NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Action / Wanita perkasa / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Komedi
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Siti Alesia, anak jawara silat yang tewas konyol, terbangun di tubuh Permaisuri Alessia—wanita lemah yang dijadikan "mesin pembuat anak" dan ditindas hingga mati oleh selir licik.
​Tapi mereka salah sasaran. Alesia bukan wanita yang bisa menangis! Dengan mulut pedas dan jurus Golok Seliwa, ia mengobrak-abrik aturan kolot istana. Selir yang meracuninya? Dibanting sampai encok! Ibu Suri yang galak? Dibuat kicep lewat diplomasi sambal terasi!
​Raja Magnus yang sedingin es dan sekaku kanebo kering pun dibuat meleyot. Sang penguasa kini sadar; istrinya bukan lagi pajangan, melainkan macan betina yang siap membelah siapa pun yang berani menyentuh harga dirinya.
​"Bang Magnus, jangan kaku-kaku amat! Mending latihan silat sama gue, biar otot lu kaga karatan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Penyamaran Di Pasar Kerak Neraka

Pagi itu, suasana di Paviliun Mawar tampak sibuk, namun tidak seperti biasanya. Tidak ada pelayan yang menggosok lantai atau merapikan gaun sutra. Alesia berdiri di depan cermin besar, menatap sosoknya yang kini berubah total.

Ia tidak lagi mengenakan mahkota atau kain beludru seharga ribuan koin emas. Kini, ia memakai baju kurung kusam berwarna cokelat tanah, kain lilit yang agak kasar, dan sebuah caping tua untuk menutupi sebagian wajahnya.

"Gusti Permaisuri, hamba mohon... apakah ini benar-benar aman?" bisik Lily dengan wajah cemas yang luar biasa. Lily sendiri sudah berdandan seperti gadis desa, lengkap dengan bakul anyaman di punggungnya.

Alesia menyeringai, ia menyapukan sedikit arang ke pipinya agar terlihat lebih kotor. "Aman, Ly. Lu tenang aja. Kalau kita pake baju mewah ke Pasar Gelap, yang ada kita malah diculik dikira celengan berjalan. Begini nih gaya undercover anak Depok."

"Tapi Baginda Raja pasti akan murka jika tahu Anda menyelinap keluar tanpa pengawalan resmi," keluh Lily lagi.

"Sstt! Bang Magnus lagi rapat sama jenderal-jenderal itu. Mumpung dia sibuk, kita harus cari tahu siapa menteri yang dapet surat wasiat dari Ibu Suri. Gue kagak tenang kalau tikus-tikus itu masih berkeliaran di kolong meja," sahut Alesia sambil menyelipkan Golok Seliwa-nya di balik punggung, tertutup oleh kain kusam.

Pasar Kerak Neraka terletak di distrik paling bawah ibu kota Orizon. Tempatnya lembap, berbau amis, dan penuh dengan asap dari kedai-kedai murah. Di sinilah informasi diperjualbelikan lebih cepat daripada daging busuk.

Alesia berjalan dengan gaya sedikit angkuh namun tetap terlihat seperti rakyat jelata yang sudah biasa hidup keras. Tangannya sesekali masuk ke saku, waspada.

"Ly, lu denger kan?" bisik Alesia saat mereka melewati sebuah kedai tuak yang ramai.

"Dengar apa, Yang Mulia?"

"Itu... meja di pojokan. Dua orang pake jubah item, tapi sepatu mereka bersih bener. Kagak mungkin rakyat biasa punya sepatu kulit mengkilap begitu di tempat becek kayak gini," Alesia mengarahkan pandangannya dengan halus.

Mereka mendekat, berpura-pura sedang menawar ubi kayu di dekat meja tersebut.

"...surat itu sudah sampai ke tangan Menteri Keuangan. Ibu Suri meminta kita bergerak saat bulan mati," bisik salah satu orang berjubah itu. Suaranya berat dan serak.

"Lalu bagaimana dengan Raja? Dia makin sulit dikendalikan sejak permaisuri gila itu berkuasa," sahut yang satunya lagi.

Alesia yang mendengar kata 'gila' hampir saja melempar ubi kayu di tangannya, namun ia menahan diri. Ia menyenggol lengan Lily. "Denger tuh, Ly. Menteri Keuangan. Si Pak Tua buncit yang kemaren sok ramah sama gue itu ternyata dalangnya."

"Gusti, kita harus segera kembali dan melapor," ajak Lily ketakutan.

"Ntar dulu. Gue mau tau apa isi spesifik suratnya," Alesia nekat. Ia melangkah lebih dekat, berpura-pura tersandung dan jatuh tepat di samping meja orang berjubah tersebut.

"Aduh! Kaki gue! Tulang kering gue berasa mau copot!" teriak Alesia dengan akting yang sangat meyakinkan.

"Heh, pergi sana! Dasar gembel pengganggu!" bentak salah satu orang berjubah itu sambil mencoba mendorong Alesia.

Namun, saat pria itu mendorong, tangan Alesia yang sangat lihai—hasil latihan 'tangan panjang' saat bercanda di pasar Depok dulu—berhasil merogoh saku dalam jubah pria itu. Dengan gerakan secepat kilat, ia menarik gulungan kertas kecil dan menyembunyikannya di dalam lengan bajunya.

"Iya, iya! Maaf, Bang! Gue pergi nih! Pelit bener lu jadi orang, pantesan idung lu bengkok!" omel Alesia sambil bangkit dan segera menarik Lily pergi dari tempat itu sebelum mereka sadar.

Mereka baru saja keluar dari distrik pasar gelap menuju gang yang lebih sepi saat tiba-tiba jalan mereka dihadang oleh sosok tinggi besar yang mengenakan jubah hitam dengan tudung menutupi wajah.

"Mau ke mana, wahai dua gadis desa yang sangat berani?" suara itu terdengar sangat familiar, berat dan penuh otoritas.

Lily hampir pingsan karena ketakutan, ia langsung bersujud di tanah. "M-mohon ampun, Baginda!"

Alesia membeku. Ia mendongak, melihat tudung itu terbuka dan memperlihatkan wajah Magnus yang sedang menahan amarah luar biasa. Matanya berkilat-kilat tajam.

"Bang Magnus? Lu... lu ngapain di sini? Bukannya lagi rapat?" tanya Alesia dengan senyum canggung yang dipaksakan.

"Aku yang seharusnya bertanya padamu, Permaisuriku," desis Magnus. Ia melangkah maju, membuat Alesia mundur sampai punggungnya menempel di tembok gang yang dingin. "Kau pikir aku tidak tahu saat pelayan pribadiku melaporkan bahwa kau menghilang dari paviliun?"

"Gue... gue cuma mau cari angin, Bang. Di istana gerah, banyak debu politik," jawab Alesia asal.

Magnus menggebrak tembok di samping kepala Alesia, membuat wanita itu menciut. "Cari angin di Pasar Kerak Neraka? Dengan pakaian seperti ini? Kau tahu betapa bahayanya tempat ini? Jika salah satu dari mereka mengenalimu, kau bisa dijadikan sandera atau bahkan lebih buruk!"

Alesia menatap Magnus, ia bisa melihat ketakutan yang nyata di mata suaminya itu. Bukan takut kehilangan takhta, tapi takut kehilangan dirinya. Perasaan marah Alesia pun luruh.

"Bang... maafin gue. Gue cuma pengen bantuin lu. Gue denger soal surat Ibu Suri, dan gue kagak mau lu sendirian ngadepin tikus-tikus itu," ucap Alesia pelan, suaranya tulus. Ia mengeluarkan gulungan kertas hasil curiannya tadi. "Nih, liat. Gue dapet ini dari anak buah Menteri Keuangan."

Magnus tertegun. Ia mengambil kertas itu, membacanya sekilas, dan wajahnya semakin mengeras. "Ini... rencana sabotase gudang senjata pusat."

Magnus menatap Alesia kembali, kali ini amarahnya mulai berganti dengan rasa kagum yang campur aduk dengan kekesalan. "Kau benar-benar nekat, Siti. Kau hampir membuat jantungku berhenti hari ini."

"Hehehe, kan udah gue bilang, gue ini aset negara, Bang," Alesia mencoba mencairkan suasana. "Udah ah, jangan galak-galak. Muka lu kalau lagi marah mirip satpam komplek gue dulu."

Magnus menarik napas panjang, lalu tiba-tiba ia mengangkat Alesia dan memanggulnya di pundak seperti membawa karung beras.

"Eh! Bang! Turunin! Malu diliat Lily!" teriak Alesia sambil memukul-mukul punggung Magnus.

"Diam," perintah Magnus tegas. "Kau sedang dalam masa hukuman. Mulai malam ini, kau tidak boleh keluar dari kamar tanpa aku. Dan sebagai hukuman tambahan, kau harus menjelaskan padaku bagaimana cara mencopet kertas ini tanpa ketahuan tadi."

"Dih, itu namanya skill rahasia, Bang! Kagak bisa sembarangan diajarin!" tawa Alesia pecah saat Magnus membawanya kembali menuju kereta kuda yang sudah menunggu di pinggir jalan utama.

Malam harinya, di dalam Paviliun Mawar yang kini dijaga ketat oleh prajurit elit pilihan Magnus.

"Gusti Permaisuri, mohon ampun... hamba benar-benar merasa bersalah karena tidak bisa mencegah Anda tadi," ucap Lily sambil menyiapkan pakaian tidur Alesia.

Alesia yang sedang duduk selonjoran di atas karpet bulu menggeleng. "Udah, Ly. Yang penting kita dapet infonya. Sekarang menteri buncit itu tinggal tunggu tanggal mainnya aja."

"Tapi Baginda Raja terlihat sangat marah, Gusti..."

"Marahnya dia mah tanda sayang, Ly. Lu tenang aja," sahut Alesia mantap.

Pintu terbuka, dan Magnus masuk dengan membawa nampan berisi susu madu hangat. Ia terlihat sudah lebih tenang, meski wajahnya tetap serius.

"Lily, keluar," ucap Magnus singkat.

"Baik, Yang Mulia," Lily segera menghilang di balik pintu.

Magnus duduk di depan Alesia, menyerahkan segelas susu. "Minum ini. Kau pasti lelah setelah jadi 'pencopet' seharian."

Alesia nyengir, meminum susunya sampai habis. "Bang, lu beneran bakal beresin Menteri Keuangan itu besok?"

"Besok pagi, saat sidang subuh. Aku akan menggunakan surat yang kau curi itu sebagai bukti mutlak pengkhianatan," Magnus memegang tangan Alesia. "Tapi janji padaku, Siti. Jangan pernah lakukan hal seperti ini lagi sendirian. Jika kau ingin menyelidiki sesuatu, katakan padaku. Aku akan menyiapkan pasukan bayangan untuk menjagamu."

Alesia menatap Magnus lekat-lekat. "Gue cuma kagak mau jadi beban buat lu, Bang. Gue mau jadi partner yang setara."

Magnus tersenyum, ia menarik Alesia ke dalam pelukannya. "Kau sudah lebih dari setara, Permaisuriku. Kau adalah satu-satunya orang yang berani membuat Raja Orizon hampir gila karena cemas. Itu adalah kekuatan yang tidak dimiliki jenderal mana pun."

Alesia tertawa, menyandarkan kepalanya di bahu Magnus. "Ya udah, besok gue mau liat muka menteri itu pas ditangkep ya? Pasti lucu bener, kayak tikus kejepit pintu."

"Tentu," bisik Magnus, "tapi dari balik tirai emas. Tidak ada penyamaran gembel lagi untukmu besok."

"Siaaap, Bang Raja!"

1
Ika Fitri Ana
lanjut....👍👍👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Pawon Ana
si Siti ini devinisi genius jalanan...,🥰
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Muft Smoker
aduuuuh koq ibu suriii begini amat sifat ny jelek ,, kaya sofa lama Blum di ganti kulit ny ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: /Grin//Proud//Proud/
total 2 replies
Muft Smoker
awaas ekoor ny terbang alessia🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
enk banget kasih nama orang ,, kasihan si naga takut gx terima jenggot ny di samain ma si kael ikan ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: yx bnr ad aja ide nama yg selalu muncul di luar kepala ny🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
astgaaa permaisuri senjata ny goloook ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,, siap2 jdi kurus anda gustaf🤭🤭🤭🤭🤭🤭 ,, permaisuri gx bisa d tindas lgiiii😏😏😏😏
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
ni nama ny permaisuri jaman emansipasi🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,
gx da lembut2ny ,, tp mantap laa Alessia ,, aq suka gaya muuu 🤟🤟🤟🤟🤟
Muft Smoker
lanjuut kak
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Muft Smoker
raja di panggil abank🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,, catatan baru dlm sejarah ini ,,
Muft Smoker: bnr kak ,, anak abaaah di lawan 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 4 replies
Muft Smoker
kak baru bab awal loo tp udh seruuu liat tingkat alessi yg apa adany ,,
semangat trus ya kak nulis ny
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
💯 buat lily🤭🤭🤭🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
duuh korban tabrak lari gerobak gorengan🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣


hai kak ,,
aq mampir ksniii
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Hasnawiyah Ansar
iya bener sekali tebakan anda
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
lucuk, keren, gerrrrr banget /Joyful/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
baru bab satu aja udah kocaggh banget🤣
Ariska Kamisa: Terimakasih,
stay read kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Pawon Ana
ini krakter anak Betawinya positif thinking ya tipenya....jadi asyik orangnya...🤭✌️
Ariska Kamisa: dia anak bae bae kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ika Fitri Ana
semua ceritanya bagus..simpel tidak berbelit...jadi tidak membosankan cerita2nya....rekomend banget.
Ika Fitri Ana
semangat ..bagus ceritanya..semoga tetap menarik seperti cerita lainnya thor...👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!