NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Sang Bintang

Istri Rahasia Sang Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan rahasia / Dokter
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: SunRise510k

Dunia mengenalnya sebagai bintang paling bersinar. Namun, hanya dia yang tahu betapa redupnya pria itu di balik layar.
Elvano Alvendra punya segalanya: kekuasaan, ketenaran, dan wajah yang dipuja jutaan orang. Tapi bagi Selena Nayumi, Elvano hanyalah pasien keras kepala yang lupa cara mengurus diri sendiri.
Sebuah perjodohan kolot dari sang nenek memaksa mereka terikat dalam janji suci yang tersembunyi. Bagi Elvano, Selena adalah "obat" yang tidak pernah ia duga akan ia butuhkan. Bagi Selena, Elvano adalah teka-teki misterius yang perlahan mulai ia cintai.
Di antara jadwal konser yang padat, kilatan kamera media, dan kontrak kerja jutaan dolar, ada satu rahasia besar yang mereka simpan rapat di balik pintu rumah: Status mereka.
Dapatkah cinta tumbuh di tengah kepura-puraan? Dan sanggupkah Selena bertahan menjadi rahasia terbesar sang bintang saat dunia menuntut Elvano untuk tetap "milik publik"?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunRise510k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Angin laut Kepulauan Anambas berembus lembut, membawa aroma garam yang segar dan suara deburan ombak yang tenang menabrak karang di bawah resort mewah yang seluruhnya telah disewa oleh keluarga Alvendra. Langit biru bersih memayungi gugusan pulau tropis itu, seolah semesta pun ikut merestui hari yang paling dinanti. Pernikahan rahasia ini digelar dengan pengamanan super ketat; tidak ada satu pun kamera media yang diizinkan mendekat dalam radius beberapa kilometer.

Sejak kaki mereka menginjakkan kaki di dermaga resort pribadi ini kemarin pagi, Selena dan Elvano benar-benar dipisahkan secara total. Tim pengatur acara bentukan Oma Ratna dan Nenek Asti bekerja layaknya agen rahasia, memastikan kedua mempelai tidak berpapasan sedikit pun sebelum waktu akad tiba.

Di dalam salah satu suite mewah dengan pemandangan langsung ke laut lepas, Selena sedang duduk dengan tenang di depan cermin besar. Gaun pengantin berwarna putih tulang dengan aksen lace yang rumit dan elegan sudah melekat sempurna di tubuh mungilnya. Penampilannya tampak sangat fresh natural beauty, namun memancarkan aura mahal yang tak terbantahkan.

Nenek Asti berdiri di belakang Selena, menatap pantulan wajah cucu kesayangannya di cermin dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Selena, lihat dirimu. Cantik sekali, persis seperti almarhumah ibumu saat pertama kali nenek melihatnya di pelaminan dulu,” ujar Nenek Asti dengan suara yang bergetar penuh haru.

Selena menoleh perlahan, menatap neneknya yang tampak begitu bersahaja namun elegan dalam balutan kebaya modern.

“Nenek, jangan bicara begitu. Selena jadi ingin menangis kalau Nenek sesedih ini,” sahut Selena sambil mencoba mempertahankan senyumnya, meski tenggorokannya mulai terasa tercekat.

Nenek Asti menggenggam jemari Selena yang terasa dingin. “Nenek sama sekali tidak menyangka akan sampai di tahap ini, mengantarkanmu ke pelaminan di tengah usia nenek yang sudah semakin senja. Rasanya baru kemarin nenek menimangmu setelah orang tuamu pergi, dan sekarang kau sudah akan menjadi istri dari seorang pria hebat,” lanjut Nenek Asti sambil menyeka sudut matanya.

Selena menahan napas sejenak, mencoba mengusir bayangan orang tuanya yang andai saja masih hidup, pasti akan berdiri di sana memeluknya.

“Selena yakin Papa dan Mama melihat kita dari sana, Nek. Mereka pasti bahagia melihat Selena bersanding dengan pria pilihan Nenek yang tidak hanya tampan di layar kaca, tapi juga memiliki hati yang baik di dunia nyata,” bisik Selena dengan suara parau.

Nenek Asti segera menepuk bahu Selena pelan, mencoba mencairkan suasana haru tersebut. “Sudah, sudah. Jangan menangis sekarang! Nanti riasan cantikmu ini bisa rusak. Hari ini adalah hari bahagiamu, kamu harus tersenyum paling lebar sepanjang hari,” perintah Nenek Asti dengan nada bicara yang penuh kasih sayang.

Selena menganggukkan kepala mantap sambil menarik napas dalam-dalam. “Iya, Nek. Selena janji tidak akan menangis lagi,” janji Selena meski matanya masih berkilat karena air mata yang tertahan.

Sementara itu, di sisi lain resort yang letaknya cukup jauh dari kamar Selena, suasana di kamar Elvano tampak jauh lebih sibuk namun tetap terkendali. Ruangan tersebut dipenuhi aroma parfum maskulin yang mahal. Elvano Alvendra berdiri tegap di depan cermin, sedang merapikan jas pengantin pesanan khusus yang dirancang dengan gaya atletis elegan, mengikuti lekuk postur tubuhnya yang proporsional layaknya model runway.

Wajahnya tampak tenang, hampir tidak terbaca, namun jemarinya yang sedang membenarkan letak dasi kupu-kupu terlihat sedikit bergetar—sebuah tanda kecil bahwa sang CEO Zenithra Entertainment ini sedang merasa gugup luar biasa di balik aura mahalnya.

Darian masuk ke dalam ruangan dengan setelan jas pengiring yang sudah on point dan sangat rapi. Ia menatap Elvano dengan binar bangga yang tidak bisa ia sembunyikan lagi.

“Wow, Bos! Aku sudah melihatmu mengenakan ratusan kostum berbeda sepanjang karirmu, mulai dari raja di film kolosal sampai CEO dingin di drama, tapi kali ini auramu benar-benar berbeda. Kau tampak sangat... siap untuk berkomitmen,” ujar Darian sambil bersedekap di ambang pintu.

Elvano melirik asisten setianya melalui pantulan cermin. “Berhenti memujiku, Darian. Kau membuatku semakin merasa tidak nyaman dengan situasi ini,” sahut Elvano dengan nada baritonnya yang datar, meski senyum tipis sempat terlintas di wajahnya.

Darian melangkah mendekat, menepuk bahu Elvano dengan akrab. “Selamat, El. Akhirnya sang singa penyendiri ini akan resmi memiliki pawang. Aku benar-benar ikut bahagia melihatmu sampai di tahap ini,” ucap Darian dengan nada yang sangat tulus.

Elvano berbalik, menatap Darian dengan tatapan yang sedikit lebih lembut. “Terima kasih, Darian. Kau sudah menemaniku di titik terendah sampai sekarang. Tapi dengar, setelah ini kau juga harus segera menyusulku. Jangan terus-terusan mengurus hidupku sampai kau lupa mencari pasangan untuk dirimu sendiri,” balas Elvano setengah menyindir.

**

Langit di atas Kepulauan Anambas perlahan berubah warna menjadi gradasi jingga, ungu, dan emas yang memukau. Cahaya matahari yang mulai tenggelam di cakrawala terpantul sempurna di permukaan air laut yang tenang, menciptakan suasana magis yang tak terlupakan. Di atas dermaga kayu apung yang telah dihias dengan ribuan bunga lili putih dan melati segar, altar pernikahan berdiri dengan sangat megah namun tetap terasa hangat.

Alunan musik orkestra yang lembut mulai mengalun, memecah kesunyian alam yang syahdu. Elvano Alvendra melangkah perlahan menyusuri karpet merah yang membentang menuju altar. Ia tampak sangat luar biasa dalam balutan jas hitam potongan Italia yang pas di tubuh atletisnya. Aura tenang dan mahal terpancar kuat dari setiap langkahnya. Di belakangnya, jajaran keluarga inti dan para sahabat dekat berjalan mengiringi dengan senyum penuh syukur.

Setibanya di depan penghulu, Elvano berdiri dengan tegak. Napasnya sedikit memburu, bukan karena lelah, melainkan karena debaran jantung yang tidak bisa ia kendalikan. Sepanjang karirnya sebagai aktor dan penyanyi global, ia sudah ribuan kali berada di bawah sorotan lampu, namun baru kali ini ia merasa benar-benar hidup.

Detik berikutnya, suasana menjadi semakin hening saat sosok yang dinanti muncul di ujung karpet merah. Selena Nayumi berjalan dengan sangat anggun, didampingi oleh Nia dan Dira di sisi kanan dan kirinya. Gaun putihnya yang menjuntai tampak berkilauan tertimpa cahaya senja, membuatnya terlihat seperti bidadari yang baru saja turun dari langit.

Dira, yang sejak awal tidak diberitahu siapa calon suami bosnya, kini tampak seperti orang yang lupa cara bernapas. Matanya membelalak lebar, tangannya gemetar hebat memegang buket bunga cadangan. Ia menatap Elvano, lalu menatap Selena, lalu kembali ke Elvano.

“Dokter Nia, tolong katakan padaku kalau aku tidak sedang berhalusinasi karena kurang asupan gizi. Itu benar-benar Elvano Alvendra?” bisik Dira dengan suara yang nyaris hilang karena saking kagetnya.

Nia hanya terkekeh pelan sambil terus melangkah. “Sudah, simpan dulu histerismu, Dira. Fokuslah menjaga ekor gaun Selena. Nanti kamu boleh pingsan sepuasnya setelah acara selesai,” sahut Nia dengan nada menggoda.

Dira berusaha sekuat tenaga menahan teriakan histerisnya. Sebagai VALS garis keras, jantungnya seolah ingin melompat keluar melihat idolanya kini berdiri di sana, menatap atasannya dengan tatapan yang sangat dalam dan penuh pemujaan.

Saat Selena tiba di hadapan Elvano, pria itu mengulurkan tangannya. Selena menyambutnya dengan jemari yang sedikit dingin. Mereka saling beradu pandang selama beberapa saat, saling terpesona dengan penampilan satu sama lain yang jauh lebih indah dari bayangan mereka.

“Kau sangat cantik, Selena. Sampai-sampai aku merasa tidak pantas berdiri di sampingmu,” bisik Elvano lirih, hanya untuk telinga Selena.

Selena merona hebat di balik cadar tipisnya. “Kamu juga terlihat sangat luar biasa, El. Terima kasih sudah menungguku,” jawab Selena dengan suara yang tulus.

Prosesi akad nikah berlangsung dengan sangat sakral. Suara Elvano terdengar tegas dan mantap saat mengucapkan janji suci, mengguncang sanubari setiap tamu yang hadir. Tidak ada keraguan di sana, hanya ada kesungguhan seorang pria yang ingin melindungi wanitanya selamanya. Begitu kata sah terdengar dari para saksi, suasana haru biru menyelimuti dermaga itu.

Selena mencium punggung tangan Elvano dengan penuh hormat, dan Elvano membalasnya dengan mengecup kening Selena cukup lama, menyalurkan segala rasa yang selama ini terpendam.

“Sekarang kamu adalah tanggung jawabku sepenuhnya, dr. Sunshine,” ucap Elvano pelan saat ia menjauhkan wajahnya.

Tiba-tiba, musik berubah menjadi lebih ceria dan romantis. Para tamu undangan berdiri sambil bertepuk tangan meriah. Di bawah guyuran kelopak bunga mawar yang jatuh dari atas, Elvano perlahan menarik pinggang Selena mendekat. Ia menangkup wajah istrinya dengan lembut, lalu menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman pernikahan yang sangat romantis dan penuh kehangatan. Sorak-sorai bahagia pecah, mengiringi momen paling bersejarah dalam hidup sang superstar.

Setelah sesi foto yang penuh tawa, tibalah saat yang paling ditunggu-tunggu oleh para tamu lajang: lempar bunga. Selena dan Elvano berdiri membelakangi kerumunan sahabat mereka.

“Satu... dua... tiga!” teriak mereka kompak sambil melempar buket bunga tersebut tinggi-tinggi ke udara.

Bunga itu melayang indah, melewati jajaran staf dan beberapa asisten, lalu secara tidak terduga mendarat tepat di pelukan Darian yang sedang asyik meminum sampanye di barisan belakang. Darian tertegun, melihat buket bunga di tangannya dengan wajah bingung yang mengundang tawa seluruh tamu.

“Wah, sepertinya asisten pribadiku ini harus segera menyusul ke pelaminan!” teriak Elvano sambil tertawa lepas, pemandangan langka yang membuat semua orang tertegun.

***

1
Sri Murtini
elvano kau benar " cinta ya bukan akting
Sri Murtini
Elfano jatuh cinta se jatuh"nya dipelukan kekasih hati. ternyata tidak selamanya perjodohan itu berdampak buruk.... ini memang ketemu pasangan sejatì
Penta Ning Thiyas
luar biasa
Penta Ning Thiyas
karyamu selalu keren.. dan nagih😍👍 semangat kak
Hugo Hamish
kak up dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!