NovelToon NovelToon
Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Radia Adawiyah

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi adalah kisah Alya, seorang gadis yang lembut dan taat, yang harus menerima takdir dijodohkan dengan Zidan (seorang pemuda yang dikenal bebas dan jauh dari nilai-nilai agama). Tapi di tengah perbedaan itu, Alya berusaha menjalani semuanya dengan sabar dan tetap berpegang pada prinsipnya. Sementara itu, tanpa disadari, kehadiran Alya perlahan mengubah Zidan menjadi dekat dengan Agama.

Novel ini mengisahkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan, tetapi tentang proses saling memperbaiki, mendekat kepada Allah, dan menerima takdir dengan penuh keikhlasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radia Adawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Pilihan yang diputuskan.

Sore itu, waktu yang dijanjikan Raka dan Zidan akhirnya tiba.

Kafe tempat mereka biasa nongkrong sudah mulai ramai dengan pengunjung. Raka sudah duduk bersama beberapa teman-teman lainnya, sesekali melihat ke arah pintu masuk. Tapi Zidan tak kunjung datang.

“ Raka ! Zidan mana? Kok lama banget ! Dia jadi datang atau enggak ? ”, tanya salah satu dari mereka.

Raka tersenyum kecil.

“ Lagi dijalan kali tuh. Dia pasti datang. Ini kan soal uang 50 juta loh. Yakali dia nggak datang, bro. Tunggu aja dulu”

Namun menit demi menit berlalu.

Pintu kafe terbuka beberapa kali… tapi setelah banyak orang yang keluar dan masuk, tapi tidak ada Zidan yang masuk.

Raka mulai mengernyit.

“ Ini anak ngapain sih… Kok nggak datang datang juga ? ”

Ia mencoba menelepon Zidan.

Tut… tut… tut…

Tapi tidak ada satu pun panggilan telpon Raka diangkat oleh Zidan. Dan tak lama muncul notifikasi:

“ Nomor ini tidak dapat dihubungi. ”

Raka langsung menatap layar dengan tajam.

“ Apa ! Bisa bisanya dia blok gue? ”, ucap Raka yang mulai terpancing amarah.

Di saat yang sama…

Di rumah Alya, Zidan duduk di lantai kamarnya. Ponselnya sudah ia matikan notifikasi dari semua grup. Tangannya berhenti di layar beberapa detik tadi, sebelum akhirnya ia menekan blokir kontak Raka, dan satu per satu teman-teman di lingkaran taruhan dan nongkrong nya , semuanya dihapus dan diblokir. Bahkan tanpa ada kata-kata penjelasan sebelumnya. Hanya keputusan diam-diam saja.

Zidan menarik napas panjang.

“ Udah cukup… Gue mudah sama semuanya”

Suasana kamar itu terasa lebih ringan, tapi juga lebih sepi.

Di luar kamar, suara Alya samar terdengar sedang membantu Umi. Suara itu… entah kenapa membuat dadanya terasa aneh. Bukan tenang sepenuhnya. Tapi juga bukan gelisah seperti dulu.

Lebih seperti….. kosong yang mulai diisi sesuatu yang baru.

Sementara itu, Raka di kafe mulai kesal.

“ Gue nggak ngerti nih anak ? Tiba tiba aja di blok gue , padahal kita nggak ada masalah tuh ! ”

Salah satu temannya berkata pelan,

“ Apa jangan-jangan dia beneran mundur dari kelompok kita karena dia udah baper sama cewek alim itu ? ”

Raka tertawa kecil, tapi matanya tidak ikut tersenyum.

“ Kalau dia mundur cuma gara-gara cewek itu… berarti dia udah beda dong. Ngak mungkin dia bisa langsung baper begitu saja .”

Malamnya, Zidan berdiri di depan jendela kamarnya. Lampu rumah bersinar terang dengan suasana tenang seperti biasanya, tetapi terasa sepi.

Dan tak lama , dia melihat Alya pergi berangkat sholat Isya berjamaah bersama keluarganya ke masjid. Seperti biasanya, ia selalu menolak dengan alasan “nanti saja”.

Namun kali ini…

Zidan tidak memalingkan wajahnya. Matanya mengikuti Alya.

Alya terlihat tersenyum kecil, mendengarkan gurauan adiknya. Wajahnya tampak cantik , tapi cantik yang bercahaya dan selalu tampak tenang, seperti tidak pernah membawa beban apa pun.

Zidan terdiam lama.

Untuk pertama kalinya, ia tidak melihat Alya sebagai “ bagian dari taruhan ”.

Tapi sekarang dia melihat Alya sebagai seseorang yang….. rasanya ingin dia benar-benar jaga untuk kedepan dan selamanya. Dia merasa dia ingin menjadi imam dan pendamping hidup bagi Alya, tapi dia merasa tidak pantas, karena dia merasa Alya itu berada jauh lebih tinggi dan bersih dari dia. Sedangkan dirinya sendiri masih terlalu kotor untuk mendekat dengan wanita sholehah seperti Alya.

1
Ate Ida Rustono
aalur ceritanya bagus
Radiatul Adawiyah: Terimakasih banyak atas komentar baiknya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!