NovelToon NovelToon
Dalam Dekap Bayangmu

Dalam Dekap Bayangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:749
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"sebenarnya mau pria itu apa sih?"
kanaya menatap kala dengan sorot mata penasaran.
pria dingin itu hanya menatapnya datar, seperti biasa tanpa ekspresi.
"hhhhhh" kanaya mendengus kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Kala melangkah masuk ke dalam cafe, setelah memastikan syafira sudah menantinya di dalam. Senyum syafira menyambutnya dengan manis, kala hanya menatapnya sekilas.

Ia hanya menunjukkan senyum di ujung bibirnya, kala menarik kursi yang ada di hadapan wanita itu, duduk dengan menatap syafira yang masih tersenyum.

"Kakak mau pesan apa?biar aku pesankan...!" tawar syafira, masih dengan senyum manisnya.

Hati syafira merasa tak enak, kala tidak pernah mengajak ketemuan terlebih dahulu. Syafira yakin ada hal penting yang akan kala sampaikan padanya, dan ia yakin pasti bukan hal yang baik.

Syafira memanggil pelayan dan menyerahkan pesanannya, sementara kala masih duduk dengan tenang, memainkan gawainya dengan santai.

Melihat syafira sudah menyelesaikan pesanannya, kala meletakkan ponselnya ke atas meja.

"Ada hal yang ingin aku bicarakan dengan kamu syafira, dan hal yang ingin aku bicarakan adalah hal yang sangat penting"

"Kak..., bisakah kita makan dulu..!, aku lapar..hehehehe" potong syafira cepat, menatap kala dengan mata mengerjap-erjab lucu.

Entah mengapa syafira tidak dapat menetralisir perasaannya, ia yakin kalau kala akan membicarakan hal yang paling ditakuti syafira.

Kala menghela nafas, ia sangat ingin menyelesaikan masalah ini tanpa menunda-nunda waktunya.

Kala menatap syafira yang kelihatan mulai gelisah, kala yakin syafira pasti tahu apa yang ingin ia sampaikan.

Pelayan menata pesanan mereka diatas meja, 2 piring beef steak, sepiring kentang goreng lengkap dengan sausnya, dan 2 gelas lemon tea tertata dengan rapi. Mereka mengucapkan terima kasih secara bersamaan, ketika pelayan selesai menata makanan mereka.

"Kita makan dulu kak, aku tadi belum makan siang" syafira meraih lemon tea, dan menyesapnya perlahan, memandangi kala yang masih kelihatan kesal.

"Baiklah..." sahut kala mengalah.

Mereka makan dalam keheningan, kala makan dengan tenang, ia ingin segera menyelesaikan santapannya.

Sementara syafira makan dengan perlahan, hatinya masih tak tenang. Melihat wajah dan ketergesaan kala, syafira sangat yakin hal yang ingin kala bicarakan pasti tentang kanaya.

Ingin rasanya ia tidak mendengar apa yang akan pria itu sampaikan, tapi syafira takut kala akan marah dan membencinya.

Kala menyelesaikan makannya terlebih dahulu, ia meraih gelas menyesap isinya tenang. Menatap syafira yang masih makan dengan gugup.

Kala mengernyitkan matanya, ia merasa syafira sengaja makan dengan lambat. Beberapa kali kala sengaja menghela nafasnya berat, ia ingin menunjukkan kepada syafira kalau dirinya sudah tak sabar.

Syafira mengambil tisu, mengusap ujung bibirnya. Semua tak luput dari pandangan kala, begitu syafira meletakkan gelasnya, kala langsung memperbaiki posisi duduknya.

"syafira...aku mencintai kanaya" ucap kala jelas, singkat, dan padat.

Bola mata syafira membesar, mulutnya terbuka hati syafira berdesir pedih

"Kak.."

"Maaf syafira..aku tak bisa memenuhi permintaanmu maafkan aku yang tak bisa memenuhi keinginanmu.."

"Kak..,

Kakak gak boleh kayak gini ama aku," sambar syafira gusar, wajahnya memias.

"Bukankah kakak sudah berjanji, wanita setelah aluna adalah aku..."

"syafira.., aku gak pernah menjanjikan apapun padamu", potong kala cepat.

"Bagiku...dirimu itu hanya seorang adik syafira"

"Tidak...", teriak syafira mulai histeris

"Kak kala gak boleh memperlakukan aku seperti ini, kak kalakan tahu bahwa kakak satu-satunya pria yang aku cinta" mata syafira mulai berkaca-kaca, suaranya terdengar parau, menahan sesak didadanya.

"syafira..."

"Kak kala..jangan lakukan ini padaku!, Dulu aluna dan sekarang kanaya..

Kak..aku tak terima kakak perlakukan seperti ini" tangisan syafira mulai terdengar.

"Aku tahu, kakak gak pernah cinta padaku, tapi kak, kakak pernah janji padaku untuk mencobanya"

Tatapan nanar dari bola mata syafira yang masih basah, membuat hati kala sedikit gusar. Karena ia merasa tak pernah berjanji apapun kepada syafira, kala mendengkus kesal, menatap syafira dengan sorot mata dinginnya.

"syafira, aku tak pernah menjanjikan apapun padamu, dari dulu sampai sekarang bagiku kamu hanya seorang adik.."

"Tapi..sampai sekarang aku masih tunanganmu kak..! ikatan itu belum pernah terputus" cecar syafira masih dengan isakan tangisnya yang mulai semakin terdengar keras.

"syafira...tolong suaranya" tegur kala menatap ke sekeliling, beberapa mata mulai memperhatikan mereka.

"Biar aku perjelas yah syafira.., Kita memang pernah tunangan, tapi jauh sebelum aku mau menikahi aluna, pertunangan itu sudah aku batalkan, saat kamu ingin melanjutkan SI ke perancis, pertunangan itu sudah batal syafira, kuharap kamu sedang tidak berpura-pura lupa"

Syafira menggeleng keras, isakannya terdengar menjadi sebuah tangisan.

"Aku tidak pernah mau membatalkan pertunangan itu kak..tidak pernah"

"Hhhhhhh.." dengkusan kala terdengar kasar.

"Itu urusanmu syafira..tapi dari pihakku dan juga keluargaku, kami menganggap pertunangan itu sudah tidak ada"

"Kak.."

"Dengar syafira..aku bukan sedang meminta ijin darimu, aku memberi tahu hal ini kepadamu, karena aku masih menghargaimu sebagai teman masa kecilku,

Dan satu hal yang harus kamu tahu, aluna tidak pernah meminta kepadaku, untuk mencintai kamu,

Jadi syafira..jangan pernah mengatakan hal-hal yang memang tidak pernah ada" ujar kala datar dan dingin,

"Aku hanya ingin, hubungan diantara kita kembali seperti dulu, bagiku kamu hanyalah adik perempuan cantik yang aku punya,

Aku menyayangimu syafira...tapi hanya sebatas seorang kakak dan adik"

"Tapi aku tak mau kak, aku gak mau jadi adikmu, kakakkan tahu, dari dulu aku mencintaimu kak kala" tangisan syafira terdengar pilu, air matanya semakin deras membasahi pipinya.

"syafira.."

"Tidak kak kala, sampai kapanpun aku tak akan membiarkan wanita lain mengisi hatimu,

Dulu aluna merebutmu dariku, dan kali ini aku tak akan membiarkan kanaya memilikimu"

Mata basah syafira menatap nyalang, wanita itu menghapus kasar air mata dengan punggung tangannya.

"Kalau kak kala mengatakan semua ini, hanya dengan niat memberitahuku, bukan meminta ijin dariku..Aku juga bisa mengatakan dengan bebas, kalau aku tetap akan membuat kak kala jadi milikku"

"syafira.." panggil kala gusar, menatap mata syafira yang menatapnya nyalang.

"Dewasa lah ..., aku tak pernah menganggapmu sebagai seorang wanita, dan syafira...aluna tidak pernah merebutku darimu. Aluna selalu menganggapmu sebagai sahabatnya, walaupun perlakuanmu kepadanya cukup kasar, begitu juga aku, aku tetap menganggapmu adik, karena bagaimanapun kita besar bersama"

"Aku tidak perduli, apa anggapanmu padaku kak, begitu juga, aku tak perduli apa anggapan aluna padaku,

lagian dia sudah tiada, untuk apa kita bahas dia, namun yang pasti, yang harus kak kala tahu, Aku akan tetap tidak mengijinkan kakak mencintai kanaya. Sampai kapanpun, kak kala itu milikku" ucap syafira berapi-api bangkit dari duduknya, mencondongkan tubuhnya kearah kala yang menatapnya kesal.

"Seperti kakak yang tidak butuh ijinku, begitu juga aku tidak butuh ijin kakak, untuk mencintai"

"Terserah kamulah syafira, aku hanya ingin bilang aku mencintai kanaya, dan aku akan menikahinya lagi secara baik-baik. Satu hal yang harus kamu tahu, aku tak pernah membencimu, atas apapun yang pernah kamu lakukan ke aku ataupun ke aluna, hanya satu kuminta, jangan ganggu kanaya.

Kalau sampai kamu melakukannya, aku tak akan segan-segan lagi padamu syafira..ingat itu!" tutur kala lembut, namun terdengar ancaman dalam setiap penekanan kata-katanya.

Syafira terkesiap, wajahnya pucat pasi mendengar ucapan kala yang berisi ancaman. Ia sadar kanaya sangat berarti bagi kala, dulu apapun yang ia katakan atau lakukan untuk menyakiti hati aluna, kala masih memaafkan dan memakluminya.

Syafira menatap kala yang menatapnya sangat dalam, dan ia tahu ucapan kala serius. Tubuhnya luruh, terduduk kembali ke kursinya. syafira patah hati, ia yakin kala benar-benar mencintai kanaya. Dan ia sama sekali tak memiliki kesempatan lagi untuk meraih hati kala, mata syafira menatap nanar kepergian kala yang meninggalkannya sendirian. Syafira kembali terisak, menyadari bahwa ia tak memiliki kesempatan sama sekali.

Bersambung....

1
Bungatiem
boleh kala boleeeh
Bungatiem
boleh dooong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!