NovelToon NovelToon
Alvaro

Alvaro

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:925
Nilai: 5
Nama Author: Patmandari Nugraheni

Alvaro Zaidan Alexander adalah anak ketiga dari empat bersaudara, ia adalah anak tengah yang hampir terlupakan oleh keluarganya sendiri semenjak sang mamah meninggal, keluarganya yang dulunya harmonis dan hangat sekaranh hanya keluarga dingin dan juga kaku.
Dan ada satu kejadian yang membuatnya berubah yaitu musuh bebuyutan sang Papah yang mengincarnya yang membuat sang Papah dan 3 saudaranya berubah seketika...

Apa yang di inginkan oleh musuh Papah kepada Alvaro?
Apakah mereka berhasil melindungi Alvaro atau tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patmandari Nugraheni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 13 Si Jenius di Balik Layar

[Ruang Papah - 13.00]

Di dalam ruangan sang papah, mereka pun menyelesaikan makan siang mereka dengan suasana yang hangat dan ada sedikit kejadian yang bikin jantung hampir copot saat Alvaro tersedak makanan yang tadi ia makan dan sekarang mereka ingin istirahat sebentar sebelum memulai tour lagi di kantor sang papa.

"Papah, habis ini papah ada meeting?" tanya Alvaro.

"Gak ada Alva, papah gak ada meeting hari ini" jawab sang papah.

Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu ruangan sang papah tanpa ada ketukan di pintu dan seseorang itu datang dengan wajah panik dan lelah.

"Permisi tuan Alaric" ucap seseorang itu.

"Manajer anda sangat tidak sopan ya membuka ruangan saya tanpa mengetuk pintu" ujar sang papah dengan nada dingin.

"Maaf tuan Alaric dan tuan muda" ucap manajer lagi karena ia melihat di sudut matanya terdapat lima orang yang memandang dirinya dengan tatapan tajam kecuali satu orang yaitu Alvaro Zaidan Alexander tuan muda ketiga.

"Ya kali ini aku maafkan, ada masalah apa? Dan bicaralah dengan jelas" perintah sang papah.

Manajer itu hanya bisa menelan ludah, dan keringat dingin bercucuran di pelipisnya tatapan tajam dari lima orang yang ada di ruangan itu terasa seperti menghujam jantungnya secara bertubi-tubi tanpa ampun. Hanya Alvaro lah yang menatapnya dengan raut bingung sekaligus penasaran karena menggunya melanjutkan ucapannya tadi.

"Tuan Alaric perusahaan cabang sedang kena masalah tuan, sepertinya perusahaan cabang sedang di retas oleh musuh anda" ucap manajer sambil menunjukkan data-data yang tadi ia cek di tabletnya kepada sang papah.

Mendengar masalah itu sang papah langsung berdiri dari singgasananya, dan aura dingi dan intimidasinya pun seketika memenuhi seluruh ruangan.

"Bagaimana mereka bisa merentas data-data perusahaan cabang?" tanya sang papah sambil melihat ke arah tablet yang tadi di tunjukkan kepada manajer.

"Saya menduga ada salah satu data yang di rentas oleh mereka tuan" jawab manajer sambil masih dengan nafas yang terengah-engah.

"Suruh tim IT pusat sekarang juga dan selesaikan dalam waktu 1 jam" perintah sang papah.

"B-baik tuan saya akan suruh tim IT pusat" jawab sang manajer dengan nada yang sudah bergetar.

"Papah, boleh Alva liat tabletnya" ucap Alvaro.

"Buat apa Varo?" tanya Arlan

"Iya Varo biar bawahan papah aja yang nyelesain" ucap Elvano kepada kakak kembarnya yaitu Alvaro.

"Gak papa aku mau liat aja" ucapnya lagi.

"Ya sudah biar kakak ambilkan" ujar Erlan.

"Ini tabletnya Alva" ujarnya lagi.

"Makasih kak" ucap Alvaro dan di angguki oleh Erlan.

"Uncle, uncle Sam selalu bawa tablet Alva kan?" tanya Alvaro.

"Iya Vari uncle selalu bawa tablet kamu, mau uncle ambilkan?" tanyanya dan di angguki oleh Alvaro.

"Ini Varo" ucap uncle Sam lagi.

"Makasih ya uncle" ujarnya dan uncle Sam pun hanya bisa menganggukkan kepalanya.

Setelah Alvaro menerima tabletnya dari uncle Sam, ia pun membuka code di tabletnya supaya bisa tehubung ke data-data yang ada di kantor cabang supaya ia bisa memulihkan kembali data-data yang sudah mereka retas tadi.

Jari-jari lentik Alvaro pun bergerak dengan sangat lincah di atas layar tabletnya itu. Tak ada lagi raut wajah bingung di wajahnya, yang ada hanyalah sorot mata tajam sekaligus serius dan dingin yang sangat mirip dengan sang papah jika sedang serius yaitu Tuan Alaric. Keheningan langsung mencekam di dalam ruangan itu. Semua mata kini tertuju pada pemuda itu yaitu Alvaro tidak ada yang melepas pandangan mereka dari dirinya, dan mereka menatap dengan perasaan tak percaya dan rasa yang campur aduk.

"Apa yang sedang kamu lakukan Alva?" tanya sang papah dengan nada yang mulai melembut dan ada rasa khawatir kepada anak ketiganya itu.

"Aku sedang menutup celah dari mereka papah, supaya mereka tidak bisa lagi merentas data-data yang ada di perusahaan cabang lagi, dan juga aku akan mengunci akses balik sistem mereka dengan pertahanan yang Alva buat papah supaya mereka tidak bisa mengambil data-data perusahaan lagi" jelasnya tanpa mengalihkan pandangannya dari arah tabletnya.

Di sebelahnya, ada Arlan, Erlan dan Elvano yang hanya bisa bertatapan satu sama lain dan juga mereka bertanya-tanya sejak kapan saudara mereka yang biasanya tenang, manis dan kadang malas bisa mempunyai kemampuan ini ya meskipun mereka tau Alvaro juga sepintar mereka, tapi mereka tidak percaya jika Alvaro punya kemampuan tersembunyi bahkan mereka saja yang sabagai saudara mereka saja tidak tau bakatnya.

Dan sang manajer yang sedari tadi masih saja mengatur napasnya, bahkan ia juga ikut tertegun melihat deretan kode rumit berwarna hijau dan juga merah yang bergulir dengan sangat cepat bagai air hujan di layar tablet tersebut, sampai ia saja berpikir tim IT pusat yang profesional saja sampai kelelahan dan waktu untuk menyelesaikan peretasan di perusahaan, tapi ini tuan mudanya dengan gampangnya bisa menyelesaikannya dengan sangat mudah.

"Pah biar aku bantu memulihkan data-data yang yang dienkripsi secara paksa oleh mereka supaya data yang mereka retas bisa kembali nanti di cek lagi lewat jaringan dari pusat" ucap Alvaro dengan nada santainya.

Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, layar tablet Alvaro memunculkan tanda hijau bertuliskan ACCESS RESTORED. Sontak saja hal tersebut membuat semua orang yang ada di dalam ruangan terperangah terkecuali uncle Sam yang sudah mengetahui bakat terpendam yang Alvaro simpan dan itu di ajarkan oleh mendiang sang mamah dan di awasi oleh diri dan tidak di ketahui oleh sang papah dan 3 saudaranya, dan taun mudanya ini mengembangkan sistemnya lagi setelah di ajarkan oleh mendiang mamahnya supaya ia berjaga-jaga jika ada masalah di perusahaaan ia bisa menyelesaikannya denga sistemnya ini.

Sang manajer bahkan menelan ludahnya berkali-kali karena tidak percaya masalah sebesar itu bisa diselesaikan semudah ini oleh seorang remaja.

"Papah sudah selesai, data-datanya sudah kembali seperti semula" ucap Alvaro dengan senyum bangga dan ia sambil merenggangkan tubuhnya karena sudah pegal.

Tuan Alaric tersenyum bangga melihat kemampuan luar biasa yang ditunjukkan oleh putranya itu. Ia pun segera mengalihkan pandangannya pada manajer yang masih saja mematung karena tidak percaya apa yang tadi ia liat. "Dengar perintah anak saya? Lakukan sekarang juga dan pastikan tidak ada data yang bocor!" perintah sang papah mutlak kepada sang manajer.

"B-baik tuan, saya akan melaksanakan perintah dari tuan muda sekarang. P-permisi tuan besar, tuan mudan dan tuan Sam" ucap sang manajer dengan nada gagap dan berpamitan kepada mereka berenam.

Suasana ruangan sang papah pun kembali seperti semula, Erlan dan Elvano pun merangkul bahu Alvaro untuk memberikan selamat kepada Alvaro yang telah membantu memulihkan data-data perusahaan dan Arlan juga tak mau kalah ia juga memberikan usapan di kepala Alvaro sebagai tanda ia sangat bangga kepada adik ke duanya itu.

Ruangan itu pun berubah menjadi tempat canda tawa, kehangatan dan sekaligus rasa bangga yang di ciptakan oleh mereka semua terutama Alvaro yang berhasil mengembalikan data-data perusahaan sang papah jika tidak ada dia mungkin perusahaan sang papah akan mengalami kerugian yang sangan fantastis, jika tidak ada Alvaro yang memiliki kemampuan yang mereka saja tidak tau ia belajar dari mana mungkin mereka akan menanyakan perihal kemampuan Alvaro secara perlahan-lahan supaya ia tidak akan tertekan karena di paksa unruk berbicara kepada mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!