NovelToon NovelToon
Love Unscripted

Love Unscripted

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:877
Nilai: 5
Nama Author: CieMey

Zhevanya Maharani Karasya (Vanya) selalu menjadi anak yang dapat dibanggakan oleh kedua orangtua nya, siapa sangka sifat nya yang ceria periang dan selalu berfikir positif itu ternyata menyembunyikan rasa sakit yang sangat menyiksa. Vanya yang selalu ingin menyerah oleh penyakit nya itu tak pernah menduga masa remaja nya akan terasa sangat berwarna.

Pertemuan nya dengan Nana, Farida, dan Irgi benar benar membuat masa remaja nya begitu berwarna, indah dan membuat banyak kenangan yang tak terlupakan, sampai pada akhirnya Semua terasa begitu sia sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CieMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Tingkah

Setiap Vanya dan teman teman nya bertemu dengan Farida dan Gita seakan akan mereka sedang berada di ring tinju. Kelakuan aneh Gita yang semakin menjadi setiap harinya membuat Sifa benar benar muak. 

"Hai Na lagi apa" Dengan suara yang cukup besar Gita menyapa Nana yang sedang duduk tenang dan membaca buku di perpus. Semua orang yang berada di perpus sampai menoleh kearah mereka dan kompak menyuruh mereka diam. 

"Baca buku lah" Jawab Nana dingin. 

"Tumben sendirian aja kemana tuh dayang dayang lo" Tawa Farida dan Gita terdengar seperti meledek Vanya. 

Nana yang tak suka di ganggu siapapun saat sedang membaca itu memilih untuk meninggalkan Farida dan Gita. 

"Eh mau kemana Na" Gita dengan sigap menarik tangan Farida untuk mengikuti Nana. 

Mereka terus mengikuti Nana dan mencoba mengajak Nana mengobrol.

Ayo lah seseorang tolong selamatkan Nana kali ini, ia benar benar risih dengan tingkah aneh Farida dan Gita, di tambah hari ini Vanya dan  teman teman nya sedang mengikuti acara di luar sekolah yang membuat Nana merasa hari ini sangat membosankan. 

Di depan kamar mandi laki laki Nana berhenti mendadak yang membuat Gita dan Farida tidak sengaja menabraknya. 

"Kok berenti sih Na" Kali ini gantian Farida yang bersuara dengan nada yang terlalu di buat buat. 

"Mau kekamar mandi mau ikut?" Jawab Nana masih dengan nada ketus nya. 

"Enggak deh kita nunggu luar aja" 

Nana hanya bisa menghela napas kasar, ia tak tahu harus bagaimana lagi menghadapi mereka. 

Cukup lama Nana berada di dalam kamar mandi, ia hanya berdiri di pojokkan dan melihat kearah luar sampai kedatangan Irgi dan teman temannya membuat Nana sedikit merasa lega. 

"Kenapa lo, di ikutin cewek centil itu lagi ya" Kata Irgi sambil berjalan masuk kedalam salah satu bilik. 

"Iya masih ada ya didepan? " 

"Iya masih nungguin tuh" 

Jawaban Irgi membuat nana terasa lemas, ia ingin sekali meninggalkan kamar mandi dan menikmati waktu istirahat nya yang singkat ini dengan tenang tapi rasa nya harapan itu harus pupus, dua cewek centil itu tak membiarkan Nana lepas begitu saja dan menikmati waktu istirahat nya. 

"Udah Na keluar bareng kita aja kita mau ke kantin lo mau ikut ga" 

"Iya deh gue ikut kalian"

Nana akhirnya ikut dengan Irgi dan teman temannya. Pada saat Nana keluar dari kamar mandi, Farida dan gita langsung menghampiri Nana dan untungnya teman teman Irgi sigap membantu Nana dan langsung menarik tangan Nana menjauh dari Farida dan Gita.

"Thanks Gi"

"Santai Na"

Nana memutuskan untuk menghabiskan waktu istirahat nya bersama Irgi di kantin. 

"Eh Vanya kemana Na tumben ga keliatan" 

"Lagi ada acara di luar Gi bareng Sifa sama Rosa Rosi"

"Tumben lo ga ikut wakilin sekolah"

"Itu khusus cewek Gi masa gue ikut"

"Oh" Tak hanya Irgi yang menjawab tapi ke empat teman Irgi yang lain nya juga Menjawab. Nana dan Irgi baru sadar kalau dari tadi mereka menyimak pembicaraan Irgi dan Nana. 

"Eh iya Na, lo sama Vanya tuh pacaran ya" Tanya  Rido salah satu teman yang paling dekat dengan Irgi. 

"Enggak kok temen doang" 

"Masa sih, kok keliatan kayak orang pacaran" 

Nana terdiam menunduk entah kenapa ia merasa salah tingkah mendengar perkataan Rido tadi

"Muka lo merah noh udah kaya kepiting rebus" Perkataan Irgi berhasil membuat mereka tertawa bahkan pun ikut tertawa. 

Bel masuk pun berbunyi, dengan terpaksa mereka harus kembali ke kelas masing masing. 

"Makasih ya udah nolongin gue"

"Iya Na santai aja"

...☘️☘️☘️...

Nana lanjut belajar di kelas, pada saat bel jam pelajaran terakhir Vanya dan teman teman nya yang habis mewakili sekolah kembali kedalam kelas. perasaan lega dan senang Nana tak dapat ia tutupi, Nana tersenyum sangat manis kearah Vanya, sampai ia tak sadar Sifa sudah berada di samping nya hanya untuk meledek nya.

"Senyum mulu lo kesurupan ya" Sifa menggebrak meja lumayan keras sampai membuat seisi kelas terkejut mendengar nya.

"ngagetin aja lo Sifa" Nana langsung mengalihkan pandang nya, ia memang tidak marah pada Sifa tapi ia takut Sifa melihat wajah Nana yang tersipu malu dan pasti wajah nya kini seperti kepiting rebus.

"lagian senyum senyum mulu lo, kalo demen tuh tembak Na jangan diem aja ntar keburu diambil orang"

"Diem Sifa, sana sana pergi ganggu aja lo"

"Hahaha salting dia" tak hanya Sifa yang menertawakan Nana kali ini tapi juga si anak kembar itu sangat kompak menertawakan Nana.

"Gue mah bilangin doang Na yang ngincer Vanya banyak"

Sifa menyelesaikan perkataan nya dengan tawa dan wajah usil nya. sedangkan Nana hanya terdiam dan sibuk mencerna perkataan Sifa tadi.

"Na bengong aja lo, kenapa" Vanya menepuk pundak Nana pelan

"gapapa Van lagi pengen bengong aja"

"eh tadi ada PR ga Na"

"nggak ada kok aman"

Ternyata guru pelajaran terakhir tidak masuk, mereka bersenang senang menikmati waktu jam kosong di kelas, Nana memanfaatkan waktu itu untuk bercerita, menceritakan semua yang terjadi pada nya saat jam istirahat. mendengar cerita Nana membuat Sifa dan Rosi geram.

"trus lo diemin aja dia begitu Na"

"ya gue mau gimana lagi Si"

"Ya marah kek atau jenggut rambut nya, eneg banget gue liat tingkah centil nya"

"udah lah biarin aja, kalo nanti dia begitu lagi baru gue omelin"

"gue sih juga gabakal bisa sabar sih, apalgi sampe harus ngumpet di kamar mandi, untung aja ada Irgi coba kalo gaada Irgi lo mau nungguin di kamar mandi sampe jam Istirahat selesai"

perkataan Rosa sudah mewakili pemikiran Vanya, kali ini Farida memang sudah keterlaluan, ia seperti penguntit yang menakutkan.

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
gempi
b
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!