Wajib Follow Sebelum Baca.
" 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝... 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙯𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖.
Valerie dan Matthew saling mencintai... tapi cinta mareka tidak pernah benar-benar tenang.
Hubungan mareka di uji oleh restu tak kunjung datang, tekanan keluarga, dan tekanan keluarga, dan keadaan yang perlahan menjatuhkan mareka.
Saat mareka masih berjuang untuk bertahan, seseorang datang kembali_membawa sesuatu yang lebih dari sekedar masa lalu.
La menginginkan Matthew.
Bukan hanya untuk di cintai... tapi untuk dimiliki.
Perlahan, tanpa mareka sadari, hubungan yang mareka jaga mulai retak.
Bukan karena mareka berhenti saling mencintai, tapi karena ada seseorang yang siap menghancurkan segala nya.
Kini, cinta mareka bukan tentang bertahan... tapi tentang siapa yang lebih kuat _
cinta... atau obsesi.
( Bismillah semoga rame 🙏)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALIFA RAHMA LATIFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S2 BAB 4 : Between Love And Approval.
" Tidak semua cinta langsung di terima dunia. kadang, ia harus berjuang terlebih dahulu untuk membuktikan bahwa ia pantas bertahan.
...
Langit sore terlihat kelabu.
Matthew berdiri di luar gerbang rumah keluarga Kingsley dengan perasaan yang tidak bisa ia jelaskan.
Ia baru saja keluar dari rumah itu berapa minit yang lalu.
Namun kata-kata Carlos masih terus terngiang di kepala nya.
" Saya sudah bilang sebelum nya... saya tidak merestui hubungan kalian. "
Matthew menduduk pelan.
Ia sebenar nya sudah mencoba berbicara lagi dengan Carlos. menjelaskan bahwa perasaan nya terhadap Valerie bukan sekedar emosi sesaat.
Namun semua itu tidak mengubah apa pun.
Carlos tetap menolak.
Tanpa memberi kesempatan.
Tanpa memberi harapan.
Matthew menghembuskan napas panjang, me coba menengkan pikiran nya.
Tiba-tiba suara langkah kaki terdengar dari belakang nya.
" Matthew. "
Matthew langsung menoleh.
Valerie berdiri di sana dengan napas sedikit terengah.
" Val.. " gumam Matthew pelan.
Valerie berjalan mendekat sampai akhir nya berdiri di tepat di depan nya.
" Aku tahu papih ku berbicara apa, " kata nya pelan.
" Seperti nya beliau benar-benar tidak menyukai ku. "
Valerie langsung menggeleng.
" Bukan begitu. "
" Lalu bagaimana? "
Valerie terdiam berapa detik sebelum berkata pelan, " Papih ku hanya terlalu khawatir. "
Matthew menatap Valerie dengan sorot mata lelah.
" Aku tidak ingin membuat mu berada di situasi ini. "
" Papih ku yang membuat nya. "
Matthew terdiam.
Valerie lalu mengenggam tangan Matthew dengan lembut.
" Aku tidak akan menyerah hanya karena papih ku belum merestui kita. "
Matthew menatap tangan mareka yang saling genggam.
" Kamu yakin? "
Valerie tersenyum kecil.
" Sangat yakin. "
Perasaan hangat yang hampir hilang tadi perlahan kembali.
" Terima kasih, " kata nya pelan.
Valerie meangkat alis.
" Untuk apa? "
" Untuk tetap berada di sisi ku. "
Valerie tertawa kecil.
" Matthew Lucian Wycliffe.. kamu benar-benar bodoh kalau berpikir aku akan pergi hanya karena
masalah ini. "
Matthew akhirnya tersenyum tulus.
Namun di dalam rumah, seseorang memperhatikan mareka dari balik jendela.
Carlos.
Tatapan nya masih sama keras nya.
...
Malam hari nya.
Nara duduk di kamar Valerie.
Nara menatap sahabat nya dengan ekspresi serius.
" Jadi papih lo tetap nolak? "
Valerie menangguk lemah.
" Iya. "
Nara berpikir sejenak sebelum berkata, " menurut gua.. ada sesuatu. "
Valerie mengerutkan dahi.
" Maksud Lo? "
" Papih lo pasti punya alasan kuat kenapa dia segitu kerasnya nolak Matthew. "
Valerie terdiam.
" Menurut lo gue harus bagaimana? "
Nara bersandar di kursi.
" Lo harus berbicara langsung sama papih lo. "
Valerie menatap nya ragu.
" Dia bahkan tidak mau mendengar. "
" Coba aja dulu, " kata Nara lembut. " tanyakan kenapa dia tidak merestui hubungan kalian. "
Valerie menduduk, memikirkan kata-kata sahabat nya.
Mungkin Nara benar.
Selama ini ia hanya berdebat dengan ayah nya tanpa benar-benar memahami alasan di balik penolakan itu.
Dan mungkin...
Satu-satunya cara untuk memperjuangkan hubungan dengan Matthew adalah dengan menghantui alasan sebenar nya.
Valerie menarik napas panjang.
" Besok gue akan berbicara dengan papih. "
Nara tersenyum kecil.
" Itu baru sahabat gue. "
Cinta bukan sekedar tentang dua hati yang saling menemukan, tapi juga tentang keberanian untuk tetap bertahan ketika keadaan tidak berpihak.
Ia tumbuh dari kepercayaan, di kuatkan oleh kesabaran, dan di uji oleh hal-hal yang tak pernah terduga.
Karena pada akhirnya, cinta yang benar bukan yang selalu mudah di jalani, melainkan yang tetap di perjuangkan_bahkan saat dunia terasa belum memberikan restu.
_TBC_
...----------------...
Happy Reading All!