NovelToon NovelToon
Ketika Sinta Memilih Rahwana

Ketika Sinta Memilih Rahwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Perjodohan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Hari penentuan tanggal pernikahan, Sinta memilih Wana untuk dijadikan suaminya. Semua itu bukan tanpa sebab. Melainkan, karena hati yang sudah lelah untuk berharap. Hati yang sudah sering terluka oleh sikap Rama yang mementingkan teman barunya.

Bagaimana jadinya saat Rama tahu, Sinta ternyata tidak memilih dia sebagai suami? Yuk! Ikuti kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

Sang mama tersenyum lebar. Tiba-tiba, terdengar ketukan di pintu yang sedang tertutup rapat. Ketukan yang langsung mengalihkan perhatian ibu dan anak yang ada di dalam ruangan tersebut.

"Sin. Kami masuk sekarang ya?" Suara Liliana terdengar di depan pintu tersebut.

"Boleh. Masuk saja. Kebetulan, aku sudah selesai di rias."

Kedua teman Sinta langsung menampakkan wajah mereka. Senyum terkembang dengan lebar. Wajah bahagia yang mereka perlihatkan terlihat sangat tulus tanpa dibuat-buat sedikitpun.

"Ya Tuhan ... cantiknya." Lusi berucap dengan nada takjub.

"Ini semua karena kamu, Si. Kamu yang dandannya luama ... banget sampai kita melewatkan saat Sinta di make-up oleh MUA. Aku kan juga ingin lihat prosesnya," ucap Lili dengan nada sedikit pelan di akhir kata yang ia ucapkan.

Seketika, Lusi menarik wajah tak setuju dengan apa yang baru saja Lili ucapkan. "Apaan sih? Saat kamu datang, aku sudah hampir selesai. Salahkan sopir mu yang gak bisa ngendarain mobil dengan baik, Lian. Sampai-sampai, kita harus terjebak macet yang lama. Untung aja masih sempat. Kalo nggak, aku udah gak tahu lagi harus bilang apa." Kesal Lusi bukan kepalang.

Perdebatan dua sahabat yang terus berlanjut membuat Sinta harus ikut bicara. Menjadi penengah untuk mereka berdua.

"Aduh, sudah. Jangan debat lagi. Kalian sudah tiba sekarang. Meskipun kalian sedikit telat, tapi tidak benar-benat telah, bukan? Kalian masih punya banyak waktu untuk melihat prosesnya."

Kedua sahabat itu langsung memasang wajah sedih lebai yang terlihat sangat di buat-buat. "Hiks, harusnya aku tidur di rumah mu tadi malam, Sin. Dengan begitu, aku bisa melihat semua proses sebelum kamu menjadi istri orang," ucap Lusi dengan nada lebai yang terdengar sangat jelas.

"Apaan. Telat kali, Nona. Tadi malam, siapa yang ingin pulang, hm? Kamu. Kamu yang malah ikut-ikut aku pulang gara-gara flu mu yang semakin berat itu."

"Hah? Eh, iya. Aku flu. Lupa," ucap Lusi akhirnya membatalkan niat untuk memeluk Sinta.

"Sayang sekali. Aku malah flu di saat yang tidak cepat." Oceh gadis itu lagi.

"Nasib mu yang malang."

"Lebih malang kamu tuh. Masih aja kerja padahal tahu hari bahagia temannya. Kasian pewaris yang satu ini. Anak manja sih anak manja. Tapi beban tanggung jawab pekerjaan ada dipundaknya."

"Eh ... malah menjadi-jadi kamu ya. Malah bawa-bawa pekerjaan lagi. Ini nih yang bikin hatiku gerhana."

"Lho, kok malah debat lagi sih? Kalian gak niat lihat aku bahagia?" Sinta kembali angkat bicara untuk menjadi penengah buat kedua temannya.

Sontak, keduanya kembali memasang wajah sedih yang lebai untuk diperlihatkan pada Sinta. "Sayang ku ... maaf. Kita gak maksud bikin kamu tidak nyaman."

"Iya, Sinta. Maaf banget yah, Besti. Kita janji gak akan debat lagi. Kamu cantik banget, sumpah." Sempat-sempatnya Lusi muji Sinta diakhir kalimat yang ia ucapkan.

Eh ... malah di sambut hangat oleh Lili apa yang baru saja Lusi ucapkan. "Iya, sayangku. Kamu cantik. Sangat-sangat cantik. Aku jamin, semua mata akan tertuju padamu saat kamu muncul nanti."

"Tentu saja. Lagian, diakan tokoh utama hari ini. Keterlaluan jika semua mata tidak melihat ke arahnya. Ah, satu hal pasti. Dan sangat-sangat pasti. Aku jamin, calon suamimu itu tidak akan bisa berkedip nantinya."

Tiga sahabat itu malah bercanda lepas sekarang. Mama Sinta yang sebelumnya ada di ruangan tersebut, langsung meninggalkan anaknya bersama teman-temannya.

Waktu berjalan terlalu cepat. Rombongan mempelai pria malah sudah tiba saja ke kediaman Wijaya. Tempat di mana ijab kabul akan dilangsungkan.

Gugup langsung terasa saat mama Sinta datang ke ruangan tersebut untuk mengabari bahwa, rombongan keluarga Hermawan sudah tiba. Bukan hanya Sinta yang kelabakan. Dua sahabatnya malahan ikut-ikutan. Bahkan, mereka berdua kelabakan lebih parah dari Sinta.

"Ya Tuhan. Ya Tuhan. Apa yang harus kita lakukan? Calon suami sinta sudah datang." Lusi berucap sambil bergerak asal dengan gerakan cepat yang langsung berubah-ubah.

"Sin. Bagaimana ini? Semuanya, apa semuanya sudah siap? Tidak. Bagaimana dengan perasaan mu, Sinta? Apa kamu gugup? Atau-- "

"Aku baik-baik saja, Lili. Kalian berdua tidak perlu cemas. Aku baik-baik saja."

"Kamu yakin, Sinta?" Lusi malah menatap Sinta dengan tatapan serius. Gadis itu berusaha memastikan kebenaran dari kata yang baru saja temannya ucapkan.

Sinta memberikan anggukan pelan. "Iya. Aku baik-baik saja. Kalian berdua tenanglah. Aku sudah menunggu hari ini dengan dengan sabar Aku yakin, hatiku, pikiranku, batinku, semua akan baik-baik saja."

Ketukan di pintu terdengar. Diikuti pula dengan suara pelan nan lembut dari sang mama. "Sinta, waktunya kamu keluar. Ijab kabul akan dilaksanakan sekarang. Kamu harus keluar."

"Ba-- baik, Ma."

Nyatanya, Sinta juga merasakan perasaan gugup. Jantungnya berdebar dua kali lebih cepat dari yang seharusnya. Sampai-sampai, dia harus menyentuh dada itu dengan satu tangan.

"Sinta." Suara lembut Lili terdengar. "Kami akan selalu ada di sampingmu. Jangan cemas."

"Iya, Sin. Ayo turun!"

Sinta mengangguk pelan dengan perasaan yang sedikit lebih yakin. Dia dengan dihimpit oleh kedua sahabatnya menuruni anak tangga untuk menuju ruang keluarga tempat di mana ijab kabul akan dilangsungkan.

Benar saja apa yang dikatakan oleh sahabatnya. Saat Sinta turun dengan anggun, semua mata tertuju padanya. Mata yang penuh dengan kekaguman. Di antara mata-mata itu, sepasang mata terlihat berkaca-kaca. Milik siapa lagi mata itu jika bukan milik Wana.

Hari ini, dia datang dengan hati yang penuh akan kebahagiaan. Dia sempat berucap, jika ini mimpi, maka dirinya rela untuk tidak bangun selamanya. Karena ini adalah harapan yang tidak berani ia harapkan. Menikah dengan gadis yang selama ini selalu dia kagumi. Yang selalu ada dalam pikirannya, walau hanya berani dia pikirkan dalam diam saja.

"Sinta .... " Wana bergumam pelan.

Manik mata yang penuh akan kekaguman. Walau tersembunyi di balik topeng yang menutupi wajah. Tapi mata itu terlihat sekali berbinar karena terlalu bahagia.

Wana benar-benar tidak berkedip sedikitpun. Bahkan, tidak bergerak sama sekali. Mungkin saja, napas pun dia tahan karena sibuk dengan memperhatikan wajah cantik dewi bulannya itu.

Rahwana tetap menatap Sinta meskipun calon istrinya itu sudah ada di sampingnya. Dia terus fokus yang tatapan yang penuh dengan kekaguman tanpa sadar, yang di tatap sudah benar-benar duduk di sampingnya.

Alhasil, mama Wana harus mencubit anaknya agar sadar dengan keadaan sekeliling. "Wana. Sudah mau mulai. Sadarlah."

Yang di cubit malah diam saja. Seolah, cubitan itu sama sekali tidak terasa olehnya. Bahkan, saat beberapa orang berusaha menggodanya, Wana tetap saja tidak bergeming. Dia tetap dengan ketakjubannya dalam memperhatikan wajah calon istrinya itu.

1
Dew666
😍😍😍😍
Soraya
lanjut
Anonim
Ayo dong thor buat sinta tau kalau wana sebenar nya udah suka dia dari dulu buat mereka benar benar bersatu,jangan biarin rama nanti ganggu sinta lagi
Anonim
Ayo dong sinta buat rahwana g merasa minder ayo buka topeng nya liat ketampanan nya
Patrick Khan
cuaca panas gerah ya wana😄😄
Patrick Khan
sah sahhhhhh
Anonim
Yah payah ni wana,sinta ngomong donk kalau kamu gapapa tidur sekasur
Anonim
Up lagi donk thor jangan kelamaan
Dew666
💎💎💎💎
Soraya
irit bgt ya thor lanjut
Anonim
Pelit banget sih thor up nya tambah donk
Soraya
Rama otaknya labil
Anonim
Lanjut up thor,semangat
Esti 523
harus lanjut ka jgn mamgkrak lho
Rani: eh, hehehe....
total 1 replies
falea sezi
😒 lama amat sinta nikah ma awan😒
perahu kertas
semangat terus ya kak
perahu kertas
Damn, Risa Risa ada ada saja akal bulus mu
ini juga satu dokter nya di byar brpa kmu sma Risa🙂‍↔️🙂‍↔️
Dew666
🪭🪭🪭🪭
Anonim
Lama banget sih up date nya thor,kapan sinta nikah sama ka awan thor jangan lama lama keburu rama sadar
Rani: sabar ya... sabar. aku up pelan. lagi gak fit soalnya.
total 1 replies
Dew666
🍭🍭🍭🍭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!