NovelToon NovelToon
Kekasih Kontrak Ceo

Kekasih Kontrak Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:739
Nilai: 5
Nama Author:

Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.

Bab 23

Bab 23

Siang hari suasana kantor yang sedang penuh para pegawai tak membuat bianca merasa senang.

Justru ia merasa pusing karna mendengar banyaknya suara dering telfon.

"Mass.."

"Boleh minta tolong.." ucap bianca ketika melihat seorang ob melintas di depan ruang kerjanya yang hanya bertutup kaca tebal.

"Boleh bu.."

"Minta tolong pesankan saya makan yaa.."

"Nanti taruh saja di meja saya.."

Pinta bianca setelah memberikan catatan pesanannya kepada sang ob tersebut.

"Bianca kebetulan sekali ada disini.."

Ucap riana sang sekretaris yang memang umurnya diatas bianca.

"Dipanggil pak bos tuh.."

"Haaahhh.."

"Siapa?.."

"Dipanggil pak jo.."

"Kok gitu si ekspresinya.." setelah melihat bianca memutarkan matanya ke atas.

"Kirain tuh pemimpin kita udah balik lagi.."

"Kadang rada serem juga setiap kali keruangan pak jo.."

"Suka marah yaa.." tanya riana dan langsung diiyakan oleh bianca.

"Yaudah sana.."

Bianca sedikit mengulur waktu,ia pergi ke kamar mandi dan membasuh mukanya yang terlihat lesuh karna mengantuk.

"Lohh kirain udah di dalem.." tegur riana yang kini berada di meja kerjanya sendiri.

"Cuci muka..biar ga ngantu.."

"Hihihi masuk dulu yaa.."

Tok tok tok

"Hhmmm.."

Mendengar respin dari sang pemilik ruangan kini riana dan bianca saling tatap.

"Ehmm..selamat siang pak jo.." riana memasuki ruang jonathan dengan membawa buku catatan kecil,pulpen serta ponsel miliknya.

Klek

"Kok dikunci.." tanya bianca.

Jonathan tidak menggubris ucapan bianca,justru ia kini sedang memegang gagang telfon kantor dan menempelkan di telinganya.

"Hallo riana..oh yaudah kalau lagi di luar nanti sekalian nitip belikan kopi ya.."

"Iyaa santai saja,dan saya ingin istirahat jika bukan sesuatu yang penting jangan ganggu saya.."

Bianca mengernyitkan dahinya melihat tingkah jonathan."jika ingin istirahat kenapa malah memanggilku.." bathin bianca.

Seolah jonathan tau apa yang ada di kepala bianca.

"Istirahatku cukup dengan bersamamu.."

jawabnya kemudian berjalan menghampiri bianca.

Kini kedua tangannya sudah melingkar di pinggul bianca.

Hanya dengan sedikit menunduk ia kini mulai mencium bibir manis bianca.

"mmmhhh.." suara itu keluar begitu saja hingga mengundang hasrat jonathan untuk melakukan hal lebih.

Keduanya kini berciuman dengan sangat antusias,saling memainkan lidah,dan tangan jonathan pun mulai bergerak perlahan melepas kancing baju bianca.

"Wahh kenapa kamu memakai warna ini.."

Ucapnya setelah melihat bra merah milik bianca lalu mengecup manis lehernya.

Jonathan membopong tubuh bianca dan mendudukkannya di meja kerja yang masih penuh dengan dokumen.

"Jangan disini..aaahhkk.." nafas bianca mulai tidak teratur karna merasakan salah satu tangan jonathan menyentuh bagian intimnya.

Ciuman dan jilatan bertubi-tubi jonathan berikan kesetiap area sensitif bianca hingga membuatnya kelojotan karna merasa nikmat.

"Kamu yakin ingin berhenti.."

Bianca kini melingkarkan kedua tangannya keleher jonathan,membalas serangan yang diberikan jonathan terhadapnya.

"Kepalang nanggung.." ucapnya.

Jonathan kini menanggalkan kain yang menutupi area bawahnya,lalu memposisikan di depan bianca yang kini sudah 90% polos.

"Sekalipun kamu minta berhenti aku tidak akan menurutinya sayang.."

"Aahhhkk.." erangan bianca keluar sesaat ia merasakan penyatuan yang terjadi di antara dirinya dan jonathan.

"Aaahh sayang.."

"Aku tidak akan melewatkan kesempatan terakhir ini.."

"Besok aku harus ke bali karna ada sedikit pekerjaan.." ucapnya dengan tetap bergoyang kedepan belakang yang membuat bianca merem melek.

"Jadi hari ini aku akan membuatmu lemas sampai tak bisa bergerak dari kasur.." ancam jonathan.

Bianca sudah tak mampu menjawab,setiap kali ingin mengerang saja mulutnya sudah di sumpal dengan ciuman oleh jonathan.

"Pelan sayangg..kita di kantor.."

Berbelas-belas menit berlangsung,kali ini jonathan benar-benar ingin memakan bianca.

Semua posisi dilakukan oleh jonathan.

Jonathan menarik tubuh bianca menempelkan tubuhnya ke tembok dan mengangkat satu kaki bianca.

"Aaahh sayang..nikmat sekali.." erang jonathan.

"Aku udah ga kuat jooo.."

"Kita keluarkan bersama sayang.." dengan gerakan semakin cepat akhirnya jonathan menyemprotkan cairan putih kedalam milik bianca.

Lalu tetap menjaga bianca agar tidak terjatuh.

"Masih jam istirahat,kamu disini dulu.." ucap jonathan merebahkan tubuh bianca ke atas sofa dan menutupi tubuh bianca dengan jas hitam miliknya.

Jonathan merapikan pakaiannya dengan tetap menatap tubuh bianca yang kini tergeletak diatas sofa ruang kerjanya.

Sesekali ia juga mengambil gampar lewat ponselnya.

"Baru sekali tapi kamu sudah seperti ini sayang,bukankah kemarin abis pijit.."

"Aku akan melanjutkannya nanti malam.."

Bianca hanya mampu melayangkan pukulan kecil kearah paha jonathan.

Jonathan kembali bekerja,ia merapikan beberapa berkas yang terlipat dan jatuh berserakan.

kriiing kriiing kriiing...

"Iyaa haloo.." jonathan menekan tombol speaker.

"Pak jo,client kita sudah sampai..karna kebetulan ruang rapat penuh..jadi saya meminta untuk keruangan anda.." terdengar suara riana dari telfon kantor tersebut.

"Haaahh..astaga..tunggu 5 menit yaa.."

jonathan mematikan ponsel miliknya dan berlari menghampiri bianca.

"Daripada di toilet dibawah meja aja gapapa,toh aku malah bisa merem sejenak.." pinta bianca yang berjalan kearah meja jonathan sembari membawa satu bantal sofa.

Meja ruangan jonathan memang didesign tertutup,berbahan marmer terlihat sangat berwibawa siapapun yang duduk di sana.

Sesaat kemudian bianca hampir menutup mata mendengarkan jonathan berbicara perihal pekerjaan.

Sampai akhirnya ia merasa bosan.

Bianca meremas kaki jonathan yang sontak membuatnya sedikit kaget.

"Ada apa pak jo.." tanya salah satu client tersebut.

"Ah tidak pak.." ucapnya sembari menatap ke bawah meja kerjanya.

Bianca menyodorkan ponsel miliknya yang di layarnya bertuliskan "masih lama?.."

Karna tidak mendapatkan jawaban bianca pun sedikit kesal.

Sampai hal gila pun muncul.

Bianca perlahan merapa kaki jenjang jonathan dari ujung bawah sampai pangkal pahanya.

Tentu saja hal tersebut membuat jonathan tak mampu fokus dengan lawan kerjanya.

Bianca yang menyadari hal konyol tersebut bukannya berhenti justru makin berani.

Berulang-ulang merapa sampai akhirnya ia berani menyentuh arep sensitif milik jonathan.

"Ammm..jadi begini...."

terdengar suara jonathan yang terbata-bata membuat bianca kesenangan.

Dengan perlahan bianca menarik resleting celana jonathan.

Belum sampai terbuka semua tangan jonathan sudah mencegahnya.

Dan menggelengkan kepalanya kearah bianca.

"Apa disini sangat panas..kenapa pak jo berkeringat seperti itu.."

"Ah sepertinya iyaa.." ucapnya asal.

Bianca tidak ingin menyerah begitu saja,

Kini ia teringat bagaimana jonathan menghajarnya di pagi-pagi buta sampai ia telat ke kantor,

Dan kejadian barusan yang membuatnya bersembunyi dibawah meja seperti ini.

Bianca menjulurkan lidahnya meledek jonathan yang sudah terlihat merah menahan gairah.

"Jadi begini..sepertinya saya akan mempertimbangkan lagi tawaran dari anda.."

"Saya akan membicarakan terlebih dahulu dengan pimpinan disini.."

"Ohh baik-baik pak.."

"Saya sangat berharap bahwa penawaran dari kami ini di terima.."

Jonathan bangkit dari duduknya setelah ia dengan susah payah menutup resleting celananya yang sudah menjembul karna dorongan dari dalam.

Ia berjalan mengantarkan clientnya keluar ruangan sampai di depan pintu lift.

"Riana..tolong jangan ganggu saya sebentar yaa.."

"Saya sedikit sakit kepala.."

Jonathan kembali masuk keruangannya tanpa menunggu jawaban dari riana.

"Bianca..awas kamu.." ucapnya menghampiri meja kerjanya.

"Bianca.." jonathan celingak celinguk ke semua sudut tapi tidak menemukan bianca disana.

Sedangkan bianca,sesaat jonathan bersama clientnya berada di depan pintu lift,ia mengawasi sekitar bahwa riana ikut mendampingi jonathan lalu keluar begitu saja.

Ia sedikit yakin bahwa client tersebut melihatnya keluar dari ruangan jonathan.

Tapi ia berfikir jika ia tetap diruangan tersebut mungkin akan terjadi sesuatu itu kembali.

Hai readers..

Selamat datang di karya pertamaku.

Aku sangat berantusias untuk menyelesaikan ceritaku ini..

Aku berharap dukungan dari kalian yang sebesar-besarnya agar aku semangat terus.

Jangan lupa untuk memberikan tanggapan-tanggapannya juga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!