NovelToon NovelToon
Pasangan Misterius X & V

Pasangan Misterius X & V

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Transmigrasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: ShinZa_17

Di mata dunia, pernikahan hanyalah sebuah formalitas saja.
Hingga suatu hari, seorang pria misterius yang selalu mengenakan topeng - yang dikenal sebagai asisten biasa - menikahi seorang wanita yang dijadikan alat penebus hutang.
Mereka tidak ada yang mencurigai apapun... hingga segalanya perlahan mulai berubah.

Ketika sang kakak menghilang secara tiba-tiba, sang adik perempuan dipaksa menggantikan posisinya sebagai istri.

Keputusan itu disetujui tanpa ragu oleh keluarga demi menebus hutang mereka.

Tidak ada seorangpun yang peduli dengan perasaannya... atau bahkan menanyakan keadannya.

Namun, mereka tidak pernah menyadari satu hal penting - adik perempuan mereka sebenarnya telah mati sejak berada di dalam gudang yang pengap karena dianggap telah mencoreng nama keluarga.

Kini, di dalam tubuh yang lemah dan penuh luka, telah tergantikan oleh jiwa lain.

Jika penasaran, ayo ikuti kisah mereka hingga akhir.

Selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShinZa_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 zweiundzwanzig

Suasana di meja itu terasa canggung.

Violet terus menunduk, jemarinya saling bertaut di atas meja. Ia masih belum bisa mencerna semua hal yang baru saja terjadi.

Suaminya...

Xavier..

Seorang CEO dari Navara Grup.

Sedangkan yang ia ketahui, Xavier, suaminya itu seorang asisten biasa.

Tetapi, ternyata dugaannya salah.

Sementara itu, Xavier hanya menatap Violet dengan tenang, seolah itu semua bukanlah hal besar.

“Kenapa diam?” tanyanya pelan.

Violet mengangkat wajahnya perlahan, matanya masih terlihat bingung.

“Kamu... kenapa tidak mengatakannya bahwa kamu seorang CEO dari NAVARA Grup?”

Xavier menyandarkan tubuhnya ke kursi.

“Karena tidak penting.”

“Tidak penting?” ulang Violet, sedikit terkejut. “Itu penting sekali, tahu!”

Xavier tersenyum tipis.

“Karena yang penting bagiku adalah, kamu tetap jadi dirimu sendiri di depanku. Bukan karena siapa aku.”

Violet terdiam.

Ucapan itu... sederhana, tapi membuat jantungnya berdegup dua kali lebih cepat.

“Tapi... aku terlihat bodoh di depan semua orang, karena aku tidak tahu siapa dirimu sebenarnya,” gumam Violet pelan.

“Justru, aku lebih suka kamu menjadi dirimu sendiri, tanpa memandang siapa aku. Bukan karena aku CEO, tapi melainkan sebagai suamimu.”

Hening sejenak.

Tak lama kemudian, pelayan datang membawa pesanan mereka.

Aroma steak yang harum langsung memenuhi meja.

Violet tanpa sadar menelan ludah, karena rasa lapar yang menyerangnya kembali.

Xavier yang melihat itu langsung memotong steaknya menjadi bagian kecil, lalu memindahkannya ke piring Violet.

“Makan.”

Violet kaget.

“Aku bisa sendiri...”

“Tapi saya ingin melakukannya.”

Violet tak bisa berkata apa-apa lagi.

Ia mulai makan perlahan.

Beberapa saat kemudian...

“Kamu tadi mengatakan ingin laptop?” tanya Xavier.

“Iya... buat tugas sekolah,” jawab Violet.

Xavier mengangguk.

“Nanti kamu pilih sendiri.”

Violet mengerjap.

“Hah? Bukannya kamu bilang akan menyuruh Kelvin untuk membelikannya?”

“Saya berubah pikiran.”

“Kenapa?”

Xavier menatapnya.

“Karena saya ingin tahu apa yang kamu suka.”

Deg.

Jantung Violet kembali berdegup cepat.

Ia langsung menunduk, berusaha menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah.

Xavier yang melihatnya tersenyum kecil.

“Makanlah lagi.”

Mereka pun melanjutkan makannya dalam suasana yang jauh lebih hangat.

Beberapa menit kemudian, mereka pun selesai. Xavier segera mengangkat tangannya dan seorang pelayan langsung menghampiri.

Setelah membayar, Xavier dan Violet pun langsung berjalan keluar dari restoran itu.

“Mau langsung ke toko elektronik atau mau ke toko lain dulu beli perlengkapan?” tanya Xavier.

Violet berjalan di samping Xavier, ia masih merasa canggung, tapi ada perasaan yang menjalar hangat di dadanya.

“Boleh ke toko buku dulu? Ada yang ingin ku beli di sana.”

“Tentu.”

Mereka pun berjalan ke arah toko buku berada. Ketika masuk ke dalam sana, buku-buku terjejer rapi di rak-rak buku itu.

“Pilihlah yang menjadi kebutuhanmu. Saya akan melihat ke buku bagian bisnis.”

Violet mengangguk tanpa melihat ke arah Xavier. Seolah-olah, ia sudah tenggelam di lautan buku itu.

Violet pun mencari-cari buku sekolah, novel dan yang lainnya. Setelah mendapatkannya, ia segera berjalan ke dekat meja kasih sambil menunggu Xavier.

Dan terlihat, dia sedang berjalan ke arahnya.

“Sudah?”

Jawabnya dengan mengangguk. Mereka pun berjalan ke arah kasir yang dirasa telah kosong.

Tanpa menunggu lama, pembayaran pun selesai. Mereka pun keluar dari toko buku itu.

“Sekarang ke toko elektronik?”

“Iya...” jawabnya sambil mengangguk.

Mereka masuk ke toko elektronik.

Lampu-lampu menyala terang menerangi laptop yang berjejer di meja display.

Seorang pegawai langsung mendekat.

“Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?”

“Saya mencari laptop yang bisa digunakan untuk semua hal, seperti mengerjakan tugas, gaming dan yang lainnya.”

“Dari spesifikasi yang kakak cari, ada di sebelah sini.” Tunjuknya ke arah meja display sebelah kanan.

“Laptop ini memiliki RAM 16 GB, dan sudah termasuk SSD. Selain itu bisa dibuat gaming dan yang lainnya.”

Violet mendengarkan dengan saksama. Lalu pilihannya tertuju pada sebuah laptop berwarna silver, bentuknya pun terlihat tipis.

Violet pun berjalan ke arah laptop itu. “Yang ini...”

“Pilihan kakak bagus sekali. Itu merupakan laptop terbaik. RAM nya di atas 20 GB, dan SSD nya juga besar. Selain itu processornya pun yang paling tinggi.”

“Bagaimana, apa kamu mau ambil yang itu?” tanya Xavier.

“Iya, tapi...”

“Tapi apa?”

“Harganya pasti mahal...” gumamnya.

“Saya tidak peduli itu mahal atau tidak. Bagi saya, kamu bisa melakukan semua apapun yang kamu tanpa terbatas oleh alat.”

“Kami ambil yang itu,” jawab Xavier.

“Baik, kak. Silakan ke bagian kasir untuk pembayaran.”

“Saya pergi bayar dulu, kamu tunggu di dekat pintu keluar, di sana ada kursi. Kamu bisa menunggu sambil duduk.”

“Baiklah.”

Xavier pun pergi menuju meja kasir.

Sedangkan Violet, ia melangkahkan kakinya menuju kursi tunggu. Namun hanya tinggal beberapa lagi, tiba-tiba saja

BRUK

Seseorang menabrak dirinya.

“Maaf! Maaf sekali, Nak!” suara wanita terdengar panik.

Violet pun terhuyung ke samping, lalu menoleh ke arah samping kanan. Dan terlihat seorang wanita paruh baya menunduk dengan cemas.

“Tidak apa-apa, bu... saya juga tidak melihat,” jawab Violet sopan.

Wanita itu menghela napas lega. “Syukurlah kamu tidak apa-apa. Saya benar-benar ceroboh.”

Violet tersenyum tipis. “Saya baik-baik saja. Mari saya bantu bawakan.”

“Kalau boleh saya tahu, apakah Anda hendak menuju kursi tunggu?” tanya Violet.

“Iya, nak. Saya hendak ke kursi tunggu.”

“Kalau begitu, kita sama-sama ke sana saja, nyonya. Kebetulan saya juga hendak ke sana.”

Mereka pun duduk di kursi tunggu yang menghadap ke arah meja kasir.

“Saya belum sempat memperkenalkan diri,” ujar wanita itu. “Nama saya Liana.”

“Saya Violet,” jawabnya pelan.

“Nama yang cantik, seperti orangnya...” Liana tersenyum hangat.

Percakapan mereka terus mengalir perlahan, dan tanpa sadar, Liana mulai bercerita lebih dalam.

“Kamu tahu... saya punya dua anak laki-laki dan satu perempuan,” katanya sambil menatap ke arah depan.

Violet mendengarkan dengan tenang.

“Anak pertama saya... sangat sibuk. Apalagi sekarang dia sudah memiliki rumah, maka sangat jarang dia pulang ke rumah utama.” Ia tersenyum pahit. “Padahal dulu ketika kecil, dia paling dekat dengan saya.”

Violet menunduk, merasakan kesedihan dalam suara itu.

“Sedangkan yang kedua...” lanjut Liana, “dia masih sekolah SMA, dan memilih tinggal di apartemennya. Tapi dia masih sempat sesekali pulang ke rumah utama. Namun tetap saja... rumah terasa sepi.”

Ia menghela napas pelan.

“Kadang saya berpikir... apakah saya kurang memberikan kasih sayang pada mereka? Sampai-sampai kedua putra saya memilih menjauh.”

Violet terdiam sejenak, lalu berkata pelan, “Mungkin... mereka sibuk dengan kehidupan mereka, bu. Bukan berarti mereka tidak peduli.”

Liana menatap Violet, matanya sedikit berkaca-kaca. “Kamu bijak sekali, nak...”

Violet tersenyum tipis. “Lalu, ibu ke sini bersama siapa?”

“Bersama anak perempuan saya, Vanya. Dia ingin membeli laptop, yang kemarin katanya rusak.”

Violet mengangguk tanda mengerti.

“Ibu!” panggil seseorang.

Bu Liana pun menengok, ternyata anak perempuannya.

“Ibu sama siapa?” tanya anak perempuannya.

“Ibu tadi gak sengaja menabrak nak Violet. Lalu kami berbincang-bincang sebentar di sini sambil menunggu,” jawab Bu Liana.

“Oh iya, Vanya, kenalin ini Violet. Dan Violet, ini Vanya, anak perempuan saya.”

Violet dan Vanya pun bersalaman. “Violet”, “Vanya”

“Bu, aku sudah selesai membeli laptopnya. Kita pulang sekarang, ya.”

“Baiklah. Nak Vio, kami pulang duluan ya. Semoga dilain waktu kita bertemu kembali,” ucap Bu Liana berpamitan.

“Iya, bu. Hati-hati di jalan,” balas Violet.

...... To be continued ......

1
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
akang atuh harusnya🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
My Alpha My Luna 🤔 ganti nama pa begimane ini nda mudeng /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: 🫨 Ooohh
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Vier jangan buat aku iri dong/Scream/ aku malah pernah kesiram air mendidih sepanci, kamu gak khawatir sama aku gitu/Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: pasti kalau kaget teh...

disini juga ada yang kesiram air panas, tapi sampai melepuh, ngeri😬😬
total 11 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kenapa gak kamu panggil kakanda aja sih🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Betul betul betul🤣🤣🤣
total 6 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
uhukkkk my luna😱 Luna Maya kah?
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: bukan bukan/Scream/ Luna maya punya Maxime /Scream/
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
Ciaaaa My Alpha
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
nanti ada bagiannya🤭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
bestinya si Irene gimana? belum di basmi tuh cacar ular
Dewi Payang
Aman berarti🤭🤭🤭
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: selamat selamat🤭
total 1 replies
Dewi Payang
Wh, ada Supra X disini🤭 peace kak✌️
Dewi Payang: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
Dewi Payang
Sang gelang udah bertemu jodohnya😍
Dewi Payang
Kelakuan Aerin🙈🙈🙈🙈
Dewi Payang
Apa.dia Angkasa?
Dewi Payang: Weh mantap😁
total 2 replies
꧁𐌡𐌉𐌙𐌀𐌍𐌀♡♥︎࿐
karna gak penting katanya cuyy 😌
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰
Se-sayang itu Daddy nya/Proud/
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰: iya lgi😭
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
jadi siapa wanita itu?
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: yang jualan tahu bulat🏃🏃🏃
total 6 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo kembali fokus pada tujuanmu Vio, kasihan mereka jika terlalu lama menunggu hadiah darimu🙃
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Jadi di dalem tubuh Violet ada berapa jiwa 🤔 masih nda mudeng aku 🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: Emang ada berapa lagi yg belom keluar /Slight/
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Nama na sammaaa 🤣🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: wahhh, iya 🤭... aku baru ngeh loh teh🤭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Mak na saha tah 🤔
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: tempeh mahal, tahu aja teh 🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!