NovelToon NovelToon
Se Atap Dengan Mantan Suami

Se Atap Dengan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mantan
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Jasmine, menikah dengan Aksa adalah mimpi buruk yang ingin ia kubur dalam-dalam. Sebagai anak yatim piatu yang miskin, Jasmine hanya dianggap sampah dan pembantu gratisan oleh keluarga Aksa yang terpandang. Puncaknya, sebuah fitnah kejam membuatnya terusir dari rumah megah itu tanpa membawa sepeser pun uang.

Tiga tahun berlalu, Jasmine bertahan hidup sebagai Professional Housekeeper di sebuah agen elit. Tugas terbarunya adalah mengurus sebuah penthouse mewah milik klien misterius yang sangat menuntut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Setelah perjalanan panjang yang menguras tenaga, akhirnya mereka menginjakkan kaki di Pulau Dewata. Deru mesin mobil yang menjemput dari bandara terhenti tepat di depan lobi sebuah hotel mewah dengan pemandangan pantai yang memukau.

Bara turun lebih dulu, meregangkan tubuhnya yang kaku sambil mengambil kopernya sendiri dari bagasi. Ia tampak tidak peduli dengan suasana romantis di sekitar mereka.

"Gue langsung ke kamar ya, capek banget," ucap Bara sambil menepuk bahu Aksa. Ia lalu melirik jam tangannya dengan tatapan serius.

"Besok pagi jangan lupa kita harus berangkat jam 8. Ingat, Sa."

Aksa hanya menyahut pendek dengan gumaman khasnya.

"Hmm...."

Aksa berdiri tegap di sampingnya, menatap lurus ke depan. Namun, pantulan di kaca lift tidak bisa berbohong mata tajam itu sesekali melirik ke arah Jasmine yang tampak gelisah.

"Lelah?" tanya Aksa singkat, memecah keheningan.

Jasmine tersentak sedikit. "Emm, sedikit, Tuan. Perjalanannya cukup jauh."

Ting!

Pintu lift terbuka di lantai eksekutif. Aksa melangkah keluar lebih dulu, diikuti Jasmine yang terseok membawa kopernya. Di lorong yang sunyi dan mewah itu, Aksa berhenti di depan dua pintu yang saling berhadapan.

"Emmm... Tuan, kamar saya di mana?" tanya Jasmine.

Aksa merogoh saku kemeja navy-nya, lalu mengeluarkan sebuah kartu akses elektronik.

"Ini," ucap Aksa singkat sambil menyerahkan kunci itu ke tangan Jasmine.

"Di depan kamarmu ini persis kamarku. Kalau ada sesuatu atau butuh apa-apa, datang saja."

Jasmine menerima kartu itu dengan cepat. "Baik, Tuan."

Jasmine segera menempelkan kartu aksesnya dan masuk ke dalam kamar. Tanpa sempat mengganti pakaian, ia langsung menjatuhkan koper di sudut ruangan dan merebahkan dirinya di ranjang yang terasa sangat empuk.

"Huhh lelahnyaaa. Badanku pegal semua," gumam Jasmine sambil membenamkan wajahnya di bantal.

Rasa nyaman menyergap seluruh tubuhnya. Perjalanan udara, transit, hingga ketegangan menghadapi sikap posesif Aksa tadi benar-benar menguras energinya. Ia memejamkan mata sejenak, menikmati keheningan kamar hotel mewah itu yang hanya dihiasi suara deburan ombak samar dari kejauhan.

"Baru sampai saja sudah selelah ini, bagaimana besok?" bisiknya pada diri sendiri.

Jasmine baru saja akan terlelap ketika ponsel di saku celananya bergetar. Ia merogohnya dengan malas.

Tuan Aksa:

"Sudah tidur? Jangan lupa minum air putih yang ada di meja nakas. Aku tahu kamu jarang minum kalau sedang lelah."

Jasmine mendengus kecil sambil tersenyum tipis tanpa sadar. "Dasar pria aneh. Tadi menyuruh langsung tidur, sekarang malah mengirim pesan."

Meskipun kesal karena terus diawasi, perhatian kecil itu entah mengapa membuat rasa pegal di bahunya sedikit berkurang. Ia bangkit dengan sisa tenaga untuk membersihkan diri.

Jasmine baru saja selesai membersihkan diri dan mengenakan piyama katun tipisnya ketika suara ketukan pelan terdengar dari arah pintu. Ia melirik jam dinding, sudah hampir tengah malam.

"Siapa?" tanya Jasmine waspada.

"Ini aku," jawab suara berat yang sangat ia kenali dari balik pintu.

Jasmine menghela napas, sedikit ragu namun akhirnya membuka pintu. Sosok Aksa berdiri di sana, dengan kaus hitam santai yang pas di tubuhnya. Di tangannya, ia membawa nampan kecil berisi segelas susu hangat.

"Tuan? Ada apa malam-malam begini?"

Tanpa menunggu izin, Aksa melangkah masuk dan meletakkan gelas itu di atas meja nakas. "Minum ini. Aku tahu kamu sulit tidur di tempat baru, apalagi setelah perjalanan jauh," ucap Aksa datar.

Jasmine terpaku. "Terima kasih, Tuan. Tapi Anda tidak perlu repot-repot..."

"Habiskan, lalu langsung tidur. Aku tidak mau melihat kantung mata di wajahmu besok pagi."

"Baik, Tuan," jawab Jasmine.

Ia menyesap sedikit susu itu, namun saat melirik ke arah pintu, ia menyadari Aksa masih berdiri tegak di posisi yang sama. Pria itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera keluar dari kamarnya, malah terus menatapnya.

Jasmine mengerutkan keningnya. "apa lagi, Tuan? Ada yang tertinggal?"

Aksa terdiam sejenak, seolah tersadar dari lamunannya sendiri. Ia berdeham pelan, mencoba menetralkan kembali ekspresi wajahnya.

"Lain kali, jangan memakai pakaian itu lagi. Terlalu tipis. Aku tidak suka membayangkan ada orang lain yang melihatmu seperti ini, bahkan pelayan hotel sekalipun."

Jasmine terkesiap, wajahnya langsung memanas. Ia refleks menyilangkan tangan di depan dadanya.

Aksa melangkah keluar dari kamar Jasmine dengan rahang yang mengeras. Begitu sampai di depan pintunya sendiri, ia segera masuk dan menutup pintu dengan keras.

Brak!

Suara dentuman itu menggema di koridor hotel yang sunyi. Aksa menyandarkan punggungnya di balik pintu, napasnya memburu tidak beraturan. Bayangan Jasmine yang baru saja selesai mandi, dengan rambut basah dan piyama katun tipis yang membungkus tubuh moleknya, terus berputar-putar di kepalanya bagaikan kaset rusak.

"Sial!" umpat Aksa rendah

Ia memejamkan mata rapat-rapat, mencoba mengusir bayangan gila itu. Namun, sensasi harum aroma sabun dari tubuh Jasmine seolah masih tertinggal di ujung indra penciumannya. Saraf-saraf di tubuhnya menegang hebat.

Aksa menunduk, dan saat itulah dia menyadari ada sesuatu yang mengeras di bawah sana. Reaksi alami tubuhnya yang tidak bisa diajak kompromi itu membuatnya semakin frustrasi. Hasrat yang selama ini ia tekan dengan dingin, mendadak meledak hanya karena melihat wanita itu dalam balutan pakaian tidur sederhana.

"Benar-benar gila. Dia hanya seorang gadis kecil, Aksa! Kendalikan dirimu," geramnya pada diri sendiri.

Aksa melepaskan kaus hitamnya dengan kasar, membiarkan tubuh atletisnya terpapar udara dingin dari AC kamar. Ia segera melangkah menuju kamar mandi, berharap kucuran air es bisa memadamkan api yang mulai membakar akal sehatnya malam itu.

1
Redmi Nam
Jasmine jangan membangunkan singa tidur..
tuh singanya muaraaah😄😄😄
vita
knp cerita ini jarang update sih kak
Redmi Nam
jangan lama" punya thor🙏
Kaknia
suka jl ceritanya 👍👍😘
sunaryati jarum
Nah gitu jika cinta perjuangkan
sunaryati jarum
Kamu benar Yasmine ,Nak Aksa dengarkan Bara kau jangan mempersulit Yasmine, kasihan
sunaryati jarum
Kau jatuh cinta sama mantanmu
Aidil Kenzie Zie
ngapa nggak ambil kamar yang ada pintu penghubungnya
mini
hah,,, ikut plong aku😍
Kaknia
suka alur ceritanya
Kaknia
bucin Aksa 😂🤭
Kaknia
seruuuuuuu
partini
dihhh felakor
Kaknia
semakin seruuuu ceritax tapi nanggung banget masih penasaran😭
partini
tamat sudah kamu Jasmine
Kaknia
astagaaa semoga Jasmine TDK knp knp 😭
Kaknia
mantap ceritax
Kaknia
semoga Jasmine TDK knp knp dan semoga Aksa pembela terdepanx
Kaknia
Semoga Bisa Bersatu Kembali.......
Suka Ceritax Seruuuuu....
Risa Virgo Always Beau
Jasmine mending kamu bertahan saja kerja sama Aksa di banding kamu di denda seratus juta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!