NovelToon NovelToon
ILUSI HANGAT

ILUSI HANGAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:705
Nilai: 5
Nama Author: zayyana

"Elian sengaja menciptakan neraka, hanya agar ia bisa menjadi satu-satunya surga tempat Lyra bersandar."

Menyembunyikan kecantikan di balik sikap tertutup adalah cara Lyra Anya Cassandra bertahan hidup di SMA Elit Gava. Statusnya sebagai siswi yatim piatu penerima beasiswa menuntutnya untuk tidak terlihat.

Namun, sebuah kotak bekal siang yang sederhana menghancurkan seluruh pertahanannya.

Lyra mendadak menjadi target perundungan yang kejam. Di tengah keputusasaan itu, hanya Elian cowok paling berpengaruh di sekolah yang bersedia menjadi pelindungnya.

Lyra mengira itu keberuntungan, tanpa tahu bahwa Elian sendiri yang menyalakan api neraka demi memaksanya datang kepelukan elian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zayyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DINGINNYA LANTAI GUDANG TUA

Hembusan angin malam yang menyusup dari celah ventilasi udara yang tinggi membuat suhu di dalam gudang olahraga SMA Elit Gava merosot tajam. Kegelapan di dalam ruangan itu terasa begitu pekat dan mencekam, seolah-olah menelan habis seluruh sisa keberanian yang dimiliki oleh Lyra Anya Cassandra. Gadis itu terduduk lemas di atas lantai semen yang dingin dan berdebu, menekuk kedua lututnya erat-erat ke dada dengan tubuh yang menggigil hebat. Kacamata bulatnya sudah terlepas dan tergeletak entah di mana, membuat pandangannya yang sudah kabur karena air mata menjadi semakin buram dan pusing.

"Tolong... siapa pun di luar... tolong buka pintunya," tanya Lyra dengan nada suara yang teramat parau dan lirih, nyaris menyerupai bisikan keputusasaan yang tertahan di tenggorokan. Jemari kurusnya yang gemetar refleks mencengkeram ujung celemek kain sekolahnya yang kusut, sementara kepalanya terasa sangat berat akibat gejala Brain Fog yang mulai menyerang psikologisnya secara agresif.

Suasana sepi yang menekan di dalam gudang mendadak membangkitkan kembali memori trauma masa kecilnya saat ia pertama kali kehilangan kedua orang tuanya dan harus dirawat oleh Nenek dalam kondisi serbaterbatas. Rasa takut akan diabaikan, dibuang, dan ditinggalkan sendirian di dalam kegelapan mulai merusak kestabilan mentalnya secara klinis. Setiap detak jantungnya berpacu dengan ritme yang menakutkan, memicu kepanikan yang membuat napasnya terasa pendek dan sesak.

Di luar pintu besi yang tegap dan terkunci rapat, atmosfer koridor tua itu terasa tidak kalah dingin. Elian Gava Alaric masih berdiri diam di tempatnya, bersandar pada dinding beton dengan postur tubuhnya yang jangkung dan tegap. Jas seragam hitam SMA Gava miliknya terkancing sangat rapi, tanpa ada satu pun kerutan yang merusak penampilannya yang elite. Rambut hitamnya yang berpotongan comma hair tampak berkilau legam di bawah temaram lampu selasar, membingkai wajah simetrisnya yang pucat dan sangat tampan menawan namun memancarkan aura sosiopatik yang teramat pekat.

Tangan kanan Elian yang mengenakan jam tangan kronograf hitam mahal terangkat perlahan, melirik ke arah jarum jam yang menunjukkan bahwa Lyra sudah terkurung di dalam sana selama hampir satu jam setengah.

"Apakah dia sudah mulai tenang, El?" tanya Devan dengan nada suara yang berbisik cemas, berjalan mendekat sambil meremas kedua telapak tangannya sendiri yang terasa dingin akibat atmosfer menekan yang dipancarkan oleh sahabat miliardernya. Ekspresi wajahnya tampak gelisah, sesekali melirik ke arah gembok rantai tebal yang mengunci pintu besi tersebut.

"Belum. Dia tidak sedang tenang, Devan. Dia sedang runtuh," jawab Elian dengan nada suara yang berat, rendah, dan teratur, tanpa menunjukkan sedikit pun riak emosi di wajah pualamnya yang dingin. Sepasang manik mata hitam jelaganya yang tajam menatap lurus ke arah pintu besi, seolah-olah pandangan elangnya bisa menembus kegelapan dan melihat langsung kerapuhan mangsa kecilnya di dalam sana.

Aroma parfum amberwood yang hangat dan maskulin menguar kuat dari tubuh Elian, memenuhi udara koridor tua yang pengap dan mengalahkan bau debu di sekitar mereka.

"Lo gak takut kalau dia sampai pingsan atau kena serangan jantung di dalam sana? Ini udah lewat jam pulang sekolah, El," tanya Devan lagi dengan kening yang berkerut dalam, mencoba mencari celah untuk menghentikan skenario kejam ini sebelum semuanya berjalan terlalu jauh.

"Dia tidak akan pingsan. Lyra adalah gadis yang kuat, itu sebabnya aku menyukainya," sahut Elian dengan seutas senyuman tipis yang sangat menawan namun terkesan kejam terukir di sudut bibir rupawannya. Ia memajukan langkah kakinya yang tegap dan berwibawa, berhenti tepat satu jengkal di depan pintu besi, lalu menempelkan telinga kanannya pada permukaan logam yang dingin untuk mendengarkan suara isak tangis Lyra yang mulai melemah.

Sifat sosiopatik Elian bergejolak hebat di dalam rongga dadanya, melahirkan rasa memiliki yang teramat ekstrem dan egois. Ia tahu betul bahwa metode isolasi fisik ini adalah langkah taktis yang paling efektif untuk mematangkan taktik Conditioning miliknya. Sifat mandiri Lyra yang selama ini menjadi benteng pelindung harus dikikis habis sampai ke akarnya. Elian ingin membuat ingatan Lyra mencatat sebuah trauma mendalam: bahwa di saat ia berada di titik paling menderita dan tidak ada satu pun orang termasuk Ryzan Jonarland yang datang menolongnya, maka hanya ada satu nama yang akan membawa keselamatan baginya.

"Satu jengkal lagi, Lyra," bisik Elian dengan nada suara yang merendah, teramat intens, dan penuh penekanan yang mengunci pada kesunyian lorong. Ia menarik kembali tubuh tingginya, lalu menoleh ke arah Devan dengan tatapan mata elang yang menggelap sempurna. "Beri aku kuncinya, Devan. Lalu tinggalkan tempat ini. Jangan biarkan ada satu orang pun yang melihatku membuka pintu ini."

Devan tidak berani membantah. Dengan tangan yang sedikit bergetar, ia menyerahkan kunci gembok besi itu kepada Elian, memberikan anggukan pelan sebagai tanda pamit, lalu berjalan cepat meninggalkan selasar koridor belakang sekolah dengan langkah kaki yang terburu-buru, menyisakan Elian sendirian bersama gembok rantai yang siap ia buka untuk memulai skenario penyelamatan palsunya (Savior Complex).

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!