NovelToon NovelToon
Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Bad Boy / Action
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

​"Aku bisa membeli apa pun di dunia ini, termasuk dirimu dan kebebasanmu. Mulai detik ini, kamu adalah milikku."
​Kehidupan tenang Aletta hancur lebur dalam semalam ketika ayahnya menjaminkan dirinya demi melunasi hutang triliunan rupiah. Tanpa bisa menolak, Aletta dipaksa menandatangani kontrak perjodohan dengan Xavier—seorang CEO miliarder berdarah dingin yang memimpin perusahaan raksasa di siang hari, dan menjadi ketua sindikat mafia paling ditakuti di dunia bawah tanah pada malam hari.
​Di dalam mansion mewah yang terasa seperti sangkar emas berlapis berlian, Aletta harus bertahan dari sikap arogan dan posesif sang suami. Xavier awalnya hanya menganggap Aletta sebagai jaminan hutang belaka. Namun, sifat keras kepala dan ketangguhan Aletta perlahan mengusik hati es sang penguasa kegelapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Tikus di Dalam Selimut

Aura mencekam menyelimuti Ruang Komando utama di bunker bawah tanah mansion. Ruangan kedap suara yang dipenuhi puluhan layar monitor pemantau itu terasa dingin. Di luar, pasukan elite Vassiliev sedang membersihkan sisa-sisa pertempuran dan mengevakuasi korban, namun di dalam ruangan ini, ketegangan justru baru saja dimulai.

​Xavier mendudukkan Aletta di sebuah kursi kulit besar. Tanpa memedulikan Diego yang berdiri di dekat pintu, Xavier berlutut di hadapan istrinya. Pria itu mengambil selembar kain kain basah beraroma antiseptik, lalu meraih tangan kanan Aletta yang masih gemetar hebat.

​Dengan gerakan yang teramat lembut—kontras dengan tatapan matanya yang mematikan—Xavier mengusap noda darah kering yang menempel di jari-jari lentik Aletta. Darah dari pria yang Aletta tembak mati demi melindunginya.

​"Kau aman sekarang, Ratuku. Sentuhanmu malam ini menyelamatkan nyawaku," bisik Xavier rendah, mendongak untuk mengunci mata Aletta. Ia mencium punggung tangan Aletta yang telah bersih dengan penuh pemujaan.

​Aletta menarik napas panjang, mencoba mengusir bayangan wajah pria yang ia bunuh dari ingatannya. "Aku tidak menyesalinya, Xavier. Jika waktu diputar kembali, aku akan tetap menarik pelatuk itu untukmu. Tapi sekarang... siapa tikus yang memberikan denah rumah ini pada Volkov?"

​Xavier bangkit berdiri, kelembutannya menguap seketika digantikan oleh sosok penguasa mafia yang kejam. Ia berjalan menuju meja besar tempat cetak biru rahasia itu digelar.

​"Diego," panggil Xavier dingin. "Siapa saja yang memiliki akses ke cetak biru renovasi Sayap Barat dua tahun lalu?"

​Diego melangkah maju, wajahnya menegang. "Hanya Anda, saya, dan empat Capo divisi utama, Bos. Roman sudah tewas dibantai Volkov di pelabuhan tadi. Itu artinya, tersisa tiga Capo yang mengetahui detail titik buta ini: Alexei dari Divisi Logistik, Viktor dari Divisi Penyelundupan, dan Dimitri dari Divisi Keamanan Luar."

​Xavier mengepalkan tangannya hingga urat-uratnya menonjol. Salah satu dari tiga pria yang telah bersumpah setia padanya ternyata telah menjual jiwanya pada Sindikat Volkov.

​Aletta melangkah mendekati meja, matanya menyusuri garis-garis rumit pada denah tersebut. Sebagai anak dari seorang mantan pengusaha besar yang dulu bergerak di bidang properti dan konstruksi sebelum bangkrut, Aletta memiliki kejelian yang tidak dimiliki orang awam.

​Tiba-tiba, mata Aletta terpaku pada sudut kanan bawah cetak biru tersebut. Ada sebuah simbol kecil yang samar—sebuah logo berbentuk huruf 'A' dan 'D' yang saling bertautan, diikuti oleh kode seri: AD-05.

​Jantung Aletta berdesir hebat. Darahnya seakan berhenti mengalir.

​"Xavier..." suara Aletta tercekat, membuat Xavier dan Diego serentak menoleh padanya. "Denah ini... ini bukan dicuri dari server milikmu."

​Xavier mengernyitkan alisnya. "Apa maksudmu, Sayang?"

​Aletta menunjuk simbol kecil di sudut kertas dengan jari yang gemetar. "Ini adalah logo Artech Design. Perusahaan arsitektur dan konstruksi milik ayahku sebelum kau menghancurkannya. Kode AD-05 adalah kode proyek rahasia untuk bungker dan jalur bawah tanah yang dikerjakan ayahku sepuluh tahun lalu atas kontrak pribadi dari mendiang ayahmu!"

​Xavier tertegun, mata kelabunya melebar sepersekian detik.

​"Pengkhianat itu tidak meretas sistem keamananmu, Xavier," lanjut Aletta dengan analisis yang tajam, matanya berkilat penuh amarah. "Mereka mengambil salinan cetak biru fisik ini dari arsip lama perusahaan ayahku yang disita saat kebangkrutan lima bulan lalu! Seseorang di dalam klanmu sengaja membeli atau menjarah aset ayahku hanya untuk mencari denah rahasia ini."

​Diego langsung membuka tablet digitalnya dengan cepat, jarinya bergerak lincah memeriksa data pelelangan aset keluarga Aletta beberapa bulan lalu. Hanya butuh beberapa detik hingga mata Diego membelalak ngeri.

​"Nyonya benar, Bos..." ucap Diego dengan suara bergetar. "Saat seluruh aset perusahaan ayah Nyonya Aletta disita oleh rentenir dan dilelang, seluruh dokumen arsip arsitektur lama diborong habis oleh sebuah perusahaan cangkang bernama V-Logistics."

​"Alexei," desis Xavier, menyebut nama sang Capo Divisi Logistik dengan nada yang menjanjikan kematian paling menyakitkan.

​V-Logistics adalah perusahaan samaran yang dikelola langsung oleh Alexei untuk mencuci uang hasil selundupan klan Vassiliev. Ternyata, Alexei sudah merencanakan kudeta ini sejak lama. Ia memanfaatkan kejatuhan ayah Aletta untuk mendapatkan denah rahasia mansion, lalu bekerja sama dengan Sindikat Volkov untuk menyingkirkan Xavier.

​"Dia sengaja memanfaatkan dendam masa laluku pada ayahmu untuk menyembunyikan rencananya," ucap Xavier, menyadari plot licik anak buahnya. Pria itu berjalan mendekati Aletta, memeluk pinggangnya dari belakang dan berbisik di ceruk lehernya. "Dia mengira pernikahan kita akan membuatku lengah. Dia mengira kau adalah kelemahanku."

​Xavier melepaskan pelukannya, menatap Diego dengan kilat membunuh yang murni. "Diego, kirim pasukan penjemput. Seret Alexei ke ruang bawah tanah sekarang juga. Jika dia melawan... patahkan kakinya, tapi biarkan dia tetap bernapas hingga aku sendiri yang mencabut nyawanya."

​"Baik, Bos!" Diego membungkuk hormat lalu bergegas keluar untuk melaksanakan perintah.

​Di dalam ruang komando yang sunyi, Xavier kembali menatap Aletta. Pria itu menyentuh pipi istrinya, menatapnya dengan obsesi dan kekaguman yang semakin gila. "Kau tidak hanya menyelamatkan nyawaku dengan peluru malam ini, Aletta. Kau juga menemukan tikus yang bersembunyi di duniaku. Kau benar-benar terlahir untuk menjadi Ratu di samping iblis sepertiku."

​Aletta menggenggam tangan Xavier yang berada di pipinya. Rasa takutnya kini telah sepenuhnya melebur menjadi kekuatan. "Aku melakukannya untuk kita, Xavier. Siapa pun yang mencoba menghancurkan tempat ini... mereka harus melangkahiku terlebih dahulu."

1
Nurwana
go go go Alleta....
Nurwana
semangat Alleta......
Nurwana
kayaknya makin berat hidupmu alleta....
Nurwana
alleta......
Nurwana
jangan cepat percaya alleta, selidiki dulu tentang kebenarannya. jangan sampai itu surat tipuan dari musuh suamimu.
Nurwana
saya mampir Thor.
Orang_Cuman_Cerita: Ok Semagat Ya 💪
total 1 replies
fatmawati (pipit)
disini aletta blm menguasai dunia IT apa untuk menemukan siapa yg menjadi dalang penjebakan
Orang_Cuman_Cerita
GOKIL💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!