NovelToon NovelToon
Love Unscripted

Love Unscripted

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:879
Nilai: 5
Nama Author: CieMey

Zhevanya Maharani Karasya (Vanya) selalu menjadi anak yang dapat dibanggakan oleh kedua orangtua nya, siapa sangka sifat nya yang ceria periang dan selalu berfikir positif itu ternyata menyembunyikan rasa sakit yang sangat menyiksa. Vanya yang selalu ingin menyerah oleh penyakit nya itu tak pernah menduga masa remaja nya akan terasa sangat berwarna.

Pertemuan nya dengan Nana, Farida, dan Irgi benar benar membuat masa remaja nya begitu berwarna, indah dan membuat banyak kenangan yang tak terlupakan, sampai pada akhirnya Semua terasa begitu sia sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CieMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senyum indah menutup Lara

Irgi sudah menunggu Raka di warkop 24 jam tempat biasa mereka kumpul. Setengah Jam yang lalu Raka mengabari Irgi kalau dia sudah Rapih tapi seharusnya perjalanan dari rumah Raka ke warkop tak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar 15 menit dari rumah nya. berkali kali Irgi mencoba menghubungi Raka untuk memastikan keadaan nya tapi tak kunjung ada jawaban. dengan terpaksa Irgi mencari kabar Raka lewat Vanya.

"Halo Van sorry ganggu lagi ada di rumah ga? "

"enggak Gi gue lagi di luar, kenapa tuh? "

"oh yaudah deh, tadi gue mau tanyain bang Raka, kemaren dia mau ngajakin main tapi gue telpon ga di angkat angkat"

Irgi berusaha sebisa mungkin membuat Nada suara yang tenang agar Vanya tidak khawatir.

"oh coba aja kerumah mungkin ketiduran lagi"

"iya gue otw ke rumah lo nih makasih ya Van"

"iya Gi sama sama"

Telpon di tutup dan Irgi langsung bergegas kerumah Vanya, pikiran makin kemana mana ia tidak bisa lagi memikirkan hal hal yang positif.

"siapa Van" tanya Nana yang datang dengan 2 eskrim di tangan nya.

"Irgi nanyain bang Raka" Vanya mengambil eskrim dan langsung berjalan mendahului Nana.

"kenapa bang Raka? "

"Ga tau tuh mereka mau main tapi abang ga ada kabar, paling juga abang ketiduran"

"Yaudah ayo kesana kita sewa sepeda"

Vanya bersenang senang dengan Nana, tanpa ia sadari Raka sedang menahan sakit sendirian di rumah nya.

"Bang... Bang Raka" Irgi terus memanggil Raka dari depan pintu tapi tak ada sahutan dari dalam sampai akhirnya Irgi menyadari pintu rumah itu tidak terkunci, Irgi memutuskan untuk langsung masuk dan mencari keberadaan Raka.

"Bang Raka sehat kan lo bang"

tak jauh dari tangga Irgi melihat Raka yang sudah terbaring lemas, seperti nya Raka pingsan. Tak tau harus berbuat apa Irgi memutuskan untuk menelpon ambulan lalu mengabari Nana untuk segera membawa Vanya pulang tak lupa Irgi menyuruh Nana untuk merahasiakan keadaan Raka saat ini.

"Na bawa Vanya ke Rumah sakit sekarang, bang Raka sakit gue lagi otw ke rumah sakit, gue ga tau nomor telpon orang tua nya bang Raka, cepet ya sekarang juga. oh iya jangan kasih tau Vanya dulu soal ini kalo dia sampe panik ntar lo yang ribet di jalan" pesan panjang dari Irgi itu langsung terbaca oleh Nana, Nana langsung mencari alasan untuk mengajak Vanya pulang.

"Van kita ke tempat lain yuk ga seru di ragunan"

"loh kenapa ini kan seru"

"Ga papa ini kan udah dari tadi, ayo kita balik dulu"

"lo capek ya Na"

"ya dikit yaudah ayo balik dulu"

"yaudah deh ayo balik"

Sejujur nya Nana tak tega melihat Vanya yang memasang wajah sedih tapi mau bagaimana lagi ini keadaan urgent mereka harus segera pulang dan melihat kondisi Raka.

...☘️☘️☘️...

"Keluarga pasien Raka Putra Karasya"

"Saya sus tapi saya bukan keluarga nya saya cuma yang nganter dia kesini"

"Oh iya mas keluarganya ada ga ya, karna dokternya harus ketemu keluarga mas untuk menjelaskan kondisi pasien"

"keluarga nya sedang di perjalanan Sus"

"baik mas kalo sudah sampai tolong segera beritahu kami ya"

"baik sus makasih"

"iya sama sama"

Irgi berulang kali mencoba menghubungi Nana tapi tak di balas. sampai akhirnya Nana mengangkat telpon nya yang ke 20 kali itu.

"bentar Gi ini udah sampe parkiran"

dari sebrang Irgi mendengar suara Vanya yang menanyakan Nana kenapa ia membawa nya ke rumah sakit.

"Lo dimana Gi"

"Masih di IGD Na cepet"

Tak ada balasan Nana langsung menutup telpon nya dan menarik tangan Vanya menuju ruang IGD.

Pada saat melihat Irgi berdiri tak jauh dari nya di detik itu juga badan Vanya terasa lemas ia tau ada yang tidak beres degan Raka.

Vanya berlari ke arah Irgi dan langsung menanyakan keadaan Raka.

"abang kenapa Gi"

"tenang dulu Van, sekarang lo masuk ya ketemu dokter dulu biar dokter yang jelasin gue juga blom tau bang Raka kenapa. oh iya sekarang telpon dulu orang tua lo biar gue yang ngomong lo temuin dokter dulu"

Vanya tak menjawab dengan badan yang mulai terasa lemas Vanya mencoba menelpon orang tua nya dan memberikan HP nya ke Irgi, dan ia langsung menghampiri Suster IGD untuk bertemu dokter yang menangani abang nya.

"Halo tante, Ini Irgi tan"

"loh kok kamu Gi, Vanya kenapa?" Suara Ratih terdengar panik.

"Vanya ga kenapa kenapa kok tan"

Hembusan Nafas lega terdengar dari sebrang sana. Irgi terdiam sesaat ia bingung bagaimana menyampaikan nya ia takut membuat orang tua Vanya panik dan terjadi hal hal yang tak diinginkan.

"trus kenapa kamu telpon tante Gi" kali ini Ratih berbicara dengan Nada yang terdengar santai.

"itu tante... hmm... aduh gimana ya ngomong nya"

"ada apa Gi kok kaya orang bingung gitu"

"iya tante, tante sama om bisa pulang sekarang ga ya? Jadi gini tante, Irgi kan tadi ke rumah tante nih ya, trus Irgi liat bang Raka pingsan ini bang Raka lagi di IGD ini sih udah ada Vanya tapi Irgi ga tau kondisi bang Raka gimana"

"Tante sama om pulang sekarang Gi tolong kabarin Tante ya Gi perkembangan Raka makasih Gi" suara ratih terdengar sangat panik ia bahkan langsung menutup telpon nya tanpa sempet menunggu jawaban dari Irgi.

"Gimana Gi tante Ratih bisa langsung pulang? "

"bisa Na, mau langsung OTW katanya"

Nana dan Irgi duduk lemas menunggu Vanya keluar dari ruang dokter.

Entah bagaimana kondisi Raka saat ini, yang Irgi tau Raka tak pernah mengeluh sakit atau pun lelah ia sangat Rajin berolahraga bahkan hidup nya terbilang sehat, makan teratur dan selalu memakan makanan yang bergizi seimbang selalu tidur teratur bahkan ia tak pernah merokok atau minum alkohol. Tak ada yang menyangka ia bisa terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit ini.

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
gempi
b
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!