NovelToon NovelToon
ILUSI HANGAT

ILUSI HANGAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:707
Nilai: 5
Nama Author: zayyana

"Elian sengaja menciptakan neraka, hanya agar ia bisa menjadi satu-satunya surga tempat Lyra bersandar."

Menyembunyikan kecantikan di balik sikap tertutup adalah cara Lyra Anya Cassandra bertahan hidup di SMA Elit Gava. Statusnya sebagai siswi yatim piatu penerima beasiswa menuntutnya untuk tidak terlihat.

Namun, sebuah kotak bekal siang yang sederhana menghancurkan seluruh pertahanannya.

Lyra mendadak menjadi target perundungan yang kejam. Di tengah keputusasaan itu, hanya Elian cowok paling berpengaruh di sekolah yang bersedia menjadi pelindungnya.

Lyra mengira itu keberuntungan, tanpa tahu bahwa Elian sendiri yang menyalakan api neraka demi memaksanya datang kepelukan elian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zayyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERJEBAK DI GUDANG TUA

Waktu bergulir dengan cepat menuju akhir pekan yang suram. Di distrik komersial barat, ruko Toko Kue Tradisional Nenek terasa sangat sunyi karena Lyra sering pulang terlambat akibat tugas piket kelas yang sengaja dimanipulasi oleh anak buah Devan.

Sore itu, jam dinding di SMA Elit Gava menunjukkan pukul lima sore. Seluruh area sekolah sudah sepi, hanya menyisakan beberapa lampu selasar yang mulai menyala redup. Lyra berjalan tergesa-gesa menuju gudang olahraga di belakang sekolah untuk mengembalikan nampan bola yang menjadi tugas piketnya hari ini.

Langkah kakinya menggema sepi di atas lantai semen gedung tua tersebut.

"Halo? Apa masih ada orang di dalam?" tanya Lyra dengan nada suara yang sedikit cemas, melongokkan kepalanya ke dalam ruang gudang yang gelap dan dipenuhi debu. Kacamata bulatnya sedikit melorot, dan ia meremas ujung celemek kain sekolahnya karena atmosfer tempat itu terasa sangat mencekam.

Tidak ada jawaban. Hanya ada keheningan yang dingin.

Lyra melangkah masuk lebih dalam, meletakkan nampan bola di atas rak kayu yang berderit. Namun, tepat saat ia berbalik untuk keluar, sebuah bayangan hitam bergerak cepat dari balik pintu besi besar gudang.

Brak! Clang!

Pintu besi itu ditutup dengan bantingan keras dari luar, diikuti oleh suara gemerincing rantai tebal dan gembok yang dikunci secara kasar. Cahaya sore yang masuk dari celah pintu langsung terputus, menyisakan kegelapan total di dalam gudang.

"Hei! Buka jendelanya! Tolong! Ada orang di dalam!" teriak Lyra panik, berlari dan menggedor-gedor permukaan pintu besi dengan telapak tangan kurusnya hingga memerah. Napasnya mulai memburu, dan gejala psikologis Brain Fog akibat trauma masa kecilnya yang yatim piatu mendadak bangkit kembali secara klinis, membuat kepalanya terasa sangat pusing dan pandangannya mengabur.

Di luar gudang, di balik kegelapan lorong yang sepi, Devan sedang memasukkan kunci gembok ke dalam saku jaketnya. Namun, langkah kakinya mendadak membeku saat ia menangkap sesosok pemuda sedang berdiri tegak di ujung koridor tua, bersandar pada pilar beton dengan keanggunan yang menakutkan.

Itu Elian Gava Alaric.

"Semua sudah sesuai instruksimu, El. Dia bakal dikurung di dalam sana sampai malam," ucap Devan dengan ekspresi wajah yang tampak sedikit tegang, merapikan kerah kausnya sendiri untuk menutupi rasa ngeri melihat bagaimana sahabat miliardernya ini bisa mengatur skenario sekutu gelap tanpa berkedip.

Elian tidak menjawab secara lisan. Ia perlahan menegakkan tubuh jangkungnya, berjalan mendekati pintu gudang dengan langkah kaki tegap yang berwibawa. Jas seragam hitam SMA Gava miliknya terpasang sempurna tanpa satu pun kerutan. Rambut hitam comma hair-nya membingkai wajah simetrisnya yang pucat dan tanpa ekspresi, seperti seorang malaikat pencabut nyawa yang berwajah tampan menawan.

Aroma parfum amberwood yang hangat menjalar kuat di lorong tua yang pengap itu, mendominasi udara sekitar.

"Biarkan dia di dalam sana selama dua jam, Devan. Aku ingin kegelapan dan rasa sepi menguras habis seluruh sisa kekuatan mentalnya," perintah Elian dengan nada suara yang teramat rendah, berat, dan sedingin es batu. Wajah rupawannya sama sekali tidak menunjukkan setitik pun belas kasihan.

"Dua jam? El, dia bisa trauma parah atau kena serangan panik di dalam gudang yang pengap itu," tanya Devan dengan kening yang berkerut dalam, mencoba mengingatkan batas kewajaran.

"Itu memang tujuannya, Devan. Sifat mandirinya yang keras kepala harus dihancurkan total agar dia tahu bahwa tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menyelamatkannya kecuali aku," jawab Elian dengan seutas senyuman asimetris yang sangat mengerikan terukir di bibirnya. Kilat obsesi posesif yang ekstrem berkilat sempurna di balik manik mata hitam jelaganya.

Elian melangkah maju, menempelkan telapak tangannya yang dingin pada permukaan pintu besi gudang, tepat di titik di mana Lyra sedang menangis histeris di dalam sana. Di dalam otaknya yang jenius namun sakit, ia tahu bahwa taktik Conditioning psikologis ini adalah satu-satunya cara untuk membuat Lyra mengidap Stockholm Syndrome secara akut. Ia sengaja menciptakan neraka ini agar nanti, saat ia datang membuka gembok tersebut, aroma amberwood miliknya akan melekat di kepala Lyra sebagai simbol ketuhanan yang membawa keselamatan bagi sisa hidup gadis itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!