NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Mamoruuu

Mimpi Rara hancur saat harus menikah muda dengan Aksara—pria kaya yang tak dikenalnya. Ia menganggap suaminya perusak masa depan, hingga sikapnya berubah sedingin es dan penuh kebencian.

Namun berbeda dengan Rara, Aksara justru mencurahkan kasih sayang dan kesabaran tanpa batas.

Bisakah pria itu meluluhkan hati sang istri yang keras kepala? Atau Rara akan terus buta melihat ketulusan yang ada di depan mata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamoruuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Salah Faham

Setelah acara pengenalan selesai, Aksara mengajak Rara menuju ruang kerjanya yang terletak di lantai paling atas – sebuah ruangan luas dengan pemandangan kota yang indah dan dekorasi mewah namun tetap profesional.

"Silakan duduk. Aku akan perkenalkanmu dengan beberapa staf kunci yang akan bekerja sama denganmu." Aksara tersenyum sambil menunjukkan kursi besar di sisi meja kerjanya.

Rara hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa, kemudian duduk dengan posisi yang sangat tegak. Matanya menatap lantai, wajahnya masih tampak merah karena marah dan sedikit sungkan.

"Aku tahu kamu kesal padaku." Aksara menarik kursinya lebih dekat ke Rara, wajahnya tetap terpampang senyum hangat yang membuat Rara semakin kesal. "Tapi percayalah, ini bukan hanya karena aku ingin selalu dekat denganmu."

Rara akhirnya mengangkat pandangan, matanya masih menyala dengan amarah. "Aku kira, aku akan ditempatkan pada devisi sesuai kemampuanku, tapi aku malah jadi asisten pribadi mu. Seolah-olah aku tidak punya kemampuan sendiri!"

Aksara hanya tersenyum lebih lebar, kemudian mengambil sebuah berkas dari laci meja dan menghampirkannya ke Rara. "Coba kamu lihat ini dulu."

Rara dengan enggan mengambil berkas tersebut. Saat ia membukanya, matanya sedikit melebar. "Itu adalah proposal proyek baru perusahaan yang akan bekerja sama dengan beberapa brand ternama, kamu akan menjadi koordinator utama dari sisi pemasaran." Aksara menjelaskan. Rara mencoba memahami walaupun ia hanya lulusan SMA.

"Sebagai asisten pribadiku, kamu akan memiliki akses penuh ke semua data dan sumber daya yang kamu butuhkan untuk menjalankan proyek itu. Selain itu, kamu akan belajar langsung dari semua pihak terkait tanpa ada hambatan apapun." Aksara menjelaskan dengan nada tenang, masih dengan senyum yang sama di wajahnya. "Aku tidak ingin kamu langsung dimasukkan ke dalam divisi padahal kamu belum tahu bagaimana sistem kerja perusahaan ini berjalan. Ini adalah cara terbaik agar kamu bisa berkembang dengan cepat."

Rara terdiam sejenak, matanya masih menatap berkas di tangannya. Kemarahannya perlahan mereda, namun ia tetap tidak mau menunjukkan bahwa dirinya sudah mulai mengerti alasan Aksara.

"Kalau begitu, mengapa kamu tidak bilang saja dari awal? Daripada membuatku bertanya-tanya dan merasa diremehkan!" Ucap Rara dengan nada yang masih sedikit tajam.

Aksara hanya mendekatkan tangannya untuk menyentuh tangan Rara yang masih menahan amarah. "Karena aku ingin kamu melihat sendiri bahwa posisi ini bukan sekadar 'asisten pribadi', tapi sebuah kesempatan besar untuk kamu membuktikan kemampuanmu." Senyumnya tetap ada, namun kali ini terasa lebih hangat dan tulus. "Dan juga, aku memang ingin selalu dekat denganmu – itu bukan kebohongan."

Rara menghela napas dalam-dalam, kemudian menarik tangannya kembali dengan lembut. Ia masih merasa sedikit kesal, tapi sudah tidak bisa menyangkal bahwa alasan yang diberikan Aksara memang masuk akal.

"Baiklah... aku akan coba lakukan yang terbaik. Tapi janji... kamu tidak akan menggangguku saat aku bekerja!" Ucap Rara dengan tatapan tegas.

Aksara hanya tersenyum dan mengangguk. "Janji. Sekarang, mari kita bahas proyek ini bersama-sama. Aku sudah tidak sabar melihat kamu bekerja dengan penuh semangat."

Bibir Rara mulai menampakkan senyum. Sesekali ia melirik Aksara, tidak bisa dipungkiri ia merasa sangat bangga pada sosok lelaki yang berada didepannya itu.

"Ternyata, dibalik sifat menyebalkan itu... ada sesuatu yang membuat aku terkesima."

———

"Wah! Wah! Wah! Ada yang baru, nih!" Naura masuk keruangan yang dimana Rara sedang membaca beberapa proposal yang diberikan Aksara sebelum pria itu izin untuk menemui rekan kerja bisnis yang baru di ruang rapat. Aksara sengaja tidak mengajak Rara, agar gadis itu tidak merasa terlalu banyak pekerjaan dihari pertama kerjanya itu.

Rara mengangkat kepala, dan kemudian berdiri. "Naura," lirihnya menatap Naura dengan segan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!