedang diawasi. Pria itu mengangkat sebuah kartu ke arah kamera. Di kartu itu tertulis sebuah alamat:

​"Gudang Tua Valenor – Tempat Segalanya Dimulai. Datanglah sendiri, Kaelthas. Atau istrimu akan melihat ayahnya mati untuk kedua kalinya."

​Kaelthas merasakan amarah yang murni membakar dadanya. Ia berbalik dan menatap Ceisya. Ia mencengkeram bahu istrinya itu, menatapnya dengan pandangan yang sangat posesif sekaligus penuh perlindungan.

​"Kau tetap di sini bersama Guntur. Ini adalah jebakan," ucap Kaelthas tegas.

​Ceisya menggeleng, matanya berkilat penuh keberanian dan sedikit ketengilan yang menjadi ciri khasnya. "Mas Sultan, kamu lupa siapa yang tadi menjatuhkan anak buah Liam dengan satu tendangan? Dan siapa yang bisa mematikan seluruh sistem keamanan mereka dalam satu klik?"

​Ceisya mendekat, menarik kerah baju taktis Kaelthas hingga wajah mereka sejajar. "Jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku di belakang lagi. Karena mawar hitam itu juga mengincar darah Valenor-ku. Kita selesaikan ini bersama, atau tidak sama sekali."

​Kaelthas menatap bibir Ceisya yang menantangnya, lalu tanpa peringatan, ia menciumnya sekali lagi dengan sangat keras dan singkat—sebuah ciuman janji darah.

​"Baiklah. Tapi jika terjadi sesuatu yang membahayakanmu, Ceisyra... aku tidak akan segan-segan membakar seluruh tempat itu tanpa memedulikan siapa pun di dalamnya."

​Mereka berangkat menuju kegelapan malam Jakarta, menuju tempat di mana rahasia dua puluh tahun lalu siap meledak.

1
Wahyuningsih
💪💪💪 dlm upnya yg busnyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk enak menunggu sehat sellu n jga keshtn
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan supportnya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Atik R@hma
mantapp,double up dong🤣🤣
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
vew
thor banyakin upnya ,, suka sama ceritanya .. semangat 💪💪
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan support-nya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
yang pasti harus ikut bertarung dong Cey
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, ini sebenarnya ortu kandung gak sih
kok kejam amat
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
tupai dong dia 🤣
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
siap² aja kalian semua, nunggu emak singa yang cantik akan beraksi
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sippp Cey, banting aja mereka 1 per 1
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm up yg buanhk n hrs tiap hri jgn lma upnya thor tk enak menunggu sehat sellu n jga keshtn
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan supportnya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪💪💪💪 thor jgn ampe kendor kolor kli y thor 😁😁😁
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suporternya 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Intan Aprilia Rahmawati
next dong
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
thor novel yg kmaren aja nggantung gk up2 eeeeh udah ada yg bru di tamatin dlu lah thor novel yg kmaren syg critanya bagus klau gk dterusin
namice: 😄, iya kak novel yang kemarin terkontrak tapi gak dapat reward kak, jadi cuma kontrak ga di gaji, karena pembacanya sedikit kak 😔😔.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
lanjut
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, aku akan update lagi satu 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
CaH KangKung,
like...🥀🥀
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
👣👣
namice: 😘😘 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, love you sekebon untukmu 😘😘😘🌹🌹🌹🩷🩷🩷
total 1 replies
azka aldric Pratama
hadir
namice: love you sekebon untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Yuni Alyssa
jangan buat gampang dapetin cwe nya tor... jangan lp ya bales dendam nya yg sadis ama keluarganya 🤣🤣🤣
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru ni novel 😁
menarik banget alurnya 😃
seperti biasa kutunggu cerita tamat dulu baru ku baca
namice: iya kak tidak apa-apa kak😘
total 1 replies
Yuni Alyssa
klo aku punya keluarga begitu... aku nikah sm cowo nya truz ku ancurin bapak emaknya apalagi si pick me... sebar dulu biar jadi bulan2an netizen 🤣🤣🤣....
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
mampus kau
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca Novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!