Xavier, king Mafia yang tak terkalahkan, ditangkap musuh dan terkena tembakan di dada hingga pingsan. Ketika sadar, dia terkejut melihat dirinya mengenakan hanfu kuno megah dan duduk di singgasana tinggi di lingkungan asing.
Dia menyadari dirinya seharusnya sudah mati, namun doanya terkabul dalam bentuk reinkarnasi. Kini dia berada di tubuh pemimpin sekte iblis yang dingin dan bijaksana, dengan perpaduan unik antara kekerasan masa lalunya sebagai Mafia dan kebijaksanaan baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUBBLEBUNY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penempaan Tubuh Dewa
Waktu seolah berhenti berputar di dalam gua yang sunyi itu. Satu-satunya suara yang terdengar hanyalah desisan air yang mendidih dan napas berat yang tertahan di antara gigi yang bergemeretak. Xiao Ling duduk bersila di tengah kolam Darah Naga Purba itu, tubuhnya terbenam hingga ke dada. Cairan merah pekat itu terus mendidih dengan ganas, mengeluarkan panas yang mampu meleburkan besi menjadi cair, namun gadis itu tidak lagi berteriak. Dia telah melewati fase di mana rasa sakit itu hanya membuatnya panik. Sekarang, dia sedang berperang dalam diam. Keringat bercucuran deras dari dahinya, bercampur dengan uap panas yang mengepul. Wajahnya memerah padam, urat-urat halus di leher dan lengannya menonjol keras menahan tekanan yang luar biasa. Di dalam tubuhnya, sebuah perang dahsyat sedang terjadi. Energi panas yang ganas mencoba menghancurkan dan meleburkan setiap sel, sementara energi ungu keemasan miliknya bekerja tanpa lelah untuk memperbaiki dan memperkuatnya kembali. Setiap kali tulangnya terasa remuk, ia akan menyatu kembali menjadi jauh lebih padat dan keras. Setiap kali ototnya terasa robek, ia akan tumbuh kembali menjadi jauh lebih elastis dan kuat. Kotoran-kotoran hitam yang tak terlihat keluar dari pori-porinya, dibakar habis oleh suhu ekstrem tersebut. Tubuh manusianya perlahan mulai meninggalkan sifat-sifat kelemahan manusiawi, bertransformasi menuju ranah yang lebih tinggi, ranah tubuh dewa yang abadi.
"Bagus... teruskan..." Gumam Ye Chen pelan namun penuh penekanan, matanya tetap menyala tajam mengawasi setiap detail perubahan yang terjadi di dalam tubuh gadis itu.
"Jangan biarkan kesadaranmu sedikit pun mengabur atau terhanyut oleh rasa sakit! Pertahankan pikiranmu tetap jernih dan tajam seperti pedang!" Lanjutnya dengan suara yang tegas, memberikan dorongan semangat agar Xiao Ling tidak kehilangan arah di tengah proses yang melelahkan itu.
"Fokuslah sepenuhnya pada apa yang sedang terjadi di dalam dirimu. Rasakan setiap sel yang berubah, dan kendalikan lah transformasi itu agar berjalan sempurna!" Pungkasnya dengan tegas, memastikan muridnya tetap berada di jalur yang benar menuju kekuatan sejati.
Tiba-tiba, wajah Xiao Ling berubah pucat. Aliran energinya sempat terhenti sejenak. Cairan merah di sekitarnya berputar liar bagaikan pusaran air, lalu tiba-tiba menyembur naik ke atas menembus atap gua! Sebuah pilar energi setinggi puluhan meter terbentuk, membawa sosok Xiao Ling terangkat tinggi ke udara. Di dalam pusat pilar energi itu, tubuh gadis itu terpental tak berdaya, diputar-putar oleh kekuatan alam yang tak terkendali.
"Gawat! Dia tidak sanggup menampung ledakan energi itu!" Seru Elder Yan dengan panik, tangannya siap melompat masuk untuk menolong.
"TUNGGU!" Cegah Ye Chen dengan cepat, tangannya terangkat tinggi menahan langkah kedua tetua tersebut. Suaranya terdengar sangat tenang namun memancarkan otoritas yang mutlak dan tak terbantahkan, membuat gerakan Elder Yan terhenti mendadak di udara.
"Jangan sembarangan masuk dan mengganggunya sekarang! Ini adalah momen yang paling krusial dan berbahaya dalam seluruh proses penempaan ini!" Lanjutnya dengan tegas, matanya tak lepas memandang pusaran energi yang dahsyat itu.
"Jika dia berhasil menaklukkan dan menyeimbangkan arus energi yang meledak ini sendirian, fondasi tubuhnya akan menjadi sempurna dan tak tergoyahkan selamanya. Tapi... jika kita paksa masuk dan menolongnya sekarang hanya karena rasa iba, maka semua rasa sakit yang dia tanggung selama ini akan menjadi sia-sia! Pintu menuju kekuatan tertinggi akan tertutup, dan dia akan tetap lemah selamanya!" Serunya dengan penjelasan yang berat, memastikan bahwa mereka mengerti resiko dari tindakan yang salah.
Di tengah pusaran energi yang berputar dengan kecepatan dan kekuatan yang mengerikan itu, Xiao Ling benar-benar merasa seolah tubuhnya sedang diremas-remas oleh kekuatan alam yang tak berperikemanusiaan. Rasa tekanan yang menghimpit dadanya begitu dahsyat, membuatnya sulit bernapas, dan ia merasa nyaris hancur kapan saja. Tekanan yang ia rasakan saat ini bukanlah main-main, melainkan ribuan kali lipat lebih berat dan lebih menyakitkan dibandingkan apa pun yang pernah ia alami sebelumnya. Tubuhnya terasa seperti ditindih oleh gunung-gunung besar yang tak terhitung jumlahnya, sementara panas menyengat seolah ingin meledakkannya dari dalam. Namun, tepat di saat ambang batas ketahanannya itu, di saat kesadarannya mulai mengabur. Ingatannya tiba-tiba melayang kembali. Ia teringat akan kata-kata tegas namun penuh kasih sayang yang pernah diucapkan oleh sosok yang paling ia percayai di dalam dunia ilusi itu.
"Kamu lebih kuat dari ini..." Suara itu bergema jelas di benaknya, penuh keyakinan dan kekuatan.
"Keseimbangan..." Bisiknya dalam hati, menemukan kunci jawaban yang selama ini dicarinya.
"Ya... Keseimbangan adalah kuncinya!"Serunya dalam kesadarannya, seolah sebuah pencerahan dahsyat menyinari pikirannya yang gelap.
Dengan sisa kekuatan kemauan yang dia miliki, Xiao Ling memaksakan dirinya untuk tersenyum meski bibirnya berdarah. Dia tidak lagi mencoba melawan arus yang menghancurkannya. Sebaliknya, dia justru membuka seluruh pertahanannya! Dia membiarkan energi panas itu masuk sepenuhnya, membanjiri setiap sudut ruang di dalam tubuhnya yang kosong. Yin dan Yang... Cahaya dan Kegelapan... menyatu... Di dalam dadanya, simbol keseimbangan itu berputar semakin cepat. Cahaya ungu keemasan meledak keluar dari tubuhnya, bertabrakan dengan warna merah darah di sekelilingnya, menciptakan warna-warna indah yang mempesona namun mematikan. Sebuah gelombang kejut menyebar ke seluruh penjuru gua, membuat batu-batu besar bergetar hebat. Pusaran air itu mereda seketika, dan tubuh Xiao Ling perlahan turun kembali, mendarat dengan lembut di permukaan air. Dia masih duduk bersila, mata terpejam rapat. Namun, aura yang terpancar darinya sekarang... sungguh berbeda. Jika tadi energinya terasa kuat namun masih liar, sekarang energinya terasa padat, pekat, dan sangat terkendali. Seolah dia bukan lagi sekadar wadah bagi kekuatan itu, melainkan dia sendiri adalah sumber kekuatan itu. Kulitnya kini bersinar memancarkan cahaya putih yang lembut, terlihat lebih halus dan mulus daripada porselen terbaik, namun di baliknya tersimpan kekerasan yang tak terbayangkan. Perlahan, mata Xiao Ling terbuka. Dua sinar cahaya tajam melesat keluar dari pupil matanya, menembus udara panas di depannya sebelum akhirnya mereda kembali. Dia telah berhasil. Proses peleburan tulang dan otot telah selesai sempurna.
"Huuhh..." Xiao Ling menghembuskan napas panjang. Saat napas itu keluar, sebuah gumpalan energi hitam pekat keluar dari mulutnya, menghilang di udara. Itu adalah sisa-sisa kotoran dan racun yang telah dibersihkan dari tubuhnya selama ribuan tahun.
"Sempurna..." Ucap Ye Chen pelan namun sarat makna, matanya memancarkan cahaya kekaguman yang tak terbatas.
"Tubuhmu sekarang telah mencapai tingkat legendaris yang disebut Tubuh Naga Emas. Struktur tulang dan dagingmu telah berubah total, menjadi padat dan kokoh bagaikan emas murni." Lanjutnya dengan suara yang berat dan penuh kepastian.
"Bahannya kini begitu keras hingga pedang tajam atau tombak biasa pun tidak akan sanggup bahkan sekadar menggores atau melukai kulitmu. Kamu telah berhasil melewati gerbang pertama menuju ranah keabadian yang sesungguhnya!" Pungkasnya dengan bangga, menyadari bahwa sosok yang berdiri di hadapannya kini telah melampaui batas kemanusiaan.
"Terima kasih, Yang Mulia. Rasanya... tubuhku terasa sangat ringan dan ringkas, namun pada saat yang sama terasa sangat padat dan kokoh. Seolah aku memiliki kekuatan yang tak terbatas di dalam telapak tanganku... Seolah aku bisa menghancurkan gunung besar hanya dengan satu pukulan saja!" Ucapnya lembut namun penuh semangat.
"Itu bukan perasaan semata, Xiao Ling... itu adalah kenyataan" Jawab Ye Chen dengan tegas sambil mengulurkan tangannya ke arah gadis itu, wajahnya dipenuhi senyum bangga.
"Tubuhmu sekarang benar-benar telah berubah menjadi senjata paling mematikan. Ayo keluar dari sana" Lanjutnya serius, tak membiarkan waktu terbuang sia-sia.
"Tapi ingat, perjalanan belum selesai. Tubuhmu sudah kuat, tapi sekarang kita harus melatih kendali dan ketahanan mentalmu agar tidak hancur atau kehilangan akal saat menggunakan kekuatan sebesar ini. Kekuatan tanpa kendali adalah bencana!" Pungkasnya, siap membawa muridnya menuju tahap latihan berikutnya yang tak kalah mengerikan.
Xiao Ling meraih tangan Ye Chen yang terulur dan melangkah keluar dari permukaan air merah itu. Saat kakinya yang telanjang menyentuh lantai batu yang keras. Suara gedoran yang berat dan memekakkan telinga terdengar jelas di seluruh ruangan, seolah sebuah palu raksasa baru saja menghantam tanah dengan kekuatan penuh. Getaran itu bahkan bisa dirasakan hingga ke jarak beberapa meter jauhnya. Berat tubuhnya yang baru kini jauh melebihi batas manusia biasa. Meskipun penampilannya masih terlihat ramping dan anggun, namun setiap serat otot dan tulangnya kini terbuat dari materi yang padat dan pekat, sebuah tanda mutlak bahwa fondasi kekuatannya telah tertanam sangat dalam dan kokoh, tidak mudah goyah oleh apa pun. Tanpa menunggu sedikit pun waktu untuk beristirahat atau memulihkan diri, Ye Chen langsung menuntunnya berjalan dengan langkah tegap menuju sisi lain gua yang lebih gelap. Di sana, tepat di hadapan mereka, Air Terjun Tekanan mengalir deras tanpa henti dengan suara gemuruh yang menggelegar bagaikan guntur, memancarkan aura energi yang begitu padat dan menekan hingga membuat udara di sekitarnya terasa sesak.
"Di sana" Tunjuk Ye Chen tegas ke arah air yang jatuh dengan volume ribuan ton itu, suaranya hampir tertutup oleh gemuruh yang menggelegar.
"Kamu akan duduk bermeditasi tepat di bawah pancarannya selama tujuh hari tujuh malam tanpa berhenti sedikit pun. Tidak ada tidur, tidak ada makan, hanya fokus total." Lanjutnya dengan penjelasan yang berat.
"Air yang jatuh dari atas itu bukan air biasa, itu adalah energi murni dari batu roh tingkat tinggi yang telah dipadatkan menjadi wujud cair. Setiap tetesnya memiliki berat ribuan jin, bagaikan palu besi yang menghantam tubuhmu terus menerus. Mereka tidak akan pernah berhenti. Mereka akan menghantam kepala, bahu, dan punggungmu tanpa ampun siang dan malam." Serunya dengan tegas, menggambarkan siksaan mental yang akan datang.
"Tujuannya?" Tanya Xiao Ling, matanya memancarkan antusiasme.
"Tujuannya adalah untuk melatih Inti Roh mu" Jelas Ye Chen dengan wajah yang sangat serius, matanya menatap tepat ke pusat dahi gadis itu.
"Kamu tidak hanya butuh tubuh yang kuat, kamu juga butuh pikiran yang setajam jarum dan setenang danau di puncak gunung." Lanjutnya dengan suara yang berat dan penuh makna.
"Agar kamu bisa tetap tenang dan fokus bahkan saat dunia runtuh di sekitarmu. Agar kamu bisa mengeluarkan serangan mematikan dengan presisi sempurna, tepat di sasaran vital, bahkan di tengah badai pertempuran yang paling kacau dan gila sekalipun! Ketekunan itulah yang membedakan antara ahli biasa dengan ahli yang abadi!" Pungkasnya tegas, menekankan betapa pentingnya tahap pelatihan ini.
"Apakah kamu siap?" Ucap Ye Chen dengan suara yang rendah dan menantang, matanya memancarkan api semangat yang menuntut jawaban pasti.
"Ini bukan lagi soal menahan sakit fisik, ini adalah perang melawan waktu dan ketahanan jiwa. Jika kau bisa bertahan di sana tanpa bergerak sedetik pun... kau akan menjadi tak tergoyahkan." Lanjutnya dengan tegas, menunggu keputusan akhir dari muridnya.
Xiao Ling mengangguk mantap. Dia tidak lagi menunggu perintah. Dengan langkah yang pasti dan tegap, dia berjalan maju menuju mulut air terjun yang menderu itu. Saat dia masuk ke bawah pancaran air itu, seluruh tubuhnya seolah tertimpa gunung batu! Bahu dan punggungnya langsung terasa remuk menahan beban yang luar biasa itu. Air yang jatuh itu keras seperti baja, dingin seperti es, namun juga tajam seperti pisau. Namun, Xiao Ling tidak mundur selangkah pun. Dia langsung menjatuhkan diri duduk bersila, menancapkan tubuhnya ke tanah seperti paku yang tak bisa digerakkan. Dia menutup matanya, mengabaikan rasa sakit yang bertubi-tubi menghantam punggung dan kepalanya. Dia mengingat kembali kedamaian yang dia rasakan setelah menaklukkan ilusi. Dia membiarkan suara gemuruh air itu menjadi latar belakang, sementara pikirannya masuk ke dalam keadaan yang sangat tenang dan kosong. Di bawah air terjun yang ganas itu, sosok gadis muda itu tampak begitu kecil namun juga begitu megah. Di sana, di bawah hantaman kekuatan alam yang dahsyat, dia tidak hanya sedang melatih tubuhnya, tapi juga sedang memoles jiwanya menjadi sejernih kristal dan setajam pedang surgawi. Ye Chen dan para tetua berdiri di pinggir area, menjaga dan mengawasi dengan penuh kekaguman. Mereka tahu, saat gadis ini keluar dari tempat ini nanti, dunia persilatan akan mengguncang karena kelahiran kembali seorang raksasa yang sesungguhnya.
"Bagus... teruslah bertahan, Xiao Ling!" Ucap Ye Chen dengan suara yang berat, matanya tak lepas memandang setiap perubahan yang terjadi pada tubuh gadis itu.
"Rasakan bagaimana panas itu meresap masuk ke dalam setiap pori-pori. Jangan lawan rasa sakitnya, tapi kendalikan lah. Biarkan dia membakar habis semua ketidak murnian dan kelemahan yang ada di dalam darah dan dagingmu!" Lanjutnya dengan nada yang tegas, memberikan arahan terus menerus agar gadis itu tidak tersesat dalam rasa sakit.
"Setiap sel yang hancur akan tumbuh kembali menjadi jauh lebih kuat dan padat" Ucap Ye Chen dengan suara yang berat dan penuh keyakinan.
"Tulangmu akan menyatu kembali menjadi sekeras berlian, dan ototmu akan tumbuh menjadi sekuat baja tua yang tak tergoyahkan. Ini adalah proses kelahiran kembali yang sesungguhnya!" Lanjutnya dengan tegas, memastikan Xiao Ling mengerti betapa dahsyatnya perubahan yang sedang terjadi.
"Setelah ini, kamu tidak akan lagi menjadi manusia biasa... kamu akan melangkah menuju ranah yang lebih tinggi!" Pungkasnya dengan penuh semangat.
"ARGH!!" Erang Xiao Ling tertahan, giginya bergemeletuk menahan siksaan yang luar biasa itu. Cairan merah menyala itu terasa seperti ribuan jarum panas yang menusuk masuk hingga ke sumsum tulang, memutar-mutar setiap organ di dalam tubuhnya. Namun, dia tidak berteriak meminta tolong. Dia ingat pesan gurunya. Dia menekan rasa sakit itu jauh ke dalam dadanya, dan mengubahnya menjadi bahan bakar untuk kekuatannya sendiri.
"Aku... tidak... akan... menyerah..." Bisiknya pelan namun tegas di antara desisan napasnya yang berat.
"Lihatlah, Elder Yan! Lihatlah ketahanannya!" Seru Elder Feng dengan suara yang bergetar penuh kekaguman, tangannya menunjuk ke arah kolam itu dengan mata yang tak berkedip.
"Biasanya, bahkan ahli tingkat tinggi pun akan langsung pingsan atau kehilangan akal sehat hanya dalam waktu satu menit berada di sana. Tapi Nona Xiao Ling... dia justru masih bisa menjaga kesadarannya dan bahkan mencoba mengolah energi itu! Dia benar-benar monster yang lahir dari tangan Yang Mulia! Aura yang dia pancarkan sekarang sudah berbeda kelas dibandingkan saat pertama kali dia datang!" Lanjutnya dengan penuh semangat, menyadari bahwa mereka sedang menyaksikan kebangkitan seorang legenda yang nyata.
"Memang luar biasa" Jawab Elder Yan pelan namun berat, matanya menyipit tajam menatap sosok gadis itu dengan pandangan analitis yang mendalam.
"Tapi kau harus ingat, Elder Feng. Ini baru permulaan. Fase paling awal dari perubahan besar. Proses peleburan tulang dan membasuh sumsum yang sedang dia jalani ini akan berlangsung berhari-hari bahkan berbulan-bulan tanpa henti sama sekali." Lanjutnya dengan nada yang sungguh-sungguh, memperingatkan akan kerasnya perjalanan ke depan.
"Rasa sakit yang dia rasakan sekarang tidak akan pernah berkurang atau menjadi biasa. Justru sebaliknya, ia akan menjadi semakin menyiksa dan intens seiring dengan meningkatnya kemurnian dan kepadatan energi di dalam tubuhnya. Setiap kali dia menjadi lebih kuat, rasa sakitnya akan menjadi dua kali lipat lebih dahsyat. Ujian yang sesungguhnya baru akan dimulai saat tubuhnya mulai menolak untuk bertahan lagi!" Serunya dengan tegas, menyadari betapa beratnya beban yang harus dipikul oleh murid muda itu.
"Jika dia berhasil bertahan sampai akhir... Dia tidak hanya akan menjadi kuat secara fisik. Dia akan melampaui batas kemanusiaan itu sendiri!" Lanjut Elder Yan dengan suara yang bergetar penuh harap, matanya memancarkan cahaya kekaguman yang luar biasa.
"Dia akan menjadi kebal terhadap racun mematikan dan segala jenis penyakit yang ada di dunia ini. Tubuhnya akan bersih dan murni tanpa cacat sedikit pun. Tubuhnya akan berubah menjadi wadah yang sempurna dan tak tertembus, siap untuk menampung serta mengendalikan kekuatan setingkat para dewa!" Pungkasnya dengan tegas, menggambarkan hasil akhir yang sungguh menakjubkan.
"FOKUSLAH, XIAO LING!!" Teriak Ye Chen lagi dengan suara yang menggelegar, memancarkan kekuatan yang mampu membelah angin dan memecah suara desisan air yang mendidih itu.
"Jangan biarkan pikiranmu terpecah! Kumpulkan semua energi panas dahsyat itu dan tariklah turun ke dalam Dan Tianmu! Padatkan dia sepadat mungkin! Jadikan dia satu titik yang tak tergoyahkan!" Lanjutnya dengan perintah yang cepat dan tajam, menuntut eksekusi yang sempurna.
"Padatkan! Tekan dia sampai dia tidak punya ruang untuk bergerak! Jangan biarkan satu pun kekuatan atau energi yang berharga itu sia-sia terbuang keluar dari pori-porimu! Ubah panas itu menjadi kekuatanmu sendiri! Jadikan dia milikmu sepenuhnya!" Serunya dengan lantang, memaksakan gadis itu untuk bekerja di tingkat maksimalnya.
"Ingatlah tujuanmu! Kamu melakukan ini bukan untuk dirimu sendiri saja, tapi untuk bisa berdiri tegak di sampingku dan melindungi apa yang kamu sayangi! Jadilah kuat! Jadilah sekuat yang kamu inginkan!" Pungkasnya dengan suara yang penuh semangat, menyalakan api tekad gadis itu agar terus menyala terang di tengah lautan api neraka itu.